Aplikasi Komputer
VII. Laporan Lain-lain
5.7. Evaluasi Implementasi Aplikasi POS dan Akuntansi di Rumah Makan terpilih
Setelah aplikasi selesai dibangun, tahap berikutnya adalah proses instalasi dan pengujian aplikasi pada UKM restoran terpilih. Instalasi dilakukan pada 15 rumah makan yaitu :
H a l a m a n | 84 1. Ayam Penyet Margo
2. Soto Betawi Tulen 3. Bakso Sabar 4. Bolo-Bolo 5. Cheese chiken 6. Kedai Granat
7. Max Burger & Chicken 8. Soto Padang 9. Warung Burhan 10. Pecel Ira 11. Ayam Kremes 12. Pondok Laras 13. Bakso Olala 14. Sabana 15. Soto Ngawi
Tahapan instalasi ke 15 rumah makan terpilih dilksanakan pada bulan Agustus 2015. Setelah proses instalasi selesai dilaksanakan, dilakukan juga pelatihan penggunaan aplikasi POS dan Akuntansi pada pengguna aplikasi (pihak restoran terpilih). Sebelum pengguna diberikan pelatihan, pengguna diberikan kuesioner tentang aplikasi yang akan digunakan untuk mengukur harapan pengguna atas aplikasi untuk keperluan restoran yang akan digunakanannya. Setelah proses pelatihan selesai, pengguna diberi kesempatan untuk menggunakan aplikasi POS dan Akuntansi selama 2 (dua) bulan. Setelah dua bulan (pada awal Oktober 2015), pengguna diberikan lagi kuesioner yang sama ditambah beberapa pertanyaan mengenai kepuasan pemanfaatan aplikasi. Kuesioner kedua ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna setelah memanfaatkan aplikasi selama dua bulan.
Berikut ini diuraikan hasil pengolahan data dari hasil kuesioner, yang terbagi menjadi dua yaitu kuesioner sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi POS dan Akuntansi :
H a l a m a n | 85
5.7.1. Deskripsi Profil Responden Terpilih
Informasi tentang profil responden ini diperlukan untuk mengetahui kondisi awal tentang responden terpilih serta perilaku responden terhadap aplikasi Point Of Sales (POS) dan Akuntansi berbasis komputer. Informasi tersebut diperlukan untuk kelengkapan data yang akan digunakan dalam penelitian utama. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 15 responden di wilayah Depok. Profil responden dalam penelitian ini terdiri dari wilayah kedudukan rumah makan, status pekerjaan responden di rumah makan, omset penjualan, kepemilikan komputer, kemampuan menggunakan komputer, penguasaan aplikasi office (word, excel, ppt, access), kemampuan bahasa pemrograman, kemampuan merancang situs web, peralatan kasir yang digunakan, pencatatan akuntansi saat ini, aplikasi kasir yang digunakan saat ini, penguasaan internet, kebutuhan aplikasi POS, kebutuhan aplikasi akuntansi berbasis komputer, dan kebutuhan aplikasi POS dan Akuntansi yang terintegrasi.
A. Rumah Makan
Tabel 5.22. Rumah Makan terpilih
No Nama Rumah Makan Lokasi
Status Responden
Jumlah Karyawan
1 Ayam Penyet Margo Margonda Karyawan >20 org 2 Soto Betawi Tulen Margonda Kasir 5 sd 10 org 3 Bakso Sabar Ciracas Pemilik 10 sd 20 org 4 Bolo-bolo Cimanggis Karyawan 5 sd 10 org 5 cheese chiken Kelapa Dua Juru Masak < 5 org 6 Kedai Granat Raya Bogor Karyawan 5 sd 10 org 7 MaxBurger & Chicken Cibubur Juru Masak < 5 org 8 Soto Padang Kelapa Dua Karyawan < 5 org 9 Warung Burhan Pamulang Karyawan < 5 org 10 Pecel Ira Margonda Karyawan 5 sd 10 org 11 Ayam Kremes Margonda Karyawan 5 sd 10 org 12 Pondok Laras Kelapa Dua Pemilik >20 org 13 Bakso Olala Cibubur Karyawan < 5 org 14 Sabana Raya Bogor Karyawan < 5 org 15 Soto Ngawi Margonda Pemilik < 5 org
Dilihat dari tabel di atas, rumah makan terpilih tersebar di daerah Jl. Margonda Raya Depok, Jl. Raya Bogor, Ciracas, Cimanggis, Kelapa Dua, Cibubur, dan Pamulang.
H a l a m a n | 86 Sebagian besar adalah rumah makan skala usaha kecil (jumlah karyawan < 5 orang dan antara 5 s.d 10 orang), sisanya (sebagian kecil) adalah rumah makan skala menengah (jumlah karyawan antara 10 s.d 20 orang dan lebih dari 20 orang).
B. Penguasaan penggunaan komputer dan pencatatan kasir/akuntansi saat ini
Tabel 5.23. Penguasaan penggunaan komputer dan pencatatan kasir/akuntansi saat ini
No Nama Rumah Makan Penguasaan Penggunaan Komputer Pencatatan KASIR Pencatatan Akuntansi 1 Ayam Penyet
Margo Dasar,Menengah Komputer Manual
2 Soto Betawi Tulen Dasar Manual,Kalkulator Kalkulator 3 Bakso Sabar Menengah,Dasar Kalkulator Manual
4 Bolo-bolo Dasar Kalkulator Manual
5 cheese chiken Menengah,Dasar Mesin Kasir Mesin Kasir
6 Kedai Granat Dasar Kalkulator Manual
7
MaxBurger &
Chicken Dasar Komputer Manual
8 Soto Padang Dasar Manual Manual
9 Warung Burhan Dasar Manual Manual
10 Pecel Ira Menengah,Dasar Mesin Kasir Manual 11 Ayam Kremes Menengah,Dasar Mesin Kasir Manual
12 Pondok Laras Menengah Komputer Komputer
13 Bakso Olala Dasar Mesin Kasir Manual
14 Sabana Dasar Mesin Kasir Manual
15 Soto Ngawi Dasar Manual Manual
Dari tabel di atas, sebagian besar pengguna aplikasi hanya menguasai pengetahuan dasar tentang penggunaan komputer dan sebagian lainnya tingkat penguasaannya menengah. Untuk cara yang digunakan oleh rumah makan dalam pencatatan kasir bervariasi seimbang antara yang masih dengan cara manual (ditulis tangan), menggunakan kalkulator, menggunakan mesin kasir dan yang sudah menggunakan komputer. Sedangkan cara yang digunakan oleh rumah makan terpilih dalam pencatatan akuntansi saat ini sebagian besar masih dilakukan secara manual (ditulis tangan), hanya 1 rumah makan yang menggunakan kalkulator, 1 rumah makan yang sudah menggunakan mesin kasir, dan 1 rumah makan yang sudah menggunakan komputer.
H a l a m a n | 87
5.7.2. Evaluasi Aplikasi POS dan Akuntansi dengan metode Importance
Performance Analysis (IPA).
Instrumen penilaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kuesioner dari variabel kualitas aplikasi POS dan Akuntansi yang diukur terdiri dari dua belas indikator fitur aplikasi yaitu : Menu Point Of Sales (POS), fasilitas pencatatan akuntansi (Akuntansi), output berupa laporan transaksi (LapTrans, LapL/R, Neraca, Cashflow, LapBB, LapRutin,LapLain2),fitur keamanan aplikasi (Keamanan),fasilitas untuk pemeliharaan (Maintenance), dan fasilitas tambahan lainnya (Tambahan).
Berdasarkan hasil penilaian kinerja aplikasi POS dan Akuntansi oleh pengguna aplikasi (restoran) dan penilaian harapan pengguna, maka dihasilkan kesesuaian responden. Tingkat kesesuaian responden adalah perbandingan skor penilaian kinerja aplikasi dengan skor harapan pengguna. Tingkat kesesuaian responden inilah yang akan menentukan urutan prioritas yang mempengaruhi kepuasan pengguna aplikasi. Penelitian ini menggunakan satu variabel yaitu: variabel kepuasan pengguna dengan menggunakan skala ordinal dan menggunakan teknik analisis data IPA (Importance Performance Analysis). Dalam penelitian ini, skala pengukuran yang digunakan adalah Skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Menurut Sugiyono (2012) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna aplikasi yang telah mencoba menggunakan aplikasi POS dan Akuntansi selama dua bulan sebanyak 15 (lima belas) rumah makan terpilih.
H a l a m a n | 88 Tabel 5.24. Rata-rata atribut dimensi Kinerja dan Harapan
Atribut Performance Importance Kuadran
POS 4.60 4.60 B Akuntansi 4.64 4.73 B LapTrans 4.40 4.13 A LapL/R 4.38 4.13 A Neraca 4.53 4.13 B Cashflow 4.53 4.13 B LapBB 4.49 4.07 D LapRutin 4.50 4.07 D LapLain2 4.15 3.91 C Keamanan 4.27 4.47 A Maintenance 4.39 3.02 C Tambahan 4.11 3.74 C Rata2 4.42 4.09
jika digambarkan menggunakan diagram kartesius maka terlihat seperti berikut :
Gambar 5.71 Importance Performance Analysis (IPA)
POS Akuntansi LapTrans LapL/R Neraca Cashflow LapBB LapRutin LapLain2 Keamanan Maintenance Tambahan 3.00 3.20 3.40 3.60 3.80 4.00 4.20 4.40 4.60 4.80 5.00 4.00 4.10 4.20 4.30 4.40 4.50 4.60 4.70 4.80 4.90 5.00