BAB II KERANGKA TEORETIK
B. Evaluasi Dalam Manajemen
Fokus penelitian ini merupakan deskripsi evaluasi dalam manajemen masjid. Oleh karena itu penjelasan tentang evaluasi dalam proses manajemen menjadi penting sebagai landasan teoritik dalam analisa data di bab selanjutnya.
1. Pengertian Evaluasi
Worthen dan Sanders menyebutkan "evaluation is the determination of the worth of a thing. It includes obtaining information for 16Suharsimi Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul Jabar, Evaluasi Program Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), 5.
36
use in judging the worth of a program product, procedure, or objective, or of the potential utility of alternative approaches designed to attain specified objectives".18 Evaluasi merupakan penentuan nilai suatu hal, yang meliputi pengumpulan informasi yang digunakan untuk memutuskan nilai keberhasilan suatu program, produk, prosedur, tujuan, atau manfaat yang pada desain pendekatan alternative untuk mempertahankan tujuan khusus. Pengertian ini memberikan implikasi bahwa dalam melakukan evaluasi perlu adanya sesuatu yang jadi standart untuk menilai. Standart ini dijadikan acuan untuk melakukan analisis ketercapain tujuan program, efektifitas, efisiensi dan juga hambatan-hambatan yang dihadapi dalam program.
Sedangkan Stufflebeam dan Shinkfield mengartikan evaluasi sebagai "the process of delineating, obtaining, and providing descriptive and judgmental information about the worth and merit of some object goals, design, implementation, and impact in order to guide decision making, serve needs for accountability, and promote understanding of the involved phenomena".19 Evaluasi adalah proses menggambarkan, mengumpulkan, menyajikan secara deskriptif dan informatif tentang penentuan nilai dan manfaat tujuan dari objek, desain, implementasi, dan dampak untuk pengambilan suatu keputusan, penyajian keperluan untuk pertanggung- jawaban dan mempromosikan pemahaman terhadap fenomena yang terlibat.
18Blaine R. Worthen dan James R. Sanders,Educational Evaluation: Theory and Practice (Belmon: Wodworth Publising Company Inc., 1973), 19.
19Daniel L. Stufflebeam dan Anthony J. Shinkfield,Systematic Evaluation: a Self-instructional Guide to Theory and Practice(Boston: Kuwer-ijhoff Publishing, 1985), 159.
37
Menurut Purwanto20, dalam melakukan evaluasi setidaknya ada tiga hal yang menjadi perhatian, yaitu:
a. Kegiatan evaluasi merupakan proses yang sistematis, yaitu kegiatan ini terencana dan dilakukan secara berkesinambungan, bukan bersifat spontan. Evaluasi bukan hanya kegiatan akhir atau penutup dari sebuah program, tetapi mulai dilakukan di awal program, selama proses melaksanakan program dan di akhir program.
b. Setiap kegiatan evaluasi memerlukan berbagai informasi atau data yang berhubungan dengan hal yang sedang dievaluasi. Dalam evaluasi program, maka data-data relevan juga perlu dikumpulkan. Tekniknya bisa dengan observasi atau wawancara.
c. Kegiatan evaluasi tidak bisa dilepaskan dari tujuan, karena evaluasi adalah upaya menilai apakah tujuan telah dicapai ataukah belum. Bahkan evaluasi tidak bisa dilakukan jika belum jelas tujuan programnya.
Sehingga dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah kegiatan menilai dan mencari terobosan baru untuk penyempurnaan. Dalam prosesnya evaluasi mengandung analisis, pengukuran, dan penilaian terhadap kinerja sebuah program atau kegiatan.21 Proses pengukuran adalah membandingkan sesuatu dengan kriteria atau ukuran tertentu. Dalam evaluasi, pengukuran berarti implementasi dibandingkan dengan rencana, dalam beberapa kasus juga bisa dibandingkan dengan standart tertentu.
20Ngalim Purwanto,Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), 3-4.
21William N. Dunn,Pengantar Analisis Kebijakan Publik(Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2000), 36.
38
Sedangkan penilaian merupakan suatu tindakan mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik atau buruk. Dalam konteks evaluasi, penilaian berarti mengambil keputusan dengan memberikan nilai apakah program itu berjalan dengan baik atau tidak.22
2. Proses Evaluasi
Proses evaluasi pada umumnya memerlukan deskripsi yang detil tentang bagaimana program berjalan. Deskripsi ini bisa didasarkan pada observasi saat program tersebut dijalankan, atau bisa dari hasil wawancara dengan pihak pengurus atau petugas dan orang-orang yang dipandang memiliki data dan relevansi dengan pelaksanaan program tersebut. Banyak proses evaluasi menjadikan para pelaku sebagai nara sumber utama. Evaluasi tidak hanya menekankan pada hasil, justru lebih mendalami bagaimana prosesnya. Oleh karena itu evaluasi juga bersifat deskriptif, berkembang, berkesinambungan, luwes, dan induktif. Evaluator akan mengurai apa yang sesungguhnya terjadi dalam pelaksanaan program. Proses evaluasi juga menyelidiki pola-pola tidak formal dan akibat yang tidak diharapkan dari sebuah implementasi program.23
Husein Umar24 menjelaskan pentingnya sebuah evaluasi melalui sebuah prosedur evaluasi, yang meliputi:
22Junaidi,Modul Pengembangan Evaluasi Pembelajaran PAI(Jakarta: Direktorat Pendidikan Agama Islam, 2011), 8-9.
23Michael Quinn Patton,Metode Evaluasi Kualitatif, terj. Budi Puspo Priyadi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 31-32.
24Husein Umar,Evaluasi Kinerja Perusahaan – Teknik Evaluasi Bisnis dan Kinerja Perusahaan Secara Komprehensif, Kuantitatif, dan Modern(Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2003), 38.
39
a. Menentukan apa yang akan dievaluasi. Semua bagian dalam organisasi bisa dievaluasi. Jika dari manajemen organisasinya, maka mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan bisa dievaluasi, bahkan bagian-bagian dalam tiap kegiatan manajemen juga bisa dievaluasi. Bangunan fisik, tingkat kebersihan, kepuasan pelanggan dan sebagainya juga bisa dievaluasi, oleh karena itu seorang evaluator harus memutuskan secara jelas apa yang hendak dievaluasi.
b. Merancang desain kegiatan evaluasi. Sebelum evaluasi dilakukan maka perlu didesain terlebih dahulu data-data apa yang hendak dicari selama proses melakukan evaluasi. Hal ini sangat penting agar proses evaluasi tidak dilakukan sekedarnya saja, siapa saja yang akan dilibatkan, siapa sumber datanya, tahapan kerja apa yang harus dilakukan, dan sebagainya. c. Pengumpulan data. Berdasarkan desain yang telah disusun maka
dikumpulkan data-data yang dibutuhkan.
d. Pengolahan dan analisis data. Setelah data terkumpul, data tersebut diolah dan dikelompokkan agar mudah dianalisis dengan menggunakan alat-alat analisis yang sesuai sehingga dapat menghasilkan fakta yang dapat dipercaya. Selanjutnya dibandingkan dengan harapan atau rencana dengan menggunakan tolok ukur tertentu.
e. Laporan hasil evaluasi. Hasil evaluasi sebaiknya ditulis sebagai dokumen yang bisa digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Bisa diinformasikan secara lisan maupun tulisan.
40
f. Tindak lanjut hasil evaluasi. Evaluasi merupakan salah satu bagian dari fungsi manajemen. Oleh karena itu hasil evaluasi hendaknya dimanfaatkan oleh manajemen untuk mengambil keputusan dalam rangka mengatasi masalah manajemen, baik di tingkat strategi maupun tingkat implementasi strategi.
3. Hasil Evaluasi
Dengan melakukan evaluasi, akan tersedia data dan informasi akurat yang akan digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan manajemen serta penyusunan program selanjutnya. Suharsimi dan Cepi25 menjelaskan bahwa hasil dari evaluasi adalah sebuah rekomendasi bagi sang pengambil keputusan. Dimungkinkan ada empat jenis rekomendasi, yaitu:
a. Menghentikan program. Rekomendasi ini diberikan jika dalam analisis evaluator dipandang program tersebut tidak ada manfaatnya, atau jika dipaksanakan tidak akan bisa terlaksana sebagaimana yag diharapkan. b. Merevisi program. Rekomendasi ini diberikan jika terdapat bagian-bagian
yang kurang sesuai dengan harapan namun kesalahan atau ketidak- sesuaiannya tidak terlalu besar.
c. Melanjutkan progam. Evaluasi menilai bahwa program telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan memberikan manfaat.
25Suharsimi Arikunto dan cepi Safruddin Abdul Jabar,Evaluasi Program Pendidikan(Jakarta: Bumi Aksara, 2008), 22.
41
d. Menyebar-luaskan program. Evaluator bisa memberikan rekomendasi bahwa program bisa dilaksanakan di temapt-tempat lain karena memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan layak untuk diterapkan di temapt- tempat lain.