• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Konsep

Dalam dokumen BAB IV ANALISA KASUS (Halaman 21-44)

Concept Testing

Langkah selanjutnya setelah tahap penjabaran konsep adalah PT. Mecosin Indonesia akan melakukan evaluasi terhadap konsep pengembangan produk baru yang telah dibuat. untuk menentukan apakah konsep tersebut dapat diteruskan untuk dilakukan pengembangan atau tidak. Pengujian dilakukan berdasarkan konsep yang telah dibuat, kemudian dilakukan penilaian terhadap sales forecasting, dan perbandingan kompetitif dengan pesaing.

Untuk pengujian terhadap konsep secara deskriptif tidak menggunakan metode penelitian tapi hanya dilakukan dengan menggunakan metode survei kepada 20-30 orang karyawan . Berikut hasil yang diperoleh :

Konsep Produk Baru :

Produk obat batuk Laserin untuk pasar anak dengan varian rasa madu, menggunakan bahan-bahan alami sehingga tidak menimbulkan efek samping serta berkhasiat untuk menyembuhkan batuk dan melegakan tenggorokan. Target market yang dituju adalah masyarakat menengah ke bawah (CDE).”

Penilaian :

• Ide konsep : sederhana, jelas dan realistic

• Kesesuaian harga dengan target market yang dituju • Perbedaan dengan produk-produk kompetitor

Hasil Pengujian :

“Produk yang akan dikembangkan tidak jauh berbeda dengan produk-produk lainnya yang tersedia dipasar namun memiliki keunggulan dalam hal komposisi yang terdiri dari bahan alami dimana penggunaan obat berbahan baku tanaman/alami oleh masyarakat meningkat. Kebutuhan obat batuk anak berbeda dengan orang dewasa, sementara merek obat batuk untuk anak dengan profil SES CDE masih sedikit. Memiliki brand awareness yang cukup baik dan tingkat posibilitas konsumen untuk melakukan pembelian cukup tinggi.”

Sales Forecasting and Financial Analysis

Analisa keuangan dan profitabilitas Laserin cukup baik, hal ini dilihat dari kontribusi yang diberikan produk Laserin yang rata-rata berkisar 50% dari total seluruh penjualan perusahaan.

Tabel 4.10 Persentase Penjualan Laserin dibanding Produk Lain

Untuk sales forecasting Laserin Madu PT. Mecosin Indonesia menghitung berdasarkan seberapa besar pasar total obat batuk dibagi pasar obat batuk dewasa dan anak baru kemudian dihitung lagi dari pasar obat batuk anak dikali pasar obat batuk Laserin dewasa yang sudah ada. Dari hasil perhitungan tersebut, pada tahun pertama PT. Mecosin Indonesia menargetkan dan memperkirakan penjualan sebesar 20% dari total penjualan laserin dewasa.

2004 2005 2006

(Rp.) (Rp.) (Rp.) Total Penjualan Produk Laserin 37,875,895,891 44,387,991,503 47,577,095,866 Total Penjualan Produk Lain 36,084,315,129 43,965,271,031 45,344,784,039

Total Penjualan 73,960,211,020 88,353,262,534 92,921,879,905

Persentase Penjualan Laserin (%) 51% 50% 51% PRODUK

Perbandingan kompetitif

Pasar obat batuk sirup OTC di Indonesia terfragmentasi dengan banyaknya merek dan jumlah perusahaan yang memproduksinya. Saat ini terdapat kurang lebih 15 perusahaan yang memproduksi dan memasarkan 24 merek obat batuk sirup OTC yang aktif beriklan. Berikut analisa persaingan periklanan ATL dan promosi BTL serta perbandingan dengan beberapa produk kompetitor.

Below Th e L ine (BTL ) High

OBH Indo Jahe

Woods Pp Kontrabat Low Medium High

Above The Line (ATL)

Gambar 4.6 Diagram Perilaku Persaingan ATL & BTL

Vicks F44 Nellco Laserin Komix OBH Combi Plus Com bi

Tabel 4.11 Strategik Group Produsen Obat Batuk Sirup OTC

Company Kalbe Konimex Tempo Combiphar Bintang

7 P & G Pfizer Boehringer Bemofarm Medifarma Ikapharmindo Mecosin

Product Woods Anakonidin OBB OBH Combi Komix Vicks F Benadryl Bisolvon Kontrabat Decolsin Ikadryl Laserin

Dimensi :

Broad Product Lines

Medium Product Lines

Heavy Advertising Medium Advertising Integration Vertical High Technology Medium Technology High Price Medium Price Low Price Pangsa Pasar 1,1% 3,9% 11,4% 7,5% 4,2% 10,6% 3,8% 9,7%

Berdasarkan tabel diatas kemudian PT. Mecosin Indonesia mempersempit lagi kompetitor yang menjadi pesaing terdekat dari laserin berdasarkan tingkat harga produk, dimana yang menjadi pesaing terdekat dari laserin adalah Komix dan OBH Combi karena mempunyai segmentasi pasar yang sama, yaitu melayani profil konsumen dengan SES C dan D serta menjual produk dengan harga murah (low

price). Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kompetitor maka

dilakukan analisa profil pesaing sebagai berikut :

Komix a. Produk

Dikemas dalam bentuk sachet isi 7ml, untuk sekali minum. Pertama kali dilansir dalam rasa mint, kemudian dikembangkan rasa jahe, dan pada tahun 2002 dilansir rasa jeruk nipis. Kepuasan konsumen terhadap kualitas produk Komix (QSS) dinilai dalam angka 3.83, yaitu sedikit diatas angka industri obat batuk (3.81). (sumber : survei ICSA 2002).

b. Harga

Penentuan harga Komix mengikuti target pasar yang dilayaninya (CDE) dengan harga murah. Dijual per kemasan Rp.300 – Rp. 600, harga Komix adalah terendah untuk obat batuk sirup.

c. Distribusi

Pendistribusian Komix dilakukan oleh PT. Enseval, yang mempunyai 32 cabang di seluruh Indonesia. Distribusi komix dilakukan di pasar modern

(supermarket, hypermarket, mini market) dan pasar tradisional (grosir, toko obat, apotik, toko dan warung).

d. Periklanan dan Promosi

Periklanan yang dilakukan komix selalu gencar dari tahun ke tahun, terlihat dari budget pengeluaran iklan Komix sebagai berikut :

Tabel 4.12 Advertising Campaign & Performance Komix

Tahun Rp. SOS SOV

2001 13,221 Miliar 16% 15%

2002 18,222 Miliar 24% 22%

2003 16,933 Miliar 15% 10%

Sumber : AC Nielsen (RP – gross)

Promosi below the line yang dilakukan Komix meliputi pemasangan sarana

promosi sticker, flagchain, display di apotik dan toko obat. Trade promo yang dilakukan Komix biasanya digabungkan dengan produk lain PT. Bintang Tujuh yang mempunyai posisi tawar kuat terhadap outlet seperti Extra Joss dan Irex.

OBH Combi a. Produk

Dikemas dalam botol plastik 100 ml tanpa dus. Tahun 2003 melakukan perubahan etiket kemasan berupa logo baru OBH Combi menyerupai OBH Combi Plus. QSS OBH : 3.82.

b. Harga

Harga OBH Combi ditetapkan murah karena ditujukan untuk SES C ke bawah, yaitu dengan harga Rp. 3.000 / botol.

c. Distribusi

Distribusi dilakukan oleh PT. APL yang merupakan perusahaan distribusi besar milik group Combiphar. PT. APL beroperasi secara nasional diseluruh Indonesia dengan 30 cabang. Distribusi OBH Combi ditargetkan untuk outlet yang sama dengan OBH Plus, yaitu di toko obat, apotik dan retail, supermarket dan PBF lokal.

d. Periklanan dan Promosi

Budget iklan OBH Combi cukup tinggi dengan frekuensi iklan gencar sebagai berikut :

Tabel 4.13 Advertising Campaign & Performance OBH Combi

Tahun Rp. SOS SOV

2001 3,805 Miliar 5% 6%

2002 6,000 Miliar 8% 10%

2003 7,979 Miliar 7% 10%

Sumber : AC Nielsen (RP – gross)

Promosi BTL yang dilakukan OBH Combi beragam seperti pemasangan sarana promosi berupa sticker, poster, cover ban mobil, hanging mobile, jumbo box, mengadakan kontrak display di banyak apotik dan toko obat, mengadakan gathering dengan pelanggan. OBH Combi Plus dan OBH Combi merupakan merek yang paling

banyak melakukan kegiatan display di apotik dan toko obat dibandingkan merek obat batuk lainnya.

Trade promo OBH Combi dilakukan bersama dengan produk Combiphar lainnya, yaitu OBH Combi Plus yang saat ini menguasai pangsa obat batuk terbesar.

Setelah melakukan analisa konsep, sales forecasting dan perbandingan kompetitif, maka PT. Mecosin Indonesia memutuskan untuk melakukan pengembangkan produk obat batuk Laserin Madu untuk anak.

4.4.4 Pengembangan

Dalam melakukan pengembangan produk obat batuk Laserin Madu untuk anak PT. Mecosin membaginya menjadi tiga faktor sebagai berikut :

Design

Pertama adalah menentukan desain yang tepat dari konsep yang sudah dipilih, baik dari segi kemasan, warna, ukuran, dan sebagainya. Untuk desain, PT. Mecosin Indonesia bekerjasama dengan desainer freelance untuk membuat desain Laserin madu dimana desain yang dibuat tidak jauh berbeda dengan Laserin untuk dewasa. Tujuannya adalah agar ada kemiripan dengan Laserin untuk dewasa sehingga konsumen mudah untuk mengingatnya karena awareness dari Laserin dewasa yang sudah tercipta di pikiran konsumen. Ada penambahan gambar anak kecil dan madu untuk membuat konsumen mengetahui bahwa Laserin Madu adalah obat batuk untuk anak.

• Desain kemasan (Ciri khas warna dan font huruf mirip dengan laserin untuk dewasa : catch over dengan warna menarik; orange, kuning, merah, hitam)

• Ukuran 30 ml, 60 ml, 110 ml, 225 ml

Gambar 4.7 Obat batuk Laserin dan Laserin Madu

Development Team Management

Dalam mengembangkan produk obat batuk Laserin untuk anak PT. Mecosin Indonesia membentuk tim yang terdiri dari internal departemen marketing, R&D, serta departemen produksi. Tim tersebut dipimpin oleh bapak Heryanto siswana selaku manajer marketing.

Product Use Testing

Sebelum produk diluncurkan, PT. Mecosin Indonesia melakukan proses pengujian produk terlebih dahulu. Pengujian produk dilakukan secara sederhana, yaitu dengan melakukan product trial kepada calon konsumen, yaitu karyawan (internal source) untuk mencoba obat batuk Laserin Madu. Dari hasil pengujian tersebut sebagian besar user menyebutkan bahwa produk obat batuk laserin cukup

baik karena memiliki rasa yang mirip dengan Laserin dewasa dengan rasa yang lebih manis dan tidak terlalu pedas sehingga cocok untuk anak-anak.

4.4.5 Peluncuran (Launching)

Dalam meluncurkan produk obat batuk Laserin Madu, PT. Mecosin Indonesia melakukan analisa terhadap strategi, implentasi, dan manajemen yang dilakukan untuk meluncurkan produk tersebut.

Strategic Launch Planning a. Dasar keputusan

Selama ini obat batuk Laserin digunakan untuk orang dewasa maupun untuk anak-anak oleh karena itu PT. Mecosin Indonesia memutuskan untuk mengeluarkan obat batuk Laserin madu sebagai produk obat batuk khusus untuk anak. Dimana keputusan tersebut bertujuan untuk menjangkau pasar anak secara lebih jelas. Dalam pelaksanaannya PT. Mecosin Indonesia tetap menjaga produk Laserin untuk dewasa serta Laserin madu yang baru muncul, namun mulai mendorong konsumen yang selama ini memberikan obat batuk Laserin dewasa untuk anak-anak agar mulai menggunakan obat batuk Laserin Madu yang memang khusus untuk digunakan oleh anak-anak.

b. Keputusan Sasaran Pasar

Untuk menentukan sasaran pasar PT. Mecosin Indonesia perlu untuk menganalisa dan menentukan siapa, bagaimana dan seperti apa sasaran pasar yang dituju. PT. Mecosin Indonesia melakukan analisa sasaran pasar berdasarkan metode penentuan market segmentation, targeting dan positioning (STP) dari produk obat batuk Laserin dewasa yang sudah ada, karena segmentasi dan target market yang dituju untuk Laserin Madu tidak jauh berbeda.

• Pengguna-akhir

Target pembeli atau pengguna akhir dari obat batuk Laserin Madu adalah pelanggan atau konsumen masyarakat / keluarga menengah ke bawah (SES B,C,D,E) yang menderita sakit batuk dan suka menggunakan obat batuk sirup untuk mengobati penyakit batuk tersebut. PT. Mecosin Indonesia menentukan target pembeli atau pengguna akhir tersebut berdasarkan kesamaan dengan target pembeli konsumen obat batuk Laserin dewasa.

• Geografis dan Demografis Jenis Kelamin : Pria dan wanita Umur : Anak (4 – 15 tahun)

Dewasa (> 15 tahun) Area : Rural dan Urban

SES : B, C (ukuran 60 ml, 110 ml 225 ml); D, E (Ukuran 30 ml) - SES A : Pengeluaran > Rp. 1.500.000,-

- SES C : Pengeluaran Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 - SES D,E : Pengeluaran < Rp 500.000

• Perilaku dan Psikografis

Perilaku konsumen pada umumnya ketika mempunyai keluhan batuk (93%) dan sakit tenggorokan (3%), mereka akan mulai mencari obat batuk untuk mengatasi masalahnya.

Dalam melakukan pemilihan obat batuk, konsumen dipengaruhi oleh informasi merek obat batuk yang diketahui konsumen, dimana informasi diperoleh dari saran keluarga atau teman, atau dari iklan. Biasanya yang muncul di pikiran konsumen adalah merek obat batuk yang paling sering diingat.

Awareness terhadap merek obat batuk umumnya diperoleh melalui iklan. Dewasa

ini pengaruh TV (95%) semakin kuat sebagai sumber pengenalan iklan bagi konsumen.

Pembelian obat batuk mayoritas dilakukan oleh ibu rumah tangga (64%), suami (24%), dan anak (12%). Konsumen biasa membeli obat batuk sirup di apotik (40%), toko obat (10%), warung di perumahan (23%), dan toko di perumahan (6%). Data tersebut berdasarkan hasil survei obat batuk oleh MRI tahun 2000.

Berikut diagram perilaku konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli obat batuk :

MASALAH : - Batuk (93%) - Sakit tenggorokan (3%) - Pilek (20%) - Panas (16%) Mendapatkan Informasi : - Iklan TV (95%) - Iklan Radio (3%) - Saran keluarga / teman - Kebiasaan TEMPAT PEMBELIAN - Apotik (40%) - Toko Obat (10%) - Warung (23%) - Toko Kelontong (6%) Menemukan merek yang dicari (97,4%)

Tidak menemukan merek yang dicari (2,6%)

Trial Purchase

Cari merek lain (16,7%) Loyal Customer (Repeat Purchase) Puas Pergi ke Tempat lain (83,3%) Ya (55%) Tidak (45%)

c. Positioning Produk

Positioning obat batuk Laserin dan Laserin Madu adalah ”obat batuk untuk keluarga dan anak yang berkhasiat menyembuhkan batuk yang disertai asma, tanpa efek samping dengan harga yang murah tetapi berkualitas.” Atribut dari produk Laserin Madu adalah :

• Merek yang sudah lama dan terkenal

• Menghilangkan rasa gatal dan melegakan tenggorokan • Mengencerkan dahak

• Menggunakan bahan-bahan alami • Cocok untuk anak-anak

• Harga sesuai dengan mutu

Pada periode tahun 2001 sampai dengan tahun 2003 belum ada produk obat batuk sirup yang komposisinya menggunakan bahan-bahan alami seluruhnya, sehingga obat batuk Laserin Madu memiliki differensiasi dalam hal komposisi bahannya yang seluruhnya menggunakan bahan alami, sehingga tidak menimbulkan efek samping bahkan jika dikonsumsi secara rutin dibanding dengan produk lainnya.

d. Pemberian Merek dan Manajemen Merek

PT. Mecosin Indonesia memberi merek produk obat batuk barunya dengan merek “Laserin Madu”. Merek tersebut diambil dari nama produk obat batuk Laserin dewasa yang kemudian ditambah dengan kata “Madu”. Tujuan PT. Mecosin Indonesia untuk tetap menggunakan kata Laserin karena merek Laserin sudah cukup

dikenal oleh masyarakat (memiliki brand awareness tinggi) dan agar lebih mudah untuk masuk ke dalam pasar. Sedangkan kata “Madu” ditambahkan untuk memberi arti; berkhasiat, alami, dan memiliki rasa manis yang tentunya disukai dan cocok untuk anak-anak.

Implementation of the Strategic Plan

Setelah melakukan analisa strategi selanjutnya adalah bagaimana mengimplementasikan untuk meluncurkan dan mengenalkan produk obat batuk Laserin madu kepada konsumen. PT. Mecosin Indonesia membagi ke dalam beberapa taktik peluncuran.

a. Pre-Launch

Taktik ini bertujuan untuk menciptakan awareness kepada masyarakat mengenai apakah produk obat batuk Laserin Madu itu. Taktik ini dibagi menjadi dua bagian, pertama adalah bagaimana untuk memperkenalkan dan memberikan pengetahuan mengenai produk tersebut kepada karyawan internal (sales people) dan para distributor. Bagian ini dilakukan dengan melakukan training dan memberi presentasi mengenai produk. Tujuannya adalah menginformasikan mengenai konsep, desain, khasiat dan fungsi dari produk baru tersebut kepada para sales people dan distributor.

Kedua adalah untuk memperkenalkan kepada masyarakat umum atau konsumen. Bagian ini dilakukan dengan kegiatan yang berkaitan dengan marketing

b. Launch

Peluncuran obat batuk laserin madu dilakukan pada bulan Agustus tahun 2004. Peluncuran obat batuk laserin madu dilakukan melalui kegiatan sebagai berikut:

Promosi

Promosi yang dilakukan oleh PT. Mecosin Indonesia terdiri dari Above The

Line (ATL) dan Below The Line (BTL). Untuk ATL dilakukan melalui iklan di

majalah (Ibu dan Anak) / koran (Kompas), iklan TV (SCTV, Trans TV, RCTI, TPI, Indosiar) dan Radio (Dangdut TPI, Sonora, Female Radio).

Dalam melakukan melakukan promosi ATL PT. Mecosin Indonesia bekerja sama dengan Artek Advertising dalam pembuatan materi iklan, maupun placement di media. Brand awareness Laserin sendiri berdasarkan survei MRI 2001 mencapai 97% dimana diharapkan dapat membawa dampak yang positif terhadap awareness Laserin Madu. Pengeluaran iklan dominan di media Televisi (TV). Data pengeluaran iklan di media TV dan cetak (tidak termasuk radio) menurut AC Nielsen (RP – gross) adalah sebagai berikut :

Tabel 4.14 TV Campaign & Performance Laserin

Sumber : AC Nielsen (RP – gross)

Tahun Rp. SOS GRP SOV

2003 6,477 Miliar 7% 8%

2004 4,283 Miliar 5% 3,680 6%

Pada tahun 1999 s/d Agustus 2000, iklan TV komersial Laserin menggunakan Dewi Yull sebagai model, dimana materi iklan dipakai sejak tahun 1997. Pada Agustus 2003, iklan TV komersial Laserin mengalami perubahan, yaitu tanpa menggunakan artis sebagai spokesperson. Materi iklan yang baru lebih menonjolkan kekuatan jingle Laserin yang dulu pernah popular di tahun 80an. Mulai Februari 2004 s/d Agustus 2006 digunakan iklan TV komersial dengan menambahkan model anak untuk memperkuat positioning Laserin dan Laserin Madu sebagai obat batuk anak dan dewasa.

Kegiatan promosi BTL dilakukan dengan pemasangan sticker, hanger, materi promosi (brosur, spanduk, pulpen, tas), sponsorship, flagchain di outlet-outlet yang menyediakan produk Laserin dan Laserin Madu. Ada pula display produk di segmen toko dan apotik. Promosi ruang luar seperti papan nama toko dan miniboard diprioritaskan di tingkat Kabupaten. Selain itu ada juga melalui event program (acara dangdutan, kontes penyalur / grosir). Acara dangdutan biasanya diadakan bekerjasama dengan pihak radio untuk mempromosikan produk obat batuk Laserin kepada masyarakat. Serta sekaligus menjual produk secara langsung pada saat acara tersebut berlangsung. Kontes penyalur/grosir diadakan bagi para grosir dalam rangka pencapaian target serta penjualan yang terbanyak. Bagi grosir yang berhasil memenangkan kontes tersebut akan mendapat bonus. Kontes dibagi menjadi beberapa periode dengan bonus yang berbeda bagi grosir yang berhasil mencapai target serta melakukan penjualan terbanyak. Pertama diadakan dalam periode tiga bulanan dengan bonus seperti mendapat Televisi, Kulkas, motor dan lain-lain. Kedua kontes

diadakan dalam periode satu tahun dengan bonus atau hadiah wisata ke luar negeri bagi grosir yang menang.

Gambar 4.9 Diagram Pembagian Promosi PT. Mecosin Indonesia

Gambar 4.10 Pemasangan Spanduk Laserin

2% 2% 3% 28% 61% 4% Majalah/koran TV & Radio Reklame Sponsorship Materi Promosi Event Program

Gambar 4.11 Event Program Pameran

Distribusi

PT. Mecosin Indonesia dalam menyalurkan produk Laserin dan Laserin Madu melalui tiga jalur distribusi (multi distributor). Jalur pertama melalui PT. Medisa Prima Sejahtera yang merupakan anak perusahaan PT. Mecosin Indonesia, dimana hanya meliputi wilayah Jabodetabek (lokal) sebesar 10%. Kedua melalui PT. Saptasari Tama yang mempunyai 19 cabang di seluruh Indonesia sebesar 40%. Ketiga melalui PT. Pentavalent yang mempunyai 21 cabang di seluruh Indonesia sebesar 45%. Selain itu PT. Mecosin Indonesia juga menggunakan sales promotor yang hanya melayani secara retail. Dari ketiga distributor PT. Sapta Sari Tama dan PT. Pentavalent memiliki cakupan wilayah distribusi yang lebih luas dibanding dengan wilayah distribusi PT. Medisa Prima Sejahtera karena meliputi seluruh wilayah Indonesia (nasional). Tujuan dilakukan multi distributor adalah agar penyebaran produk lebih merata dan pelayanan ke outlet lebih cepat dan baik. Sasaran distribusi adalah grosir, PBF lokal, toko obat, apotik, toko kelontong.

Selain distributor, PT. Mecosin Indonesia juga membentuk tenaga penjual (Sales Promotor) yang langsung turun melayani toko kelontong dan warung-warung. Disamping menjual, mereka juga bertugas melakukan kegiatan below the line di segmen toko dan warung. Sales Promotor Representative (SPR) bertugas melakukan pembinaan dan kegiatan below the line di apotik dan toko obat.

Total Availability di outlet mencapai angka diatas 90% terutama untuk

kemasan 30 ml. Availability Laserin dan Laserin Madu paling tinggi di grosir, toko obat, toko kelontong dan warung. Keberadaan Laserin dan Laserin Madu di pedesaan cukup kuat karena aktifnya salesman freelance mendistribusikan produk sampai ke

warung-warung. Keberadaan Laserin 225 ml amat kurang, karena hanya tersedia di sebagian apotik kota-kota besar.

PT. Mecosin Indonesia PT. Medisa PS (10%) PT. Sapta Sari Tama (40%) PT. Pentavalent (45%) Sales Promotor (5%)

Grosir Grosir Grosir Toko Kelontong PBF Lokal PBF Lokal PBF Lokal Warung Toko Obat Toko Obat Toko Obat

Apotik Apotik Apotik

Gambar 4.13 Struktur Distribusi PT. Mecosin Indonesia

Harga

PT. Mecosin Indonesia dalam menentukan harga Laserin Madu menggunakan

market penetration strategy, yaitu menetapkan harga yang murah dengan target

masyarakat menengah ke bawah (B,C,D,E) untuk menembus pasar dengan cepat dan menarik sejumlah besar pembeli serta memenangkan pangsa pasar yang besar.

• Laserin 30 ml : Rp. 1.325,- • Laserin 60 ml : Rp. 2.650,- • Laserin 110 ml : Rp. 4.850,- • Laserin 225 ml : Rp. 9.700,-

• Laserin Madu 30 ml : Rp. - (Baru diproduksi akhir tahun 2006) • Laserin Madu 60 ml : Rp. 3.150,-

• Laserin Madu 110 ml : Rp. 5.850,-

Berikut perbandingan harga obat batuk Laserin dengan produk kompetitor : Tabel 4.15 Perbandingan Harga Produk Obat Batuk

NO PRODUK UKURAN HARGA

1. Obat Batuk - 60 ml Rp. 3,150 Laserin Madu Sirup - 110 ml Rp. 5,850 2. OBH Combi - 60 ml Rp. 4,120 Batuk Flu Jeruk

Sirup - 100 ml Rp. 6.400

3. Komix Rasa Jeruk - 7 ml Rp. 400

Nipis Obat Batuk

Sachet

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa harga Laserin Madu relatif lebih murah dibanding dengan harga produk kompetitor.

Launch Management

Setelah melakukan implementasi strategi peluncuran produk, langkah selanjutnya PT. Mecosin Indonesia mengelola dan menjaga peluncuran produk baru yang telah dilakukan agar terus dapat berjalan sebagaimana mestinya. Untuk itu PT. Mecosin Indonesia kemudian melakukan analisa dengan menggunakan metode

Launch Management System. Tujuannya adalah untuk menemukan masalah apa yang

mungkin muncul pada saat peluncuran produk dan setelahnya serta apakah ada potensi kerugian yang mungkin terjadi. Berikut masalah yang muncul setelah dilakukan peluncuran produk obat batuk Laserin Madu :

• Pada awal peluncuran produk Laserin Madu, berdasarkan survei kepada 20 penjual (grosir besar) produk obat batuk Laserin Madu, mereka masih belum sepenuhnya memahami bahwa produk tersebut adalah untuk anak. Hal ini disebabkan karena produk Laserin dewasa sebelumnya juga dapat digunakan untuk anak, sehingga penjual mengira bahwa Laserin Madu yang dikeluarkan sama dengan Laserin dewasa hanya dengan varian rasa madu. Namun hal itu dapat diatasi dengan terus melakukan presentasi dan pengenalan produk kepada para penjual.

4.5 Hasil Strategi Pengembangan Produk Baru Laserin

Dalam dokumen BAB IV ANALISA KASUS (Halaman 21-44)

Dokumen terkait