BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
B. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja Sasaran Strategis
Dalam laporan kinerja Sekretariat Daerah Kabupaten Kudus dapat memberikan gambaran penilaian tingkat pencapaian target sasaran dari masing-masing indikator kinerja kegiatan dan penilaian tingkat pencapaian target sasaran dari masing-masing indikator kinerja sasaran yang ditetapkan dalam Renstra Tahun 2018-2023. Sesuai ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Bupati Kudus.
Pengukuran kinerja ini berdasarkan Perjanjian Kinerja Sekretariat Daerah
25
Kabupaten Kudus Tahun 2020 dan berdasarkan Indikator Kinerja Utama telah ditetapkan 4 (empat) sasaran dengan 7 (tujuh) indikator dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 3.4 Pengukuran Kinerja Sekretariat Daerah Kabupaten Kudus Tahun 2020
No Indikator
Kinerja Utama
Tahun 2020 Sasaran strategis
Target Realisasi
% 1. Meningkatnya
efektivitas serta
2 Meningkatnya sinergitas
3 Meningkatnya kinerja
4 Meningkatnya pelaksanaan
Rata-rata capaian kinerja sasaran 101,68 103,85
Berikut ini akan diuraikan evaluasi dan analisis capaian kinerja yang menjelaskan capaian kinerja per sasaran strategis sebagai berikut:
1. Sasaran pertama
“ Meningkatnya efektivitas serta akuntabilitas pemerintahan daerah”
Sasaran pertama yang ingin dicapai oleh Sekretariat Daerah pada tahun 2020 adalah meningkatkan efektivitas serta akuntabilitas pemerintahan daerah dengan 4 (empat) indikator kinerja utama untuk mendukung tersebut, yaitu sebagai berikut:
26
Tabel 3.5 Capaian Kinerja Indikator Utama Setda Tahun 2020
No Indikator
Sasaran %
Capaian Th. 2019
Tahun 2020 Target
Akhir Target Realisasi Capaian
Kinerja
Berdasarkan hasil pengukuran sasaran sebagaimana tabel di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :
Capaian Kinerja Angka Inflasi Daerah sebesar 49,60 %, “Sangat Rendah”, maka belum dapat tercapai sesuai harapan. Capaian kinerja tersebut lebih rendah bila dibanding dengan tahun sebelumnya (2019) yang mencapai 100%.
Hal tersebut membuat daya beli masyarakat turun/rendah yang disebabkan karena wabah pandemi virus covid-19.
Hal-hal yang dapat menjadi faktor pendukung tercapainya sasaran, antara lain :
adanya monitoring perkembangan harga dan ketersedian barang, sehingga potensi inflasi bisa segera diketahui dan dikendalikan;
pengawasan distribusi untuk menghindari penimbunan barang.
Sedangkan yang menjadi faktor penghambat tercapainya sasaran adalah daya beli masyarakat yang turun atau rendah dikarenakan adanya wabah pandemi virus covid-19.
Strategi yang akan dilaksanakan untuk peningkatan di masa mendatang adalah:
1. Mengkoordinasikan dengan OPD dan Instansi teknis yang terkait untuk melakukan upaya-upaya yang dapat mendorong meningkatkan daya beli masyarakat, menjaga stabilitas harga dan menjaga ketersediaan barang.
2. Indikator Nilai LPPD, Nilai Akuntabilitas Kinerja, dan Indeks Reformasi Birokrasi realisasi capaian kinerjanya masih dalam proses penilaian.
Tolak ukur keberhasilannya dan indikatornya. Disajikan keterkaitan dengan tabel.
27
Tabel 3.6 Rumusan Indikator dan Formulasi Perhitungan
No Sasaran Indikator Formula Perhitungan
1 Meningkatkan Efektivitas serta Akuntabilitas Pemerintahan Daerah
Nilai LPPD Hasil penilaian evaluasi kinerja pemerintah daerah
Kemendagri Angka Inflasi
Daerah
Angka inflasi daerah dalam satu tahun, data BPS Kabupaten Kudus Nilai
Akuntabilitas Kinerja
Hasil penilaian evaluasi kinerja pemerintah daerah Kemenpan RB
Indeks Reformasi Birokrasi
Hasil penilaian evaluasi kinerja pemerintah daerah Kemenpan RB.
2. Sasaran 2
“Meningkatnya sinergitas pelaksanaan kebijakan daerah dan kesejahteraan rakyat “
Realisasi capaian sasaran Sasaran kedua yang ingin dicapai oleh Sekretariat Daerah pada tahun 2020 adalah meningkatnya sinergitas pelaksanaan kebijakan daerah dan kesejahteraan rakyat tersebut dapat dilihat dari tabel sebagai berikut :
Tabel 3.7 Target dan realisasi kinerja sasaran “Meningkatnya efektivitas serta akuntabilitas pemerintahan daerah”
No
. Indikator Kinerja
% Capaian
1 Persentase capaian kinerja bidang
Rata-rata capaian indikator sasaran 110,41 Sangat Tinggi
Berdasarkan tabel di atas, sasaran starategis meningkatnya efektivitas serta akuntabilitas pemerintahan daerah terealisasi sebesar 88,88 % dari target sebesar 80,50 % atau persentase rata-rata capaian kinerja indikator sasaran tahun 2020 sebesar 110,41%, kategori “Sangat Tinggi”, maka dapat tercapai sesuai harapan. Walaupun capaian kinerja tersebut lebih rendah bila dibanding dengan tahun sebelumnya 2019 yang mencapai 127,43%. Sedangkan untuk pencapaian
28
sampai dengan 2020 terhadap 2023 (akhir RPJMD) menjadi 108,39 %, (capaian target telah tercapai). Dan kenaikan yang signifikan ini dipengaruhi oleh jumlah rancangan peraturan perundang-undangan yang tersusun pada tahun 2020 meningkat hingga lebih dari 2 (dua) kali lipat dari target yang ditetapkan, serta pelaksanaan program/kegiatan lainnya juga dapat tercapai sesuai target.
Keberhasilan dalam mencapai target tersebut karena didukung dengan 6 (enam) program, diantaranya program fasilitasi tata pemerintahan, program penataan peraturan perundang-undangan, bantuan hukum dan penegakan HAM, program peningkatan kesejahteraan rakyat dan program pelayanan administrasi umum yang ada di masing-masing bagian. Adapun dari keenam program tersebut membutuhkan rata-rata capaian keuangan/anggaran sebesar Rp.37.456.607.239,- atau (89,71%) dari total anggaran sebesar Rp.41.751.809.000,-.
Cara perhitungan realisasi capaian sasaran strategis adalah sebagai berikut :
Persentase capaian kinerja bidang pemerintahan diperoleh dari perhitungan formula yaitu persentase fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan daerah ditambah capaian terhadap produk hukum daerah yang ditetapkan ditambah persentase fasilitasi peningkatan kesejahteraan sosial dan masyarakat dan kegiatan keagamaan serta ditambah Indeks kepuasan masyarakat ditiga bagian dibagi 6 (enam).
Tabel 3.8 Perhitungan capaian sasaran strategis 2
No.
Uraian
Indikator Kinerja Program (Outcome) / Kegiatan
(Output) 1 Persentase fasilitasi
penyelenggaraan pemerintahan
100 93,02 Persentase diperoleh dari pelaksanaan kegiatan fasilitasi pemerintahan daerah dan kegiatan fasilitasi penyelenggaraan otonomi daerah dan kerja sama
2 Indeks kepuasan masyarakat (IKM)
83 86 Persentase kegiatan pelayanan administrasi dan pelaporan keuangan dan kegiatan.peningkatan kapasitas sumber daya dan sarana prasarana aparatur
3 Capaian terhadap produk hukum daerah yang ditetapkan
87 86,49 Persentase diperoleh dari pelaksanaan kegiatan fasilitasi penyusunan rancangan peraturan per-UU-an, kegiatan pengkajian dan publikasi peraturan per-UU-an, kegiatan fasilitasi penanganan masalah hukum dan penegakan HAM dan kegiatan fasilitasi penanganan masalah hukum dan penegakan HAM (DBHCHT)
4 Indeks kepuasan masyarakat (IKM)
83 86 Persentase kegiatan pelayanan administrasi dan pelaporan keuangan dan kegiatan.peningkatan kapasitas sumber daya dan sarana prasarana aparatur
5 Persentase fasilitasi peningkatan kesejahteraan sosial dan masyarakat dan kegiatan keagamaan
100 95,77 Persentase diperoleh dari pelaksanaan kegiatan fasilitasi dan peningkatan kesejahteraan sosial kegiatan fasilitasi kegiatan keagamaan
6 Indeks kepuasan masyarakat (IKM)
83 86 Persentase kegiatan pelayanan administrasi dan pelaporan keuangan dan kegiatan.peningkatan kapasitas sumber daya dan sarana prasarana aparatur
Rata-rata Realisasi 88,88 Sumber : Bagian Setda Kabupaten Kudus
29 3. Sasaran 3
“Meningkatnya kinerja penyelenggaraan bidang perekonomian dan pembangunan”
Sasaran ketiga yang ingin dicapai oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Kudus pada tahun 2020 yaitu meningkatnya kinerja penyelenggaraan bidang perekonomian dan pembangunan, telah ditetapkan 1 (satu) indikator kinerja yang dapat dilihat dari tabel sebagai berikut :
Tabel. 3.9. Target dan realisasi kinerja sasaran “Meningkatnya kinerja penyelenggaraan bidang perekonomian dan pembangunan”
Berdasarkan tabel di atas, sasaran strategis meningkatnya kinerja penyelenggaraan bidang perekonomian dan pembangunan terealisasi sebesar 88,82 % dari target sebesar 80,50 % atau prosentase rata-rata capaian kinerja indikator sasaran tahun 2020 sebesar 110,34 %, kategori “Sangat Tinggi”, maka dapat tercapai sesuai harapan. Walaupun capaian kinerja tersebut lebih rendah bila dibanding dengan tahun sebelumnya 2019 yang mencapai 115,67%.
Sedangkan untuk pencapaian sampai dengan tahun 2020 terhadap tahun 2023 (akhir RPJMD) menjadi 108,34%. (capaian target telah tercapai). Dan Kenaikan yang signifikan ini dipengaruhi oleh jumlah peserta sosialisasi pengadaan barang/jasa tahun 2020 meningkat hingga lebih dari 2 (dua) kali lipat dari target yang ditetapkan serta pelaksanaan program/kegiatan lainnya juga dapat tercapai sesuai target. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatakan pemahaman dan persamaan persepsi atas regulasi pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Dalam mencapai sasaran ini, dilakukan melalui 6 (enam) program yaitu program peningkatan perekonomian daerah, program pengelolaan administrasi pembangunan, program pengelolaan pengadaan barang dan jasa dan program pelayanan administrasi umum dimasing-masing bagian terdapat
program tersebut. Adapun rata-rata capaian keuangan/anggaran sebesar Rp. 1.252.353.798,- atau (79,70%) dari total anggaran sebesar Rp.
1.571.401.000,- .
No .
Indikator Kinerja % Capaian kinerja
1 Persentase capaian kinerja bidang
RATA-RATA CAPAIAN INDIKATOR SASARAN 110,34 Sangat tinggi
30
Cara perhitungan realisasi capaian sasaran strategis adalah sebagai berikut :
Persentase capaian kinerja bidang perekonomian dan pembangunan diperoleh dari perhitungan formula yaitu persentase pelaksanaan TPID ditambah persentase kenaikan kontribusi laba BUMD terhadap PAD ditambah persentase realisasi kegiatan pembangunan tepat waktu ditambah persentase pelaksanaan pengadaan barang/jasa ditambah Indeks kepuasan masyarakat di tiga bagian dibagi 7 (tujuh), Berikut perhitungan capaian sasaran strategis:
Tabel 3.10 Perhitungan capaian sasaran strategis 3
No. Uraian
Indikator Kinerja Program (Outcome) /
Kegiatan (Output)
Tahun 2020
Perhitungan Target (%) Realisasi (%)
1 Persentase pelaksanaan rekomendasi TPID
80,5 100 Persentase diperoleh dari pelaksanaan Kegiatan pengembangan perekonomian daerah.
2 Prosentase kenaikan kontribusi laba BUMD terhadap PAD
6 7,22 Persentase diperoleh dari pelaksanaan Kegiatan pembinaan BUMD BLUD.
3 Indeks kepuasan masyarakat (IKM)
83 86 Persentase kegiatan
pelayanan administrasi dan pelaporan keuangan dan kegiatan.peningkatan kapasitas sumber daya dan sarana prasarana aparatur 4 Persentase realisasi
kegiatan Pembangunan tepat waktu
88,5 100 Persentase diperoleh dari pelaksanaan Kegiatan Penyusunan program pembangunan daerah dan kegiatan pengendalian, evaluasi dan pelaporan program pembangunan daerah.
5 Indeks kepuasan masyarakat (IKM)
83 86 Persentase kegiatan
pelayanan administrasi dan pelaporan keuangan dan kegiatan.peningkatan kapasitas sumber daya dan sarana prasarana aparatur 6 Prosentase pelaksanaan
pengadaan barang dan jasa
87 156,52 Persentase diperoleh dari pelaksanaan Kegiatan pembinaan dan advokasi pengadaan barang/jasa, kegiatan pengelolaan Pengadaan Barjas dan Kegiatan Pengelolaan layanan pengadaan barang/jasa secara elektronik
7 Indeks kepuasan masyarakat (IKM)
83 86 Persentase kegiatan
pelayanan administrasi dan pelaporan keuangan dan kegiatan.peningkatan kapasitas sumber daya dan sarana prasarana aparatur RATA-RATA REALISASI 88,82
Sumber : Bagian Setda Kabupaten Kudus
31 4. Sasaran 4
“Meningkatnya pelaksanaan kebijakan di bidang organisasi, protokol dan komunikasi pimpinan serta administrasi umum“
Sasaran keempat yang ingin dicapai oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Kudus pada tahun 2020 adalah meningkatnya pelaksanaan kebijakan bidang organisasi dan komunikasi pimpinan serta administrasi umum, telah ditetapkan 1 (satu) indikator kinerja yang dapat dilihat dari tabel sebagai berikut :
Tabel. 3.11. Target dan realisasi kinerja sasaran “Meningkatnya pelaksanaan kebijakan di bidang organisasi, protokol dan komunikasi pimpinan serta administrasi umum”
No. Indikator Kinerja
% Capaian kinerja Tahun
2019
Tahun 2020 Target
akhir 1 Persentase capaian
kinerja bidang organisasi, protokol dan komunikasi pimpinan serta administrasi umum
100,20 83,5 113,88 136,38 Sangat Tinggi
85 133,98
RATA-RATA CAPAIAN INDIKATOR SASARAN 136,38 Sangat tinggi
Berdasarkan tabel di atas, meningkatnya pelaksanaan kebijakan di bidang organisasi, protokol dan komunikasi pimpinan serta administrasi umum terealisasi sebesar 113,88 % dari target sebesar 83,50 % atau persentase rata-rata capaian kinerja tahun 2020 sebesar 136,38%, kategori “Sangat Tinggi”, maka dapat tercapai sesuai harapan dan capaian kinerja tersebut lebih tinggi bila dibanding dengan tahun 2019 yang mencapai 100,20%. Sedangkan untuk pencapaian sampai dengan tahun 2020 terhadap tahun 2023 (akhir RPJMD) menjadi 133,98%, (target telah tercapai). Dan kenaikan yang signifikan ini dipengaruhi oleh jumlah fasilitasi penyusunan anjab dan evjab pada tahun 2020 meningkat hingga lebih dari 8 (delapan) kali lipat dari target yang ditetapkan, hal tersebut disebabkan karena dalam rangka memenuhi ketentuan regulasi untuk penataan kelembagaan perangkat daerah di Kabupaten Kudus. Dalam mencapai sasaran ini, dilakukan melalui 3 (tiga) program yaitu program pembinaan kelembagaan, ketatalaksanaan dan pelayanan publik, akuntabilitas kinerja pemerintah daerah dan reformasi birokrasi, program peningkatan pelayanan kedinasan kepala daerah/wakil kepala daerah dan program pengelolaan komunikasi dan informasi publik. Adapun dari 8 (delapan) program tersebut membutuhkan capaian keuangan/anggaran sebesar Rp. 10.484.255.916,- (78,44%) dari total anggaran sebesar Rp.13.365.136.000,-.
32
Cara perhitungan realisasi capaian sasaran strategis adalah sebagai berikut dalam tabel:
Persentase capaian kinerja bidang organisasi, protokol dan komunikasi pimpinan serta administrasi umum diperoleh dari perhitungan formula yaitu persentase efektivitas kelembagaan perangkat daerah ditambah nilai SAKIP Setda ditambah Indeks reformasi Birokrasi ditambah Persentase kelancaran pelayanan kedinasan kepala daerah/wakil kepala daerah ditambah persentase pengelolaan komunikasi dan informasi publik ditambah program pelayanan administrasi umum ditiga bagian dibagi 8 (delapan), berikut perhitungan capaian sasaran strategis:
Tabel 3.12
Perhitungan capaian sasaran strategis 4
No.
Uraian
Indikator Kinerja Program (Outcome) / Kegiatan
(Output)
Tahun 2020 Keterangan
Target (%) Realisasi (%) 1 Persentase efektivitas
kelembagaan perangkat daerah
88 255,56 Persentase diperoleh dari pelaksanaan kegiatan fasilitasi kelembagaan perangkat daerah
2 Nilai SAKIP setda 100 97,61 Persentase diperoleh
dari kegiatan penyelenggaraan akuntabilitas kinerja Pemda dan reformasi birokrasi
3 Indeks Reformasi Birokrasi 74 100 Persentase diperoleh dari kegiatan fasilitasi pelaksanaan
reformasi birokrasi 4. Indeks Kepuasan Masyarakat
(IKM)
83 86 Persentase kegiatan
pelayanan daya dan sarana prasarana aparatur 5 Persentase kelancaran
pelayanan kedinasan kepala daerah/ wakil kepala daerah
100 100 Persentase diperoleh
dari pelaksanaan
6 Persentase pengelolaan komunikasi dan informasi publik
100 99,89 Persentase diperoleh dari pelaksanaan kegiatan fasilitasi komunikasi dan informasi pimpinan daerah.
7 Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
83 86 Persentase kegiatan
pelayanan daya dan sarana prasarana aparatur
33
No.
Uraian
Indikator Kinerja Program (Outcome) / Kegiatan
(Output)
Tahun 2020 Keterangan
Target (%) Realisasi (%) 8 Indeks Kepuasan
Masyarakat (IKM)
83 86 Persentase kegiatan
pelayanan administrasi dan pelaporan keuangan dan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya dan sarana prasarana aparatur RATA-RATA REALISASI 113,88
Sumber : Bagian Setda Kabupaten Kudus.
Permasalahan dan Solusi a. Permasalahan :
1. Angka inflasi daerah Kabupaten Kudus, belum terealisasi sesuai target sebesar 3,5 +/- 1%, realisasi 1,24 %, (angka inflasi rendah/turun), terjadi kenaikan harga-harga karena dampak pandemi Covid-19;
2. Secara kualitas dan kuantitas SDM Sekretariat Daerah masih belum memadai;
3. Beberapa unsur dalam pelayanan masih kurang;
4. Untuk Layanan Pengadaan memang secara struktur sudah terbentuk menjadi sebuah bagian, namun personil untuk melaksanakan pengadaan Barang dan Jasa masih dalam proses penyusunan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Pengadaan Barang dan Jasa pada Bagian PBJ Setda.
b. Solusi :
1. Mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) agar mengintensifkan koordinasi dengan OPD dan instansi terkait untuk melakukan upaya-upaya yang dapat menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat;
2. Optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada;
3. Usulan penambahan personil ke BKPP Kabupaten Kudus;
4. Mendorong terbentuknya Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Pengadaan Barang dan Jasa pada Bagian PBJ Setda.