• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Implementasi Nilai-nilai Religius dalam Peningkatan Moralitas Mahasantri di Ma’had Sunan Ampel al-‘Aly

Moral akhlak ibadah aqidah

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG LARANGAN

C. Hasil Penelitian

3. Evaluasi Implementasi Nilai-nilai Religius dalam Peningkatan Moralitas Mahasantri di Ma’had Sunan Ampel al-‘Aly

Adapun evaluasi yang dilakukan adalah secara sistematis dan teknik akademis. Secara sistematis dilakukan oleh mudzir ma’had beserta para pengurus dan staffnya terkait program kegiatan yang dijalankan berhak dijalankan atau tidak, perlu ditambahkan, dikurangi, atau tidak. Sedang bagi para murabi, musrif, dan mu’alim adalah bertugas untuk menjalankan program yang telah ditetapkan. Sedangkan secara teknik akademis adalah pemberian tes atau ujian sperti plasmentes untuk menyeleksi mahansantri yang berdasarkan kemampuan akademiknya sebelum masuk ma’had, kemudian dievaluasi lagi setelah mengikuti kegiatan selama semester untuk mengetahui seberapa jaun peningkatan akademiknya dalam pendidikan Agama Islam.

Adapun jenis evaluasi tes ujian mahasantri sebagai berikut:

a) Program Peningkatan Kompetensi Akademik, evaluasi yang dilakukan berupa tes akademik baik lisan maupun tulisan

b) Program Peningkatan Keagamaan, evaluasi yang dalakukan berupa tes tulis dan kecakapan

c) Program Peningkatan Kompetensi Keterampilan, evaluasi berupan hasil karya yang dikembangkan

d) Program Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Ibadah, evaluasi yang dilakukan berupa penilaian keaktifan dalam beribadah dengan menggunakan apsensi

e) Program Penerapan Layanan Publik, penilaian yang dilakukan dengan kemampuan aplikatif mahasantri dalam melaksanakan ritual keagamaan seperti manasikhaji dll.

f) UPKM (Unit Pengembangan Kreativitas Musyrifah dan Mahasantri) g) Program Tahfidz al-Qur’an, evaluasi yang dilakukan dengan penilaian

hasil hafalan beserta kelancaran dalam menghafal maupun membaca dan murajaah.

Berdasarkan jenis evaluasi yang dilakukan, tujuannya adalah untuk mengukur ketercapaian mahasantri dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotoriknya terkait program kegiatan yang dijalankan dan pengetahuannya tentang nilai-nilai ajaran agama Islam. Berdasarkan keterangan di atas hasil temuan penelitian ini dapat disederhanakan berdasarkan sesuai bagan di bawah ini:

Gambar 4.1 Diagram konteks Implemenyasi Nilai-nilai religius di Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Maliki Malang.

Implementasi Nilai-nilai Reigius

Evaluasi Tolak Ukur

Proses Pelaksanaan Program Perencanaan

program

1) Shabah al-Lughah (Language Morning); 2) Ta’lim Al-Qur’an; 3) Tashih Qiroatul Al-Qur’an; 4) Tahsin Tilawatil Qur’an; 5) Ta’lim Afkar Al-Islamiyah; 6) Shalat Tahajud / Persiapan shalat shubuh berjamaah; 7) Jama’ah Shalat Shubuh dan pembacaan Wirdul Lathief; 8) Shalat Jama’ah; 9) Pembacaan surat Yasin/Tahsin al-Qiro’ah/Madaa’ih Nabawiyah/ Muhadlarah/Ratib al-Hadad/Ngaji Bersama; 10) Smart Study Community, Kegiatan Ekstra Mabna & UPKM (Unit Pengembangan Kegiatan Ma’had: a) JDFI : Shalawat, Kaligrafi, Khitobah, qiroah, dan MC. b) Halaqah Ilmiah c) Jurnalistik El-Ma’rifah).

1. Program Peningkatan Kompetensi Akademik, meliputi: a) Ta’lim Afkar Al Islamiyah; b) Ta’lim Al-Qur’an; c) Tahsin Tilawah Qur’an; d) Tahsin Qira’ah Al-Qur’an

2. Program Peningkatan Keagamaan, meliputi: a) Penciptaan Lingkungan Kebahasaan; b) Yaum al-Araby; c) Al-Muhasabah al-Arabiyah; d) English Day; e) English Contest; f) Language Broadcasting; g) Shobah al-Lughoh 3. Program Peningkatan Kompetensi

Keterampilan, meliputi: a) Penerbitan el-Ma’rifah; b) Latihan seni keagamaan dan olah raga; c) Diskusi; d) Silaturrahim Ilmiah; e) Diklat Jurnalistik; f) Diklat Khitobah dan MC; g) Peringatan Hari Besar Islam dan Nasioanal. 4. Program Peningkatan Kualitas dan

Kuantitas Ibadah, meliputi: a) Kuliah Umum Shalat, Dzikir, dan Pusa dalam Perspektif Medis dan Psikologis; b) Pentradisian Pembacaan Wirdul al-Latief; c) Pentradisian Shalat Maktubah dan Shalat Sunnah Muakkadah Berjamaah; d) Khotm al-Qur’an; e) Dzikir Bersama Majlis Ta’lim Wal Maulid. 5. Program Penerapan Layanan Publik,

meliputi: a) Manasik haji; b) Perawatan jenazah; c) Penentuan waktu shalat dan puasa; d) Pengayaan kebahasaan; e) Pelatihan life skill

6. UPKM (Unit Pengembangan Kreativitas Musyrifah dan Mahasantri): a) El-ma’rifah; b) Halaqoh Ilmiah; c) JDFI (Jam’iyah Da’wah wa al-Fann al-Islamy) 7. Program Tahfidz al-Qur’an: a) Setoran

hafalan; b) Murojaah; c) Kajian kitab fadhoilul qur’an dan tafsir Ibnu Katsir; d) Sekolah tahfidz; dan e) Kegiatan intra di HTQ (Qiro’ah, sholawat banjari, Paduan Suara Qur’any (PSQ)).

1. tes akademik baik lisan maupun tulisan 2. hasil karya yang

dikembangkan 3. penilaian keaktifan dalam beribadah dengan menggunakan apsensi 4. kemampuan aplikatif mahasantri dalam melaksanakan ritual keagamaan seperti manasikhaji dll. 5. penilaian hasil hafalan beserta kelancaran dalam menghafal maupun membaca dan murajaah.

1) Shabah al-Lughah (Language Morning); mahasantri mampu berbicara bahasa arab dan inggris serta mampu memahami materi pelajaran yang menggunakan bahasa arab maupun inggris. 2) Ta’lim Al-Qur’an; masing-masing mahasantri mampu membaca al-Qur’an dengan baik dan benar, serta mampu menghafal surat-surat tertentu. Bagi mahasantri yang memiliki kemampuan lebih akan diikutkan kelas tafsir, sehingga mampu memahami dan menafsirkan al-Qur’an dengan baik.

3) Tashih Qiroatul Al-Qur’an; melalui program ini mahasantri mampu mengamalkan teori yang didapat saat ta’lim al-Quran dan mahasantri juga mengamalkan teori dengan membaca al-Quran secara rutin di depan para mara musohih al-Quran yang secara kapabilitas memiliki kemampuan menghafal al-Quran 30 juz. 4) Tahsin Tilawatil Qur’an; mahasantri mampu praktik membaca al-Qur’an dengan lagu yang dibawakan oleh muhassin al-Qur’an sehingga mahasantri mendapat tambahan terkait cara membaca al-Qur’an dengan irama yang indah.

5) Ta’lim Afkar Al-Islamiyah; masing-masing mahasantri mampu menyebutkan hukum aktivitas dan kewajiban tertentu dengan menyertakan dalil atau dasar normatifnya, baik nalar al-Qur’an maupun Hadits beserta rawinya, serta dapat mengamalkan dalam perilaku amaliyah dan ubudiyahnya sehari-hari.

6) Shalat Tahajud / Persiapan shalat shubuh berjamaah; mahasantri terbiasa melakukan sholat tahajud dan bangun sebelum waktu subuh guna mengamalkan sunnah nabi.

7) Jama’ah Shalat Shubuh dan pembacaan Wirdul Lathief; mampu melestarikan amalan yang dilakukan oleh para Shalafus Sholih dalam membentengi diri, memurnikan hati, menenangkan fikiran, serta solusi dalam menghadapi polemik masalah dalam kehidupan sehari-hari.

8) Shalat Jama’ah; mampu mewujudkan kesadaran dan penghayatan dari masing-masing rutinitas ibadah yaitu shalat dan puasa yang dikerjakan.

9) Pembacaan surat Yasin/Tahsin al-Qiro’ah/Madaa’ih Nabawiyah/ Muhadlarah/Ratib al-Hadad/Ngaji Bersama; mahasantri terbiasa dengan tradisi sehingga mampu mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

10) Smart Study Community, Kegiatan Ekstra Mabna & UPKM (Unit Kegiatan Kegiatan Ma’had: a) JDFI : Shalawat, Kaligrafi, Khitobah, qiroah, dan MC. b) Halaqah Ilmiah c) Jurnalistik El-Ma’rifah); melalui kegiatan ini mahasantri dapat mengeksplor minat dan bakat yang dimiliki untuk dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

112 BAB V