• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR LAMPIRAN

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.7 Evaluasi Alternatif

Metode pendekatan dalam analisis biaya adalah salah satu metode penting yang ada di dalam ranah ilmu ekonomi teknik (engineering economy). Analisis biaya digunakan untuk mengukur pengeluaran yang digunakan dalam evaluasi alternatif yang akan diambil dalam suatu investasi. Menurut Young (1993) alternatif yang dapat dievaluasi adalah alternatif investasi proyek, penggunaan teknologi maupun kebijakan perusahaan akan suatu proses tertentu. Menurut DeGarmo et al. (1984) pengambilan keputusan atas beberapa alternatif harus didasarkan pada jumlah investasi modal terendah dan menghasilkan hasil yang optimum.

Konsep dasar ekonomi teknik dalam evaluasi alternatif menurut Young (1993) adalah nilai uang terhadap waktu, analisis biaya, bunga, dan manfaat. Berikut adalah penjelasan mengenai konsep tersebut :

2.7.1 Biaya

Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi untuk mencapai tujuan tertentu (Mulyadi 1986). Guna mengidentifikasi biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk suatu proyek dalam proses produksi, maka biaya dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi-fungsi pokok yang ada dalam perusahaan.

Biaya investasi. Biaya dapat dikelompokkan menjadi biaya investasi adalah biaya modal yang dikeluarkan untuk membiayai pengadaan barang modal. Biaya investasi umumnya dikeluarkan di awal usaha dan cukup besar, misalnya, properti, mesin dan alat, dan peralatan kantor.

Biaya tetap. Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak terpengaruh oleh perkembangan jumlah produksi atau penjualan dalam periode waktu tertentu. Contoh biaya tetap adalah gaji, premi asuransi, bunga pinjaman, perawatan alat dan mesin.

Biaya tidak tetap. Biaya tidak tetap adalah biaya yang jumlahnya selaras dengan perkembangan produksi atau penjualan setiap periode waktu. Contoh biaya tidak tetap adalah biaya bahan baku, sarana investasi, bahan pembantu (BBM, spare-part mesin) dan upah tenaga kerja langsung.

Biaya total. Menurut Pramudya (1992) biaya total merupakan biaya keseluruhan untuk mengoperasikan suatu mesin pertanian. Biaya total terdiri dari jumlah biaya tetap dan biaya tidak tetap.

Biaya pokok. Biaya yang diperlukan suatu mesin pertanian untuk setiap unit produk. Untuk menghitung biaya pokok suatu mesin pertanian diperlukan data kapasitas mesin yang bersangkutan (Pramudya 1992).

12

2.7.2 Bunga

Menurut Pramudya (1992) apabila penggunaan uang atau modal dari suatu usaha berasal dari suatu pinjaman, maka harus diberikan imbalan dari penggunaan modal tersebut dan biasa disebut bunga.

Bunga modal sederhana. Jika bunga yang dibayarkan merupakan perbandingan lurus antara modal pokok, tingkat bunga modal yang berlaku dalam suatu periode dan jumlah periode waktu maka bunga tersebut termasuk bunga modal sederhana.

Bunga modal majemuk. Bunga modal majemuk adalah bunga yang dibayarkan untuk setiap periode waktu dihitung berdasarkan pada jumlah modal pada awal periode ditambah bunga modal pada periode tersebut.

2.7.3 Nilai Uang Terhadap Waktu

Nilai uang terhadap waktu adalah konsep yang menjelaskan kecenderungan penurunan nilai uang seiring dengan berjalannya waktu. Konsep nilai uang terhadap waktu digunakan untuk memperkirakan nilai uang di masa mendatang yang dianalisis pada masa sekarang maupun sebaliknya (Umar 2007).

Interest rate. Dijelaskan oleh Blank dan Tarquin (2002) bahwa interest rate atau suku bunga adalah menifestasi dari nilai uang terhadap waktu. Bunga adalah penambahan nominal uang karena aktivitas investasi yang dilakukan, sedangkan suku bunga adalah persentase nilai uang yang bertambah akibat aktivitas investasi. Nilai suku bunga digambarkan dalam satuan persen per bulan atau persen per tahun.

2.7.4 Bunga Majemuk Dalam Konsep Ekuivalensi

Menurut Giatman (2011) metode ekuivalensi adalah metode yang digunakan dalam menghitung kesamaan nilai uang dari suatu waktu ke waktu. Konsep ini mengatakan jika sejumlah uang yang berbeda dibayarkan pada waktu yang berbeda dapat menghasilkan nilai yang sama satu sama lain secara ekonomis. Metode ini merupakan dasar dari perhitungan dan analisis arus kas (cash flow).

Uniform series. Dalam banyak hal sering terjadi suatu pembayaran atau angsuran yang sama besarnya (A) pada tiap periode (N) untuk jangka waktu yang panjang, misalnya membayar angsuran utang terhadap pinjaman dari bank. Arus kas yang sama besarnya setiap periode disebut uniform series. Ilustrasi arus kas uniform series terdapat pada Gambar 7.

Gambar 7. Arus kas uniform series

Capital recovery factor. Pada uniform series nilai konversi dari jumlah uang dengan nilai sekarang (P) ke besar angsuran yang sama besarnya (A) disebut capital recovery factor dengan fungsi:

13

2.7.5 Analisis Titik Impas (break even point)

Menurut Pramudya (1992) titik impas adalah titik dimana terjadi kesetimbangan antara dua alternatif yang berbeda. Diluar titik tersebut, kondisi alternatif tersebut berbeda sehingga akan mempengaruhi pengambilan keputusan. Suatu pengambilan keputusan yang tepat akan memberikan keuntungan, dan sebaliknya akan menimbulkan kerugian. Analisis titik impas dapat digunakan dalam berbagai hal yang menyangkut dua pemilihan alternatif, diantaranya penentuan volume produksi, pemilihan dua alat atau mesin yang sejenis, dan pemilihan sistem sewa atau beli suatu alat atau mesin.

2.7.6 Pemilihan Alat atau Mesin yang Sejenis

Menurut Pramudya (1992) analisis titik impas dapat digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan apabila harus memilih dua buah alternatif mesin yang mempunyai fungsi sama. Alternatif yang dipilih adalah mesin yang memiliki biaya produksi per unit yang paling murah.

Pada analisis ini, harus diketahui biaya tetap, tidak tetap, dan kapasitas dari alat yang dianalisis. Titik impas disini adalah jumlah volume produksi per tahun dimana kedua alat tersebut mempunyai biaya per unit produksi atau biaya pokok sama besar.

Biaya tidak tetap per unit produksi akan sama pada semua tingkat produksi. Sedangkan biaya tetap per unit produksi akan semakin rendah pada tingkat produksi yang semakin tinggi sehingga biaya pokok akan semakin rendah pada tingkat produksi yang semakin tinggi.

Dokumen terkait