IV.3.2 Pengujian Multivariate
IV.3.2.2 Estimasi Hasil Regresi Logistik
Uji regresi logistik secara serentak dilakukan terhadap semua variabel independen dengan tingkat signifikansi 5%. Pengujian hipotesis dengan menggunakan regresi logistik dilakukan dengan memasukkan empat variabel yaitu Net Profit Margin, Leverage Ratio, Return on Equity, dan Return on Investment pada kondisi perusahaan. Dalam pengujian ini bertujuan untuk melihat pengaruh secara parsial Net Profit Margin, Leverage Ratio, Return on Equity, dan Return on Investment terhadap kondisi perusahaan yang sehat ataupun mengalami financial distress. Hasil pengujian parameter regresi logistik secara parsial disajikan dalam tabel 20.
97 Tabel 20
Hasil Pengujian Regresi Logistik Secara Parsial
Variables in the Equation
B S.E. Wald df Sig. Exp(B)
95% C.I.for EXP(B)
Lower Upper
Step 1a
NPM -.169 .424 .159 1 .690 .844 .368 1.940
LEV 5.412 1.307 17.137 1 .000 224.067 17.281 2905.265
ROE -.399 .227 3.089 1 .079 .671 .430 1.047
ROI -5.198 1.579 10.843 1 .001 .006 .000 .122
Constant -2.165 .726 8.898 1 .003 .115
a. Variable(s) entered on step 1: NPM, LEV, ROE, ROI.
Dari hasil pengujian diatas didapatkan besarnya pengaruh yang diberikan NPM terhadap probabilitas financial distress adalah sebesar -0,169, yang memberikan pengertian semakin besar NPM maka semakin kecil kemungkinan terjadinya financial distress pada perusahaan. Hasil pengujian statistic menunjukkan sig sebesar 0,690 > 0,05 maka H0 diterima dan disimpulkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap NPM pada probabilitas perusahaan masuk dalam kategori financial distress.
Dari hasil pengujian diatas didapatkan besarnya pengaruh yang diberikan LEV terhadap probabilitas financial distress adalah sebesar 5,412, yang memberikan pengertian semakin besar LEV maka semakin besar kemungkinan terjadinya financial distress pada perusahaan. Hasil pengujian statistik menunjukkan sig sebesar 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan disimpulkan terdapat pengaruh positif yang
98
signifikan terhadap LEV pada probabilitas perusahaan masuk dalam kategori financial distress.
Dari hasil pengujian diatas didapatkan besarnya pengaruh yang diberikan ROE terhadap probabilitas financial distress adalah sebesar -0,399, yang memberikan perngertian semakin besar ROE maka semakin kecil kemungkinan terjadinya financial distress pada perusahaan. Hasil pengujian statistik menunjukkan sig sebesar 0,079 > 0,05 maka H0 ditolak dan disimpulkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap ROE pada probabilitas perusahaan masuk dalam kategori financial distress.
Dari hasil pengujian diatas didapatkan besarnya pengaruh yang diberikan ROI terhadap probabilitas financial distress adalah sebesar -5,198, yang memberikan pengertian semakin besar ROI maka semakin kecil kemungkinan terjadinya financial distress pada perusahaan. Hasil pengujian statistic menunjukkan sig sebesar 0,001 < 0,05 maka H0 ditolak dan disimpulkan terdapat pengaruh negatif yang signifikan terhadap ROI pada probabilitas perusahaan masuk dalam kategori financial distress.
Dari hasil analisis multivariate diatas dapat dinyatakan bahwa Leverage Ratio terbukti berpengaruh positif yang secara signifikan terhadap kondisi financial distress suatu perusahaan dan Return on Investment terbukti berpengaruh negatif yang secara signifikan terhadap kondisi financial distress, sedangkan Net Profit Margi dan Return on Equity tidak terbukti berpengaruh yang secara signifikan terhadap kondisi financial distress suatu perusahaan. Dengan demikian hipotesis keempat pada penelitian ini terdapat variabel NPM dan ROE ditolak, sedangkan terhadap variabel LEV dan ROI diterima.
99 Dari hasil uji analisis multivariate menunjukkan bahwa rasio keuangan secara signifikan dapat digunakan untuk memprediksi kondisi financial distress perusahaan.
Hal ini disebabkan karena rasio keuangan yang terdiri dari Net Profit Margin, Leverage Ratio, Return on Equity, dan Return on Investment merupakan bentuk efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dan dalam hal proporsi hutang terhadap aktiva. Semakin besar Leverage maka semakin besar pula hutang yang diperoleh perusahaan. Semakin kecil Return on Investment maka semakin besar keuntungan dalam berinvestasi yang diperoleh perusahaan. Dalam penelitian ini LEV berpengaruh positif yang signifikan terhadap kondisi financial distress yang berarti perusahaan akan mengalami masalah kesulitan keuangan atau financial dan ROI berpengaruh negatif yang signifikan terhadap kondisi financial distress yang berarti perusahaan akan mengalami masalah keuntungan dalam berinvestasi. Selain itu, perusahaan tidak dapat mengukur tingkat profitabilitas produk sebelum dibebani oleh biaya-biaya yang lain yang terjadi karena perubahan dalam kebijakan penjualan pada tingkat potongan atau adanya produk baru.
Leverage Ratio menunjukkan besar hutang yang dimiliki perusahaan.
Semakin besar Leverage Ratio, maka artinya semakin besar juga hutang yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Sebaliknya, jika perusahaan terus-menerus mengalami kerugian yang ditunjukkan dengan menurunnya nilai rasio keuangan, maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap kurangnya modal, investasi dan aktiva secara keseluruhan. Hal ini berdampak pada kurangnya jumlah modal yang tersedia untuk membayar kewajiban-kewajiban sehingga perusahaan tidak dapat melunasi kewajiban-kewajibannya. Oleh karena itu, perusahaan mengalami masalah keuangan.Jika kondisi seperti ini terus berlangsung maka aspek keuangan perusahaan akansemakin berkurang dan menyebabkan kondisi financial distress perusahaan
100 tersebut.
Penelitian terdahulu mengenai financial distress yang dilakukan oleh Luciana (2004) dalam memprediksi financial distress menggunakan rasio keuangan yang berasal dari laporan atas posisi keuangan, laporan laba rugi dan laporan arus kas dapat membuktikan bahwa rasio keuangan dapat untuk memprediksi financial distress. Penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Luciana (2004) bahwa laporan keuangan dapat digunakan untuk memprediksi financial distress suatu perusahaan. Penelitian ini juga mendukung penelitian yang dilakukan oleh Altman (1968) dan hanya Leverage Ratio suatu perusahaan terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap kondisi financial distress suatu perusahaan.
Pada penelitian ini menggunakan data sekunder dari internet. Data yang digunakan yaitu data yang terdapat pada laporan keuangan perusahaan-perusahaan go public yang terdapat pada sektor infrastruktur, utilitas dan transportasiyang terdaftar di BEI pada tahun 2007-2011 yang ditentukan dengan menggunakan metode purposive judgement sampling. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat perbedaan rasio keuangan antara perusahaan yang mengalami kondisi financial distress dengan perusahaan yang tidak mengalami kondisi financial distress.Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat perbedaan rasio keuangan antara perusahaan yang mengalami kondisi financial distress dengan perusahaan yang berada pada grey area. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat perbedaan rasio keuangan antara perusahaan yang mengalami kondisi financial distress, perusahaan yang berada pada grey area dan perusahaan yang tidak mengalami financial distress.Sementara untuk perbandingan rasio keuangan antara perusahaan yang tergolong dalam kategori sehat dengan perusahaan yang termasuk dalam grey area juga memiliki perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian
101 membuktikan bahwa dari keempat (4) rasio yang diuji, variable Net Profit Margin, Leverage Ratio, Return on Equity, dan Return on Investment yang terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kondisi financial distress suatu perusahaan adalah Leverage Ratio. Dengan kata lain, rasio keuangan dapat dijadikan sebagai instrumen untuk memprediksi financial distress.