• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. Kekuatan daya tawar pemasok

3.8.1 Tahap input

3.8.1.1 Evaluasi Faktor Internal (IFE) Strengths

S1 Memiliki tenaga pengajar berkualitas dan berpengalaman

S2 Memiliki sarana & prasarana sekolah yang lengkap dan berkondisi baik S3 Memiliki sumber pendanaan yang memadai

S4 Sekolah Mutiara Bangsa 3 menjamin lulusannya memiliki kemampuan akademis dan budi pekerti yang baik

S5 Memiliki muatan lokal kewirausahaan Kekuatan SMA Mutiara Bangsa 3 sebagai berikut:

1. Memiliki tenaga pengajar berkualitas dan berpengalaman

Hampir semua tenaga pengajar di MB3 merupakan lulusan S1 pendidikan sesuai dengan bidang ilmu yang diambil. Ada yang berlatar belakang pendidikan di

universitas Sananta Dharma, Jember, Pendidikan Indonesia dan lainnya, Dan juga ada beberapa guru MB3 yang berprestasi mendapatkan penghargaan dari dinas pendidikan. Serta para guru di MB3 memiliki pengalaman mengajar rata-rata 2 tahun keatas. Dengan begitu siswa-siswi MB3 mendapatkan pendidikan yang berkualitas karena dididik oleh tenaga pengajar yang sudah berpengalaman dan ahli dibidangnya.

2. Memiliki sarana & prasarana sekolah yang lengkap dan berkondisi baik

Kondisi sarana dan prasarana masih relatif baru mengingat MB3 dibangun tahun 2005 dan semuanya dalam kondisi baik, Gedung SMA MB3 dilengkapi beberapa fasilitas yaitu ruang ber-AC di setiap kelas, ruang kelas dilengkapi CCTV, sistem pembelajaran memakai LCD (infokus), televisi, teknologi komputer baik di ruang kantor, laboraturium, perpustakaan, dll. Memiliki lab bahasa, laboratorium IPA Fisikia-Biologi-Kimia, 3 fasilitas lapangan olahraga: lapangan basket, lapangan futsal, lapangan bulu tangkis dan sarana pendukung lainnya.

3. Memiliki sumber pendanaan yang memadai

Sekolah MB3 memiliki sumber pendanaan yang cukup untuk menunjang kegiatan operasionalnya, adapun sumber pendanaan ini didapat melalui yayasan Bina Mustika Bangsa yang menaungi sekolah MB1, MB2, MB3 yang memiliki sumber pendapatan yang berasal dari kegiatan operasional sekolah maupun dari unit bisnis lain.

4. Sekolah Mutiara Bangsa 3 menjamin lulusannya memiliki kemampuan akademis dan budi pekerti yang baik.

Itu dibuktikan dengan sistem pembelajaran yang terstruktur dengan baik dan tepat sasaran dengan dibimbing oleh guru-guru yang berkompeten dan juga penerapan standart nilai kenaikan kelas maupun kelulusan yang tinggi bagi

siswa-siswinya sehingga mendorong siswa-siswi untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa naik kelas dan lulus. Tidak hanya kemampuan akademis yang baik saja namun juga MB3 memberikan pendidikan budi pekerti, akhlak mulia, moral, maupun disiplin serta disediakannya bimbingan konseling bagi siswa-siswi yang mengalami masalah dalam belajar/pribadi masing-masing siswa.

5. Memiliki muatan lokal kewirausahaan.

Sebagai terobosan baru sekolah MB3 yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan ketrampilan berwirausaha bagi para siswa-siswinya. Muatan lokal kewirausahaan ini mencakup yaitu: sikap dan perilaku usaha, kepemimpinan usaha, merencanakan usaha, dan pengelolahan usaha. Dengan adanya muatan lokal kewirausahaan ini setidaknya memberikan pengetahuan dasar bagi siswa-siswi MB3 yang nantinya lulusan akan memulai usaha, meneruskan usaha orang tua, maupun melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya.

Weakness

W1 Minimnya penggunaan teknologi informasi dalam sekolah W2 Letak sekolah yang kurang strategis

W3 Metode pembelajaran di kelas masih terpusat pada guru dan kurang aktifnya siswa dalam proses belajar-mengajar

W4 Penggunaan website yang belum optimal W5 Jumlah tenaga pengajar terbatas

Kelemahan SMA Mutiara Bangsa 3 sebagai berikut:

1. Minimnya penggunaan teknologi informasi dalam sekolah.

Penggunaan teknologi informasi di sekolah MB3 masih terbatas penggunaan komputer untuk melakukan input, mengolah data, maupun kegiatan lainnya yang berhubungan dengan administrasi sekolah dan juga mata pelajaran komputer. Sedangkan dalam penyampaian informasi seperti pengumuman, jadwal guru, dll masih menggunakan papan tulis sebagai medianya begitu juga dengan penyampaian materi pelajaran dikelas.

2. Letak sekolah yang kurang strategis.

Sekolah MB3 terletak didalam komplek ruko-ruko dimana sekolah ini tidak terletak dijalur utama, hal ini menjadi kekurangan MB3 dikarenakan untuk mencapai kesana masyarakat harus melihat palang penunjuk arah yang sudah disediakan pihak MB3.

3. Metode pembelajaran di kelas masih terpusat pada guru dan kurang aktifnya siswa dalam proses belajar-mengajar.

Saat ini proses belajar-mengajar yang berlangsung di MB3 masih dilakukan secara konvensional dengan guru dan murid bertemu dikelas dalam waktu tertentu. Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung guru menerangkan materi pelajaran dan siswa mendengar namun selama proses belajar berlangsung komunikasi masih berjalan 1 arah dimana siswa kurang aktif dalam menanyakan dan hanya guru saja padahal dengan dikelas terjadi diskusi dan tanya jawab itu untuk melatih siswa berpikir kritis untuk setiap materi pelajaran yang diterima.

4. Penggunaan website yang belum optimal.

Salah satu media promosi yang dilakukan MB3 untuk menjangkau calon siswa-siswi baru yaitu dengan menggunakan website yang beriisikan informasi mengenai profil sekolah maupun kegiatan-kegiatan yang pernah dilakukan sekolah, namun sayang informasi yang dicantumkan dalam website tersebut tidak menampilkan informasi yang lengkap yang dibutuhkan masyarakat untuk mengenal sekolah MB3 dan juga website yang sudah ada jarang sekali diperbaharui.

5. Jumlah tenaga pengajar terbatas.

MB3 memiliki tenaga pengajar yang berkualitas namun jumlahnya sangat terbatas dimana setiap mata pelajaran hanya memiliki 1 guru pengajar dan merangkap mengajar di SMP juga sehingga ketika guru yang bersangkutan

berhalangan mengajar tidak ada guru pengganti untuk mata pelajaran tersebut dan juga terkadang ketika guru berhalangan hadir siswa-siswi hanya diberikan tugas dikelas untuk dikerjakan sampai jam kelas tersebut berakhir.

Matriks IFE Mutiara Bangsa 3

No Faktor Internal Bobot Peringkat Skor

Strengthts

1 Memiliki tenaga pengajar

berkualitas dan berpengalaman

0,2199 4 0,8796

2 Memiliki sarana & prasarana

sekolah yang lengkap dan berkondisi baik

0,0864 3 0,2592

3 Memiliki sumber pendanaan yang

memadai

0,0850 3 0,255

4 Sekolah Mutiara Bangsa 3

menjamin lulusannya memiliki kemampuan akademis dan budi pekerti yang baik

0,3813 4 1,5252

5 Memiliki muatan lokal

kewirausahaan

0,1165 3 0,3495

Weakness

1 Minimnya penggunaan teknologi

informasi dalam sekolah

0,0192 2 0,0192

2 Letak sekolah yang kurang strategis 0,0093 2 0,0186

3 Metode pembelajaran di kelas masih

terpusat pada guru dan kurang aktifnya siswa dalam proses belajar-mengajar

0,0421 1 0,0421

4 Penggunaan website yang belum

optimal

0,0122 2 0,0244

5 Jumlah tenaga pengajar terbatas 0,0281 1 0,0281

Total 1 3,4009

Tabel 3.1 Matriks IFE Mutiara Bangsa 3 3.8.1.2 Evaluasi Faktor Eksternal (EFE)

Opportunities

O1 Meningkatnya perkembangan teknologi informasi dibidang pendidikan O2 Banyaknya penduduk usia sekolah di Jakarta Barat

O3 Dukungan pemerintah dalam penggunaan TIK dibidang pendidikan

O4 Pandangan positif masyarakat terhadap sekolah yang menerapkan e-learning O5 Program wajib belajar 12 tahun dan kurikulum baru tahun 2013

1. Meningkatnya perkembangan teknologi informasi dibidang pendidikan

Perkembangan teknologi informasi pada era globalisasi sekarang ini sangat penting karena meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat. Begitupun dalam bidang pendidikan penerapan teknologi informasi ini dapat meningkatkan produktivitas manajemen pendidikan. Dengan keberhasilan dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas bagi manajemen pendidikan akan ikut menentukan kelangsungan hidup lembaga pendidikan tersebut. Salah satu bukti peningkatan penggunaan teknologi informasi yaitu meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) jumlah pengguna internet pada tahun 2011 sekitar 55 juta, lalu tumbuh menjadi 63 juta pada 2012.

2. Banyaknya jumlah penduduk usia sekolah di Jakarta Barat

Berdasarkan data sensus penduduk tahun 2010 yang dilakukan Badan Pusat Statistik menunjukan banyaknya jumlah penduduk usia sekolah dengan umur 10-14 tahun di Jakarta Barat yaitu 183.614 jiwa dengan jumlah laki-laki 93.473 dan perempuan 90.141. Dengan masih banyaknya jumlah penduduk usia sekolah di Jakarta Barat menunjukan daya derap pasar masing sangat tinggi.

3. Dukungan pemerintah dalam penggunaan TIK dibidang pendidikan

Pemerintah dalam UU no.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 31 dan SK Mendiknas no. 107/U/2001 tentang PTJJ mendukung penggunaan teknologi informasi guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan menyediakan infrastruktur untuk menyelenggarakan teknologi informasi seperti SAS (Sistem Administrasi Sekolah) yang disediakan pemerintah untuk mendukung sistem administrasi sekolah-sekolah dan juga pemerintah mendukung realisasi penerapan e-learning dalam pendidikan.

4. Pandangan positif masyarakat terhadap sekolah yang menerapkan e-learning Bagi masyarakat moderen seperti sekarang ini penggunaan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari bukan hal yang asing melainkan sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari sebagai contohnya penggunaan handphone untuk berkomunikasi, penggunaan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan, dan masih banyak lainnya sehingga pandangan masyarakat terhadap kemajuan teknologi ini disambut baik begitupun dalam dunia pendidikan penerapan teknologi seperti e-learning disekolah dipandang positif oleh masyarakat karena memberikan manfaat yang baik bagi peningkatan kualitas belajar siswa-siswinya. 5. Program wajib belajar 12 tahun dan kurikulum baru tahun 2013

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan program wajib belajar 12 tahun dan kurikulum baru tahun 2013 dimana dalam program tersebut Kemendikbud juga menargetkan pada tahun 2020 semua warga Indonesia berpendidikan minimal SMA. Penerapan program wajib belajar 12 tahun ini bertujuan untuk memperluas akses semua anak bangsa dalam dunia pendidikan dan juga penerapan kurikulum baru tahun 2013 ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi dalam sisi sikap dan sisi pengetahuan. Kurikulum ini juga menggunakan scientific approach yang mengutamakan kemampuan bertanya dan nalar menjadi proses penting dan obyek pengamatannya adalah fenomena alam dan fenomena sosial. Dengan adanya dukungan pemerintah dalam program wajib belajar 12 tahun dan kurikulum 2013 ini membuka pandangan masyarakat terhadap pentingnya pendidikan sampai jenjang SMA serta memberikan dorongan bagi sekolah-sekolah untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas baik secara akademis maupun budi pekerti guna menjawab kebutuhan pada era globalisasi sekarang ini.

Threats

T1 Banyaknya sekolah SMA di Jakarta yang menerapkan e-learning T2 Adanya produk subtitusi seperti homeschooling

T3 Tren orang tua murid yang ingin menyekolahkan anaknya ke luar negri T4 Adanya program SBB (Sekolah Bebas Biaya) pemerintah

T5 Mahalnya biaya penerapan teknologi informasi Ancaman bagi sekolah Mutiara Bangsa 3 sebagai berikut:

1. Banyaknya sekolah SMA di Jakarta yang sudah menerapkan e-learning

Banyak di Jakarta sekolah-sekolah unggulan baik sekolah negri maupun swasta yang sudah menerapkan e-learning untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sebagai terobosan dalam meningkatkan taraf sistem pembelajaran yang ada disekolah tersebut dan juga menambah nilai lebih sekolah dimata orang tua siswa sehingga meningkatkan kepercayaan orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya disana. Bagi sekolah-sekolah yang belum menerapkan e-learning ini merupakan ancaman dari terus berkembangnya tuntunan masyarakat dan zaman akan penggunaan teknologi informasi.

2. Adanya produk subtitusi seperti homeschooling

Adanya institusi yang setara dengan sekolah-sekolah pada umumnya yang menawarkan kelebihan tersendiri membuat beberapa orang tua memilih alternatif pendidikan bagi anaknya dengan menerapkan home schooling. Adapun salah satu kelebihan yang ditawarkan home schooling adalah fleksibilias waktu belajar dimana ini tidak dimiliki sekolah-sekolah pada umumnya dan juga kurikulum pembelajaran bisa disesuaikan dengan bakat dan minat dari anak. Dengan maraknya orang tua menerapkan home schooling bagi anaknya maka secara tidak langsung jumlah calon siswa MB3 berkurang.

3. Tren orang tua murid yang ingin menyekolahkan anaknya keluar negri

Hal ini dikarenakan sebagian orang tua beranggapan bahwa pendidikan diluar negri lebih baik dibandingkan pendidikan didalam negri, inilah yang menjadi alasan kenapa banyak orang tua ingin menyekolahkan anaknya ke luar negri. Namun perkara menyekolahkan anak keluar negri membutuhkan biaya yang tidak sedikit hanya yang memiliki ekonomi yang tinggi saja yang bisa.

4. Adanya program SBB (Sekolah Bebas Biaya) pemerintah

Program yang diluncurkan pemerintah ini didirikan untuk memberikan sarana pendidikan yaitu sekolah untuk menimbah ilmu dengan membebaskan anak murid dari biaya uang sekolah. Program SBB pemerintah ini sebagian besar diterapkan disekolah negri dikarenakan pendanaan kegiatan operasionalnya semuanya ditanggung oleh pemerintah sedangkan bagi sekolah swasta program ini tidak ada dikarenakan pemerintah beranggapan bahwa swasta merupakan organisasi profit, untuk itulah keberadaan sekolah bebas biaya ini menjadi ancaman tersendiri bagi MB3.

5. Mahalnya biaya penerapan teknologi informasi

Ini membuat tidak banyak sekolah yang mampu menerapkan teknologi informasi yang baik dikarenakan untuk dapat menerapkan teknologi informasi yang baik yang menjadi kendala salah satunya adalah besarnya biaya yang dikeluarkan untuk investasi di teknologi informasi ini.

Matriks EFE Mutiara Bangsa 3

No Faktor Eksternal Bobot Peringkat Skor Opportunities

1 Meningkatnya perkembangan

teknologi informasi dibidang pendidikan

0,0592 3 0,1776

2 Banyaknya penduduk usia

sekolah di Jakarta Barat

0,1176 2 0,2352

3 Dukungan pemerintah dalam

penggunaan TIK dibidang

pendidikan

4 Pandangan positif masyarakat

terhadap sekolah yang

menerapkan e-learning

0,0479 1 0,0479

5 Program wajib belajar 12 tahun

dan kurikulum baru tahun 2013

0,1704 2 0,3408

Threats

1 Banyaknya sekolah SMA di

Jakarta yang menerapkan e-learning

0,0212 2 0,0424

2 Adanya produk subtitusi seperti

homeschooling

0,2641 3 0,7923

3 Tren orang tua murid yang ingin

Dokumen terkait