• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.4 Store Atmosphere (Suasana Toko)

2.4.2 Elemen Store Atmosphere

Menurut Berman dan Evans (2010 : 509), store atmosphere terdiri dari

empat elemen sebagai berikut:

Exterior Store Atmosphere Created by The Retailer Store Layout General Interior POP Display

Gambar 2.1

The Elements of Store Atmosphere

1. Eksterior

Eksterior toko mempunyai pengaruh yang kuat pada citra toko tersebut,

sehingga harus direncanakan sebaik mungkin. Kombinasi dari eksterior ini

dapat membuat bagian luar toko menjadi terlihat unik, menarik, menonjol

dan mengundang orang untuk masuk ke dalamtoko. Elemen-elemen

eksterior toko ini terdiri dari sub elemen sebagai berikut:

a. Storefrontadalah bagian depan dari sebuah toko. Bagian depan dari sebuah toko didesain sedemikian rupa sehingga dapat menarik minat

bagi konsumenuntuk masuk ke dalam toko dan kemudian melakukan

pembelian.

b. Marquee adalah suatu tanda yang digunakan untuk memajang nama atau logo suatu toko. Marquee dapat dibuat dengan diwarnai atau

menggunakan lampu neon, dicetak, dan diatur sendiri atau

digabungkan dengan slogan atau informasi lainnya. Supaya efektif,

marquee harus diletakkan di luar, sehingga terlihat berbeda dan lebih menarik atau mencolok dibandingkan dengan toko lainnya.

c. Store Entrances, Pintu masuk toko harus direncanakan sebaik mungkin sehinggadapat mengundang konsumen untuk masuk ke dalam toko dan

dapat juga mengurangi lalu lintas ketika konsumen masuk dan keluar

toko. Dalam perencanaannya, pintu masuk toko membutuhkan tiga

1) Jumlah pintu masuk, disesuaikan dengan besar kecilnya bangunan.

Salah satu faktor yang membatasi jumlah pintu masuk adalah

untuk menghindari terjadinya pencurian.

2) Jenis pintu masuk yang dipilih, apakah pintu masuknya berupa

pintu otomatis, pintu tarik-dorong, pintu biasa, pintu yang harus

dibuka sendiri, atau pintu dikontrol sesuai dengankeadaan cuaca.

3) Lebar pintu masuk, pintu masuk yang lebar akan

menciptakansuasana dan kesan yang berbeda dibandingkan dengan

pintu masuk yang sempit, kecil, dan berdesak-desakan.Selain

itu,dapat juga berfungsi untuk menghindari kemacetan arus lalu

lintas orang yang masuk dan keluar toko.

d. Displays Windows (pengaturan jendela).

Tujuan dari displays windows adalah untuk mengidentifikasi suatu

toko dan memajang barang yang ditawarkan serta menarik konsumen.

e. Height and size buliding (tinggi dan luas bangunan).

Eksterior yang berupa ketinggian gedung dapat dibedakan menjadi

tersembunyi dan tidak tersembunyi. Hal ini dapat mempengaruhi kesan

tertentu terhadap toko tersebut,

f. Visibility (jarak pengelihatan)

Jarak pengelihatan yang kurang dari sudut pandang konsumen akan

mempegaruhi dari kunjungan para konsumen. Usahakan jarak pandang

g. Unique (keunikan)

Tujuan utama dari toko dalam mendesain tokonya adalah agartokonya

dapat terlihat unik dan dapat menarik perhatian para konsumennya.

Hal ini dapat diwujudkan dengan cara memilih marquee yang

mencolok, jendela dan etalase yang dekoratif, tinggi dan ukuran

gedung yang berbeda dari sekitarnya sehingga dapat menarik perhatian

konsumen dengan keunikan tokonya.

h. Sorrounding Area (lingkungan sekitar)

Lingkungan dapat mempengaruhi citra toko. Atmosphere toko dapat

bernilai negatif jika lingkungan di sekitar toko memiliki tingkat

kejahatan yang tinggi. Akibatnya konsumen akan enggan untuk datang

ke toko tersebut karena konsumen merasa tidak nyaman untuk

berbelanja di toko tersebut.

i. Sorrounding Store (toko sekitar)

Lingkungan sekitar toko menunjukkan citra toko tersebut, dilihatdari

range harga, tingkat servisnya, dan lain-lain. Lingkungan sekitar toko merefleksikan demografis dan gaya hidup dari mereka yang tinggal di

sekitar toko.

j. Parking facilities (fasilitas parkir)

Tempat parkir merupakan hal yang sangat penting bagi

konsumendalam mengunjungi suatu toko atau pusat perbelanjaan.

Tempat parkir yang luas, aman, gratis dan mempunyai jarak yang

2. General Interior

Saat konsumen berada di dalam toko, maka terdapat banyak

elemen-elemen yang mempengaruhi persepsi mereka. Lampu yang terang dengan vibrand

colour tentunya memberikan atmosfer yang berbeda dengan penerangan lampu yang temaram. Suara dan aroma dapat mempengaruhi perasaan konsumen. Musik

dengan tempo yang lambat dapat membuat seseorang yang berada dalam sebuah

toko bergerak lebih lambat.

Elemen-elemen General interior toko terdiri dari:

a) Flooring (Lantai)

b) Colors and Lighting(warna dan pencahayaan) c) Scents and sounds(aroma dan suara)

d) Store fixtures(toko perlengkapan) e) Wall textures(tekstur dinding) f) Temperature(suhu)

g) Width of aisles(lebar lorong) h) Dressing facilities(fasilitas ganti) i) Multilevel stores (toko bertingkat) j) Dead areas(daerah mati)

k) Personnel(personil)

l) Merchandise(barang dagangan)

m) Prices (levels and displays)harga (tingkat dan menampilkan)) n) State-of-the-art technology(keadaan teknologi seni)

3. Store Layout

Perencanaan store layout meliputi penataan penempatan ruang untuk

mengisi luas lantai yang tersedia, mengklasifikasikan produk yang akan

ditawarkan, pengaturan lalu lintas di dalam toko, dan menyusun produk yang

yang dipajang secara individu. Layout toko adalah tata letak produk kasir dan arus

lalu-lalang konsumen di dalam toko. Tata letak produk harus memudahkan

konsumen berlalu-lalang dan berjalan sehingga ia mencari dan memperoleh

barang yang dibutuhkannya denganmudah dan cepat. Prinsipnya tata letak semua

elemen yang berada di dalam toko harus menciptakan suasana yang

menyenangkan bagi semua pihak yaitu konsumen, petugas dan produsen. Hal

spesifik dari layout toko yang harus direncanakan secara berurutan adalah:

a) Allocation of Floor Space(alokasi dari lantai ruang)

b) Classification of store offerings(klasifikasi dari toko persembahan) •Functional product groupings(pengelompokan produk fungsional)

•Purchase motivation product groupings(pengelompokan produk

motivasi membeli)

• Market segment product groupings(pengelompokkan produk segmen

pasar)

• Storability product groupings(pengelompokan produk daya simpan)

c) Traffic-flow pattern (arus lalu lintas)

• Straight (gridiron) traffic flow (arus lalu lintas yang luas),

d) Space needs(kebutuhan ruang)

• Model stock approach (model pendekatan saham)

• Sales-productivity ratio(rasio produktivitas penjualan)

e) Mapping out in-store locations(memetakan di lokasi toko) f) Arrangement of individual products (penataan produk individu) 4. Interior (Point-of-Purchased) Display

Point of purchase menyediakan kepada para konsumen mengenai informasi yang dapat memberikan nilai tambah bagi store atmospheredan

menyediakan peran promosi yang sangat penting di dalam toko. Poster, papan

petunjuk, dan ragam interior displayed lainnya dapat mempengaruhi konsumen

dalam melakukan pembelian. Interior display terdiri dari:

a. Assortment display(tampilan berbagai macam) b. Theme-setting display(tampilan pengaturan tema) c. Ensemble display(tampilan ensembel)

d. Racks and cases display(tampilan rak dan kasus)

e. Cut cases and dump bins display(tampilan pemotongan kasus dan membuang sampah)

f. Posters, signs, and cards (poster, tanda-tanda, dan kartu)

Dokumen terkait