• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Kelemahan ( Weakness )

Dalam dokumen BAB 3 ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM (Halaman 40-47)

Market Expansion

B. Evaluasi Kelemahan ( Weakness )

berikut :

• Program komputer masih sederhana

Program yang digunakan masih sangat sederhana dan hanya digunakan pada bagian back office saja yang dimana untuk melakukan pencatatan dan memasukkan data baik calon konsumen ataupun konsumen tetap.

• Jangkauan pemasaran kurang luas

Pemasaran saat ini hanya dilakukan secara telepon, flyer, pembagian brosur, fokus daerah – daerah yang potensial dengan pemasangan banner-banner dan poster-poster. Pemasaran saat ini hanya berada di sekitar Jakarta dan di pulau jawa, maka hanya sebatas itu saja orang dapat mengenal perusahaan ini.

• Hubungan perusahaan dan pelanggan kurang

Saat ini PT. Wahana Alam Raya memiliki data konsumen hanya saja data tersebut tidak lengkap sehingga untuk menjaga hubungan dengan konsumen sangatlah terbatas, dan seringkali marketing tidak memberikan data konsumen kepada perusahaan.

• Karyawan kantor sedikit sehingga tugas multitasking

Seorang karyawan dapat menjalankan secara sekaligus beberapa fungsi dari perusahaan. Seperti bagian HRD yang juga membantu menangani fungsi administrasi. Hal ini mengakibatkan banyaknya pekerjaan yang menjadi tanggung jawab satu orang sehingga pekerjaan tidak dapat diselesaikan secara maksimal bila dibandingkan jika satu orang fokus pada satu fungsi dalam organisasi.

Saat ini tenaga kerja diperusahaan mengalami turn over yang cukup tinggi pada divisi marketing, hal ini disebabkan karena target penjualan yang harus dicapai marketing.

Tabel 3.2.Hasil Kuisioner Penilaian Faktor Internal

Kekuatan Bobot

S1 Sumber Daya Manusia 4

S2 Decision Maker 4

S3 Pelayanan menjadi prioritas perusahaan 4

S4 Mempunyai kantor pada setiap property yang dipasarkan 3

S5 Sebagai konsultan property 4

Kelemahan Bobot

W1 Program komputer masih sederhana 1

W2 Jangkauan pemasaran kurang luas 1

W3 Hubungan perusahaan dan pelanggan kurang 1

W4 Karyawan kantor sedikit sehingga tugas multitasking 2

W5 Turn over karyawan tinggi 1

Sumber : PT.Wahana Alam Raya

Tabel 3.3.Penentuan Bobot Perbandingan Berpasangan Faktor Internal PT.Wahana Alam Raya No Pilihan Mana yang lebih berpengaruh a/b? Bobot 1

S1 Sumber Daya Manusia

b 4 S2 Decision Maker

2

S1 Sumber Daya Manusia

b 4 S3 Pelayanan menjadi prioritas perusahaan

3

S1 Sumber Daya Manusia

a 4 S4

Mempunyai kantor pada setiap property yang dipasarkan

4

S1 Sumber Daya Manusia

b 3 S5 Sebagai konsultan property

5

S1 Sumber Daya Manusia

a 3 W1 Program komputer masih sederhana

6

S1 Sumber Daya Manusia

a 2 W2 Jangkauan pemasaran kurang luas

7

S1 Sumber Daya Manusia

b 3 W3 Hubungan perusahaan dan pelanggan kurang

8

S1 Sumber Daya Manusia

b 2 W4 Karyawan kantor sedikit sehingga tugas multitasking

9

S1 Sumber Daya Manusia

a 3 W5 Turn over karyawan tinggi

S3 Pelayanan menjadi prioritas perusahaan

11

S2 Decision Maker

a 4 S4

Mempunyai kantor pada setiap property yang dipasarkan

12

S2 Decision Maker

b 2 S5 Sebagai konsultan property

13

S2 Decision Maker

a 2 W1 Program komputer masih sederhana

14

S2 Decision Maker

b 3 W2 Jangkauan pemasaran kurang luas

15

S2 Decision Maker

a 2 W3 Hubungan perusahaan dan pelanggan kurang

16

S2 Decision Maker

a 2 W4 Karyawan kantor sedikit sehingga tugas multitasking

17

S2 Decision Maker

a 3 W5 Turn over karyawan tinggi

18

S3 Pelayanan menjadi prioritas perusahaan

b 3 S4

Mempunyai kantor pada setiap property yang dipasarkan

19

S3 Pelayanan menjadi prioritas perusahaan

b 4 S5 Sebagai konsultan property

20

S3 Pelayanan menjadi prioritas perusahaan

a 3 W1 Program komputer masih sederhana

21

S3 Pelayanan menjadi prioritas perusahaan

b 3 W2 Jangkauan pemasaran kurang luas

22

S3 Pelayanan menjadi prioritas perusahaan

b 3 W3 Hubungan perusahaan dan pelanggan kurang

23

S3 Pelayanan menjadi prioritas perusahaan

a 3 W4 Karyawan kantor sedikit sehingga tugas multitasking

24

S3 Pelayanan menjadi prioritas perusahaan

b 3 W5 Turn over karyawan tinggi

25 S4

Mempunyai kantor pada setiap property yang dipasarkan

a 2 S5 Sebagai konsultan property

26 S4

Mempunyai kantor pada setiap property yang dipasarkan

a 2 W1 Program komputer masih sederhana

27 S4

Mempunyai kantor pada setiap property yang dipasarkan

b 3 W2 Jangkauan pemasaran kurang luas

28 S4

Mempunyai kantor pada setiap property yang dipasarkan

b 3 W3 Hubungan perusahaan dan pelanggan kurang

29 S4

Mempunyai kantor pada setiap property yang dipasarkan

a 3 W4 Karyawan kantor sedikit sehingga tugas multitasking

30 S4

Mempunyai kantor pada setiap property yang dipasarkan

b 3 W5 Turn over karyawan tinggi

31

S5 Sebagai konsultan property

b 2 W1 Program komputer masih sederhana

32

S5 Sebagai konsultan property

b 2 W2 Jangkauan pemasaran kurang luas

33

S5 Sebagai konsultan property

a 3 W3 Hubungan perusahaan dan pelanggan kurang

34

S5 Sebagai konsultan property

a 3 W4 Karyawan kantor sedikit sehingga tugas multitasking

35

S5 Sebagai konsultan property

a 3 W5 Turn over karyawan tinggi

36

W1 Program komputer masih sederhana

a 4 W2 Jangkauan pemasaran kurang luas

37

W1 Program komputer masih sederhana

a 2 W3 Hubungan perusahaan dan pelanggan kurang

38

W1 Program komputer masih sederhana

a 2 W4 Karyawan kantor sedikit sehingga tugas multitasking

39

W1 Program komputer masih sederhana

a 2 W5 Turn over karyawan tinggi

40

W2 Jangkauan pemasaran kurang luas

a 3 W3 Hubungan perusahaan dan pelanggan kurang

41

W2 Jangkauan pemasaran kurang luas

a 2 W4 Karyawan kantor sedikit sehingga tugas multitasking

42

W2 Jangkauan pemasaran kurang luas

b 3 W5 Turn over karyawan tinggi

43

W3 Hubungan perusahaan dan pelanggan kurang

b 3 W4 Karyawan kantor sedikit sehingga tugas multitasking

44

W3 Hubungan perusahaan dan pelanggan kurang

a 3 W5 Turn over karyawan tinggi

45

W4 Karyawan kantor sedikit sehingga tugas multitasking

a 2 W5 Turn over karyawan tinggi

Sumber : hasil penelitian

Tabel 3.4. Internal Factors Analysis (IFAS)

Internal Factors Analysis (IFAS)

Strength Bobot Rating Bobot*Rating

Sumber Daya Manusia 0.0934 4 0.373699

Decision Maker 0.1161 4 0.464372

Pelayanan menjadi prioritas perusahaan 0.1108 4 0.443125

Mempunyai kantor pada setiap property yang dipasarkan 0.0861 3 0.258396

Sebagai konsultan property 0.1294 4 0.517772

Sub Total (Strength) 2.057363

Weakness Bobot Rating Bobot*Rating

Program komputer masih sederhana 0.1079 1 0.107932

Jangkauan pemasaran kurang luas 0.1238 1 0.123776

Hubungan perusahaan dan pelanggan kurang 0.0874 1 0.087369

Karyawan kantor sedikit sehingga tugas multitasking 0.0664 2 0.132773

Sub Total (Weakness) 0.530513

Total IFAS 1.00 2.587876

3.3.2.2. Lingkungan eksternal A. Evaluasi peluang ( opportunity )

• Potensi pasar masih luas

Tingkat pertumbuhan penduduk di indonesia semakin tahun semakin tinggi, kebutuhan akan property yang ada juga semakin meningkat dengan hal tersebut membutuhkan tenaga pemasar yang ahli.

“Pada saat ini, menurut data di BKKBN, jumlah penduduk Indonesia telah mencapai sekitar 220 juta orang. Tingkat pertumbuhannya sekitar 1,48% per tahun dan tingkat kelahiran (TFR) sebesar 2,6.”

(Sumber : http://www.bkkbn.go.id/article_detail.php?aid=345, 28/10/08)

• Pertumbuhan property yang semakin pesat

Berikut ini kutipan yang diambil dari detik.com yang menunjukkan betapa cepatnya laju pertumbuhan property di kawasan Jakarta.

“Tak cukup dengan 60-an mal yang sudah ada, di Jakarta rencananya akan beroperasi belasan mal lain. Dengan demikian, pada tahun 2008, jumlah mal di Ibukota dapat mencapai 80 hingga 90 mal. Demikian disebutkan Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelolaan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) A Stefanus Ridwan S dalam seminar bertajuk 'Perkembangan Mal dan Pusat Perbelanjaan di DKI' di Hotel Borobudur,

Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (29/11/2006).”

(Sumber:http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bul an/11/tgl/29/time/130448/idnews/714103/idkanal/10, 18/11/08).

• Penggunaan teknologi informasi untuk mendukung usaha

Proses bisnis sekarang ini mengutamakan kecepatan. Makin cepat konsumen terlayani , makin merasa puas konsumen tersebut. Dengan adanya hal tersebut, para pengusaha dan teknisi berusaha mengembangkan berbagai teknologi yang dapat mengotomatisasi pekerjaan agar dapat dikerjakan dengan lebih cepat serta lebih akurat. Dengan penggunaan teknologi, dapat membantu perusahaan untuk dapat melayani dan memuaskan konsumennya.

“Perubahan-perubahan lingkungan bisnis tersebut terjadi begitu cepat. Keberadaan internet dan penggunaan teknologi informasi dalam bisnis telah memangkas waktu dalam memperoleh informasi. Demikian pula informasi mengenai kegiatan kompetitor bisnis juga lebih dapat diketahui secara dini. Aplikasi-aplikasi seperti Bussiness Intellegence, Dashboard information system dan aplikasi model Decision Support System telah menjadi kebutuhan dalam membantu proses pengambilan keputusan.”

(Sumber:http://heru.wordpress.com/2006/11/14/karakteristik-spk-yang-dinamis-untuk-lingkungan-bisnis-yang-dinamis, 18/11/08)

• Adanya teknik pemasaran yang tidak sama dengan tenaga pemasar lainnya PT.Wahana Alam Raya mempunyai cara tersendiri dalam memasarkan property, cara yang digunakan adalah menemukan suatu kelompok yang dimana didalam kelompok terdapat calon – calon konsumen yang potensial.

• Turunnya harga saham

Dengan terjadinya penurunan harga saham yang signifikan, maka para investor lebih cenderung untuk menginvestasikan dana mereka ke property. Dengan hal tersebut peminatan terhadap property semakin tinggi dan diimbangi oleh pembangunan – pembangunan property yang semakin bertumbuh juga.

Dalam dokumen BAB 3 ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM (Halaman 40-47)

Dokumen terkait