• Tidak ada hasil yang ditemukan

Estimasi Model Permintaan Ekspor Karet Alam Indonesia

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.6. Analisa Hasil Persamaan Regresi Panel

4.6.2. Estimasi Model Permintaan Ekspor Karet Alam Indonesia

Langkah berikutnya setelah mengestimasi model adalah dengan melakukan pengujian menggunakan Fixed Effect Model dengan Generalized Least Square.

Berbeda halnya estimasi Random Effect dengan Generalized Least Square, akan menghasilkan penduga yang memenuhi sifat BLUE (Best Liner Unbiased Estimation), sedangkan model estimasi Fixed Effect masih terdapat kemungkinan heteroskedastisitas. Mengingat dalam model Fixed Effect Model bebas dari autokorelasi, maka autokorelasi dapat diabaikan. Yang perlu dilakukan adalah uji heteroskedastisitas.

Untuk menghilangkan heteroskedastisitas maka dilakukan estimasi Fixed Effect menggunakan prosedur weighting: cross section weights dengan white heterocesdatiscity sehingga model estimasi Fixed Effect diasumsikan sudah homokedastisitas dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 4.11. Hasil Estimasi Ekspor Karet Alam Indonesia Berdasarkan Fixed Effect Model dengan Generalized Least Square

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

GDP? 0.031026 0.012484 2.485304 0.0154

HARGAA -0.002194 0.001277 -1.718074 0.0903 HARGAS -0.007868 0.002731 -2.881639 0.0053

KURS 37602.34 17043.83 2.206214 0.0308

Fixed Effects

R-squared 0.877939 Mean dependent var 195.9877 Adjusted R-squared 0.858194 S.D. dependent var 99.80801 S.E. of regression 37.58486 Sum squared resid 96058.26 Log likelihood -306.6809 F-statistic 44.46351 Durbin-Watson stat 0.688569 Prob(F-statistic) 0.000000

Unweighted Statistics

R-squared 0.948982 Mean dependent var 133.9582 Adjusted R-squared 0.940729 S.D. dependent var 177.9158 S.E. of regression 43.31469 Sum squared resid 127579.0 Durbin-Watson stat 0.381175

Substituted Coefficients:

=====================

EKSPOR_AMERIKA = 185.6507854 + 0.03102589139*GDP_AMERIKA - 0.002193562247*HARGAA - 0.007868431923*HARGAS + 37602.33616*KURS EKSPOR_JEPANG = 93.00845917 + 0.03102589139*GDP_JEPANG -

0.002193562247*HARGAA - 0.007868431923*HARGAS + 37602.33616*KURS EKSPOR_CHINA = 50.19904525 + 0.03102589139*GDP_CHINA -

0.002193562247*HARGAA - 0.007868431923*HARGAS + 37602.33616*KURS EKSPOR_JERMAN = 1.389111989 + 0.03102589139*GDP_JERMAN -

0.002193562247*HARGAA - 0.007868431923*HARGAS + 37602.33616*KURS EKSPOR_INGGRIS = -29.81170166 + 0.03102589139*GDP_INGGRIS - 0.002193562247*HARGAA - 0.007868431923*HARGAS + 37602.33616*KURS EKSPOR_PERANCIS = -25.22630438 + 0.03102589139*GDP_PERANCIS - 0.002193562247*HARGAA - 0.007868431923*HARGAS + 37602.33616*KURS EKSPOR_BELANDA = 9.289179076 + 0.03102589139*GDP_BELANDA - 0.002193562247*HARGAA - 0.007868431923*HARGAS + 37602.33616*KURS EKSPOR_ITALIA = -22.0626562 + 0.03102589139*GDP_ITALIA -

0.002193562247*HARGAA - 0.007868431923*HARGAS + 37602.33616*KURS

Hasil estimasi menggunakan Fixed Effect Model dengan Generalized Least Square diperoleh koefisien R2 sebesar 0.8779 yang bermakna bahwa variasi variabel independen yaitu GDP, harga karet alam, harga karet sintetis dan kurs mampu menjelaskan variasi permintaan ekspor karet alam Indonesia (variabel dependen) sebesar 87,79 persen dan sisanya 12,21 persen dijelaskan variabel lain yang tidak termasuk dalam model estimasi.

Dari uji F-statistik (serempak) diperoleh nilai sebesar (44,46) persen lebih besar dibandingkan dengan F-tabel (2,51) atau F-statistik (44,46) F-tabel (2,51). Hal ini berarti bahwa secara bersama-sama variabel independen (gross domestic product, harga karet alam, harga karet sintesis, dan kurs) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (ekspor) karet alam Indonesia. Sedangkan berdasarkan uji parsial diperoleh hasil bahwa variabel bebas berpengaruh signifikan. Masing-masing variabel tersebut adalah Gross Domestic Product dengan nilai probabilitas 0.015<α0.05, harga karet alam dengan nilai probabilitas 0.090<α0.10, harga karet sintetis dengan nilai probabilitas 0.005<α0.05 dan kurs dengan nilai probabilitas 0.031<α0.05.

Dari analisis hasil R2, Uji serempak dan Uji parsial di atas diketahui bahwa model penelitian cukup baik, di mana variabel bebas mampu menjelaskan secara signifikan variabel ekspor karet Indonesia namun perlu dilakukan analisis nilai koefisien dan elastisitasnya terhadap ekspor karet alam Indonesia sebagai

berikut:

a. Hasil estimasi menunjukkan nilai koefisien regresi Gross Domestic Product (GDP) adalah sebesar 0,031026. Artinya, apabila terjadi peningkatan Gross Demestic Product sebesar 1 milyar US Dolar maka ekspor karet Indonesia akan mengalami kenaikan 0,031 ribu ton ke delapan negara tujuan, ceteris paribus. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa GDP mempunyai pengaruh yang positif terhadap permintaan ekspor karet Indonesia.

Sedangkan elastisitas GDP terhadap permintaan ekspor karet Indonesia adalah sebagai berikut:

Hasil di atas menunjukkan bahwa pengaruh Gross Domestic Product terhadap ekspor karet Indonesia bersifat inelastis. Artinya dampak perubahan dari GDP terhadap ekspor karet Indonesia kurang berpengaruh atau setiap persentase peningkatan GDP akan menghasilkan persentase kenaikan ekspor yang lebih kecil.

b. Koefisien variabel harga karet alam berpengaruh negatif yaitu –0,002. Hal ini dapat diartikan apabila terjadi kenaikan harga karet alam sebesar 1 US Dolar per ton maka ekspor karet ke delapan negara tujuan akan mengalami

penurunan sebesar 0,002 ribu, ceteris paribus. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa kenaikan harga karet alam berpengaruh negatif terhadap permintaan ekspor karet Indonesia.

Dengan hasil koefisien harga karet alam sebesar –0,002 dapat dihitung elastisitas harga karet alam terhadap ekspor sebagai berikut:

133,96

Dari hasil analisa di atas diketahui hubungan harga karet alam dengan ekspor adalah inelastis, yang berarti bahwa persentase kenaikan harga karet alam akan menghasilkan persentase penurunan permintaan ekspor yang relatif lebih kecil.

c. Koefisien harga karet sintetis berpengaruh negatif sebesar –0,008. Artinya apabila terjadi kenaikan harga karet sintetis sebesar 1 US Dolar per ton maka ekspor karet Indonesia ke delapan negara tujuan akan mengalami penurunan sebesar 0,008 ribu ton, ceteris paribus. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa kenaikan harga karet sintetis akan berpengaruh negatif terhadap permintaan ekspor karet Indonesia.

Sedangkan elastisitas harga karet sintetis terhadap permintaan ekspor karet Indonesia adalah:

133,96

Hasil di atas mengandung arti bahwa setiap kenaikan harga karet sintetis akan menurunkan permintaan karet alam Indonesia, namun penurunan tersebut kurang didukung nilai elastisitas harga karet sintetis yang menunjukkan inelastis, artinya persentase kenaikan harga karet sintetis akan menghasilkan persentase penurunan terhadap ekspor karet Indonesia yang relatif lebih kecil.

d. Nilai koefisien regresi kurs adalah sebesar 37602,34. Artinya, apabila Dolar mengalami apresiasi terhadap Rupiah senilai 1 US Dolar maka akan terjadi peningkatan ekspor karet Indonesia ke negara tujuan sebesar 37602,34 ton, ceteris paribus. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa kenaikan nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah berpengaruh positif terhadap permintaan ekspor karet Indonesia.

Selanjutnya elastisitas kurs terhadap permintaan ekspor karet Indonesia diperoleh sebagai berikut:

Berdasarkan hasil di atas dapat diartikan bahwa setiap penurunan nilai Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat maka akan meningkatkan ekspor karet

Indonesia. Namun hal tersebut kurang didukung nilai elastisitas kurs yang menunjukkan inelastis, artinya dampak perubahan kurs terhadap ekspor karet Indonesia kurang berpengaruh atau setiap persentase perubahan kurs Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat akan menghasilkan persentase perubahan permintaan ekspor yang lebih kecil.

Dari analisis koefisien dan elastisitas menggambarkan determinan ekspor karet alam Indonesia, namun gambaran tentang tujuan ekspor per masing-masing negara dapat dilihat dari nilai konstanta. Nilai konstanta yang tinggi dari hasil estimasi model fixed effect untuk masing-masing negara menunjukkan bahwa pengaruh time series dan cross section sangat tinggi terhadap ekspor karet alam Indonesia, sedangkan konstanta rendah artinya pengaruh time series dan cross section sangat rendah. Dengan demikian dapat dikatakan negara yang paling berpotensi sebagai tujuan ekspor karet alam Indonesia adalah Amerika Serikat diikuti Jepang, China, Belanda dan Jerman.

BAB V

Dokumen terkait