• Tidak ada hasil yang ditemukan

ENVIRONMENTAL COST

Dalam dokumen Modul Tugas Akuntansi Manajemen 2013 Go (Halaman 27-40)

Terus meningkatnya aktivitas bisnis mengakibatkan maraknya perusakan lingkungan demi orientasi profit semata, hal ini juga diikuti dengan meningkatnya kesadaran semua elemen dalam masyrakat terhadap lingkungan yang ditunjukan oleh banyaknya peraturan pemerintah dan instansi yang berfokus pada masalah tersebut, para pelaku bisnis telah menyadari tuntutan masyarakat terhadap sustainable development, yang berarti aktivitas bisnis yang memproduksi jasa dan barang yang dibutuhkan pada masa kini tanpa mengurangi kemampuan generasi dimasa yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Lantas apa kaitan masalah ini dengan akuntansi manajemen ?Jawbannya adalah bagaimana akuntan manajemen mengelola biaya lingkungan yang timbul dari adanya isu diatas.Berikut adalah klasifikasi biaya lingkungan.

Private vs Social Environmental Costs

Private environmental cost adalah biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi keperluan perusahaan terkait pemeliharaan lingkungan perusahaan, seperti biaya yang dikeluarkan untuk membersihkan sungai yang tercemar akibat aktivitas bisnis perusahaan terkait.

Social (public) environmental costs adalah biaya yang ditanggung oleh masyarakat luas, seperti yang dilakukan para wajib pajak yang membayar pajak kemudian dana yang terhimpun digunakan untuk membersihkan udara kota yang tercemar polutan.

Visible vs Hidden Environmental Costs

Visible environmental costs merupakan biaya yang diketahui dan dapat diidentifikasi secara jelas terkait dengan isu lingkungan, seperti biaya yang dikelurakan perusahaan untuk membersihkan danau yang tercemar.

Hidden environmental costs merupakan biaya yang tidak dapat diketahui dan diidentifikasi secara jelas yang terkait dengan lingkungan, seperti makin menipisnya lapisan ozon bumi yang dapat mengakibatkan kanker kulit karena maraknya aktivitas bisnis perusahaan yang merusak lapisan ozon.

Sebagai akuntan manajemen sudah seharusnya yang menjadi perhatian kita dalam isu ini adalah pengukuran dan minimisasi private environmental cost . Berikut adalah klasifikasi dari private environmental cost :

Monitoring Costs adalah biaya yang dikeluarkan untuk memonitor apakah terjadi polusi, contohnya biaya yang dikeluarkan untuk mengetes kadar polutan yang terdapat di udara.

Abatement Costs adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengurangi polusi yang terjadi, contohnhya biaya yang dikeluarkan untuk mengganti material yang menyebabkan polusi.

Remediation Costs

o On-site remediation adalah biaya untuk mengurangi atau mencegah polusi yang terjadi akibat proses bisnis perusahaan, contohnya adalah biaya pemasangan filter untuk cerobong asap pabrik.

o Off-site remediation adalah biaya untuk mengurangi atau menghilangkan polutan dari lingkungan yang telah terjadi, contohnya

adalah biaya pembersihan sungai yang tercemar akibat aktivitas bisnis perusahaan.

(Untuk lebih jelasnya, lihatRonald W. Hilton “Managerial Accounting” chapter 12 “Responsibility-Accounting, Quality Control, and Environmental Cost Management)

SOAL TUGAS

1. Jelaskan mengenai korelasi antara biaya yang ada pada Design Quality dengan biaya yang terdapat di Conformance Quality !

2. Jelaskan pengaruh cost of quality (design quality & conformance quality) yang dimiliki perusahaan dengan kepuasaan pelanggan dan peningkatan pangsa pasar perusahaan (customer perspective)

3. Jelaskan keuntungan yang akan didapatkan ketika perusahaan melakukan pengukuran cost of quality ?

4. Sebutkan masing-masing 5 contoh untuk cost of quality (Prevention, appraisal, int failure & ext failure) yang mungkin muncul dalam perusahaan seperti CATS Basic

5. Apa yang saudara ketahui mengenai green accounting dan Kyoto Protocol ? 6. Jelaskan mengenai sustainable report dan peran akuntan dalam

pembuatannya !

7. Jelaskan secara rinci mengenai peraturan dan institusi terkait dengan isu pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan !

8. Sebutkan dan jelaskan tiga strategi untuk mengelola biaya lingkungan menurut hilton dalam buku Managerial Accounting !

MODUL CATs BASIC – PRAKTIKUM 8 TRANSFER PRICING

TINJAUAN TEORI

Desentralisasi

Desentralisasi adalah kebebasan membuat keputusan bagi para manajer pada tingkat yang lebih rendah pada organisasi. Otonomi mengacu pada derajat kebebasan untuk membuat keputusan. Semakin besar kebebasan, semakin besar otonomi tersebut.

Manfaat Desentralisasi:

1.Menciptakan tingkat respon kebutuhan lokal yang lebih besar.

2.Mengambil keuntungan dari pengambilan keputusan yang lebih cepat 3.Meningkatkan motivasi para manajer subunit.

4.Membantu pengembangan dan pembelajran manajemen. 5.Mempertajam fokus para manajer subunit.

Biaya Desentralisasi :

1. Mengarah kepada pengambilan keputusan yang tidak sesuai atau disfungsi (ingcongruent decision making) yang muncul saat suatu manfaat keputusan bagi suatu subunit ternyata jauh terlampaui oleh biaya atau hilangnya manfaat bagi organisasi secara keseluruhan.

2. Memfokuskan perhatian manajer pada subunit dan bukan pada perusahaan secara keseluruhan.

3. Meningkatkan biaya pengumpulan informasi 4. Mengakibatkan duplikasi kegiatan.

Pilihan Pusat dan Tanggungjawab

Untuk mengukur kinerja subunit diperusahaan tersentralisasi atau terdesentralisasi, sistem pengendalian manajemen menggunakan satu atau bauran dari 4 jenis pusat tanggungjawab diantaranya:

1. Pusat Biaya: manajer bertanggungjawab dalam hal biaya saja

2. Pusat Pendapatan: manajer bertanggungjawab dalam hal pendapatan saja

3. Pusat Laba: Manajer hanya bertanggungjawab dalam hal pendapatan dan biaya

4. Pusat Investasi: manajer bertanggungawab dalam hal investasi, pendapatan, dan biaya.

Penetapan Harga Transfer

Didalam organisasi terdesentralisasi , sebagian besar kekuasaan pengambilan keputusan berada pada subunit masing-masing. Dalam kasus ini, sistem pengendalian manajemensering menggunakan harga transfer untuk mengoordinasikan tindakan dari subunit-subunit dan untuk mengevaluasi kinerja mereka.Harga Transfer adalah harga yang dibebankan dari satu subunit (divisi atau departemen) untuk suatu produk atau jasa yang disediakan pafda subunit lain pada organisasi yang sama.

Contoh: sebuah produsen mobil mempunyai suatu divisiterpisah yang membuat mesin, harga transfer adalah harga yang dibebankan divisi mesin saat meindahkan mesinke divisi perakitan mobil

Metode Penetapan Harga Transfer 1.Harga Transfer berbasis Pasar

Manajemen puncak boleh memilih untuk menggunakan harga suatu produk atau jasa serupa yang terdaftar secara publik, atau harga pasarnya.Manajemen puncak juga boleh memilih, untuk harga internal, harga eksternal yang dibebankan subunit ke pelanggan diluar.

2.Harga Transfer berbasis Biaya

Manajemen puncak boleh memilih suatu harga transfer berdasarkan pada biaya produksi produk yang dimaksud. Contoh: meliputi biaya produksi variable, biaya produksi variable dan tetap, serta biaya penuh produk itu.

3.Harga Transfer yang dirundingkan

Subunit perusahaan bebas merundingkan harga transfer anatar mereka sendiri dan kemudian memutuskan apakah akan membeli dan menjual secara internal atau dengan pihak luar.Harga transfer yang dirundingkan adalah hasil proses tawar-menawar antara subunit yang membeli dan menjual.

Penetapan Harga Ganda

Jarang harga transfer berbasis biaya tunggal yang memenuhi kriteria kesesuaian tujuan, usaha manjemen, evaluasi kinerja subunit, dan otonomi subunit. Sehingga beberapa perusahaan memimih penetapan harga ganda (dual pricing)., menggunakan dua metode penetapan harga transfer yang terpisah untuk memberi harga per transfer dari satu subunit ke unit yang lain.

Contoh: Divisi yang menjual menerima harga transfer berbasis biaya penuh, dan divisi yang membeli membayar harga pasar untuk produk yang ditranser secara internal.

Penetapan Harga Transfer Multinasional dan Pertimbangan Pajak

Harga transfer sering memiliki implikasi pajak. Faktor pajak meliputi tidak hanya pajak pendapatan, tetapi juga pajak penggajian, bea pabean , tarif pajak penjualan, pajak pertambahan nilai, pajak terkait dengan lingkunagan, dan restribusi pemerintah lainnya. Tujuan disini adalah menyoroti faktor pajak dan khususnya pajak pendapatan sebagai pertimbangan penting dalam menentukan harga transfer.

Soal Teori

1. Jelaskan mengapa penerapan dual pricing jarang digunakan?

KASUS

Diasumsikan pada tahun 2012, sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang textile yaitu PT.Saxom Textile membeli CATs Basic untuk memperlas usahanya. PT.Saxom Textile adalah sebuah industri hulu yang bergerak di sektor manufaktur pembuatan kain. CATs Basic yang menjadi industri hilir dari sektor ini berencana untuk membeli kain, yang menjadi bahan utama pembuatan t-shirt (untuk divisi t-t-shirt) pada PT.Saxom Textile, yang berarti akan menimbulkan harga transfer.

Berikut adalah data-data pada tahun 2011 yang diperlukan untuk melakukan aktivitas

tsb :

1 t-shirt= 2 meter kain

PT.Saxom Textile

biaya variabel per meter kain Rp. 11.500 biaya tetap Rp.20.500.000

produksi kain= 3500 meter

PT. Saxom Textile menjual 90% kainnya ke pihak luar (outsider), dan sisanya ke CATs Basic.

CATs Basic

biaya variabel per unit adalah Rp 55.000 biaya tetap Rp 350.000.000

Untuk memenuhi kebutuhan produksinya, CATs Basic juga harus membeli kain dari pihak luar.

Harga jual kain sejenis dipasar Rp 24.000 Harga jual t-shirt per unit Rp 102.000

Manajer PT.Saxom Textile dan manajer CATs Basic tengah memutuskan beberapa harga transfer yang akan digunakan dalam penjualan kain dari PT.Saxom Textile ke CATs basic. Manajer PT.Saxom Textile berpendapat bahwa harga transfer sebesar harga pasar dianggap memadai. Disisi lain manajer CATs Basic berpendapatbahwa sebaiknyaharga transfer yang digunakan adalah sebesar biaya produksi.

1. Hitunglah operating income PT.Saxom Textile dan CATs Basic jika menggunakan metode:

i. market-based transfer prices ii. full cost-based transfer prices

2. Berdasarkan hasil perhitungan di atas, metode manakah yang menjadi preferensi oleh masing-masing perusahaan?

3. Berapa harga transfer pricing yang anda rekomendasikan, hitung operating income sesuai harga transfer rekomendasi anda!

MODUL CATs BASIC – PRAKTIKUM 9 NON FINANCIAL MEASUREMENT

TINJAUAN TEORI

Strategi menentukan bagaimana sebuah organisasi menyesuaikan kemampuannya dengan kesempatan yang ada di pasar untuk mencapai tujuannya. Dengan kata lain strategi menggambarkan bagaimana sebuah organisasi mampu membuat nilai bagi pelanggan dan mampu untuk melakukan diferensiasi dari kompetitornya.

Untuk mengimplementasikan strategi, dibutuhkan sebuah pendekatan balance scorecard untuk melacak kemajuan dan mengatur implementasi tersebut. Balance scorecard menerjemahkan misi dan strategi dari perusahaan ke dalam seperangkat pengukuran performa yang menyediakan kerangka kerja untuk pengimplementasian strategi tersebut. Balance scorecard memiliki empat perspektif, di antaranya:

1. Finance Perspective

a. Perspektif ini mengevaluasi profitabilitas strategi dan penciptaan nilai para pemegang saham.

2. Customer Perspective

a. Perspektif ini mengidentifikasi target pelanggan dan segmen pasar dan mengukur kesuksesan segmen tersebut.

3. Internal business process perspective

a. Perspektif ini berfokus pada kegiatan operasi perusahaan yang memberikan nilai bagi pelanggan yang kemudian mendukung perspektif financial. Internal business process memiliki tiga subproses:

i. Innovation process ii. Operations process iii. Postsales service process 4. Learning and growth

a. Perspektif ini mengidentifikasi seberapa besar kemampuan sebuah organisasi untuk mencapai bisnis proses internal yang superior.

Langkah pertama yang dilakukan dalam membuat balanced scorecard adalah peta strategi (strategy map). Strategy map adalah sebuah diagram yang memaparkan bagaimana sebuah organisasi mampu menciptakan nilai dengan cara menghubungkan strategic objectives dalam hubungan sebab akibat yang eksplisit di antara financial, customer, internal business process, dan learning and growth objective. Ketika Learning and Growth mengalami peningkatan, akan ada perkembangan juga di Internal Business Process peerusahaan, yang akan menambah kepuasan konsumen dan akan memperbesar pendapatan untuk dapat memenuhi keinginan stakeholders. (Untuk lebih jelasnya, lihat Exhibit 13-3 halaman 495 di buku Horngren)

Seorang akuntan manajemen dapat menganalisis tiga faktor utama pada pendapatan. Berikut adalah ketiga faktor tersebut :

Growth Component of Change In Operating Income Revenue dan Variable Cost

Revenue effect of Growth

= (Actual Unit of Output Sold In Previous Year – Actual Units of Output Sold In Current Year) X Selling Price In Previous Year

Cost Effect of Growth for Variable Cost

= (Units of Input Required to Produce Current Output in The Prior Period – Actual Units of Input Used to Produce Prior Period Output) x Prior Period Input Price

Fixed Cost : Asumsi Kapasitas Produksi Mencukupi Cost Effect of Growth for Fixed Cost

= (Actual Units Of Capacity In Prior Period To Produce Current Period Output – Actual Units of Capacity In The Prior Period) X Prior Period Price Per Unit of Capacity

Cost Effect of Growth for Fixed Cost

= (Actual Units of Capacity Required To Produce Current Period Output in The Prior Period – Actual Units Of Capacity In The Prior Period) X Prior Period Price Per Unit of Capacity

Price Recovery Component of Change In Operating Income Revenue dan Variable Cost

Revenue Effect of Price Recovery

= (Current Period Selling Price – Prior Period Selling Price) x Current Period Units Sold

Cost Effect of Price Recovery for Variable Cost

= (Current Period Input Price – Prior Period Input Price) x Units of Input Required to Produce Current Period’s Output in Prior Period

Fixed Cost : Asumsi Kapasitas Produksi Mencukupi Cost Effect of Price-Recovery for Fixed Cost

= (Current Price per Unit of Capacity – Prior Period Price per Unit of Capacity) x Actual Units of Capacity on Prior Period Produce Current Period’s Output

Fixed Cost : Asumsi Kapasitas Produksi Tidak Mencukupi Cost Effect of Price-Recovery for Fixed Cost

= (Actual Units of Capacity in Current Period – Units of Capacity Required to Produce Current Period’s Output in The Prior Period) x Price per Unit of Capacity in Current Period

Productivity Component of Change In Operating Income Variable Cost

Cost Effect of Productivity for Variable Cost

= (Actual Units of Input used to Produce Current Period Output – Units of Input Required to Produce Current Period’s Output in Prior Period) x Input Price in Current Period

Fixed Cost : Asumsi Kapasitas Produksi Mencukupi Cost Effect of Productivity for Fixed Cost

= (Actual Units of Input used to Produce Current Period Output – Units of Input Required in Produce Current Period’s Output in Prior Period) x Input Price in Current Period

Fixed Cost : Asumsi Kapasitas Produksi Tidak Mencukupi Cost Effect of Productivity for Fixed Cost

= (Actual Units of Capacity in Current Period x Units of Capacity Required to Produce Current Period’s Output in the Prior Period) x Price per unit of Capacity in Current Period

SOAL TUGAS

CATS Basic memutuskan untuk melakukan IPO (Initial Public Offering) pada awal tahun 2012, di akhir tahun 2011 masih banyak hal yang perlu diperhatikan oleh CATS Basic di segala perspektif. Masih banyak kesalahan kesalahan operasional yang terjadi di CATS Basic. Hal ini akan memungkinkan CATS Basic untuk gagal IPO karena saat diaudit oleh auditor independen masih banyak kekurangan dari CATS Basic dalam operasionalnya. CATS Basic disarankan oleh auditor dan konsultan untuk menunda IPO sampai tahun berikutnya karena CATS Basic belum mempunyai Balanced Scorecard yang memadai. Disarankan oleh konsultan, CATS Basic memperjelas Balanced Scorecard agar seluruh operasional perusahaan mampu mendongkrak operating income. Berikut adalah data yang terjadi di CATS Basic

2011 2012

Unit aktual terjual 10.100 11.200

Harga jual/Pcs 50.000 52.000

Penggunaan bahan baku

 Kain (meter)

8.080 8.960

Harga bahan baku  Kain (Rp/Meter) 16.200 17.100 Biaya Lain Listrik Parbrik 9.000.000 9.000.000 Instruksi:

1. Sebagai seorang akuntan manajemen CATS Basic, buatlah sebuah Balanced Scorecard yang baik dan benar sesuai kriteria yang dibutuhkan berdasarkan buku Horngren.

2. Berdasarkan data di atas, hitunglah:

i. Growth Component of Change in Operating Income ii. Price Recovery of Change in Operating Income

iii. Productivity Component of Change in Operating Income (Gunakan kedua asumsi)

MODUL CATs BASIC – PRAKTIKUM 10

Dalam dokumen Modul Tugas Akuntansi Manajemen 2013 Go (Halaman 27-40)

Dokumen terkait