BAB 4. AUDIT DOKUMEN/ DESK EVALUATION
4.7 P ERMINTAAN T INDAKAN K OREKSI (PTK)
Tindakan koreksi adalah tindakan untuk meniadakan sebab-sebab ketidaksesuaian terhadap standar/rencana dan mencegah pengulangan ketidak sesuaian dikemudian hari dalam rangka peningkatan mutu secara berkelanjutan. PTK sebagai suatu permintaan perbaikan oleh manajemen kepada teraudit atas dasar laporan audit agar teraudit / auditee memperbaiki KTS atau penyebab KTS. Tindakan koreksi dirumuskan di dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM).
Rapat Tinjauan Manajemen adalah suatu rapat dengan periode waktu tertentu yang bertujuan untuk membahas tindak lanjut temuan, dipimpin langsung oleh pimpinan, dan dihadiri oleh seluruh jajaran manajemen.
Perbedaan antara tindakan koreksi, tindakan pencegahan, dan verifikasi adalah sbb:
Tindakan koreksi : Tindakan untuk menghilangkan penyebab dari ketidaksesuaian yang dikenali/situasi lain yang tidak dikehendaki.
Tindakan Pencegahan : Tindakan untuk menghilangkan kemungkinan penyebab ketidaksesuaian/
kemungkinan situasi yang tidak dikehendaki.
Verifikasi : Tindakan memastikan, melalui ketetapan tentang bukti obyektif bahwa persyaratan yang ditentukan telah terpenuhi.
Formulir yang dapat digunakan Permintaan Tindakan Koreksi, harus memuat unsusr-unsur sebagai berikut:
1. Deskripsi tentang Ketidaksesuaian (KTS)
2. Tindakan perbaikan yang akan dilaksanakan oleh auditee 3. Waktu tindakan perbaikan
4. Penanggung jawab yang akan melakukan perbaikan.
Salah satu bentuk dokumen yang dapat digunakan dalam KTS dapat dilihat di Lampiran.
BAB 5
RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN
Rapat tinjauan manajemen (RTM) merupakan suatu rapat yang dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan untuk membahas tindak lanjut temuan, dipimpin langsung oleh pimpinan, dan dihadiri oleh seluruh jajaran manajemen. Tinjauan manajemen dilakukan untuk memastikan apakah temuan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan baik dan memastikan bahwa sistem mutu berjalan efektif dan effisien. Tinjauan ini harus mencakup penilaian untuk peningkatan dan perubahan sistem mutu, termasuk kebijakan mutu dan sasaran mutu.
Dalam melakukan rapat tindak lanjut temuan audit dilakukan dengan pembahasan tentang kegiatan secara bertahap yang ditunjukkan pada Tabel di bawah ini.
Tabel 5.1 Rapat pembahasan tindak lanjut temuan audit dalam rapat tinjauan manajemen
No Kegiatan PIC
1 Identifikasi kekurangan/ temuan (finding) Auditor
2 Menetapkan tanggung jawab Auditee
3 Mencari akar masalah Auditee
4 Mencari solusi jangka pendek: gunakan apa adanya, perbaiki kembali, pecahkan masalah, libatkan stakeholder
Auditee
5 Menetapkan jadwal pelaksanaan untuk solusi jangka pendek Auditee
6 Verifikasi pelaksanaan Auditee
7 Identifikasi solusi jangka panjang Auditee
8 Menetapkan jadwal pelaksanaan solusi jangka panjang Auditee 9 Verifikasi penerapan & efektifitas Auditor 10 Temuan dinyatakan “close” (selesai) Auditor
BAB 6 PENUTUP
Pelaksanaan audit mutu internal dilaksanakan melalui desk evalution dan audit kepatuhan dengan cara visitasi ke Program Studi, dan mengevaluasi apakah seluruh standar SPMI telah dicapai / dipenuhi oleh setiap Prodi STIKes Mitra Adiguna Palembang. AMI diharapkan mampu untuk memberikan rekomendasi untuk perbaikan mutu selanjutnya, dan akan membantu STIKes Mitra Adiguna Palembang dalam mempersiapkan audit eksternal atau akreditasi, baik oleh BAN PT.
Penjaminan mutu akademik maupun non akademik diSTIKes Mitra Adiguna Palembang harus selalu dilaksanakan demi terjaganya mutu pendidikan yang unggul. Oleh karena itu kesungguhan auditor maupun auditee dalam menjalankan tugasnya masing masing akan sangat berdampak pada hasil pendidikan di STIKes Mitra Adiguna Palembang.
Daftar Pustaka
1 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012, tentang Pendidikan Tinggi.
2 Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012, tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
3 Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2015, tentang Statuta Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
4 Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2013, tentang PenetapanSTIKes Mitra Adiguna Palembang sebagai Perguruan Tinggi Negeri BerBadan Hukum (PTNBH)
5 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor 5 Tahun 2020 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi.
6 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 62 Tahun 2016, tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal.
7 Panduan Audit Mutu Internal, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, 2017.
8 Bahan lokakarya AMI Dirjen Kelembagaan dan Kemahasiswaan, Penjaminan Mutu Kementerian riset, teknologi, dan Pendidikan Tinggi, 15 – 16 Mei 2017, Jogjakarta.
9 Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014, ISBN: 978-602-70089
LAMPIRAN
LEMBAGA PENJAMINAN MUTU STIKES MITRA ADIGUNA
JL. KOMP. KENTEN PERMAI BLOK J 9-12 PALEMBANG
LAPORAN PELAKSANAAN AUDIT MUTU INTERNAL
Standar : Standar Peneliti
Standar sarana prasarana pembelajaran Sarana prasarana penelitian
Standar sarana prasarana PKM Area Audit : Program Studi DIII Kebidanan PelaksanaStandar : Ketua Program studi
Rohani. SST., MKes Ketua Tim Auditor : Lisda Maria. Sp. Kep. M
Tipe Audit : Reguler SPMI
Periode Audit : Tahun Akademik 2021/2022 Tanggal Audit : 12-1-2022
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas berkat-Nya, Laporan Hasil Audit Mutu Internal di Stikes Mitra Adiguna Tahun Akademik 2021/2022 dapat kami selesaikan.
Salah satu aktivitas penjaminan mutu akademik perguruan tinggi adalah dilaksanakannya Audit Mutu Internal (AMI) di setiap program studi. AMI dimaksudkan untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang kinerja setiap program studi. Selain itu, hasil AMI dapat digunakan sebagai salah satu bahan untuk melakukan management review dan menentukan kebijakan serta sasaran mutu di periode mutu berikutnya dengan memperhatikan saran dari perbaikan atas kelemahan pelaksanaan program kerja yang terjadi pada periode mutu sebelumnya
Akhir kata, Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan kontribusinya baik dalam proses persiapan, pelaksanaan sampai terselesaikannya laporan ini, diantaranya:
1. Pimpinan Stikes Mitra Adiguna yang telah memberikan dukungan pendanaan dan fasilitas dalam penyusunan SPMI
2. Para Ketua Program Studi sebagai Audite yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk diaudit di sela-sela kesibukan mereka menjalankan tugas akademik maupun tugas penunjang akademik lainnya serta membantu pihak LPM mulai dari persiapan sampai proses pengambilan data
3. Staf di Lembaga Penjamin Mutu (LPM), yang telah membantu terlaksananya pengukuran ini mulai dari persiapan, proses pengambilan data, input data, sampai penulisan laporan.
4. Semua pihak yang tentu saja tidak dapat kami sebutkan satu persatu tetapi telah memberikan kontribusi yang signifikan
Pelaksanaan audit dan penyajian laporan hasil audit mutu internal ini masih banyak kekurangan, sehingga masukan dan umpan balik yang bersifat membangun sangat kami butuhkan.
Palembang, 12-1-2022
Lisda Maria. Sp. Kep. M
DAFTAR ISI
METODE PELAKSANAAN AUDIT MUTU INTERNAL
………
BAB III.
HASIL DAN ANALISIS AUDIT MUTU INTERNAL
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
………
HASIL AUDIT LAPANGAN ……… Lampiran 5
HASIL AUDIT LAPANGAN – KESESUAIAN
……… Lampiran 6
HASIL AUDIT LAPANGAN - KETIDAKSESUAIAN
……… Lampiran 7
PERMINTAAN TINDAKAN KOREKSI OBS/KTS MIN / KTS MAY
……… Lampiran 8
PERMINTAAN TINDAKAN PENINGKATAN
……… Lampiran 9
DOKUMENTASI KEGIATAN ……… Lampiran 10
BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG PELAKSANAAN AMI
Audit Mutu Internal (AMI) adalah proses pengujian yang sistemik, mandiri, dan terdokumentasi untuk memastikan pelaksanaan kegiatan di peguruan tinggi sesuai prosedur dan hasilnya telah sesuai dengan standar untuk mencapai tujuan institusi. Audit Mutu bukanlah penilaian melainkan pencocokan kesesuaian antara pelaksanaan dengan perencanaan suatu kegiatan/program. Apabila dalam instrumen audit atau instrumen evaluasi diri dilakukan penilaian, maka penilaian tersebut semata hanya digunakan untuk mempermudah perumusan rekomendasi peningkatan mutu, bukan mendapatkan predikat atau penilaian. Audit Internal merupakan audit yang dilakukan untuk menentukan tingkat kesesuaian pelaksanaan kegiatan terhadap standar mutu organisasi sendiri (standar Internal), Peraturan, Prosedur, Instruksi kerja. AMI dilakukan oleh Auditor terhadap Auditee, yaitu institusi/prodi/bagian/unit. Auditee bisa sekaligus sebagai klien.
Sedangkan Auditor adalah orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan audit, bertugas mencocokkan kesesuaian antara semua standar dengan pelaksanaan di unit atau bagian perguruan tinggi.
Manfaat AMI secara langsung adalah didapatkannya rekomendasi peningkatan mutu Perguruan Tinggi dan Program Studi yang ada dilingkungan Stikes Mitra Adiguna Palembang. Rekomendasi tersebut akan bermanfaat bagi pimpinan perguruan tinggi dalam mengembangkan berbagai program untuk mencapai Visi Perguruan Tinggi, Stikes ataupun Program studi. AMI merupakan salah satu upaya yang strategis untuk pengembangan institusi serta untuk mengetahui kesesuaian standar dengan pelaksanaan yang telah dilakukan pada berbagai aspek yang ditetapkan dalam lingkup AMI. AMI lebih merupakan upaya peningkatan mutu bukan penilaian. Dengan demikian baik auditor maupun auditee duduk pada sisi yang sama yaitu sisi untuk meningkatkan mutu institusi.
Dengan demikian Audit mutu merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara internal dengan kesadaran dan kemauan dari dalam institusi. Secara rinci, manfaat AMI bagi peningkatan kinerja dan pengembangan Stikes Mitra Adiguna Palembang adalah sebagai berikut:
1. Evaluasi kinerja lembaga lebih terukur dengan ketersediaan data faktual yang up to date dan terspesialisasi sesuai sifat dan jenis-jenis pelayanan pendidikan yang tersedia.
2. Membantu pengambil keputusan menilai kinerja stikes, prodi, unit, dan perangkat kerja yang dimiliki secara taktis dan strategis berdasar temuan-temuan AMI yang berkesinambungan.
3. Memberikan referensi bagi pengambil keputusan merumuskan dan menetapkan skala prioritas lembaga dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
4. Meningkatkan kinerja stikes, prodi, unit, dan perangkat Stikes Mitra Adiguna Palembang dalam kompetisi yang sehat dan profesional.
5. Menkomunikasikan tujuan perguruan tinggi, Standar Dikti yang ditetapkan perguruan tinggi dan nilai-nilai yang telah ditetapkan.
6. Memantau pencapaian kesesuaian tujuan dengan standar dan menguku akuntabilitas dari pelaksanaan standar
1.2. TUJUAN PELAKSANAAN AUDIT MUTU INTERNAL
Tujuan Pelaksanaan AMI di Stikes Mitra Adiguna Palembang, yaitu:
1. Untuk memeriksa kesesuaian atau ketidaksesuaian pelaksanaan dan standar yang telah ditetapkan.
2. Untuk memeriksa proses dan hasil proses pencapaian mutu sehingga dapat ditentukan keefektifan pencapaian dari tujuan yang telah ditetapkan.
3. Untuk menyiapkan laporan kepada teraudit (auditee) sebagai dasar perbaikan mutu selanjutnya
4. Untuk memberi kesempatan teraudit memperbaiki sistem penjaminan mutu.
5. Untuk membantu institusi/program studi dalam mempersiapkan diri dalam rangka audit eksternal atau akreditasi.
6. Memenuhi syarat-syarat praturan/perundangan. Terdapat dua macam audit yaitu:
a. Audit internal adalah audit yang dilakukan untuk menentukan tingkat kesesuaian terhadap standar mutu organisasi (standar Internal)
b. Audit eksternal adalah audit yang dilakukan untuk menentukan tingkat kesesuaian terhadap standar eksternal.
BAB II
METODE PELAKSANAAN AUDIT MUTU INTERNAL
2.1 KEBIJAKAN AUDIT MUTU INTERNAL
Penerapan SPMI di STIKES Mitra Adiguna Palembang sesuai dengan Permenristekdikti No. 61 Tahun 2016 pasal 5 yang menyatakan siklus kegiatan SPMI terdiri dari Penetapan-Pelaksanaan–Evaluasi– Pengendalian–Peningkatan (PPEPP) Standar Pendidikan Tinggi yang akan menghasilkan kaizen atau continuous quality improvement mutu Pendidikan Tinggi di perguruan tinggi. Evaluasi pelaksanaan standar Dikti dan standar Perguruan Tinggi dilakukan dengan cara Audit Mutu Internal oleh LPM.
Pada prinsipnya, pelaksanaan SPMI menganut asas:
1. Quality First
Semua pikiran dan tindakan pengelola perguruan tinggi harus memprioritaskan mutu.
2. Stakeholders-in
Semua pikiran dan tindakan pengelola perguruan tinggi harus ditujukan pada kepuasan para pemangku kepentingan (internal dan eksternal).
3. The next process is our stakeholders
Setiap pihak yang menjalankan tugasnya dalam proses pendidikan pada perguruan tinggi harus menganggap pihak lain yang menggunakan hasil pelaksanan tugasnya tersebut sebagai pemangku kepentingan yang harus dipuaskan.
4. Speak with data
Setiap pengambilan keputusan/kebijakan dalam proses pendidikan pada perguruan tinggi harus didasarkan pada analisis data; bukan berdasarkan asumsi atau rekayasa.
5. Upstream management
Setiap pengambilan keputusan/kebijakan dalam proses pendidikan pada perguruan tinggi harus dilakukan secara partisipatif dan kolegial; bukan otoritatif.
Ketua STIKES meminta kepada LPM untuk melaksanakan AMI, untuk memeriksa pemenuhan Standar Dikti, dari tahap penetapan sampai tahap pelaksanaan standar Dikti dan Standar Perguruan Tinggi. Hasil pemeriksaan AMI dianalisis untuk menilai efektivitas kinerja SPMI di lingkungan STIKES Mitra Adiguna Palembang dan dilaporkan oleh Ketua LPM kepada Ketua STIKES.
Evaluasi ini dilakukan satu kali dalam setahun, di akhir tahun akademik, agar hasil temuannya dapat digunakan menjadi dasar penentuan program kerja pada tahun akademik berikutnya.
2.2. MEKANISME PELAKSANAAN AUDIT MUTU INTERNAL
Mekanisme pelaksanaan AMI untuk Tahun Akademik 2020-2021 adalah sebagai berikut:
1. Ketua STIKES mengeluarkan Surat Perintah Pelaksanaan AMI.
2. Ketua STIKES mengadakan kick off meeting untuk meresmikan dimulainya masa AMI dan menentukan area audit.
3. Kepala LPM membentuk Tim Audit yang terdiri dari Auditor Mutu Internal STIKES.
4. Ketua Prodi didampingi Gugus Kendali Mutu (GKM) di setiap Program Studi mengisi Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Daftar Pengecekan Audit (DPA) sebagai bentuk Evaluasi Diri.
5. Auditor Lapangan sesuai dengan penugasannya melakukan Audit Dokumen berdasarkan DPA yang sudah diisi oleh Prodi.
6. Auditor membuat Daftar Pertanyaan AMI yang diserahkan kepada Auditee setidaknya H – 1 dari jadwal Audit Lapangan.
7. Auditor melaksanaan Audit Lapangan sesuai dengan waktu yang disepakati ke lokasi Prodi.
8. Auditor melakukan rapat hasil Audit Lapangan dan menyampaikan kembali kepada Auditee untuk mendapat persetujuan.
Luaran AMI adalah rekomendasi untuk pengendalian dan peningkatan mutu, dituangkan dalam dokumen Permintaan Tindakan Koreksi (PTK) dan Permintaan Tindakan Peningkatan (PTP). Luaran ini akan didiskusikan dalam Rapat Tinjauan Manajen (RTM) bersama para Pimpinan untuk ditentukan tindaklanjut yang harus dilaksanakan pada tahun akademik berikutnya, untuk peningkatan mutu pengelolaan dan operasional STIKES .
2.3 AREA DAN OBJEK AUDIT MUTU INTERNAL Area Audit:
A.02 STANDAR PENELITIAN DAN STANDAR PKM
2.4. WAKTU PELAKSANAAN AUDIT MUTU INTERNAL
Jadwal Program Pelaksanaan Audit Mutu Internal
No Agenda Kegiatan Tanggal Unit Kerja
1 Persiapan, Survey Audit Pendahuluan
LPM
2 Pemberitahuan Audit oleh pimpinan STIKES
LPM
3 Permohonan kesediaan Auditor LPM
4 Pembekalan Auditor Ketua TIM Auditor
5 Temu Awal (entry briefing)/sosialisasi kepada Auditee
TIM Auditor
6 Permohonan Dokumen Audit TIM Auditor
7 Assesmen Kecukupan TIM Auditor
8 Pelaksanaan Audit Lapangan 12-1-2022 TIM Auditor
9 Perumusan Temuan dan
Konfirmasi/Klarifikasi Masalah
TIM Auditor
10 Temu Akhir (exit briefing) TIM Auditor
11 Penyusunan Laporan Hasil Audit (LHA)
TIM Auditor
12 Distribusi laporan hasil audit LPM
BAB III
HASIL DAN ANALISIS AUDIT MUTU INTERNAL
3.1. HASIL AUDIT MUTU INTERNAL
3.1.1. Pencapaian Sasaran Standar
STANDAR PENELITI
No DESKRIPSI HASIL AUDIT Analisis Keberhasilan Pencapaian Standar 1. KS
Penelitian Program Studi DIII Kebidanan sudah sesuai dengan SOP peneliti
Dengan kerjasama antara pihak terkait, LPPM dan Prodi Pada Program Studi DIII Kebidanan
Memiliki dokumen lengkap :
✓ Monev Peneliti : ada
✓ Instrument kepuasan peneliti : ada (Program Studi DIII Kebidanan)
10 kuesioner dosen Program Studi DIII Kebidanan
(proses isi) 16 feb 2022
10 kuesioner mitra (proses isi) 16 feb 2022 SOP peneliti : ada
2. KS
Program Studi DIII Kebidanan sudah sesuai dengan SOP peneliti telah di tetapkan STIKES Mitra Adiguna Palembang
Dengan kerjasama antara pihak terkait, LPPM dan Prodi Pada Program Studi DIII Kebidanan
Memiliki dokumen lengkap :
1. SOP peneliti : ada
2. Formulir pelaksanaan peneliti ; formulir seleksi
3. Sertifikat dosen terkait kemampuan tingkat penguasaan metodologi Penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan, objek Penelitian, serta tingkat kerumitan dan tingkat
kedalaman kuantitatif dan kualitatif : metlid, SPSS
Telah dilakukan cek ulang berkas pada tanggal 16 feb 22
Kesimpulan : ada 3 pelatihan pada tahun 2020-2021
Dengan rincian sbb :
1. Pelatihan Menuju akreditasi jurnal nasional 2021 (hard lengkap)
✓ Veradila. SST. MKes Program Studi DIII Kebidanan)
3. Pelatihan Penyusunan usulan penelitian KEMENDIKBUDRISTEK 20 Oktober 2021
3. KS
Penelitian Program Studi DIII Kebidanan sesuai roadmap
Dengan kerjasama antara pihak terkait, LPPM dan Prodi Pada Program Studi DIII Kebidanan
Memiliki dokumen lengkap : - Veradila. SST. MKes
(Persalinan dan komunitas roadmap sdh ada) penelitian 2021
Judul : Komunikasi terapeutik BPM ibu bersali kala I di masa pandemi
sesuai roadmap
- Untari SST. MKes (NIFAS)
- Judul : pengaruh pijat oksitosin thdp produksi ASI pd ibu post partum - Roadmap sesuai
✓ Faulia SST. MKes :KEHAMILAN
- Judul : faktor2 yg bhub dg kjdian anemia pada ibu hamil
- Roadmap sesuai
✓ Rohani. SST. MKes : kespro dan KB.
kehamilan, persalinan
- Judul : Komunikasi terapeutik BPM ibu bersalin kala I di masa pandemi - Roadmap sesuai
✓ Reni SST. MKes : persalinan dan KB - Jdul : pengaruh pemberian ASIX
dengan penurunan bb ibu menyusui - tidak sesuai
✓ Nurbaity. SST. MKes : Anak, kehamilan, KB
Judul : pengaruh konseling thdp tgkt pengetahuan dan sikap ibu ttg tumbang anak SESUAI roadmap
✓ Dona M.Tr.Keb : pengantar askeb
Judul : pengaruh konseling thdp tgkt pengetahuan dan sikap ibu ttg tumbang anak SESUAI roadmap
✓ Yuli Suryanti, M.Tr.Keb :NIFAS Judul : pengaruh penkes menggunakan metode ceramah dan leaf let thp tgkt kcemasan bumil primigravida
tidak sesuai ROADMAP 2021
✓ Sri Emilda, SKM. MKes: NIFAS - Judul : Pengaruh perawatan payudara
thdp kelancaran pngeluaran ASI pada ibu post partum
- sesuai ROADMAP 2021
✓ Vera yuanita SST. MKes : Kehamilan dan persalinan, anak
IMD thdp perubahan suhu tubuh BBL Sesuai roadmap
4. KS
Penelitian Program Studi DIII Kebidanan sudah sesuai Kemampuan peneliti menentukan kewenangan melaksanakan Penelitian STIKES Mitra Adiguna
Dengan kerjasama antara pihak terkait, LPPM dan Prodi Pada Program Studi DIII Kebidanan
Memiliki dokumen lengkap : Kontrak penelitian :
• Sesuai nominal dana dengan kontrak,
• proposal,
• laporan penelitian
✓ Kontrak penelitian (lengkap)
• Veradila. SST. MKes
• Untari SST. MKes
• Faulia SST. MKes
Telah di cek Kembali lampiran kontrak penelitian pada 16 feb 2022
5. KS
Pedoman peneliti berdasarkan ketetapan kewenangan
melaksanakan Penelitian
ditetapkan oleh direktur jenderal terkait sesuai dengan
kewenangannya
Dengan kerjasama antara pihak terkait, LPPM dan Prodi Pada Program Studi DIII Kebidanan
Memiliki dokumen lengkap :
✓ kontrak penelitian,
✓ laporan hasil penelitian,
✓ Laporan anggaran dana penelitian 1. Veradila. SST. MKes STANDAR SARANA PRASARANA PEMBELAJARAN
No Diskripsi Analisis Keberhasilan Pencapaian Standar 1 KS
1. Program Studi DIII Kebidanan telah mempunyai laporan sarana pembelajaran
2. Program Studi DIII Kebidanan memiliki akses dan dan bermutu untuk menjamin pencapaian capaian sarana pembelajaran Link pendukung : dapat di akses civitas akademika
https://stikesmitraadiguna.ac.id/
Program Studi DIII Kebidanan telah mempunyai laporan sarana pembelajaran dengan Dokumen pendukung :
✓ Laporan laporan sarana
pembelajaran tahun 2020-2021
✓ SOP terkait penggunaan sarana pembelajaran
Pada Program Studi DIII Kebidanan laporan sarana pembelajaran didukung dengan Kelengkapan Lampiran :
✓ Proposal
✓ Berita acara
✓ Nota
✓ Form serah terima barang
✓ laporan keuangan pengadaan Sarana dari BAUK
- Pada Program Studi DIII Kebidanan merencanakan strategi ke depan dengan Tindak lanjut pengembangan :
laporan pengadaan Sarana pembelajaran akan selalu dserahkan ke bagian BAUK untuk selanjutnya di sesuaikan dan divalidasi menjadi laporan keuangan berikut kelengkapan lampiran pendukung
2 KS
1. Program Studi DIII Kebidanan telah mempunyai laporan Prasarana pembelajaran
2. Program Studi DIII Kebidanan memiliki akses dan dan bermutu untuk menjamin pencapaian capaian Prasarana pembelajaran Link pendukung : dapat di akses civitas akademika
https://stikesmitraadiguna.ac.id/
Program Studi DIII Kebidanan mempunyai Dokumen pendukung :
✓ Laporan laporan
✓ Prasarana pembelajaran tahun 2020-2021
✓ SOP terkait penggunaan Prasarana pembelajaran
Program Studi DIII Kebidanan mempunyai Kelengkapan Lampiran :
✓ Proposal
✓ Berita acara
✓ Nota
✓ Form serah terima barang
✓ laporan keuangan pengadaan Prasarana dari BAUK
Tindak lanjut pengembangan :
laporan pengadaan Prasarana pembelajaran akan selalu dserahkan ke bagian BAUK untuk selanjutnya di sesuaikan dan divalidasi menjadi laporan keuangan berikut kelengkapan lampiran pendukung
3 KS
1. Program Studi DIII Kebidanan telah memiliki pedoman yang mengatur pengadaan, perawatan, mutasi, penghapusan dan monitoring untuk terlaksananya pembelajaran
2. Program Studi DIII Kebidanan telah melakukan sosialisasi pedoman yang mengatur pengadaan, perawatan, mutasi, penghapusan dan monitoring untuk terlaksananya pembelajaran
Program Studi DIII Kebidanan telah mempunyai Bukti pelaksanaan, terdokumentasi dalam bentuk laporan :
✓ Laporan pengadaan,
✓ Laporan perawatan, (kartu di gantung di stiap mesin : foto copy, alat lab, cpu dll) Laporan mutasi (berita
✓ acara di pada penanggung jawab Sarana Prasarana)
✓ atau penghapusan (berita acara di pada penanggung jawab Sarana Prasarana)
✓ Laporan monitoring sarana dan prasarana via gf
✓ Pedoman sarana dan prasarana
4 KS
Program studi mempunyai data inventaris sarana dan prasarana
UPPS/Program Studi DIII Kebidanan memiliki Laporan data inventaris sarana dan prasarana
STANDAR SARANA PRASARANA PENELITIAN
No Diskripsi Analisis Keberhasilan Pencapaian Standar
1 KS
Penelitian Program Studi DIII Kebidanan memiliki Sarana dan prasarana berupa fasilitas Perguruan Tinggi yang digunakan untuk:
a) Memfasilitasi penelitian paling sedikit terkait dengan bidang ilmu program studi;
b) Proses pembelajaran;
dan
c) Kegiatan pengabdian kepada masyarakat d) Peneliti telah di
sosialisasikan terkait pengguanan APD dan ketersediaannya yang dipenuhi STIKES MITRA ADIGUNA
Program Studi DIII Kebidanan telah mempunyai laporan Dokumen pendukung 1. Laporan sarpras antara lain :
Laporan sarpras Pembelajaran Laporan sarpras Penelitian Laporan sarpras PKM
2. Laporan hasil monitoring dan evaluasi Sarpras penelitian (monev)
Rencana tindak lanjut :
✓ Laporan penelitian terus di up date sesuai ketentuan,
laporan sarpras penelitian akan di dokumentasi kan di LPPM dengan laporan penelitian
pendukung standar penelitian yang di beri nama laporan monev penelitian
STANDAR SARANA PRASARANA PKM
No Diskripsi Analisis Keberhasilan Pencapaian Standar
1 KS
PKM Program Studi DIII
Kebidanan memiliki Sarana dan prasarana berupa fasilitas Stikesyang digunakan untuk:
e) Memfasilitasi PKM paling sedikit terkait dengan bidang ilmu program studi;
f) Proses pembelajaran;
dan
g) Kegiatan pengabdian kepada masyarakat h) Peneliti telah di
sosialisasikan terkait pengguanan APD dan ketersediaannya yang dipenuhi STIKES Mitra Adiguna
Program Studi DIII Kebidanan telah mempunyai laporan Dokumen pendukung 3. Laporan sarpras antara lain :
Laporan sarpras Pembelajaran Laporan sarpras Penelitian Laporan sarpras PKM
4. Laporan hasil monitoring dan evaluasi Sarpras PKM (monev)
Rencana tindak lanjut :
✓ Laporan PKM terus di up date sesuai ketentuan,
laporan sarpras PKM akan di dokumentasi kan di LPPM dengan laporan PKM pendukung standar PKM yang di beri nama laporan monev PKM
3.1.1.2. Ketidaktercapaian Standar
STANDAR PENELITI
No Diskripsi Analisis Ketidakberhasilan Pencapaian
No Diskripsi Analisis Ketidakberhasilan Pencapaian