• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V : Penutup, Kesimpulan dan saran

C. ETIKA PEMASARAN

a. Pemasaran secara umum

Perubahan dunia yang begitu cepat telah memaksa produsen dan para penjual berfikir keras agar tetap eksis didunianya. Perubahan ini diakibatkan oleh berbagai sebab seperti pesatnya pertumbuhan dan perkembangan teknologi, baik teknologi mesin maupun alat alat berat, terlebih lagi teknologi telekomunikasi. Perkembangan teknologi mesin misalnya telah

mampu mengubah mutu produk, mulai dari kemasan sampai kepada isinya semakin menarik dan kompetitif.

Akibat perubahan teknologi yang begitu cepat berimbas pula kepada perubahan perilaku masyarakat. Informasi yang masuk dari berbagai sumber dengan mudah diperoleh dan diserap oleh berbagai masyarakat sekalipun pelosok perdesaan yang terpencil.

Imbas yang paling nyata adalah masyarakat begitu cepat dan pandai dalam memilih produk yang sesuai dengan membanding bandingkan antara produk yang sejenis, tentu saja dalam arti yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka.

Dalam memasarkan produknya, seorang pemasar harus pandai membaca situasi pasar sekarang dan dimasa yang akan datang. Artinya pemasaran harus cepat tanggap apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen, kemudian kapan dan dimana dibutuhkan. Disamping itu seorang pemasar harus mampu mengkomunikasikan keberadaan dan kelebihan produk dibandingkan dengan produk lainnya. Produsen juga harus pandai menarik minat dan merayu konsumen untuk terus membeli dan mengkonsumsi produk yang ditawarkan melalui berbagai strategi.

Bank sebagai lembaga keuangan yang menghasilkan jasa keuangan juga membutuhkan strategi pemasaran untuk memasarkan produknya. Dampak dari perubahan teknologi juga berdampak positif terhadap perkembangan dunia perbankan

produk yang ditawarkan kepada nasabah menjadi lebih cepat dan efisien. Dalam melakukan pemasaran, bank memiliki beberapa sasaran yang hendak dicapainya. Artinya nilai penting pemasaran bank terletak dari tujuan yang ingin dicapai seperti dalam hal meningkatkan mutu pelayanan dan menyediakan ragam produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan nasabah. Untuk mencpai sasaran tersebut maka bank perlu :

1. Menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan nasabah

2. Memberikan nilai lebih terhadap produk yang ditawarkan dibandingkan dengan produk pesaing.

3. Menciptakan produk yang memberikan keuntungan dan keamanan terhadap produknya.

4. Memberikan informasi yang benar benar dibutuhkan nasabah dalam hal keuangan pada saat dibutuhkan.

Memberikan pelayanan yang maksimal mulai dari calon nasabah menjadi nasabah bank yang bersangkutan.11

b. Etika Pemasaran

1. Dalam hal transparansi

Dalam teori pemasaran perspektif al-Qur’an pemasaran dikatakan transparan jika tidak menggunakan cara bathil, realistis, dan bertanggung jawab. Pertama suatu bisnis dilarang

11Kasmir, Manajemen Perbankan (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2007). Hal. 164

oleh syariat islam jika didalamnya mengandung unsur tidak halal, atau melangar dan merampas hak dan kekayaan orang lain.

Perusahaan harus mempertahankan sifat keterbukaan kepada pasar dan stakeholder mengenai aktivitas pemasaran . untuk itu perusahaan bisa mempertahankan kelancaran aliran informasi dan berkomonikasi secara teratur kepada stakeholder.

Seorang syariah marketing harus berusaha tegar, istiqamah, dan menjadi penerang ditengah tengah kegelapan dunia bisnis sekarang ini, dengan tetap bergaul, bersilaturahmi, melakukan transaksi bisnis ditengah tengah realitas kemuafikan, kecurangan, kebohongan atau penipuan yang terjadi didunia bisnis.

2. Dalam hal keadilan

Bersikap adil terhadap orang lain walupun mereka adalah orang orang non-muslim sebagaimana telah ditegaskan oleh Ali Hasan bahwa setiap perbankan islam seharusnya dapat menyentuh semua orang, termasuk masyarakat non-islam sehingga konsep rahmatan lil alamin benar benar terimplementasi bagi sipapun yang berinteraksi dengannya.

Keadilan merupakan tujuan utama dari Syariat Islam. Keadilan harus diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan manusia seperti dalam maslah keluarga, social, ekonomi, politik, dan

lingkungan. Menurut Sayfi’I Antonio larangan terhadap bunga bank merupakan salah satu prinsip ekonomi berkeadilan.

Perusahaan diharapkan bisa adil dalam memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus memenuhi kualifikasi dari para pihak pemasoknya. Ini termasuk menawarkan produk dengan cara atau metode yang jelas dalam bentuk penjualan, promosi, dan bentuk komunikasi lain.

3. Dalam hal tanggung jawab

Dalam berpromosi harus bertanggung jawab karena apapun yang kita lakukan pasti dimintai pertanggung jawaban baik didunia maupun nanti diakhirat. Diantara contoh promosi yang tidak bertanggung jawab adalah sebagai berikut : memalusakn dan menipu karena dapat menyebabkan kerugian, kezaliman, serta dapat menimbulkan permusuhan den percekcokan. Dalam bisnis koderen, paling tidak kita menyaksikan cara cara tidak terpuji yang dilakukan sebagian pebisnis dalam melakukan penawaran produknya, yang dilarang dalam ajaran islam.

Prinsip tanggung jawab meliputi tanggung jawab seorang professional terhadap profesi yang dijalinnya dan tanggung jawab terhadap masyarakat yang merasakan dampak dari profesi yang dilakukannya.

c. Pengertian etika pemasaran islami

Etika adalah suatu hal yang dilakukan dengan secara benar dan baik, tidak melakukan sesuatu keburukan, melakukan hak kewajiban sesuai dengan moral dan melakukan segala sesuatu dengan penuh tanggung jawab. Sedangkan dalam Islam, etika adalah akhlak seorang muslim dalam melakukan semua kegiatan termasuk dalam bidang bisnis. Olah karena itu, jika ingin selamat dunia dan akhirat, kita harus memakai etika dalam keseluruhan aktivitas bisnis kita.

Dalam islam, istilah yang paling dekat berhubungan dengan istilah etika dalam al-quran adalah khuluq. Al-quran juga mengunakan sejumlah istilah lain untuk mengambarkan konsep tentang kebaikan : khair (kebaikan), birr (kebenaran), qist (persamaan), „adl (kesetaraan dan keadilan), haqq (kebenaran dan kebaikan), ma‟ruf (mengetahui dan menyetujui) dan taqwa (ketaqwaan). Tindakan yang terpuji disebut sebagai salihat dan tindakan yang tercela disebut dengan sayyi’at (Rafiq issabeekum, 2004).

Dalam khazanah pemikiran islam, etika dipahami sebagai akhlak atau adab yang bertujuan untuk mendidik moralitas manusia. Etika terdapat dalam materi-materi kandungan ayat ayat al-quran yang sangat luas, dan dikembangkan dalam pengaruh filsafat yunani hingga para sufi. Ahmad amin memberikan batasan.

Bahwa etika atau akhlak adalah ilmu yang menjelaskan makna baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan manusia kepada orang lain, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat (Lukman Fauroni, 2006).

Lebih tegas menurut madjid fakhri, etika merupakan gambaran rasional mengenai hakikat dan dasar perbuatan dan keputusan yang benar, serta prinsip-prinsip yang menentukan klaim bahwa perbuatan dan keputusan secara moral yang diperintah dan dilarang (rafiq issa bekum, 2004). Inilah norma dan etika sebagai hakikat dan ajaran-ajaran islam dalam ekonomi. Etika merupakan jiwa ekonomi islam yang membangkitkan kehidupan dalam setiap peraturan dan syariat. Oleh sebab itu, etika atau akhlak adalah hakikat-hakikat yang menempati ruang luas dan mendalam pada akal, hati nurani, dan perasaan seorang muslim.12 d. Perkembangan pemasaran menuju pemasaran islami

Presepsi yang kerap kali ditemukan dalam masyarkat bahwa pasar konvensional selalu lebih menguntungkan secara financial dibandingkan dengan pasar islami karena system bunganya yang dimilikinya. Untuk mengubah presepsi tersebut bukanlah suatu hal yang mudah. Sejalan dengan perubahan kebutuhan dan keinginan manusia, di masa depan ternyata terjadi

12 Veithzal Rivei Zainal,Islamic Marketing, (Jakarta: Bumi Aksara, 2017). Hal 2

pula pergeseran pasar dari tingkat intelektual atau rasional menuju ketinggkat emosional yang akhirnya bertransformasi ke tinggkat spiritual. Pasar spritual ini akan mempertimbangkan kesesuaian produk, keuntungan financial, dan nilai-nilai spiritual yang diyakini.

Dalam kenyataanya tidak mudah bagi pasar rasional untuk berpindah ke pasar spiritual. Di sinilah tantangan terbesar sistem islam dalam membidik pasar rasional. Perlu menjadi perhatian bahwa pasar rasional masih merupakan pasar besar. Solusi yang dilakukan dalam meraih pasar ini adalah dengan konsep pemasaran islami (isamic marketing).

Pemasaran islami merupakan suatu proses bisnis yang seluruh prosesnya menerapkan niali-nilai islam. Suatu cara dalam memasarkan suatu bisnis yang mengendepankan nilai-nilai yang mengagugkan keadilan dan kejujuran. Dengan kemasan islami, seluruh proses tidak boleh ada yang bertentangan dengan prinsip prinsip Islam. Hal tersebut telah dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Tentang kegiatan perdagangan yang berpegang teguh pada kebenaran, kejujuran, dan sikap amanah, serta dapat tetap memperoleh keuntungan. 13

Selain diperlukannya sifat yang sesuai dengan tuntunan islam, persiapan konsep pemasaran yang baik juga perlu

13 veithzal Rivei zainal, dkk, Islamic Business and Economic Ethics (Jakarta Bumi Aksara 13220). Hal 12

diperhatikan. Konsep ini disebut dengan strategi pemasaran islami (Islamic marketing strategy). Islamic marketing staregy bertujuan untuk pemetaan pasar berdasarkan ukuran pasar, pertumbuhan pasar, keunggulan kompetitif dan situasi persaingan.

Pada tahap awal dilakukan dengan membidik pasar rasional yang potensial dan dilanjutkan dengan melakukan positioning dibenak para konsumen.

Setelah menyusun strategi, kegiatan selanjutnya adalah Islamic marketing tactic yang dimaksudkan untuk memenagkan market share. Islamic marketing tactic perlu dulakukan karena apabila positioning di benak konsumen telah kuat maka perlu dilakukan diferensiasi yang meliputi apa yang ditawarkan (content), bagaimana menawarkan (context), dan infrastruktur apa yang dibutuhkan.

Diferensiasi ini sudah seharusnya dilakukan secara kreatif dan inovatif dengan menggunakan marketing-mix (price, produk, place, promotion). Selain itu penting juga untuk melakukan selling dalam meningkatkan hubungan dengan konsumen sehingga mampu menghasilkan keuntungan financial.

e. Bank syariah a. Pengertian perbankan

Bank merupakan lembaga keuangan atau perusahaan yang bergerak dibidang keuangan. Sebagai lembaga keuangan bank

menyediakan berbagai jasa keuangan. Dinegara maju bank bahkan sudah merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat setiap kali bertransaksi. Bank secara sederhana dapat diartika sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamannya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa bank lain. sedangkan pengertian lembaga keuangan adalah setiap perusahaan yang bergerak dibidang keuangan di mana kegiatan keuangan hanya menghimpun dana, atau banyak menyalurkan dan atau kedua-duanya menghimpun dan menyalurkan dana.

Pengertian bank menurut undang-undang RI nomor 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan dana dalam bentuk kredit atau dalam bentuk lain lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dalam uraian tersebut bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya usaha perbankan selalu berkaitan masalah bidang keuangan, jadi dapat disimpulkan usaha perbankan meliputi; menghimpun dana, menyalurkan dana dan memberikan jasa keuangan bank lainnya.

bank yang berdasarkan prinsip syriah keuntungan bukan diperoleh dari bunga. Di bank ini jasa yang diberikan disesuaikan

dengan prinsip syariah yang berdasarkan hukum islam, prinsip syariah yang diterapkan oleh bank syariah adalah:

1. Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah) 2. Pembiayaan berdasarkan prinsip pernyertaan modal

(musyarakah)

3. Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan ( murabahah)

4. Pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah)

5. Dengan adalnya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wiqtina)

Sisitem bank syariah yang ada di Indonesia sebelumnya hanya ada pada bank syariah muamalat Indonesia dan BPR Syariah lainnya. Dewasa ini sesuai dengan undang undang perbankan nomor 10 tahun 1998, bank umum pun dapat menjalankan kegiatan usahannya berdasarkan prinsip syariah asal sesuai dengan ketentuang yang ditetapkan oleh bank Indonesia.14

b. Etika perbankan

1. Dasar-dasar etika perbankan

Seorang bangkir mempunyai misi untuk untuk memberikan nasehat yang objektif bagi nasabah dalam arti dapat memberikan penjelasan dibidang-bidang administrasi,

14Kasmir,Manajemen Perbankan (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2007, hal11-14

pembukuan, pemasaran dan lain-lain. Nasihat objektif yang dimaksud adalah, seorang bankir harus dapat bersikap objektif, tidak memihak, jujur terhadap nasabah dan dapat memilihkan produk atau jasa yang paling tepat bagi nasabahnya, artinya tidak memaksa nasabah untuk membeli apa saja yang ditawarkan bankir tanpa mempertimbankan kondisi atau status nasabah.

Bankir juga harus menjaga agar mekanisme arus surat-surat berharga (flow of documents) dapat berjalan lancar dan menindak jika, terjadi permainan yang curang dalam pengelolaan arus dokumen berharga tersebut dalam bank.

Dalam hal demikian, pimpinan bank berkewajiban dan bertanggung jawab :

a). Mengembalikan seluruh atau sebagian simpanan pada waktu diminta oleh nasabah secara pribadi atau secara surat kuasa.

b). Menjaga kerahasiaan keuangan bank menurut kelaziman dalam dunia perbankan.

c). Memberi informasi yang akurat dan objek jika diminta oleh nasabah. Turut menjaga dan memelihara kestabialn nilai rupiah.

d). Menjaga dan memelihara organisasi, tata kerja dan administrasi dengan baik.

e). menyalurkan kredit secara lebih selektif kepada calon debitur.

Dalam etika perbankan terjalin suatu kesepakatan diantara para bankir untuk melakukan norma sopan santun dalam menjalankan usahanya dan didalamnya terkandung prinsip-prinsip moral mengenai hal-hal yang dianggap baik dan hal-hal yang dianggap tidak baik serta bertanggung jawab atas terwujudnya hal yang baik dan pencegahan terhadap terjadinya hal yang tidak baik.

Bagi eksekutif bank, yang perlu diingat adalah bahwa, bank merupkan lembaga kepercayaan masyarakat dan sumber pembiayaan yang penting bagi perkembangan ekonomi, khususnya bagi Negara berkembang seperti Indonesia, oleh karenanya pengelolaan bank harus selalu dikaitkan dengan dimensi dasar seperti : pertama, kepentingan nasabah dan kepentingan masyarakat luas. Dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan nasabah, maka bank harus berupaya memberikan rasa aman dan puas. Kedua, dapat terpenuhinya kepentingan pemilik saham yaitu memperoleh keuntungan yang wajar. Ketiga, bank mampu menampung kepentingan para pengurus dan karyawan serta mampu mendorong peningkatan prestasi kerja dan rasa tanggung jawab. Keempat, bank harus mampu membantu kepentingan

pemerintah dalam mendorong terciptanya stabilitas moneter sekaligus pemerataan pembangunan.15

2. Prinsip dasar etika perbankan

Dalam kaitannya dengan prinsip pengelolaan bank, pihak bankir harus mengupayakan terselengaranya iklim usaha perbankan yang sehat yaitu dengan menjaga : (1) likuiditas bank atau kelancaran operasional bank (2) Sofabilitas Bank atau terpeliharanya kekayaan bank agar mampu memenuhi seluruh kewajiban finacialnya. (3) rentabilitas atau tingkat keuntungan yang dapat dicapai bank dan (4) tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank (bonafitditas).

Kemudian, mengenai prinsip etika perbankan itu sendiri adalah merupakan norma, kaidah dan kebiasaan yang berlaku dan harus dipatuhi, dihormati dan di junjung tinggi oleh para petugas bank. Keseluruhan operasi dari system perbankan ini harus dilaksanakan dalam sebuah kondisi tertentu dimana nilai-nilai islam dan etika islam dapat diterapkan. Terdapat beberapa nilai-nilai islam yang secara mendasar dapat menjadi fondasi dari aktivitas ekonomi dan bisnis.

Perbakan syariah tidaklah merupakan aktivitas yang otonom, berbeda dari aktivitas bisnis keuangan islam lainnya.

Bisnis keuangan islam berkorelasi atau berhubungan sangat erat

15Sentot Imam Wahjono, Manajemen Pemasaran Bank,(Yogyakarta : graha ilmu, 2013).

Halm 205-207

dengan ajaran islam yang lainnya. Untuk itulah, arti penting penciptaan atmosfir yang bernuansakan islam adalah suatu hal yang tidak dapat diragukan keharusanya bagi keberadaan perbankan syriah.

Terdapat berbagai aspek nilai nilai yang menjadi sifat dasar dari etika islam (akhaq al-karimah) yang sulit diterapkan kedalam sebuah bentuk regulasi yang bersifat menggikat, karena itulah tidak ada cara lain kecuali harus ditransptasikan melalui sebuah perangkat kode etika yang berdasarkan nilai nilai syariah yang kemudian dapat diterapkan, dan hal itu sekaligus menjadi bagian dari kepatuhan terhadap syariah. Beberapa nilai-nilai isalam yang sudah banyak dikenal adalah : jujur (sidiq), dapat dipercaya (amanah), cerdas (fatanah), dapat menyampaikan kebaikan (tabliq).

Penerapan etika islam secara tajam membedakan bank syariah dengan bank yang menggunakan system bunga. Hal ini dikarenakan pemberlakukan secara tegas dari kepatuhan syariah membuat penerapan dari aturan main yang berdasarkan syariah dimungkinkan, termasuk meskipun ketika terjadi kasus dimana system perbakan syariah di selengarakan atau dikelola oleh orang yang tidak muslim aturan main tersebut haruslah diterapkan

meskipun hal ini boleh jadi akan dipatuhi dengan tanpa didasari dengan nilai-nilai yang diyakini dengan sepenuh hati.16

3. Norma dan etika bisnis perbankan

Selain larangan-larangan utama, termasuk riba, gharar, dan perjudian syariah islam telah mengemungkakan secara jelas sekumpulan prinsip yang menyajikan kerangka dasar untuk menjalankan aktivitas ekonomi umumnya, seperti transaksi dagang serta keuangan khususnya. Kitab suci al-qur’an dan sunnah membicarakan banyak norma dan prinsip yang mengatur hak dan kewajiban para pihak dalam sebuah kontrak prinsip-prinsip yang mengemungkakan dengan jelas tentang keadilan, saling membantu, bebas izin dan kejujuran pada bagian pihak pihak bagi sebuah kontrak, menghindari kecurangan, slah tafsir dan kliru menyatakan fakta juga membicarakan tentang ketidak adilan atau kesewenang-wenangan, memberika dasar-dasar bagi kontrak yang sah.

Norma-norma ini berkaitan dengan tanggung jawab manusia di hadapan Allah SWT dan memiliki implikasi yang berbeda dengan norma-norma etika bisnis harus besar islam mengajarkan keyakinan tentang hari kemudian, yang mengharuskan manusia dilarang merebut hak orang lain. Hal yang menjadi prinsip syariah, bahwa meski Allah SWT, mungkin mengampuni kesalahan yang dilakukan terhadap haq-nya, dia tidak

16 Agus Triyanta, hukum Perbakan Syariah, (malang : Setara Press 2016) halm 75-77

mengampuni kejahatan yang dilakukan sesorang terhadap sesamanya atau bahkan kepada makhluk lainya. Jadi, memberikan hak yang semestinya kepada sesama masnusia adalah prinsip terpenting system etika islam. Beberapa elemen pendorong seperti kebijakan, membersihkan pendapatan, transparansi dan keterbukaan yang wajar, dokumentasi transaksi mengarah kepada ketepatan hak dan tanggung jawab para pihak dan etika komperhensif yang mengahruskan kepedulain pada sesama, juga merupakan bagian dari kerangka norma bisnis islami.17

f. Landasan Syariah

Dengan mengacu kepada petunjuk al-Quran yang intinya Allah SWT telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba serta seruan untuk menempuh jalur perniagaan dengan suka sama suka, maka setiap transaksi kelembagaan ekonomi Islam harus selalu dilandasi atas dasar system bagi hasil dan perdagangan atau yang transaksinya didasarkan oleh adanya pertukaran antara uang dengan barang atau jasa. Akibatnya, pada kegiatan muamalah berlaku prinsip “ ada barang atau jasa dulu baru ada uang”, sehingga akan mendorong produksi barang atau jasa, mendorong kelancaran arus barang atau jasa, dapat menghindari adanya penyalah gunaan kredit, spekulasi dan inflasi.

17Veithzal Rivai, dkk, Islamic Business And Economic Ethics ( Jakarta : Bumi Aksara, 2012) halm 397-398

1. Qs Al-Baqarah : 275

َي ِٓزَّلٱ ُمُْقَي اَوَك َّلَِإ َىُْهُْقَي َلَ ۟ا َْٰب ِّشلٱ َىُْلُكْأَي َييِزَّلٱ َكِلَٰر ۚ ِّسَوْلٱ َيِه ُي َٰطْيَّشلٱ َُُطَّبَخَت

َءٓاَج يَوَف ۚ ۟ا َْٰب ِّشلٱ َم َّشَح َّ َعْيَبْلٱ ُ َّللَّٱ َّلَحَأ َّ ۗ ۟ا َْٰب ِّشلُلُْثِه ُعْيَبْلٱ اَوًَِّإ ۟ا ُْٓلاَق ْنًََُِّأِب يِّه ٌتَظِع َْْه ۥٍُ

َِّللَّٱ َٔلِإ ٓۥٍُ ُشْهَأ َّ َفَلَس اَه ۥََُلَف ََِٰٔتًٲَف ۦَِِّب َّس اَِيِف ْنُُ وَمَ ِساٌَّلٱ ُب َٰحْبَأ َكِأَٰٓل ُّ۟أَف َداَع ْيَهَّ وَمَ

َىُّذِل َٰخ Artinya :

Orang - orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapatkan peringatan dari tuhan-nya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusan nya (terserah) kepada allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka,mereka kekal di dalamnya.

Maksud dari ayat di atas adalah dalam ayat ini allah menjelaskan bahwa umat islam dilarang untuk memakan riba dalam bentuk apapun, dan allah telah menghalalkan jual beli.

Allah melarang untuk mengambil keuntungan dengan cara yang bakhil.

2. Qs An- Nisa : 29

ٍضا َشَت يَع ًة َساَجِت َىُْكَت ىَأ َّلَِإ ِلِطاَبْلاِب ْنُكٌَْيَب ْنُكَلا َْْهَأ ْاُْلُكْأَت َلَ ْاٌَُْهآ َييِزَّلا اَُِّيَأ اَي ُكَسُفًَأ ْاُْلُتْقَت َلَ َّ ْنُكٌِّه

اًوي ِح َس ْنُكِب َىاَك َ ّاللّ َّىِإ ْن Artinya :

Wahai orang – orang yang beriman ! janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka diantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, allah maha penyayang kepadamu.

Maksud dari ayat diatas adalah allah melarang memakan harta saudara yang lain dengan cara cara yang telah dilarang. Kecuali dengan jalan perdagangan yang berlaku suka sama suka, jujur dan tidak adanya pihak yang dirugikan.

g. Kajian Terdahulu

Dalam penelitian ini memaparkan beberapa penelitian terdahulu yang relevan dengan permasalahan yang akan diteliti tentang pengaruh etika pemasaran secara syariah terhadap keputusan masyarakat menggunakan produk simpanan di Bank BNI Syariah KC Padang, maka diajukan kajian terdahulu diantaranya:

Penelitian Diana Qoudarsi tahun 2011 “pengaruh penerapan strategi pemasaran dan komunikasi terhadap minat nasabah”. Maksud dari judul tersebut adalah strategi pemasaran dan komunikasi memiliki

pengaruh yang cukup kuat terhadap minat nasabah untuk menabung, jadi disini pihak bank bertugas untuk mempengaruhi nasabah dengan memperbaikan cara pemasaran dan komunikasi. Jadi menurut penulis, strategi pemasaran memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap nasabah untuk menabung dan komunikasi memiliki pengaruh yang cukup rendah terhadap minat nasabah untuk menabung.

Penelitian Zunda Ayu Afifah tahun 2017 “pengaruh marketing mix terhadap minat menabung nasabah pada BMT PAS”. Maksud dari judul tersebut adalah untuk mengetahui apakah ada keterkaitan antara marketing mix dengan minat nasabah mengunakan produk tabungan yang ada di bank tersebut, dan untuk meningkatkan minat nasabah dalam menabung dengan cara mempengaruhi nasabah tersebut. Jadi menurut penulis marketing mix sangat berpengaruh terhadap keputusan nasabah menggunakan produk simpana di bank tersebut.

Jadi beda penelitian penulis dengan kajian terdahulu adalah kajian terdahulu membahas tentang etika pemasaran bagian strategi pemasran, komunikasi pemasaran serta marketing mix dalam pemasaran. Tetapi disini penulis lebih cenderung membahas tentang Pengaruh etika pemasaran transparansi, keadilan dan kejujuran secara syariah terhadap keputusan masyarakat menggunakan produk simpana.

h. Kerangka Berfikir

Berdasarkan dari landasan teori diatas, maka dapat digambarkan dengan kerangka pemikiran sebagai berikut :

Gambar 1.2

Kerangka Berfikir

Sumber:(penulis,2020)

i. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan

Dokumen terkait