• Tidak ada hasil yang ditemukan

ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

Dalam dokumen Laporan Keuangan Konsolidasi (Halaman 47-50)

Biaya-biaya setelah pengakuan awal diakui

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND

JUDGEMENTS (continued)

Akuisisi entitas anak Acquisitions of subsidiaries

Proses awal atas akuisisi entitas anak melibatkan identifikasi dan penentuan nilai wajar yang akan dialokasikan untuk aset, liabilitas dan liabilitas kontinjensi yang dapat diidentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Nilai wajar aset tetap dan aset takberwujud ditentukan oleh penilai independen dengan mengacu pada harga pasar atau nilai sekarang dari arus kas bersih yang diharapkan dari aset tersebut.

The initial process on the acquisition of subsidiary involves identifying and determining the fair values to be assigned to the identifiable assets, liabilities and contingent liabilities of the acquired entities. The fair values of fixed assets and intangible assets are determined by independent valuers by reference to market prices or present value of expected net cash flows from the assets.

Setiap perubahan dalam asumsi dan estimasi yang digunakan dalam menentukan nilai wajar akan berdampak pada jumlah tercatat dari aset dan liabilitas ini liabilitas ini.

Any changes in the assumptions used and estimates made in determining the fair values will impact the carrying amount of these assets and liabilities.

Penyusutan dan amortisasi Depreciation and amortisation

Manajemen menentukan estimasi masa manfaat, beban penyusutan dan beban amortisasi dari aset tetap dan aset takberwujud yang dimiliki Grup.

Management determines the estimated useful lives, related depreciation and amortisation charges for the Group’s fixed assets and intangibles assets. Manajemen akan menyesuaikan beban penyusutan

dan amortisasi jika masa manfaatnya berbeda dari estimasi sebelumnya atau manajemen akan menghapusbukukan atau melakukan penurunan nilai atas aset yang secara teknis telah usang atau aset non-strategis yang dihentikan penggunaannya atau dijual.

Management will revise the depreciation and amortisation charge where useful lives are different to those previously estimated, or it will write off or write down technically obsolete or non-strategic assets that have been abandoned or sold.

Penurunan nilai aset nonkeuangan Impairment of non-financial assets

Grup melakukan tes penurunan nilai setiap tahun untuk goodwill. Aset nonkeuangan lainnya ditelaah untuk penurunan nilai apabila terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali. Nilai yang dapat diperoleh kembali suatu aset atau unit penghasil kas ditentukan berdasarkan yang lebih tinggi antara harga jual bersih dan nilai pakai, yang dihitung berdasarkan asumsi dan estimasi manajemen. Perubahan asumsi penting, termasuk asumsi tingkat diskonto atau tingkat pertumbuhan dalam proyeksi arus kas dan asumsi harga, dapat memengaruhi perhitungan nilai yang dapat diperoleh kembali secara material.

The Group tests annually whether goodwill suffered any impairment. Other non-financial assets are reviewed for impairment whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount of the asset exceeds its recoverable amount. The recoverable amount of an asset or a cash generating unit is determined based on the higher of its fair value less costs to sell and its value in use, calculated on the basis of management’s assumptions and estimates. Changing the key assumptions, including the discount rates or the growth rate assumptions in the cash flow projections and price assumptions, could materially affect the calculations of recoverable amount.

Penurunan nilai piutang usaha Impairment of trade receivables

Grup menghitung KKE piutang usaha dan piutang lain-lain. Tingkat provisi adalah berdasarkan hari jatuh tempo atas kelompok segmen pelanggan yang mempunyai karakteristik risiko kredit yang serupa.

The Group calculate ECL for trade receivables and other receivables. The provision rates are based on days past due for groupings of various customer segments that have similar credit risk characteristics.

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND

JUDGEMENTS (continued)

Penurunan nilai piutang usaha (lanjutan) Impairment of trade receivables (continued) Grup menyesuaikan pengalaman kerugian kredit

historis dengan infomasi forward-looking. Sebagai contoh, jika prakiraan atas kondisi ekonomi diperkirakan memburuk selama periode/tahun depan, yang dapat menyebabkan meningkatnya jumlah gagal bayar, tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat gagal bayar historis diperbaharui dan perubahan estimasi forward-looking dianalisis.

The Group adjust the historical credit loss experience with forward-looking information. For instance, if forecast economic conditions are expected to deteriorate over the next period/year, which can lead to an increased number of defaults, the historical default rates are adjusted. At every reporting date, the historical observed default rates are updated and changes in the forward-looking estimates are analysed.

Penilaian atas korelasi antara tingkat gagal bayar historis yang diobservasi, prakiraan atas kondisi ekonomi dan KKE merupakan estimasi yang signifikan. Jumlah KKE paling dipengaruhi oleh perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Grup dan prakiraan kondisi ekonomi juga mungkin tidak menggambarkan gagal bayar aktual pelanggan di masa yang akan datang.

The assessment of the correlation between historical observed default rates and forecast economic conditions and ECLs is a significant estimate. The amount of ECLs is sensitive to changes in circumstances and of forecast economic conditions. The Group’s historical credit loss experience and forecast of economic conditions may also not be representative of customer’s actual default in the future.

Liabilitas imbalan kerja Employee benefit obligations

Nilai kini liabilitas imbalan kerja tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan dengan menggunakan asumsi aktuaria. Asumsi yang digunakan dalam menentukan biaya bersih untuk pensiun termasuk tingkat pengembalian jangka panjang yang diharapkan atas aset program yang sama dan relevan, tingkat kenaikan gaji di masa datang dan tingkat diskonto. Setiap perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat liabilitas imbalan kerja.

The present value of the employee benefit obligations depends on a number of factors that are determined by using actuarial assumptions. The assumptions used in determining the net cost for pensions include the same and relevant rate for expected long-term rate of return on plan assets, future salary increase and the discount rate. Any changes in these assumptions will impact the carrying amount of employee benefit obligations.

Perpajakan Taxation

Grup beroperasi di bawah peraturan perpajakan di Indonesia. Pertimbangan yang signifikan diperlukan untuk menentukan provisi pajak penghasilan badan dan pajak lainnya. Apabila keputusan final atas pajak tersebut berbeda dari jumlah yang pada awalnya dicatat, perbedaan tersebut akan dicatat di laba rugi pada periode dimana hasil tersebut dikeluarkan.

The Group operates under the tax regulations in Indonesia. Significant judgement is required in determining the provision for corporate income taxes and other taxes. Where the final tax outcome of these matters is different from the amounts that were initially recorded, such differences will be recorded in profit or loss in the period in which such determination is made.

Sewa Lease

Penentuan apakah suatu perjanjian mengandung unsur sewa membutuhkan pertimbangan yang cermat untuk menilai apakah perjanjian tersebut memberikan hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset identifikasian dan hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian, bahkan jika hak tersebut tidak dijabarkan secara eksplisit di perjanjian.

Determining whether an arrangement is or contains a lease requires careful judgement to assess whether the arrangement conveys a right to obtain substantially all the economic benefits from use of the asset throughout the period of use and right to direct the use of the asset, even if the right is not explicitly specified in the arrangement.

Nilai w ajar yang diakui pada saat tanggal akuisisi/

Fair value recognised on acquisition date

Kas dan setara kas 305.639 Cash and cash equivalents

Aset lancar lain-lain 2.341.138 Other current assets

Aset tetap 25.330.178 Fixed assets

Goodwill 1.024.193 Goodwill

Aset takberw ujud 2.321.691 Intangible assets

Aset pajak tangguhan 21.417 Deferred tax assets

Aset tidak lancar lainnya 272.567 Other non-current assets

Liabilitas jangka pendek dan jangka Other current and non-current

panjang lainnya (11.692.953) liabilities

Liabilitas pajak tangguhan (3.788.359) Deferred tax liabilities

Liabilitas kontijensi (401.303) Contingent liabilities

Kepentingan nonpengendali (253.406) Non-controlling interests

Jumlah harga perolehan 15.480.802 Total purchase price

Aset indemnifikasi 284.439 Indemnification assets

Kas dan setara kas yang diperoleh (305.639) Cash and cash equivalent acquired

Arus kas keluar atas akuisisi 15.459.602 Cash outflows from acquisitions 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI

YANG PENTING (lanjutan)

3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND

JUDGEMENTS (continued)

Sewa (lanjutan) Lease (continued)

Pembayaran sewa didiskontokan dengan

menggunakan suku bunga pinjaman tambahan. Dalam menentukan suku bunga pinjaman tambahan, Grup mempertimbangkan faktor-faktor utama berikut: risiko kredit korporasi Grup, jangka waktu sewa, jangka waktu pembayaran sewa, lingkungan ekonomi, waktu sewa dimulai, dan mata uang yang digunakan untuk pembayaran sewa.

The lease payments are discounted using the

incremental borrowing rate. In determining

incremental borrowing rate, the Group considers the following main factors: the Groups corporate credit risk, the lease term, the lease payment term, the economic environment, the time at which the lease is entered into, and the currency in which the lease payments are denominated.

4. KOMBINASI BISNIS 4. BUSINESS COMBINATION

Pada tanggal 31 Januari 2019, Perseroan melalui entitas anak, SIIB melakukan akuisisi 80,64% saham PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (sebelumnya PT Holcim Indonesia Tbk) ("SBI") perusahaan terbuka yang berdomisili di Jakarta dan bergerak dalam bidang produksi semen dengan nilai USD 916,9 juta atau setara dengan Rp12.926.876. Akuisisi ini dilakukan dalam rangka memperkuat posisi di pasar domestik.

On 31 January 2019, the Company through subsidiary entity, SIIB acquired 80.64% shares of PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (previously PT Holcim Indonesia Tbk) ("SBI"), a listed company based in Jakarta and engages in producing of cement amounting to USD 916.9 million or equivalent to Rp12,926,876. The acquisition of SBI is to strengthen domestic market position.

Pada bulan April 2019, SIIB telah melakukan penawaran tender wajib sebagai mana yang dipersyaratkan oleh Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) dengan nilai Rp2.838.365 sehingga kepemilikan SIIB di SBI menjadi 98,31%.

In April 2019, SIIB conducted mandatory tender offers as required by Peraturan Otoritas Jasa

Keuangan (“POJK”) with a value of

Rp2,838,365 so that the ownership of SIIB in SBI became 98.31%.

Nilai wajar aset dan liabilitas SBI yang dapat diidentifikasi pada tanggal akuisisi adalah sebagai berikut:

The fair value of the identifiable assets and liabilities of SBI as at the date of acquisition were:

Dalam dokumen Laporan Keuangan Konsolidasi (Halaman 47-50)