• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 LAPORAN KASUS KELOLAAN UTAMA

3.3 Perencanaan Tindakan Keperawatan

3.5.1 Evaluasi Formatif

Evaluasi subjektif yang telah dicapai keluarga setelah diberikan tindakan keperawatan untuk tujuan khusus 1, yaitu keluarga mengatakan arti dari gizi seimbang adalah gizi yg lengkap yg memenuhi kebutuhan tubuh dan mengandung 3 zat yang diperlukan tubuh, keluarga mengatakan arti dari gizi kurang adalah keadaan dimana tubuh tidak mendapatkan gizi yang cukup, serta keluarga mengatakan tanda dan gejala kurang gizi yaitu anak tampak kurus, rambut tipis, lemas, kulit kering, pucat, dan anak tidak ceria. Evaluasi subjektif yang telah dicapai keluarga setelah diberikan tindakan keperawatan untuk tujuan khusus 2, yaitu keluarga megatakan akibat dari kurang gizi yaitu gangguan tumbuh

kembang, gampang sakit, dan sulit berpikir dan keluarga mengatakan mau merawat An. S dengan gizi kurang. Evaluasi subjektif yang telah dicapai keluarga setelah diberikan tindakan keperawatan untuk tujuan khusus 3, yaitu keluarga mengatakan cara mengatasi gizi kurang yaitu dengan memberikan makanan gizi seimbang, makan teratur, dan makan cukup sesuai kebutuhan, keluarga mengatakan bahwa triguna makanan terdiri dari 3 zat yaitu zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur, keluarga mengatakan bahwa zat tenaga berasal dari nasi, kentang, ubi, singkong, atau kacang-kacangan, keluarga mengatakan zat pembangun berasal dari ikan, telur, tempe, dan daging, keluarga mengatakan zat pengatur berasal dari buah-buahan & sayur-sayuran. Keluarga juga mengatakan bahwa cara memilih makanan yaitu makanan bergizi, bahan makanan masih segar tidak berbau tidak sedap/layu, harga terjangkau, kemudian cara untuk mengolah makanan yaitu dgn dicuci dulu stelah itu baru dipotong, peralatannya dicuci bersih, beras dicuci 2x, sayuran tidak dimasak terlalu lama, dan keluarga mengatakan akan menyediakan menu seimbang dan bervariasi setiap hari, memberikan makanan selingan dan mengusahakan untuk menyediakan buah untuk anak. Keluarga menyebutkan jadwal makanan yang akan disediakan untuk hari berikutnya. Evaluasi subjektif yang telah dicapai keluarga setelah diberikan tindakan keperawatan untuk tujuan khusus 4, yaitu keluarga mengatakan cemilan sehat adalah makanan ringan yang membantu memenuhi gizi anak, seperti bubur kacang hijau, bubur sumsum, pudding, dan roti, keluarga menyebutkan cara menyajikan makanan yaitu menunya bervariasi, patuh pada jadwal menu makanan, dan jumlah makanan sesuai kebutuhan, keluarga mengatakan cara mengatasi anak yg sulit makan yaitu tidak memaksa anak tetapi ikuti kemauan anaknya untuk makan sambil bermain, beri makan sesuai selera anak agar tidak bosan, tidak memberi makan yg manis sebelum makan, dan menyajikan makanan dalam bentuk yg menarik. Keluarga juga mengatakan lingkungan yang dapat meningkatkan nafsu makan anak yaitu dengan makan bersama teman sebaya atau anggota keluarga, menggunakan alat makan yang menarik, dan makan sambil bercerita. Evaluasi subjektif yang telah dicapai keluarga setelah diberikan tindakan keperawatan untuk tujuan khusus 5, yaitu keluarga mengatakan fasilitas kesehatan terdekat adalah RS Tumbuh Kembang, puskesmas, dan bidan, keluarga

mengatakan manfaat berkunjung ke pelayanan kesehatan: periksa kesehatan anak, mendapatkan penyuluhan kesehatan, dan keluarga mengatakan akan berkunjung ke pelayanan kesehatan untuk memeriksa kesehatan.

3.5.1.2 Evaluasi Objektif

Evaluasi objektif yang telah dicapai keluarga setelah diberikan tindakan keperawatan untuk tujuan khusus 1 yang dilakukan sebanyak 1 x 45 menit, yaitu keluarga telah mampu mengenal masalah gizi kurang yang ditandai dengan menyebutkan definisi dari gizi seimbang dan gizi kurang dengan benar, menyebutkan tanda dan gejala dari gizi kurang, menyebutkan penyebab balita kekurangan gizi, dan keluarga telah mampu mengidentifikasi adanya anggota keluarga yang mengalami kurang gizi berdasarkan tanda dan gejala yang dimiliki. Evaluasi objektif yang telah dicapai keluarga setelah diberikan tindakan keperawatan untuk tujuan khusus 2 yang dilakukan sebanyak 1 x 45 menit, yaitu keluarga telah mampu mengambil keputusan dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gizi kurang, yang ditandai dengan keluarga telah mampu menyebutkan akibat dari gizi kurang pada balita jika tidak ditangani, dan telah mengambil keputusan untuk merawat An. S yang mengalami gizi kurang. Evaluasi objektif yang telah dicapai keluarga setelah diberikan tindakan keperawatan untuk tujuan khusus 3 yang dilakukan sebanyak 3 x 45 menit, yaitu keluarga telah mampu merawat anggota keluarga yang mengalami kurang gizi, yang ditandai dengan keluarga telah mampu menyebutkan triguna makanan dan sumber-sumbernya, menyebutkan cara mengatasi masalah kurang gizi pada balita, membuat jadwal menu makanan seimbang dan bervariasi berdasarkan triguna makanan, menyebutkan cara memilih dan mengolah makanan yang baik dan benar, mendemonstrasikan cara mengolah makanan, keluarga telah mampu menyebutkan definisi dari cemilan sehat, manfaat cemilan sehat, tujuan dari pemberian cemilan sehat, mampu memilih jenis cemilan sehat dan tidak sehat dengan menggunakan food model, dan telah mampu membuat cemilan sehat berupa puding tinggi karbohidrat dan tinggi protein (puding yang berbahan dasar tepung terigu dan telur) sebanyak 1 kali. Evaluasi objektif yang telah dicapai keluarga setelah diberikan tindakan keperawatan untuk tujuan khusus 4 yang

dilakukan sebanyak 1 x 45 menit, yaitu keluarga telah mampu memodifikasi lingkungan untuk merawat anak dengan gizi kurang, yang ditandai dengan keluarga telah mampu menyebutkan cara menyajikan makanan, menyebutkan cara mengatasi anak yang tidak bersedia makan, mampu menyebutkan cara untuk menciptakan lingkungan yang mendukung untuk meningkatkan status gizi balita seperti menggunakan alat makan yang menarik bagi anak, serta keluarga mampu membuat modifikasi makanan nugget sayur. Evaluasi objektif yang telah dicapai keluarga setelah diberikan tindakan keperawatan untuk tujuan khusus 5 yang dilakukan sebanyak 1 x 45 menit, yaitu keluarga telah mampu menggunakan fasilitas kesehatan yang ada untuk meningkatkan status gizi balita, yang ditandai dengan keluarga telah mampu menyebutkan fasilitas kesehatan yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal dan mampu menjelaskan manfaat dari mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan.

Pemeriksaan fisik terkait masalah gizi pada balita dilakukan di akhir pertemuan sebagai bentuk keberhasilan dari intervensi keperawatan yang dilakukan. Berat badan An. S mengalami peningkatan yaitu sebanyak 0,2 kg. Setelah dilakukan intervensi keperawatan terhadap An. S, berat badan sebelumnya (8,6 kg) mengalami peningkatan menjadi 8,8 kg.

3.5.1.3 Analisis Evaluasi

Penatalaksanaan tindakan keperawatan pada keluarga Bapak D dilakukan berdasarkan perencanaan tindakan keperawatan yang dibuat untuk mencapai tujuan dari pelaksanaan asuhan keperawatan. Dari hasil penatalaksanaan tindakan keperawatan, didapatkan hasil bahwa tujuan khusus 1 -5 telah tercapai dengan baik.

3.5.1.4 Rencana Tindak Lanjut

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 7 kali pertemuan dan ditandai dengan adanya peningkatan berat badan pada An. S, keluarga memiliki tugas selanjutnya yang bersifat mandiri, yaitu melanjutkan pemberian pola makan dengan gizi seimbang pada An. S, memberikan motivasi An. S untuk

meningkatkan asupan gizi, dan mengikuti penimbangan berat badan rutin di posyandu terdekat.

Dokumen terkait