• Tidak ada hasil yang ditemukan

Elemen Keras

Dalam dokumen Charolina Christianingrum (Halaman 44-48)

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.6. Elemen Estetika RTH

4.6.1. Elemen Keras

Komponen RTH pada perumahan Galmas Residence yang termasuk elemen keras antara lain adalah gazebo, kolam, tempat duduk, lampu penerangan, dll. Elemen kasar tersebut disesuaikan dengan tema RTH tersebut. Tujuannya adalah untuk kenyamanan penghuni perumahan Galmas Residence.

Ada beberapa elemen keras yang ditampilkan dalam RTH perumahan Galmas Residence adalah sebagai berikut :

commit to user

31

4.6.1.1. Gazebo

Pada perencanaan RTH I, ukuran diameter Gazebo tersebut adalah 2 m dengan gaya panggung. Gazebo ini dibangun dari kayu cendana dengan ketinggian 2 m. tujuan dari pembangunan gazebo ini adalah untuk tempat melihat taman dan tempat beristirahat.

Seperti sebuah rumah, bangunan gazebo membutuhkan pondasi dan sloof yang memadai untuk memikul beban tiang kayu penyanggah dan atap sehingga dibuat pondasi dengan kedalaman 30 cm diatas permukaan tanah.

4.6.1.2. Kolam

Kolam yang terdapat pada kompleks perumahan Galmas Residence adalah kolam ikan hias. Untuk membuat kolam perlu untuk diadakan penggalihan tanah terlebih dahulu. Permukaan bawah dilapisi dengan adukan semen setebal 3 - 4 cm. Ketika membuat dinding kolam dan tepi kolam, pertama - tama dibuat pondasi kerangka terlebih dahulu. Kerangka kolam terbuat dari kawat yang dibuat sedemikian rupa sesuai dengan yang diinginkan kemudian membuat adonan dari campuran semen dan pasir halus dengan perbandingan 3 : 1, kemudian pasankan batu bata dengan campuran semen setelah itu permukaan kolam diplester setebal 3 - 4 cm dengan campuran semen dan pasir dengan perbandingan 2 : 1. Dengan teknik ini, dinding kolam dan permukaan bawah kolam tidak mudah bocor.

Agar kolam pada RTH I tetap terlihat bersih, dibuat sistem pembuangan air dengan membuat desain kolam miring yang mengarak ke satu titik yaitu tempat pembuangan air. Tempat pembuangan air tersebut berupa lubang dengan diameter 10 cm.

4.6.1.3. Jalan Setapak

Fungsi jalan di pada RTH adalah sebagai tempat berpijak terutama ketika melakukan penyiraman. Selain itu juga berfungsi sebagai jalur pemisah antara dua bagian RTH. Permukaan jalan dapat dibentuk dari rumput, beton aspal, beton atau

commit to user

32

semen PC. Untuk lebih jelas, di bawah ini adalah keuntungan dan kerugian berbagai bahan lapisan permukaan :

Di kompleks perumahan Galmas Residence, perkerasan jalan pada area RTH dibuat dengan menggunakan paving block dan berwarna natural (warna semen) dengan tekstur kasar.

Pada perencanaan RTH, bahan permukaan yang akan digunakan adalah rumput gajah. Pemilihan bahan tersebut didasari pada tekstur rumput yang relatif lembut yang dapat memberikan keamanan yang lebih besar dibandingkan dengan permukaan lain.

4.6.1.4. Biopori

Biopori atau pori resapan adalah lubang - lubang kecil pada tanah yang terbentuk akibat aktivitas organisme dalam tanah seperti cacing atau pergerakan akar - akar dalam tanah. Lubang tersebut akan berisi udara dan menjadi jalur mengalirnya air. Jadi air hujan tidak langsung masuk ke saluran pembuangan air, tetapi meresap ke dalam tanah melalui lubang tersebut. Lubang biopori sendiri umumnya dibuat dengan lebar kira - kira 30 cm, jarak antar lubang sekitar 50 cm - 100 cm. Manfaat yang bisa didapat antara lain :

1. Mencegahbanjir;

2. Tempat pembuangan sampah organic; 3. Menyuburkan tanaman;

4. Meningkatkan kualitas air.

Pada perencanaan RTH yang ada di kompleks perumahan Galmas Residence,

direncanakan pembuatan biopori, selain manfaat yang disebutkan di atas perencanaan biopori juga digunakan untuk membuat pupuk kompos yang nantinya digunakan untuk pupuk tanaman yang ada di taman tersebut.

commit to user

33

4.6.1.5. Lapangan

Lapangan sangat di perlukan bagi warga perumahan untuk melakukan aktivitas olahraga. Secara umum lapangan yang biasanya ada pada perumahan antara lain lapangan basket, voli, badminton, sepak bola dan masih banyak lagi lapangan yang bisa digunakan untuk perumahan.

Pada perencanaan RTH III, lapangan yang akan dibangun adalah lapangan

badminton. Pemilihan lapangan tersebut didasarkan pada luas tanah yang tersedia yaitu 16 x 10 m. Sedangkan lapangan badminton sendiri luas area yang dibutuhkan adalah 13,2 x 6 m. Karena masih tersisa beberapa meter, maka perancang memberikan kelebihan 0.5 m. Pemambahan luas lapangan tersebu digunakan untuk tempat ring basket, sehingga lapangan tersebut selain bisa digunakan sebagai lapangan badminton juga bisa digunakan sebagai lapangan basket dengan ukuran yang tidak standar.

4.6.1.6. Kursi

Meskipun tidak selalu digunakan, kursi tetap perlu untuk dibuat. Kursi tersebut bisa berbahan dasar plastik, kayu, bahkan dari pasangan batu bata berlapis semen. Kursi - kursi tersebut memiliki kelemahan masing - masing. Kursi kayu yang terbuat dari plastik mempunyai kelemahan mudah rusak karena kelebihan beban, sedangkan kursi dari besi mempunyai kelemahan mudah karat dan kursi dari kayu mudah dimakan rayap. Sehingga yang paling baik digunakan adalah kursi yang terbuat dari pasangan batu bata yang berlapis semen. Namun tidak dipungkiri bahwa kursi tersebut juga memiliki kelemahan yaitu tidak bisa dipindahkan. Akan tetapi bila diletakan dengan baik, maka akan menambah nilai plus dalam RTH tersebut.

Pada perencanaan RTH I, II, dan III kursi yang digunakan terbuat dari pasangan batu bata yang berlapis semen karena kursi yang terbuat dari pasangan batu bata tersebut lebih kuat dari pada kursi yang terbuat dari plastik, kayu atau pun besi. Kerusakan yang terjadi pada kursi tersebut hanya berasal dari terbukanya lapisan

commit to user

34

cat atau cuwilan semen, namun hal ini bukanlah masalah besar yang menuntut harus segera diperbaiki karena tingkat keamanan yang berkurang.

4.6.1.7. Gerabah

Beragam bentuk gerabah atau gentong yang ditampilkan bukan hanya digunakan sebagai pot atau tempat tanaman saja. Di RTH I, gentong digunakan sebagai tempat lampu. Selain itu pada taman ini grabah juga digunakan sebagai pengganti keran untuk membersihkan tangan atau kaki dan sebagai air mancur.

4.6.1.8. Alat permainan

Perangkat permainan yang direncanakan pada RTH II antara lain terdiri dari bak pasir, multi play system, jungkat jungkit, bola dunia dan ayunan. Bahan yang digunakan untuk membuat permainan tersebut terbuat dari fiber. Pemilihan bahan tersebut didasarkan pada faktor keamanan bagi pengguna alat tersebut yaitu anak -anak.

Dalam dokumen Charolina Christianingrum (Halaman 44-48)

Dokumen terkait