Pada tanggal 1 Desember 2005, Bank menerima
surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak No.Kep- 277/ PJ.54/ 2005 tentang Penolakan permohonan keberatan Bank No. 7/ 054a/ DI R tanggal 10 Januari 2005 mengenai PPN tahun 2003 sebesar Rp 25.542.431 sehubungan dengan transaksi pembiayaan murabahah (Lihat Catatan 47).
On December 1, 2005 the Bank received a decision letter from Directorate General of Tax No.Kep- 277/ PJ.54/ 2005 that refused Bank’s objection letter No. 7/ 054a/ DI R dated January 10, 2005 about value added tax 2003 amounting Rp 25,542,431 concerning murabahah transaction (see Note 47).
d. Perhitungan beban pajak tangguhan (pengaruh beda temporer pada tarif pajak maksimum 30% ) adalah sebagai berikut:
d. The computation of deferred tax benefit (expense) (effects of temporary differences using maximum rate of 30% ) is as follows:
2005 2004
Rp Rp
Kesejahteraan karyawan 618.581 304.393 Employee benefits
Penyusutan aktiva tetap 1.404.800 (142.406) Depreciation
Beban (pembalikan) penyisihan kerugian atas:
Provision (reversal) of allowance for possible losses:
Giro pada bank lain 74.538 151.620 Current accounts with other banks
Penempatan pada bank lain (316.861) 456.390 Placements with other banks
Efek-efek (133.089) 1.063.862 Securities
Piutang 2.654.031 -- Receivables
Estimasi kerugian komitmen dan
kontinjensi 1.406.660 282.728
Estimated losses on commitments and contingencies
e. Pengaruh pajak atas beda temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak (dicatat pada akun Aktiva Pajak Tangguhan) adalah sebagai berikut:
e. The tax effects on significant temporary differences between commercial reporting and tax purposes (recorded under Deferred Tax Assets account) are as follows:
2005 2004
Rp Rp
Kesejahteraan karyawan 1.399.108 720.528 Employee benefits
Akumulasi penyusutan 1.727.353 322.551 Accumulated Depreciation
Penyisihan kerugian atas: Allowance for possible losses:
Giro pada bank lain 275.361 200.823 Current accounts with other banks
Penempatan pada bank lain 205.701 522.561 Placements with other banks
Efek-efek 1.160.832 1.293.922 Securities
Piutang 2.654.031 -- Receivables
Estimasi kerugian komitmen dan
kontinjensi 1.879.768 473.108
Estimated losses on commitments and contingencies
Aktiva pajak tangguhan 9.242.154 3.533.493
Deferred tax assets
f. Rekonsiliasi antara beban pajak yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dengan laba sebelum pajak dan beban pajak seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi untuk tahun- tahun yang berakhir pada 31 Desember 2005 dan 2004 adalah sebagai berikut:
f. A reconciliation between income before income tax multiplied by the prevailing tax rate and income tax expense as shown in the statements of income for the years ended December 31, 2005 and 2004 are as follows:
2005 2004
Rp Rp
Beban pajak penghasilan sesuai
dengan tarif pajak yang berlaku 40.996.123 45.108.734
I ncome before income tax at the prevailing tax rate
Biaya-biaya yang tidak dapat
dikurangkan 11.896.672 1.865.187 Non-deductible expenses
Beban pajak tangguhan 52.892.795 46.973.921
Deferred income tax expense
20. ESTI MASI KERUGI AN KOMI TMEN DAN KONTI NJENSI
20. ESTI MATED LOSSES ON COMMI TMENTS AND
CONTI NGENCI ES
Akun ini merupakan estimasi kerugian atas komitmen dan kontinjensi sebagai berikut:
This account represents estimated losses on commitments and contingencies:
2005 2004
Rp Rp
Garansi bank yang diterbitkan 4.914.364 1.466.393 Bank guarantees issued
LC yang tidak dapat dibatalkan yang
masih berjalan 1.448.696 177.419 Outstanding irrevocable letters of credit
I khtisar perubahan estimasi kerugian atas komitmen dan kontinjensi adalah sebagai berikut:
The movement of estimated loss on commitments and contingencies are as follows:
2005 Rupiah/ Rupiah Dolar Amerika Serikat/ US Dollar Jumlah/ Total Rp
Saldo awal tahun 1.115.959 527.853 1.643.812 Balance at beginning of year
Penyisihan (pembalikan penyisihan) selama
tahun berjalan 3.124.177 1.564.689 4.688.866
Provisions (reversal of allowance) during the year
Selisih kurs -- 30.382 30.382 Translation differences
Saldo akhir tahun 4.240.136 2.122.924 6.363.060 Balance at end of year
2004 Rupiah/ Rupiah Dolar Amerika Serikat/ US Dollar Jumlah/ Total Rp
Saldo awal tahun 225.591 529.886 755.477 Balance at beginning of year
Penyisihan (pembalikan penyisihan) selama
tahun berjalan 890.368 52.056 942.424
Provisions (reversal of allowance) during the year
Selisih kurs -- (54.089) (54.089) Translation differences
Saldo akhir tahun 1.115.959 527.853 1.643.812 Balance at end of year
Manajemen berpendapat bahwa estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian kewajiban komitmen dan kontinjensi serta telah memenuhi ketentuan Bank I ndonesia.
Management believes that the estimated losses on commitments and contingencies established are adequate to cover possible losses on commitments and contingencies and is in compliance with Bank I ndonesia regulations.
Transaksi komitmen dan kontinjensi dalam kegiatan usaha Bank yang memiliki risiko kredit adalah sebagai berikut:
The details of the Bank’s commitments and contingencies bearing credit risks, which are classified as current are as follows:
2005 2004
Rp Rp
Garansi bank yang diterbitkan 145.539.062 96.981.183 Bank guarantees issued
LC yang tidak dapat dibatalkan yang
masih berjalan 141.587.813 17.741.915 Outstanding irrevocable letters of credit
Jumlah 287.126.875 114.723.098
Total
21. KEWAJI BAN LAI N- LAI N
21. OTHER LI ABI LI TI ES
2005 2004
Rp Rp
Kewajiban impor berjangka nasabah 20.018.863 -- Liabilities to customers deposit import
Setoran jaminan 17.499.140 4.720.565 Guarantee deposits
Kewajiban kepada PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk 9.839.922 8.236.072
Liabilities to PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Estimasi akrual beban kesejahteraan
karyawan (Catatan 37) 4.103.709 2.452.928
Estimated liability for employee service entitlements (Note 37)
Pendapatan yang ditangguhkan 62.292 111.126 Deferred income
Kewajiban kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan kewajiban yang timbul karena nasabah bank melakukan transaksi automated teller machine (ATM) dengan menggunakan mesin ATM PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Liabilities to PT Bank Mandiri (Persero) Tbk represent transaction fees for the use of PT Bank Mandiri (Persero) Tbk automated teller machine by customers.
22. KEWAJI BAN KEPADA BANK LAI N
22. LI ABI LI TI ES WI TH OTHER BANKS
Kewajiban kepada bank lain merupakan fasilitas “Trade Finance Facility on Compiled Basis dan Bankers Acceptance” untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 sebesar USD 5.000.000 berdasarkan perjanjian antara I ndover Bank Hamburg-Jerman dengan Bank pada tanggal 21 Oktober 2004 dengan jangka waktu 1 tahun dengan imbalan sebesar 6 bulan Libor + 1,5% . Pada tanggal 6 Desember 2005, pinjaman tersebut telah dilunasi seluruhnya.
Liabilities with other Banks represent “Bankers Acceptance” facility amounting USD 5,000,000 for the year that ended December 31, 2004 based on agreement between I ndover Bank Hamburg – Germany and the Bank dated October 21, 2004 with financing period of 1 year and fee amounting 6 months of Libor + 1.5% . I n December 6, 2005, all liabilities are paid.
23. PI NJAMAN SUBORDI NASI
23. SUBORDI NATED LOAN
Merupakan pinjaman dari Bank I ndonesia sebagai tambahan modal kerja Bank sejak tanggal 31 Januari 1994 pada saat Bank masih berbentuk bank konvensional dengan nama PT Bank Susila Bakti. Pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2014. Pelunasan pinjaman dilakukan sekaligus pada saat jatuh tempo. Jaminan pinjaman ini berupa Surat Aksep Unjuk yang harus diperbaharui setiap tahun. Tingkat bunga tahunan adalah sebagai berikut:
This account represents loan obtained on January 31, 1994 from Bank I ndonesia for additional working capital requirements at the time the Bank was still a conventional bank (under the name of PT Bank Susila Bakti). The loan is payable on January 31, 2014 and is secured by an Unnamed Acceptance Letter (Surat Aksep Unjuk) which is renewed every year. Annual interest rates are as follows :
• 5 tahun pertama sebesar 1% per tahun. • First 5 years at 1% per annum.
• 5 tahun kedua sebesar 3% per tahun. • Sixth to tenth years at 3% per annum.
• 5 tahun ketiga sebesar 6% per tahun. • Eleventh to fifteenth years at 6% per annum.
• 5 tahun keempat sebesar 14% per tahun. • Sixteenth to twentieth years at 14% per annum.
Bank I ndonesia telah meminta kepada Bank untuk melunasi pinjaman subordinasi tersebut. Sesuai dengan saran Dewan Pengawas Syariah, Bank telah mengajukan permohonan kepada Bank I ndonesia untuk mengkonversi fasilitas pinjaman subordinasi tersebut menjadi pinjaman subordinasi syariah dengan prinsip wadiah. Fatwa Dewan Syariah Nasional No. U-140/ DSN- MUI / VI / 2002 tanggal 31 Juli 2002 tentang Pinjaman Subordinasi menyatakan terdapat dua alternatif penyelesaian yakni (1) penarikan kembali pinjaman subordinasi oleh Bank I ndonesia sepanjang struktur permodalan dan kondisi likuiditas Bank memungkinkan, atau (2) mengkonversinya menjadi pinjaman qardh.
Bank I ndonesia has requested the Bank to settle the subordinated loan. I n accordance with the Sharia Supervisory Board’s advice, the Bank submitted a proposal to Bank I ndonesia to convert the subordinated loan to a Sharia subordinated loan based on wadiah principles. Fatwa from the National Sharia Board No.U-140/ DSN-MU/ VI / 2002 dated July 31, 2002 proposed two alternatives namely (1) withdrawal of the subordinated loan by Bank I ndonesia whenever the Bank’s capital structure and liquidity permit, or (2) convert the subordinated loan to qardh loan.
Berdasarkan risalah rapat tanggal 18 Desember 2003 antara Direksi Bank dengan Deputi Gubernur Bank I ndonesia, Bank setuju akan melakukan pelunasan dini terhadap pinjaman subordinasi dan mengusulkan untuk memperpendek jatuh temponya menjadi bulan Nopember 2008.
Based on the minutes of the general meeting held on December 18, 2003 between the Bank’s directors and the Deputy Governor of Bank I ndonesia, the Bank agreed to the early settlement of the subordinated loan and has recommended to rescheduling the due date to November 2008.
Pada tanggal 26 Nopember 2004 Bank I ndonesia dengan suratnya No. 6/ 1301/ DPbS telah menyetujui penyelesaian pinjaman subordinasi dengan cara sebagai berikut:
On November 26, 2004 Bank I ndonesia in its letter No. 6/ 1301/ DPbs has agreed to settle the subordinated loan, under the following terms and conditions:
(1) Pokok pinjaman subordinasi sebesar Rp 32.000.000 dilakukan pelunasan dipercepat secara sekaligus pada tanggal 30 Nopember 2008.
(i) Principal loan amounting Rp 32,000,000 will be repaid in full on November 30, 2008.
(2) Bunga pinjaman tetap sebesar 6% per tahun yang dibayarkan secara triwulanan.
(ii) A fixed interest expense amounting 6% per annum is paid every three months.
(3) Penyerahan agunan fisik sekurang-kurangnya sebesar pokok pinjaman.
(iii) The Bank will provide collateral in the form of premises and equipment.
Perjanjian restrukturisasi pinjaman subordinasi telah dilakukan Akta Notaris berdasarkan Akta No. 16, tanggal 14 Pebruari 2005 dari Notaris Ny. Agustina Junaedi, SH.
The Agreement of restructuring subordinate loan have been notarized under deed no. 16 dated February 14, 2005 of Ny. Agustina Junaedi, SH.
Beban bunga pinjaman subordinasi Bank I ndonesia masing-masing sebesar Rp 1.947.667 dan Rp 1.814.222 untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2005 dan 2004 disajikan dalam akun beban operasional lainnya-lain-lain. Beban bunga pinjaman subordinasi Bank I ndonesia tersebut tidak sesuai dengan prinsip Syariah.
I nterest expense on the subordinated loan amounting Rp 1,947,667 and Rp 1,814,222 for the years ended December 31, 2005 and 2004 are recorded as other expenses. I nterest expense on the subordinated loan from Bank I ndonesia does not comply with Sharia principles.
24. I NVESTASI TI DAK TERI KAT
24. UNRESTRI CTED INVESTMENTS
a. Tabungan mudharabah berdasarkan jenis terdiri dari: