• Tidak ada hasil yang ditemukan

ETIOLOGI OLIGURIA DAN ANURIA 6

Dalam dokumen referat oliguria (Halaman 23-35)

Penyebab diklasifikasikan menjadi 3, yaitu: prarenal, renal, postrenal. Prarenal antaralain hipotonia, hipovolemia(setelah muntah), syok akibat berbagai sebab, gagal  jantung. Renal antaralain : glomerulonefritis akut, nefritis interstitial akut,  pielonefritis akut, sumbatan arteri renalis, trombosis vena renalis, vaskulitis, purpura trombositopenik trombolik, pembentukan intravaskuler disminata, mieloma renalis, nekrosis tubular akut (pascaiskemik), hemolisis (insiden transfusi, malaria), rabdomiolisis(trauma, heatstroke, hipotermia, obat-obatan), medium kontras,logam

 berat,antibiotika, eklamsia. Postrenal (obstruksi saluran kemih) antaralain : batu,  penyakit prostat, tumor kandung kemih, keganasan pelvis dan retroperitoneum,  perdarahan traktus urinarius, nekrosis papilaris, fibrosis retroperitoneal.

Hal-hal tersebut diatas perlu dipikirkan apabila terjadi oliguria ataupun jika sudah menjadi anuria, akan tetapi tidak semua penyakit diatas terjadi pada anak.

BAB III

GAGAL GINJAL AKUT III.1 DEFINISI

Gagal ginjal akut adalah suatu sindrom yang ditandai oleh penurunan yang cepat pada laju filtrasi glomerulus ( glomerular filtration rate[GFR]) dalam waktu  beberapa hari sampai beberapa minggu disertai akumulasi dari zat sisa metabolisme nitrogen7. Gagal ginjal akut terjadi bila fungsi ginjal berkurang sampai ke tingkat dimana homeostasis cairan tubuh tidak dapat dipertahankan lagi. Meskipun oliguria (volume urin setiap hari kurang dari 400ml/m2) lazim, volume urin dapat berkisar  normal (gagal ginjal non-oliguria) pada tipe gagal ginjal akut tertentu (nefrototoksisitas aminoglikosid).2

III.2 ETIOLOGI

Penyebab gagal ginjal akut terdapat pada kategori pertama (prerenal),  penurunan perfusi ginjal mengakibatkan penurunan fungsi ginjal, kategori kedua(renal) meliputi penyakit – penyakit ginjal, sedangkan kategori ketiga(pascarenal) terutama terdiri dari gangguan obstruktif.2

Prerenal Renal Postrenal

Hipovolemia Perdarahan

Kehilangan cairan dari saluran pencernaan

Hiponatremia Luka bakar 

Penyakit ginjal atau adrenal dengan  pembuangan garam Hipotensi Septikemia Koagulasi intravaskulertersebar  Hipotermia Perdarahan Glomerulonefritis Pascastreptococus Lupus erimatosus Membranoproliferatif  Progresivitas cepat idiopatik  Purpura anafilaktoid Koagulasi intravaskuler  terlokalisasi

Trombosis vena sentralis Nekrosis korteks

Sindrom hemolitik-uremik 

 Nekrosis tubulus akut

Uropati obstruktif  Sambungan ureteropelvik  Ureterokel Katup uretra Tumor  Refluk vesikoureter  Didapat Batu Jendalan darah

Hipoksia Pneumonia Penjepitan aorta Sindrom kegawatan  pernafasan Bahan kimia Obat-obatan Hemoglobin, mioglobin Syok  Iskemia

 Nefritis interstisial akut Infeksi

Obat-obatan Tumor 

Infiltrasi parenkim ginjal

Nefropati asam urat Kelainan perkembangan

Penyakit kistik  Hipoplasia-displasia  Nefritis herediter 

Pada bayi baru lahir, penyebab gagal ginjal akut sebagai berikut :2

Disgenesis ginjal

 Neuropati obstruktif 

Kasus renovaskuler 

Penyakit jantung kongenital

Dehidrasi

Perdarahan

Sepsis

Anoksia

Syok 

Dalam suatu sumber lain disebutkan bahwa, gagal ginjal akut disebabkan oleh:8

Obstruksi vaskuler organik 

Penyakit glomerulus berat

 Nefritis tubulointerstitial akut

Infeksi masif, terutama disertai nekrosis papiler 

Koagulasi intravaskuler diseminata

 Nekrosis tubuler akut (penyebab paling sering).

Sehingga dapat disimpulakan bahwa penyebab dari gagal ginjal akut adalah meliputi 3 faktor yaitu faktor prerenal (prerenal failure), faktor renal (intrinsic renal failure) dan faktor pasca renal (postrenal failure). Prerenal failure adalah hipoperfusi ginjal yang disebabkan karena hipovolemia, hipoperfusi, hipoksia. Sedangkan intrinsic renal failure adalah akibat kerusakan jaringan ginjal. Kerusakn dapat terjadi  pada glomeruli atau tubuli sehingga faali ginjal langsung terganggu,tapi dapat pula

terjadi karena hipoperfusi prarenal yang tidak teratasi. Sedangkan postrenal failure adlah seluruh faktor yang menyebabkan obstruksi pada saluran kemih yang bersifat  bilateral, misalnya : kristal, batu, tumor, bekuan darah, trauma, kelainan bawaan.

III.3 PATOGENESIS

Gagal ginjal akut adalah suatu proses multifaktor yang meliputi gangguan hemodinamik renal, suseptibel nefron yang spesifik, obstruksi tubulus, gangguan sel dan metabolik.9

Dari faktor penyebab yang meliputi ketiga faktor tersebut diatas, maka dapat diketahui mekanisme kerusakannya. Prerenal gagal ginjal akut mengakibatkan

kerusakan ginjal2. Ginjal membutuhkan tekanan parsial yang adekuat agar bisa  berfungsi secara normal. Hal ini tergantung dari tekanan darah sisitemik yang harus cukup tinggi dan kemampuan konstriksi dari arteriol eferent. Jika salah satu dari hal ini terjadi, baik penurunan yang sangat rendah dari tekanan darah (penyebab tersering) atau dilatasi berlebihan dari arteriol eferent, perfusi glomerulus akan menurun dan terjadi gagal ginjal. Vasokonstriksi diduga merupakan faktor utama yang menggangu hemodinamik renal. Gangguan epitel tubulus ginjal dapat mengeluarkan komponen vasoaktif yang dapat mengakibatkan resistensi pembuluh darah kortek. Keadaan ini dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke ginjal dan menggangu tubulus ginjal. Jadi, penurunan volume intravaskuler menyebabkan  penurunan curah jantung, menyebabkan penurunan aliran darah dalam korteks ginjal dan laju filtrasi glomerulus (LFG). Komponen vasoaktif yang dapat menyebabkan iskemia dan toksk pada ginjal, meliputi angiotensin,prostaglandin, endotelin, nitric oxide. Jika dalam waktu tertentu, penyebab yang mendasari hipoperfusi berbalik, fungsi ginjal nantinya dapat kembali normal. Jika hipoperfusi bertahan melampaui tingkat krisis ini, maka kerusakan parenkim ginjal dapat terjadi. Pemberian vasodilator tidak terbukti dapat memperbaiki fungsi ginjal karena faktor penyebab vasokonstriksi.

Renal gagal ginjal akut, adanya aktivasi sistem koagulasi dalam ginjal yang menghasilkan trombosis pada pembuluh darah kecil dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Istilah nekrosis tubulus akut pada mulanya menggambarkan sindrom gagal ginjal akut tanpa adanya lesi arteri atau glomerulus. Mekanisme yang diungkapkan adalah nekrosis tubulus, tetapi mekanisme yang tepat belum diketahui. Hanya meliputi perubahan hemodinamik didalam ginjal, obstruksi tubulus dan aliran balik  filtrat glomerulus melewati tubulus yang terluka kekapiler peritubulus. Molekul

oksigen yang paling reaktif adalah radikal bebas meliputi hidroksil radikal dan anion superoksid. Metabolisme oksigen reaktif dapat menyebabkan terjadinya iskemia oleh karena terjadi reaksi dengan nitric oxide sintetase. Tubulus ginjal merupakan tempat utama penggunaan energi pada ginjal. Sehingga tubulus mudah mengalami kerusakan  bila terjadi iskemia atau oleh obat-obat nefrotoksik Struktur dan fungsi sel epitel

mengalami kerusakan, sehingga terjadi peningkatan kalsium dalam sel, aktifasi fosfolipase, polaritas menghilang, terjadi pengelupasan skeleton dan kortek. Kematian sel yang terjadi setelah iskemia atau proses toksik, sebagai akibat nekrosis atau apoptosis dan gangguan gen yang menyebabkan kerusakan DNA. Apoptosis terjadi akibat adanya bahan yaitu tumor necrosis factor  dan inhibitor yaitu growth factor, walaupu mekanisme belum pasti.9 Ketidakmampuan menghentikan natrium dan air   biasa dijumpai pada penderita, tetapi kehilangan tersebut biasanya dikompensasi

dengan peningkatan masukan oral. Jika masukan melalui mulut terganggu (muntah) dan/ atau terjadi kehilangan garam dan air ekstrarenal (diare), maka hal ini, bersama dengan kehilangan garam dan air melalui urin secara terus menerus, dapat menyebabkan pengurangan volume intravaskuler dan gagal ginjal.

Pascarenal gagal ginjal akut, disebabkan obstruksi saluran urin dapat bersifat konginetal atau didapat. Penyebab yang sering ditemukan adalah obstruksi katup uretra posterior. Obstruksi pasca renal yang dimaksud adalah obstruksi bagian distal nefron misalnya tubulus. Dengan dua ginjal yang berfungsi, obstruksi ureter harus  bilateral agar mengakibatkan gagal ginjal.2

Dalam dokumen referat oliguria (Halaman 23-35)

Dokumen terkait