Laporan Keuangan Konsolidasian
PSAK 38 (revisi 2012), Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, yang dijelaskan dalam Catatan 3, direksi diwajibkan untuk membuat penilaian, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda dari estimasi tersebut.
Estimasi dan asumsi yang mendasari perhitungan estimasi tersebut ditelaah secara berkelanjutan.
Revisi estimasi akuntansi diakui dalam periode saat estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode itu atau pada periode revisi dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi kedua periode, baik saat ini dan masa depan.
Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 3, tidak terdapat pertimbangan kritis yang memiliki dampak signifikan pada jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian, selain dari estimasi, seperti yang dijelaskan di bawah ini.
Sumber Ketidakpastian Estimasi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lainnya yang menyebabkan ketidakpastian estimasi pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan dan dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya, dijelaskan dibawah ini:
i) Rugi Penurunan Nilai Pinjaman Diberikan dan Piutang
Grup menelaah penurunan nilai pinjaman diberikan dan piutang pada setiap akhir periode pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen mempertimbangkan ada tidaknya bukti obyektif bahwa telah terjadi peristiwa kerugian (Catatan 3g atas penurunan nilai aset keuangan). Manajemen juga mempertimbangkan metodologi dan asumsi untuk memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang dikaji ulang secara teratur untuk mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya. Nilai tercatat pinjaman yang diberikan dan piutang telah diungkapkan dalam Catatan 8 dan 9.
ii) Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Tanaman Kelapa Sawit dan Aset Tetap
Masa manfaat setiap perkebunan kelapa sawit dan aset tetap Grup ditentukan berdasarkan lamanya masa manfaat yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman Grup atas aset sejenis.
Masa manfaat setiap aset ditelaah secara periodik dan disesuaikan apabila perkiraan terkini berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, batasan hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Hasil operasi masa depan dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan biaya karena perubahan faktor yang disebutkan diatas.
Nilai tercatat tanaman kelapa sawit dan aset tetap diungkapkan dalam Catatan 15 dan 16.
iii) Penurunan Nilai Goodwill
Dalam menentukan apakah goodwill mengalami penurunan nilai, diperlukan estimasi nilai pakai unit penghasil kas dimana goodwill dialokasikan. Perhitungan nilai pakai mengharuskan manajemen untuk mengestimasi aliran kas masa depan yang diharapkan timbul dari unit penghasil kas dengan menggunakan tingkat pertumbuhan yang pantas dan tingkat diskonto yang sesuai untuk perhitungan nilai kini.
Nilai tercatat goodwill diungkapkan dalam Catatan 19.
Laporan Keuangan Konsolidasian
PT AusTindo nusAnTArA jAyA Tbk.
LK
38
P.T. AUSTINDO NUSANTARA JAYA Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TAHUN-TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 - Lanjutan
39 -iv) Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan
Grup membentuk penyisihan penurunan nilai persediaan berdasarkan estimasi penggunaan persediaan pada masa mendatang. Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi penurunan nilai persediaan telah dianggap pantas dan wajar, perubahan signifikan atas asumsi ini akan berdampak material terhadap penyisihan penurunan nilai persediaan, yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil usaha Grup.
Nilai tercatat persediaan setelah penyisihan penurunan nilai persediaan diungkapkan dalam Catatan 10.
v) Kemampuan Untuk Merealisasi Aset Pajak Tangguhan
Nilai tercatat aset pajak tangguhan dievaluasi pada setiap akhir periode pelaporan dan diturunkan apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak pada masa depan tidak akan tersedia untuk memulihkan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Berdasarkan penilaian saat ini, manajemen berkeyakinan bahwa laba kena pajak yang cukup dapat dihasilkan untuk memulihkan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan.
Nilai tercatat aset pajak tangguhan diungkapkan dalam Catatan 42.
vi) Manfaat Karyawan
Penentuan liabilitas imbalan kerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari asumsi Grup diakumulasi dan diamortisasi selama periode mendatang dan akibatnya akan berpengaruh terhadap jumlah biaya serta liabilitas yang diakui pada masa mendatang. Walaupun asumsi Grup dianggap tepat dan wajar, namun perubahan signifikan pada kenyataannya atau perubahan signifikan dalam asumsi yang digunakan dapat berpengaruh secara material terhadap kewajiban imbalan pasca kerja Grup.
Nilai tercatat kewajiban imbalan pasca kerja diungkapkan dalam Catatan 28.
vii) Penurunan Nilai Aset Non-keuangan
Penurunan nilai terjadi jika nilai tercatat aset melebihi nilai yang dapat dipulihkan, yaitu nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset dan nilai pakainya.
Perhitungan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan atas data yang tersedia dari transaksi penjualan kepada pihak ketiga untuk aset serupa atau harga pasar yang dapat diobservasi dikurangi biaya untuk menjual aset. Dalam menaksir nilai pakai, estimasi arus kas masa depan didiskonto untuk mendapatkan nilai sekarang dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar saat ini atas nilai waktu uang dan risiko tertentu atas aset tersebut.
laporan tahunan 2013 LK
39
P.T. AUSTINDO NUSANTARA JAYA Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TAHUN-TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 - Lanjutan
40 -5. KAS DAN SETARA KAS
31/12/2013 31/12/2012
US$ US$
Kas 39.669 77.902
Bank - pihak ketiga Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 3.722.637 3.470.105
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 281.681 531.098
PT Bank CIMB Niaga Tbk 89.428 107.802
PT Bank Internasional Indonesia Tbk 64.872 5.501
PT Bank ANZ Indonesia 12.136 1.939
Citibank N.A. 9.194 3.473
PT Bank Central Asia Tbk 8.599 15.731
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd. 8.006 17.618
PT Bank OCBC NISP Tbk 3.227 5.785
PT Bank Permata Tbk 2.409 4.770
PT Bank Rabobank International Indonesia 1.903 2.638
PT Bank Bukopin 24 7.480
PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 1.842.831
PT Bank UOB Buana Tbk - 10.549
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 3.958.781 3.902.473
J.P. Morgan International Bank Ltd. 2.267.279 2.074.055 PT Bank Rabobank International Indonesia 1.198.817 3.672.054
Barclays Bank Plc 603.242 2.289.688
PT Bank CIMB Niaga Tbk 437.316 374.980
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 57.231 3.281
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd. 52.533 33.437
Bank OCBC Singapore 43.171 43.195
Credit Suisse Singapore 29.593 9.641
Citibank N.A. 14.478 9.830
PT Bank OCBC NISP Tbk 9.986 333.644
PT Bank International Indonesia Tbk 7.164 960
PT Bank ANZ Indonesia 5.305 13.107
PT Bank Central Asia Tbk 3.925 2.350
PT Bank Permata Tbk 1.052 715
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 575
-Royal Bank of Canada (Asia) Ltd. - 7.066
Morgan Stanley & Co. International Plc - 18
Euro
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 229.237 8.480
PT Bank Permata Tbk 6.201 8.498
PT Bank Central Asia Tbk 2.334 1.121
PT Bank International Indonesia Tbk 1.937 2.615
Dolar Australia
J.P. Morgan International Bank Ltd. 2.318 2.647
Laporan Keuangan Konsolidasian
PT AusTindo nusAnTArA jAyA Tbk.
LK
40
P.T. AUSTINDO NUSANTARA JAYA Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TAHUN-TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 - Lanjutan
41
-31/12/2013 31/12/2012
US$ US$
Deposito berjangka - pihak ketiga Rupiah
PT Bank UOB Buana Tbk 373.017 63.981
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 164.838
-PT Bank Permata Tbk 93.182 104.174
PT Bank CIMB Niaga Tbk 38.559 1.385.263
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 20.510 827.797
PT Bank OCBC NISP Tbk 8.394 240.888
Dolar Amerika Serikat
PT Bank UOB Buana Tbk 12.508.168 18.115.467
PT Bank Rabobank International Indonesia 5.502.140 15.028.833
PT Bank ANZ Indonesia 4.005.720 160.818
PT Bank Permata Tbk 3.255.129 6.627.888
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.258.350 9.026.832
Royal Bank of Canada (Asia) Ltd. 1.033.875
-PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 3.416.274
PT Bank OCBC NISP Tbk - 1.092.448
PT Bank CIMB Niaga Tbk - 1.609.018
Jumlah 41.438.142 76.598.758
Tingkat bunga deposito berjangka per tahun
Rupiah 3,75% - 9,25% 3,25% - 6,25%
Dolar Amerika Serikat 0,05% - 3,50% 0,02% - 3,00%
Kas dan setara kas diklasifikasikan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang. Nilai wajar dari kas dan setara kas adalah nilai tercatatnya.