• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII PENUTUP

7.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian tentang komparasi analisis usahatani padi organik dan usahatani padi anorganik di Desa Jatirejo, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Adapun saran yang diberikan yaitu sebagai berikut:

1. Bagi mahasiswa, dapat menambahkan jumlah luas lahan dan sampel penelitian untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Serta penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian-penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan komparasi analisis usahatani

2. Bagi institusi, diharapkan dapat menjadi wadah bagi penelitian mahasiswa di sektor pertanian dan pelaksanaan penyuluhan agar inovasi-inovasi yang diciptakan oleh mahasiswa dapat diterapakan oleh lembaga-lembaga bidang pertanian

3. Bagi petani, perlu dilakukan penyebaran informasi kepada anggota kelompok tani mengenai penerapan analisis usahatani beserta pembukuan usahatani. Sehingga diharapkan petani dapat menerapkan analisis usahatani dan melakukan pembukuan usahatani secara rutin dan mandiri.

Guna mengetahui untung dan rugi usahatani yang telah dijalankan, merencanakan usahatani selanjutnya, dan untuk evaluasi tahunan petani.

92

DAFTAR PUSTAKA

Ardian, R., Sudarta. W., & Rantau, I. K. 2017. Perbandingan Pendapatan Usahatani Cabai Rawit dengan Menggunakan Pupuk Anorganik dan Pupuk Campuran (Organik. dan Anorganik). Jurnal Agribisnis Dan Agrowisata.

6(2). 240–248.

Badan Pusat Statistik. 2020. Hasil Sensus Penduduk 2020. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. 2020. Luas Panen dan Produksi Padi di Kabupaten Ngawi 2020. Ngawi: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. 2021. Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia.

Maret 2021. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

BPTP NAD. 2009. Budidaya Tanaman Padi. 21 pp.

Cernea, M., M. and B.J Tepping. 1977. A System of Monitoring and Education of Agricultural Extention Project Word Bank Staff Working. Paper No. 272.

Chafid, M. 2015. Metodologi Area Frame Untuk Pengukuran Produktivitas Padi Di Kabupaten Garut. Informatika Pertanian. 24(1). 39.

https://doi.org/10.21082/ip.v24n1.2015.p39-52.

Edyson, M. D. A., Timisela, N. R., & Luhukay, J. M. 2015. Analisis Tingkat Kelayakan Usahatani Padi Sawah (Oryza sativa L) (Studi Kasus di Desa Wanareja Kecamatan Waepo Kabupaten Buru). AGRILAN Jurnal Agribisnis Kepulauan, 3(2), 179–190.

Fachrista, I., A., Irham, Masyhuri, & Suryantini, A. 2021. A comparative feasibility study of organic and conventional vegetable farming in Central Java.

Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science.

807(3). https://doi.org/10.1088/1755-1315/807/3/032043.

Gitosaputro, S., & Listiana, I. 2018. Dinamika Penyuluhan Pertanian: dari Era Kolonial sampai dengan Era Digital. CV. Anugrah Utama Raharja.

Ginting, E. 1991. Metode Kuliah Kerja Lapang. Universitas Brawijaya, Malang.

Haghjou, M., Hayati, B., Pishbahar, E., Mohammadrezaei, R., & Dashti, G. 2013.

Factors affecting consumers’ potential willingness to pay for organic food products in Iran: Case study of Tabriz. Journal of Agricultural Science and Technology. 15(2). 191–202.

Harahap, N., & Effendy, L. 2017. Evaluasi Penyuluhan Pertanian. Pusat Pendidikan Pertanian.

Hariyati, N., R. 2020. Metodologi Penelitian Karya Ilmiah. Penerbit Graniti.

https://books.google.co.id/books?id=YAoREAAAQBAJ. [20 Januari 2022]

Hasanah, I. 2007. Bercocok Tanam Padi. Azka Mulia Media. Jakarta. 68 hal.

Hernanto, Fadholi. 1989. Ilmu Usahatani. Jakarta: PT Penebar Swadaya.

International Federation of Organic Agriculture Movements (IFOAM). 2005.

Principles Of Organic Agriculture. https://www.ifoam.bio/why-organic/shaping-agriculture/four-principles-organic. [19 Februari 2022].

Kementan. 2013. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 91 Tahun 2013 tentang Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian.

Kristiawan, Maimunah, & Pustaka. 2021. Pengembangan Potensi Produk Unggulan Buah-Buahan Ramah Lingkungan. Scopindo Media Pustaka.

https://books.google.co.id/books?id=mtc7EAAAQBAJ [16 Januari 2022].

Kusnadi, Dedy. 2011. Dasar-dasar Penyuluhan Pertanian. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor.

Lapodo, N. 2016. The Analysis of Income and Feasibility of Wetland Rice Farming System in Sidera Village Sigi Biromaru Sub Districtof Sigi District.

23(April). 64–69.

Makarim, A., Karim dan E., Suhartatik. 2009. Morfologi dan Fisiologi Tanaman Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Sukabumi.Subang.

Mardikanto, T. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Surakarta: UNS PRESS.

Mamondol, M. R., Torulemba, J., Tentena, N., & Tengah, S. (2016). Economic Feasibility Analysis of Rice Field Farming at Pamona Puselemba District.

Envira, 2(1), 1–10.

Melly, S., Ernita, Y., Novita, Sri A., Zulnadi. 2020. Manajemen Mesin Pertanian 1 (Kajian Konsep Dasar Manajemen Mesin Pertanian). Sleman: The Journal Publishing.

Mosher, A., T. 2002. Menggerakkan dan Membangun Pertanian. Yasaguna, Jakarta.

Mubyarto. 2003. Teori Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi dalam Ekonomi Pancasila. Jurnal Ekonomi Rakyat. Tahun II – No. 4.

Norsalis, E. 2011. Padi Gogo dan Sawah. Jurnal Agroekoteknologi Vol 1(2):2337-2340.

Nuraeni, Ida. 2014. Media Penyuluhan Pertanian. Universitas Terbuka, Jember, pp. 1-30. ISBN 9789790113565

Peraturan Menteri Pertanian. 2013. Sistem Pertanian Organik. Nomor 64/

Permentan/OT.140/5/2013. 16 Hal.

Poli, A. 2015. Praktik Kerja Lapangan Tahun Akademik 2014/2015 Di Desa Jotosanur Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur.

Program Studi Penyuluhan Pertanian STPP MALANG. tersedia:

gustipoly.blogspot.com/2016/11/pkl-ii-penyuluhan-pertanian.html. [21 Desember 2021]

Purwono dan Heni Purnamawati. 2007. Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul. Depok : Penebar Swadaya.

Ramdhan, M. 2021. Metode Penelitian. Cipta Media Nusantara.

https://books.google.co.id/books?id=Ntw%5C_EAAAQBAJ [19 Januari 2022].

Salman. 2014. Pengolahan Tanah Tanaman Padi. Pusat Pengambangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pertanian. Cianjur.

Setyarini, A., Rahayu, E., S., Sutrisno, J., & Marwanti, S. 2021. Income and Feasibility Analysis of Rice Farming in Sub Watershed Keduang. Wonogiri Regency. Central Java. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 905(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/905/1/012055

Seufert, V., Ramankutty, V., and Foley, J., A. 2012. Comparing The Yields Of Organic And Conventional Agriculture. Nature 48 (5): 229– 232.

Soekartawi. 1995. Analisis Usahtani. Jakarta: UI-Press. 110 hlm.

Sudrajat, S. 2020. Kelayakan Usahatani Padi dan Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Petani di Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan. Majalah Geografi Indonesia (Vol. 34. Issue 1. p. 53).

https://doi.org/10.22146/mgi.54500

Sugiono, D., & Saputro, N., W. 2016. Respon Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Genotip Padi (Oryza sativa L.) Pada Berbagai Sistem Tanam. Jurnal Agrotek Indonesia. 1(2). 105–114.

Sukardi. 2014. Evaluasi Program Pendidikan dan Kepelatihan. Bumi Aksara.

Yogyakarta.

Sumargo, B. 2020. Teknik Sampling. UNJ PRESS.

https://books.google.co.id/books?id=FuUKEAAAQBAJ. [16 januari 2022].

Surdianto, Y., & Sutrisna, N. 2015. Petunjuk teknis budidaya padi organik. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat (Issue Cetakan Pertama). http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/6473 [16 Januari 2022]

United States Department of Agriculture (USDA). 2022. Classification for Kingdom Plantae Down to Species Oryza sativa L.

https://plants.usda.gov/home/classification/24211. [11 Januari 2022].

UU SP3K. 2006. Sistem Penyuluhan Pertanian. Perikanan dan Kehutanan.

Jakarta: Sekretariat Negara.

Wanda, F., F., E. 2015. Analisis Pendapatan Usahatani Jeruk Siam (Studi Kasus Di Desa Padang Pangrapat Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Pasar).

Ejournal Ilmu Administrasi Bisnis. 3 (3) : 600-611.

Zakaria. 2006. Modul Dasar-Dasar Penyuluhan Pertanian. Pusat Manajemen Pelatihan Sumberdaya Manusia Pertanan. Ciawi. Bogor.

95

BATASAN ISTILAH

1. Padi organik adalah padi yang dihasilkan dari sistem budidaya organik.

tanpa tambahan bahan kimia dan telah tersertifikasi

2. Padi anorganik adalah padi yang dihasilkan dari sistem budidaya konvensional. yang masih menggunakan tambahan bahan kimia dalam budidayanya (pemupukan. pengendalian OPT. dll)

3. Biaya produksi adalah total biaya yang dikeluarkan oleh petani dalam satu kali musim tanam yang dinyatakan dalam Rupiah (Rp).

4. Penerimaan adalah hasil produksi yang didapatkan oleh petani dalam satu kali musim tanam ton/ha per musim tanam.

5. Pendapatan adalah total penerimaan yang dikurangi dengan total biaya produksi. dan dinyatakan dalam Rupiah (Rp).

6. Revenue Cost Ratio (R/C) adalah untuk mengetahui suatu usaha layak.

tidak layak atau impas. Jika nilai R/C=1 maka usahatani tersebut impas.

selanjutnya jika R/C<1 menunjukkan bahwa usaha tersebut tidak layak dan R/C>1 maka usaha tersebut layak untuk diusahakan.

7. Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) adalah untuk mengetahui suatu usahatani menguntungkan atau merugikan. Jika B/C>bunga bank yang berlaku maka usahatani tersebut mengalami keuntungan.

8. Break Even Point (BEP) adalah sebuah analisis yang digunakan untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen dengan harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang telah dikeluarkan serta mendapatkan keuntungan/profit.

96

LAMPIRAN

Lampiran 1. Perbedaan Penelitian Terdahulu

Peneliti Judul Metode dan Hasil Penelitian Perbedaan Fachrista, I

A., Irham, Masyhuri, dan

Sryantini, A (2021)

A Comparative Feasibility Study Of Organic and Conventional Vegetable Farming In Central Java, Indonesia

Dengan menggunakan metode survei dan dengan panduan kuesioner. Serta analisis data uji-t dan analisis keuangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani sayuran organik menerima pendapatan, penghasilan, dan keuntungan yang lebih tinggi daripada petani konvensional. Serta budidaya sayuran organik lebih layak dilakukan dibandingkan dengan budidaya sayuran konvensional.

Perbedaan terletak pada lokasi penelitian, metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif.

Pengambilan data penelitian

dilakuakan dengan cara wawancara.

Analisis data peneliti

menggunakan analisis usahatani serta uji beda

rata-rata atau

independent sample t-test.

Setyarini, A., Rahayu, E.

S., Sutrisno, J., dan Marwanti, S (2021)

Income and Feasibility Analysis of Rice Farming in Sub Watershed Keduang, Wonogiri Regency, Central Java

Metode analisis pada penelitian tersebut yaitu dengan analisis Total Cost (TC), pendapatan, laba bersih, dan Revenue/Cost (R/C) Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi (TC) yaitu Rp 20.773.581/Ha/Tahun, dengan penerimaan Rp 29.464.858/Ha/Tahun,

sehingga pendapatannya

sebesar Rp

8.691.277/Ha/Tahun. Sehingga

usahatani tersebut

menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.

Ardian, R., Sudarta, W., dan Rantau, I Ketut (2017)

Perbandingan Pendapatan Usahatani Cabai Rawit dengan Menggunakan Pupuk

Anorganik dan Pupuk

Campuran (Organik, dan Anorganik)

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan

metode pengamatan

(observasi), wawancara, dan metode kepustakaan. Serta analisis data yang digunakan meliputi analisis pendapatan, analisis R/C ratio, analisis Uji T dan analisis deskriptif. Hasil analisis perhitungan menggunakan Uji-T, diketahui

bahwa perbandingan

pendapatan usahatani cabai rawit dengan menggunakan pupuk anorganik dan pupuk campuran tidak berbeda nyata.

Lapodo, N., dan

Sulaeman (2016)

Analisis

Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah di Desa Sidera

Kecamatan Sigi Biromaru

Responden penelitian ditentukan menggunakan metode simple random sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan kuesioner.

Data sekunder didapatkan dari literatur-literatur yang relevan.

Peneliti Judul Metode dan Hasil Penelitian Perbedaan Kabupaten Sigi Analisis data dalam penelitian

ini yaitu menggunakan analisis pendapatan, dan analisis kelayakan. Pendapatan yang diperoleh petani responden

ialah sebesar Rp

3.944.168,72/ha. Dan usahatani padi sawah layak untuk diusahakan, karena nilai R/C ratio sebesar 2,40.

Sudrajat (2020)

Kelayakan Usahatani Padi dan

Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Petani di Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan

Data primer dikumpulkan secara langsung melalui wawancara dengan petani menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintahan. Analisis finansial yang digunakan yaitu meliputi analisis biaya, penerimaan, pendapatan atau keuntungan hasil usahatani dan kelayakan usahatani. Hasil analisis finansial usahatani menunjukkan adanya variasi biaya usahatani menurut luas lahan dan variasi penerimaan atau pendapatan menurut perbedaan hasil produksi dan biaya. Berdasarkan analisis kelayakan usahatani padi dengan R/C ratio dan B/C ratio menunjukkan bahwa kegiatan usahatani padi layak untuk dijalankan.

Lampiran 2. Kuesioner Penelitian

KUESIONER PENELITIAN

KOMPARASI ANALISIS USAHATANI PADI ORGANIK DAN USAHATANI PADI ANORGANIK DI DESA JATIREJO

KECAMATAN KASREMAN KABUPATEN NGAWI

A. IDENTITAS RESPONDEN

Nama Responden : ………

Alamat : ………

No HP : ………

Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan *)

Usia : ……… Tahun

Pekerjaan Utama : ………

Pengalaman Usahatani

: ………..Tahun Pendidikan

Terakhir

: SD/SMP/SMA/Sarjana/…………..

Usahatani Padi : Organik/Anorganik *) *) coret yang tidak perlu

B. LUAS LAHAN

Luas (Ha) Kepemilikan Lahan (Milik/Sewa/Garap)

Biaya Sewa Biaya Pajak (Rp/tahun)

C. SARANA PRODUKSI 1. Benih

No. Jenis Benih Jumlah (Kg) Harga (Rp/kg)

2. Pupuk

No. Jenis Pupuk Jumlah (Kg) Harga (Rp/kg)

3. Pestisida

No. Pestisida Jumlah (Kg) Harga (Rp/kg)

D. PRASARANA PRODUKSI

1. Alat apa saja yang Bapak/Ibu gunakan dalam usahatani padi organik?

No. Peralatan Jumlah Harga/unit Masa Pakai (tahun)

E. TENAGA KERJA

Jenis Kegiatan

Tenaga Kerja

Total Pengeluaran Keluarga Luar Keluarga/

Orang Lain Jumlah

orang

Upah (Rp)

Jumlah orang

Upah (Rp) Pengolahan tanah

Pembibitan/penyemaian Penanaman

Pemeliharaan tanaman i. Penyiangan 1 ii. Penyiangan 2 iii. Penyulaman iv. Pemupukan 1

v. Pemupukan 2 vi. Pengendalian hama penyakit vii. Pengairan Pemanenan

Pengelolaan hasil panen Lain – lain

………..

………..

F. PENGELOLAAN USAHATANI a. Pengolahan lahan

1. Berapa biaya sewa alat untuk pengolahan lahan?

Biaya sewa alat olah lahan = Rp………

b. Pengairan

1. Dari mana sumber air yang digunakan untuk pengairan diperoleh?

a. Air sumur c. Irigasi/sungai

b. Kolam d. Lainnya………

2. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan pengairan?

Biaya pengairan = Rp………..

c. Panen dan pasca panen

1. Berapa biaya transportasi yang bapak/ibu kelurkan dalam menangani hasil panen?

Biaya transportasi = Rp………

2. Berapa jumlah hasil panen usahatani padi dalam satu musim tanam?

Jumlah hasil panen = ……… ton

3. Berapa harga jual Gabah Kering Panen (GKP)?

Harga jual GKP = Rp………/Kg

Lampiran 3. Data Responden Penelitian

Responden Nama Alamat Jenis

Kelamin

Luas Lahan

(Ha)

Usia

(Tahun) Pekerjaan

Pengalaman Usahatani

(Tahun)

Pendidikan Usahatani Padi

1 SAMAN HADI JATIREJO Laki-laki 0,20 50 Petani 30 SMP Anorganik

2 DIKUN JATIREJO Laki-laki 0,35 54 Petani 25 SD Anorganik

3 SUGIYANTO JATIREJO Laki-laki 0,15 42 Petani 17 SMP Anorganik

4 SAYUN JATIREJO Laki-laki 0,15 71 Petani 45 SD Anorganik

5 PARJO JATIREJO Laki-laki 0,20 55 Petani 30 SD Anorganik

6 PARTI JATIREJO Perempuan 0,25 50 Petani 30 SMP Anorganik

7 MANIS JATIREJO Perempuan 0,20 58 Petani 30 SD Anorganik

8 SUMIRAH JATIREJO Perempuan 0,15 70 Petani 40 SD Anorganik

9 DAMI JATIREJO Perempuan 0,15 40 Petani 20 SD Anorganik

10 PURNOMO JATIREJO Laki-laki 0,25 40 Petani 20 SMP Anorganik

11 YASUKI JATIREJO Laki-laki 0,25 42 Petani 3 SMA Organik

12 MARDI JATIREJO Laki-laki 0,40 50 Petani 30 SMP Organik

13 PURWANTO JATIREJO Laki-laki 0,19 41 Petani 30 SMP Organik

14 SUDARTO JATIREJO Laki-laki 0,20 43 Petani 20 SD Organik

15 KARDI JATIREJO Laki-laki 0,27 55 Petani 30 SMA Organik

16 SUYANTO JATIREJO Laki-laki 0,15 40 Petani 12 SD Organik

17 MUKLIS JATIREJO Laki-laki 0,10 32 Petani 3 SMP Organik

18 SAMPAN JATIREJO Laki-laki 0,15 57 Petani 30 SMA Organik

19 TAMIN JATIREJO Laki-laki 0,15 66 Petani 20 SMP Organik

20 DWI DARSONO JATIREJO Laki-laki 0,20 38 Petani 20 SMA Organik

Lampiran 4. Biaya Tetap dan Biaya Variabel Usahatani Padi Organik dan Anorganik Petani Desa Jatirejo Data Riil

PAJAK (Rp)

PENYUSUTAN ALAT (Rp)

BENIH (Rp)

PUPUK ANORGANIK

(Rp)

PUPUK ORGANIK

(Rp)

PESTISIDA ANORGANIK

(Rp)

PESTISIDA ORGANIK

(Rp)

PEKERJA (Rp)

PENGAIRAN (Rp)

SEWA ALAT (Rp)

TRANSPORT (Rp)

1 SAMAN HADI ANORGANIK 0,10 7.333 38.400 35.000 108.000 0 25.000 0 725.000 250.000 140.000 35.000

2 DIKUN ANORGANIK 0,18 14.000 87.000 52.500 189.000 0 98.000 0 1.032.500 450.000 210.000 60.000

3 SUGIYANTO ANORGANIK 0,08 5.750 281.400 22.500 90.000 0 89.250 0 567.500 150.000 0 30.000

4 SAYUN ANORGANIK 0,08 8.000 26.400 22.500 90.000 0 89.250 0 567.500 150.000 0 28.500

5 PARJO ANORGANIK 0,10 9.584 27.300 30.000 108.000 0 194.500 0 760.000 225.000 150.000 32.000

6 PARTI ANORGANIK 0,13 5.000 26.100 15.625 82.500 0 55.000 0 790.000 300.000 175.000 42.000

7 MANIS ANORGANIK 0,10 7.333 27.000 35.000 120.000 0 262.000 0 740.000 250.000 120.000 32.500

8 SUMIRAH ANORGANIK 0,08 6.000 48.000 18.750 90.000 0 164.000 0 567.500 150.000 90.000 22.000

9 DAMI ANORGANIK 0,08 5.500 24.600 9.375 81.000 0 45.000 0 532.500 150.000 90.000 15.000

10 PURNOMO ANORGANIK 0,13 9.583 57.000 31.250 150.000 0 57.500 0 785.000 300.000 162.500 57.500

11 YASUKI ORGANIK 0,13 9.167 507.600 31.250 0 560.000 0 100.000 822.500 100.000 0 30.000

12 MARDI ORGANIK 0,20 15.333 26.400 21.000 0 896.000 0 150.000 1.487.500 600.000 240.000 100.000

13 PURWANTO ORGANIK 0,10 6.967 292.600 23.750 0 425.600 0 50.000 702.500 250.000 0 50.000

14 SUDARTO ORGANIK 0,10 7.333 307.200 37.500 0 448.000 0 100.000 675.000 200.000 0 45.000

15 KARDI ORGANIK 0,14 9.900 26.400 50.625 0 324.000 0 100.000 932.500 150.000 162.000 50.000

16 SUYANTO ORGANIK 0,08 6.000 24.000 18.750 0 180.000 0 30.000 507.500 75.000 90.000 30.000

17 MUKLIS ORGANIK 0,05 3.667 245.250 12.500 0 120.000 0 20.000 402.500 80.000 0 20.000

18 SAMPAN ORGANIK 0,08 5.750 82.500 28.125 0 240.000 0 50.000 620.000 150.000 100.000 57.500

19 TAMIN ORGANIK 0,08 5.500 40.500 24.375 0 240.000 0 50.000 675.000 100.000 90.000 30.000

20 DWI ORGANIK 0,10 7.333 57.000 25.000 0 448.000 0 100.000 670.000 200.000 150.000 30.000

1 78.083 64.320 272.500 1.108.500 0 1.079.500 0 7.067.500 2.375.000 1.137.500 354.500

1 76.950 160.945 272.875 0 3.881.600 0 750.000 7.495.000 1.905.000 832.000 442.500

TOTAL ANORGANIK

NO NAMA USAHATANI PADI

LUAS (Ha)

BIAYA TETAP BIAYA VARIABEL

TOTAL ORGANIK

Lampiran 5. Biaya Tetap dan Biaya Variabel Usahatani Padi Organik dan Anorganik Petani Desa Jatirejo Konversi 1 Ha

PAJAK (Rp)

PENYUSUTAN ALAT (Rp)

BENIH (Rp)

PUPUK ANORGANIK

(Rp)

PUPUK ORGANIK

(Rp)

PESTISIDA ANORGANIK

(Rp)

PESTISIDA ORGANIK

(Rp)

PEKERJA (Rp)

PENGAIRAN (Rp)

SEWA ALAT (Rp)

TRANSPOR TASI (Rp) 1 SAMAN HADI ANORGANIK 1 73,333 192,000 350,000 1,200,000 0 250,000 0 7,250,000 2,500,000 1,400,000 350,000 2 DIKUN ANORGANIK 1 80,000 248,571 300,000 1,080,000 0 560,000 0 5,900,000 2,571,429 1,200,000 342,857 3 SUGIYANTO ANORGANIK 1 76,667 1,876,000 300,000 1,200,000 0 1,190,000 0 7,566,667 2,000,000 0 400,000

4 SAYUN ANORGANIK 1 106,667 176,000 300,000 1,200,000 0 1,190,000 0 7,566,667 2,000,000 0 380,000

5 PARJO ANORGANIK 1 95,835 136,500 300,000 1,080,000 0 1,945,000 0 7,600,000 2,250,000 1,500,000 320,000 6 PARTI ANORGANIK 1 40,000 104,400 125,000 1,200,000 0 440,000 0 6,320,000 2,400,000 1,400,000 336,000 7 MANIS ANORGANIK 1 73,333 135,000 350,000 1,200,000 0 2,620,000 0 7,400,000 2,500,000 1,200,000 325,000 8 SUMIRAH ANORGANIK 1 80,000 320,000 250,000 1,200,000 0 2,186,667 0 7,566,667 2,000,000 1,200,000 293,333 9 DAMI ANORGANIK 1 73,333 164,000 125,000 1,080,000 0 600,000 0 7,100,000 2,000,000 1,200,000 200,000 10 PURNOMO ANORGANIK 1 76,664 228,000 250,000 1,200,000 0 460,000 0 6,280,000 2,400,000 1,300,000 460,000

11 YASUKI ORGANIK 1 73,333 2,030,400 250,000 0 4,480,000 0 800,000 6,580,000 1,600,000 0 240,000

12 MARDI ORGANIK 1 76,665 66,000 105,000 0 4,480,000 0 750,000 7,437,500 3,000,000 1,200,000 500,000

13 PURWANTO ORGANIK 1 73,333 1,540,000 125,000 0 4,480,000 0 526,316 7,394,737 2,631,579 0 526,316

14 SUDARTO ORGANIK 1 73,333 1,536,000 375,000 0 4,480,000 0 1,000,000 6,750,000 2,000,000 0 450,000 15 KARDI ORGANIK 1 73,333 97,778 375,000 0 2,400,000 0 740,741 6,907,407 1,111,111 1,200,000 370,370 16 SUYANTO ORGANIK 1 80,000 160,000 250,000 0 2,400,000 0 400,000 6,766,667 1,000,000 1,200,000 400,000

17 MUKLIS ORGANIK 1 73,333 2,452,500 250,000 0 2,400,000 0 400,000 8,050,000 1,600,000 0 400,000

18 SAMPAN ORGANIK 1 76,667 550,000 375,000 0 3,200,000 0 666,667 8,266,667 2,000,000 1,300,000 766,667 19 TAMIN ORGANIK 1 73,333 270,000 325,000 0 3,200,000 0 666,667 9,000,000 1,333,333 1,200,000 400,000 20 DWI ORGANIK 1 73,333 285,000 125,000 0 4,480,000 0 1,000,000 6,700,000 2,000,000 1,500,000 300,000 77,583 358,047 265,000 1,164,000 0 1,144,167 0 7,055,000 2,262,143 1,300,000 340,719 74,667 898,768 255,500 0 3,600,000 0 695,039 7,385,298 1,827,602 1,266,667 435,335

BIAYA VARIABEL BIAYA TETAP

USAHATANI PADI ANORGANIK USAHATANI PADI ORGANIK NO NAMA USAHATANI

PADI

LUAS (Ha)

Lampiran 6. Biaya Penyusutan Alat

RESPONDEN ALAT JUMLAH HARGA AWAL (Rp) HARGA AKHIR (Rp) UMUR EKONOMIS (Tahun) PENYUSUTAN (Rp/MT)

1 Cangkul 1 60.000 6.000 5 3.600

Sabit 1 50.000 5.000 5 3.000

Garuk 1 30.000 3.000 5 1.800

Hand Sprayer 1 600.000 60.000 6 30.000

TOTAL 38.400

2 Cangkul 1 100.000 10.000 5 6.000

Sabit 1 50.000 5.000 5 3.000

Hand Sprayer 1 1.300.000 130.000 5 78.000

TOTAL 87.000

3 Cangkul 1 75.000 7.500 5 4.500

Sabit 1 40.000 4.000 5 2.400

Traktor 1 8.500.000 850.000 10 255.000

Hand sprayer 1 550.000 5.500 10 16.500

Garuk 1 50.000 5.000 5 3.000

TOTAL 281.400

4 Cangkul 1 75.000 7.500 5 4.500

Sabit 1 40.000 4.000 5 2.400

Garuk 1 50.000 5.000 5 3.000

Hand sprayer 1 550.000 55.000 10 16.500

TOTAL 26.400

5 Cangkul 1 90.000 9.000 5 5.400

Sabit 1 40.000 4.000 5 2.400

Garuk 1 50.000 5.000 5 3.000

Hand sprayer 1 550.000 55.000 10 16.500

TOTAL 27.300

6 Cangkul 1 60.000 6.000 5 3.600

Sabit 1 25.000 2.500 5 1.500

Garuk 1 50.000 5.000 5 3.000

Hand sprayer 1 600.000 60.000 10 18.000

TOTAL 26.100

7 Cangkul 1 60.000 6.000 5 3.600

Sabit 1 55.000 5.500 5 3.300

Hand sprayer 1 570.000 57.000 10 17.100

RESPONDEN ALAT JUMLAH HARGA AWAL (Rp) HARGA AKHIR (Rp) UMUR EKONOMIS (Tahun) PENYUSUTAN (Rp/MT)

Garuk 1 50.000 5.000 5 3.000

TOTAL 27.000

8 Cangkul 1 90.000 9.000 5 5.400

Sabit 1 60.000 6.000 5 3.600

Garuk 1 50.000 5.000 5 3.000

Hand sprayer 1 1.200.000 120.000 10 36.000

TOTAL 48.000

9 Cangkul 1 50.000 5.000 5 3.000

Sabit 1 25.000 2.500 5 1.500

Garuk 1 35.000 3.500 5 2.100

Hand sprayer 1 300.000 30.000 10 18.000

TOTAL 24.600

10 Cangkul 1 100.000 10.000 5 6.000

Sabit 1 50.000 5.000 5 3.000

Hand sprayer 1 1.500.000 150.000 10 45.000

Garuk 1 50.000 5.000 5 3.000

TOTAL 57.000

11 Cangkul 1 60.000 6.000 5 3.600

Sabit 1 50.000 5.000 5 3.000

Traktor 1 16.000.000 1.600.000 10 480.000

Hand sprayer 1 600.000 60.000 10 18.000

Garuk 1 50.000 5.000 5 3.000

TOTAL 507.600

12 Sabit 1 50.000 5.000 5 3.000

Cangkul 1 60.000 6.000 5 3.600

Hand sprayer 1 600.000 60.000 10 18.000

Garuk 1 30.000 3.000 5 1.800

TOTAL 26.400

13 Cangkul 1 60.000 6.000 5 3.600

Traktor 1 11.000.000 1.100.000 15 220.000

Hand sprayer 1 1.500.000 150.000 10 45.000

Hand sprayer 1 700.000 70.000 10 21.000

Sabit 1 50.000 5.000 5 3.000

TOTAL 292.600

14 Cangkul 1 60.000 6.000 5 3.600

RESPONDEN ALAT JUMLAH HARGA AWAL (Rp) HARGA AKHIR (Rp) UMUR EKONOMIS (Tahun) PENYUSUTAN (Rp/MT)

Sabit 1 30.000 3.000 5 1.800

Traktor 1 15.000.000 1.500.000 15 300.000

Garuk 1 30.000 3.000 5 1.800

TOTAL 307.200

15 Hand sprayer 1 600.000 60.000 10 18.000

Cangkul 1 60.000 6.000 5 3.600

Sabit 1 50.000 5.000 5 3.000

Garuk 1 30.000 3.000 5 1.800

TOTAL 26.400

16 Cangkul 1 75.000 7.500 5 4.500

Sabit 1 50.000 5.000 5 3.000

Hand sprayer 1 550.000 55.000 10 16.500

TOTAL 24.000

17 Cangkul 1 75.000 7.500 5 4.500

Sabit 1 50.000 5.000 5 3.000

Traktor 1 10.500.000 1.050.000 15 210.000

Hand sprayer 1 925.000 92.500 10 27.750

TOTAL 245.250

18 Cangkul 1 100.000 10.000 10 3.000

Sabit 1 50.000 5.000 10 1.500

Hand sprayer 1 1.300.000 130.000 5 78.000

TOTAL 82.500

19 Sabit 1 25.000 2.500 5 1.500

Cangkul 1 50.000 5.000 5 3.000

Hand sprayer 1 600.000 60.000 5 36.000

TOTAL 40.500

20 Cangkul 1 100.000 10.000 5 6.000

Sabit 1 50.000 5.000 5 3.000

Hand sprayer 1 1.500.000 150.000 10 45.000

Garuk 1 50.000 5.000 5 3.000

TOTAL 57.000

Lampiran 7. Biaya Benih Usahatani Padi Organik dan Anorganik Per Musim Tanam Konversi 1 Ha

A. Biaya benih usahatani padi anorganik

RESPONDEN JENIS BENIH JUMLAH (Kg) HARGA

(Rp/Kg) TOTAL(Rp)

1 Inpari 32 25 14.000 350.000

2 Inpari 32 25 12.000 300.000

3 Inpari 32 25 12.000 300.000

4 Inpari 32 25 12.000 300,000

5 Inpari 32 25 12.000 300,000

6 Inpari 32 25 5.000 125,000

7 Inpari 32 25 14.000 350,000

8 Inpari 32 25 10.000 250,000

9 Ciherang 25 5.000 125,000

10 Inpari 32 25 10.000 250,000

B. Biaya benih usahatani padi organik

RESPONDEN JENIS BENIH JUMLAH (Kg) HARGA

(Rp/Kg) TOTAL (Rp)

11 Mentik susu 25 10.000 250,000

12 Inpari 32 25 4.200 105,000

13 Mentik wangi 25 5.000 125,000

14 Mentik susu 25 15.000 375,000

15 Mentik susu 25 15.000 375,000

16 Mentik susu 25 10.000 250,000

17 Mentik susu 25 10.000 250,000

18 Mentik susu 25 15.000 375,000

19 Inpari 32 25 13.000 325,000

20 Mentik wangi 25 5.000 125,000

Lampiran 8. Biaya Pupuk Usahatani Padi Organik dan Anorganik Per Musim Tanam Konversi 1 Ha

A. Biaya pupuk usahatani padi anorganik

RESPONDEN PUPUK JUMLAH (Kg) HARGA

(Rp/Kg) TOTAL

1

Urea 100 2.700 270.000

Phonska 300 2.700 810.000

Petroganik 120 1.000 120.000

TOTAL 1.200.000

2

Urea 100 2.700 270.000

Phonska 300 2.700 810.000

TOTAL 1.080.000

3

Urea 100 2.700 270.000

Phonska 300 2.700 810.000

Petroganik 120 1.000 120.000

TOTAL 1.200.000

4

Urea 100 2.700 270.000

Phonska 300 2.700 810.000

Petroganik 120 1.000 120.000

TOTAL 1.200.000

5

Urea 100 2.700 270.000

Phonska 300 2.700 810.000

TOTAL 1.080.000

6

Urea 100 2.700 270.000

Phonska 300 2.700 810.000

Petroganik 120 1.000 120.000

TOTAL 1.200.000

7

Urea 100 2.700 270.000

Phonska 300 2.700 810.000

Petroganik 120 1.000 120.000

TOTAL 1.200.000

8

Urea 100 2.700 270.000

Phonska 300 2.700 810.000

Petroganik 120 1.000 120.000

TOTAL 1.200.000

9

Urea 100 2.700 270.000

Phonska 300 2.700 810.000

TOTAL 1.080.000

10

Urea 100 2.700 270.000

Phonska 300 2.700 810.000

Petroganik 120 1.000 120.000

TOTAL 1.200.000

B. Biaya pupuk usahatani padi anorganik

RESPONDEN PUPUK JUMLAH (Kg) HARGA

(Rp/Kg) TOTAL

11 Kompos 8000 560 1.120.000

12 Kompos 8000 560 2.240.000

13 Kompos 8000 560 560.000

14 Kompos 8000 560 1.120.000

RESPONDEN PUPUK JUMLAH (Kg) HARGA

(Rp/Kg) TOTAL

15 Kompos 8000 300 600.000

16 Kompos 8000 300 300.000

17 Kompos 8000 300 300.000

18 Kompos 8000 400 400.000

19 Kompos 8000 400 400.000

20 Kompos 8000 560 560.000

Lampiran 9. Biaya Pestisida Usahatani Padi Organik dan Usahatani Padi Anorganik Per Musim Tanam

A. Biaya pestisida usahatani padi organik RESPONDEN PESTISIDA JUMLAH

(Pcs)

HARGA

(Rp/Pcs) TOTAL

1 Fujiwan 1 50.000 50.000

TOTAL 50.000

2 Spontan 2 98.000/L 196.000

TOTAL 196.000

3 Fostin 1 80.000 80.000

Antracol 1 17.500 17.500

Fujiwan 1 81.000 81.000

TOTAL 178.500

4 Fostin 1 80.000 80.000

Antracol 1 17.500 17.500

Fujiwan 1 81.000 81.000

TOTAL 178.500

5 Plenum 1 190.000 190.000

Spontan 1 70.000 70.000

Larvin 1 14.000 14.000

Filia 1 115.000 115.000

TOTAL 389.000

6 Fostin 1 80.000 80.000

Antracol 1 30.000 30.000

TOTAL 110.000

7 Antracol 1 120.000 120.000

Spontan 1 90.000 90.000

Plenum 1 198.000 198.000

Fostin 1 79.000 79.000

Lannate 1 37.000 37.000

TOTAL 524.000

8 Fostin 2 78.000 156.000

Filia 1 120.000 120.000

Bentonik 1 45.000 45.000

Betarco 1 85.000 85.000

TOTAL 328.000

9 Fujiwan 1 50.000 50.000

Fostin 1 40.000 40.000

TOTAL 90.000

10 Fujiwan 1 35.000 35.000

Antracol 1 40.000 40.000

Fostin 1 40.000 40.000

TOTAL 115.000

B. Biaya pestisida usahatani padi anorganik

RESPONDEN PESTISIDA JUMLAH HARGA TOTAL

11 Pesnab 20 liter 10.000 200.000

12 Pesnab 30 liter 10.000 300.000

13 Pesnab 10 liter 10.000 100.000

14 Pesnab 20 liter 10.000 200.000

15 Pesnab 20 liter 10.000 200.000

RESPONDEN PESTISIDA JUMLAH HARGA TOTAL

16 Pesnab 6 liter 10.000 60.000

17 Pesnab 4 liter 10.000 40.000

18 Pesnab 10 liter 10.000 100.000

19 Pesnab 10 liter 10.000 100.000

20 Pesnab 20 liter 10.000 200.000

Lampiran 10. Biaya Tenaga Kerja Usahatani Padi Organik dan Usahatani Padi Anorganik Per Responden

Responden Pengolahan Tanah (Rp)

Pembibitan (Rp)

Tanam (Rp)

Penyulaman (Rp)

Penyiangan 1 (Rp)

Penyiangan 2 (Rp)

Pupuk 1 (Rp)

Pupuk 2 (Rp)

Pengendalian OPT (Rp)

Panen (Rp)

Total Biaya (Rp) 1 120.000 60.000 200.000 60.000 60.000 60.000 35.000 35.000 120.000 700.000 1.450.000 2 130.000 60.000 300.000 30.000 60.000 60.000 40.000 40.000 120.000 1.225.000 2.065.000 3 120.000 60.000 100.000 30.000 60.000 60.000 30.000 30.000 120.000 525.000 1.135.000 4 120.000 60.000 100.000 30.000 60.000 60.000 30.000 30.000 120.000 525.000 1.135.000 5 120.000 120.000 140.000 30.000 60.000 60.000 35.000 35.000 120.000 800.000 1.520.000 6 60.000 60.000 200.000 35.000 70.000 70.000 35.000 35.000 140.000 875.000 1.580.000 7 120.000 120.000 200.000 30.000 60.000 60.000 35.000 35.000 120.000 700.000 1.480.000 8 120.000 60.000 100.000 30.000 60.000 60.000 30.000 30.000 120.000 525.000 1.135.000

9 60.000 60.000 90.000 30.000 60.000 60.000 30.000 30.000 120.000 525.000 1.065.000

10 140.000 70.000 300.000 30.000 60.000 60.000 35.000 35.000 140.000 700.000 1.570.000 11 140.000 70.000 200.000 35.000 140.000 140.000 70.000 70.000 180.000 600.000 1.645.000 12 140.000 70.000 350.000 140.000 280.000 280.000 70.000 70.000 175.000 1.400.000 2.975.000 13 70.000 35.000 300.000 35.000 35.000 35.000 70.000 70.000 105.000 650.000 1.405.000 14 60.000 60.000 210.000 60.000 60.000 60.000 60.000 60.000 120.000 600.000 1.350.000 15 105.000 35.000 325.000 35.000 70.000 70.000 70.000 70.000 140.000 945.000 1.865.000 16 60.000 30.000 100.000 30.000 30.000 30.000 60.000 60.000 90.000 525.000 1.015.000

17 65.000 30.000 100.000 30.000 30.000 30.000 40.000 40.000 90.000 350.000 805.000

18 60.000 60.000 175.000 60.000 60.000 60.000 60.000 60.000 120.000 525.000 1.240.000 19 120.000 60.000 175.000 35.000 60.000 60.000 60.000 60.000 120.000 600.000 1.350.000 20 60.000 60.000 200.000 60.000 60.000 60.000 60.000 60.000 120.000 600.000 1.340.000

Lampiran 11. Analisis Usahatani Padi Organik dan Usahatani Padi Anorganik Desa Jatirejo Konversi 1 Ha

1 SAMAN HADI ANORGANIK 1 45 420.000 192.000 13.300.000 13.492.000 18.900.000 5.408.000 1,40 0,40 299.822 32,12 2 DIKUN ANORGANIK 1 71 420.000 248.571 11.954.286 12.202.857 30.000.000 17.797.143 2,46 1,46 170.840 29,05 3 SUGIYANTO ANORGANIK 1 60 420.000 1.876.000 12.656.667 14.532.667 25.200.000 10.667.333 1,73 0,73 242.211 34,60 4 SAYUN ANORGANIK 1 53 420.000 176.000 12.636.667 12.812.667 22.400.000 9.587.333 1,75 0,75 240.238 30,51 5 PARJO ANORGANIK 1 55 430.000 136.500 14.995.000 15.131.500 23.650.000 8.518.500 1,56 0,56 275.118 35,19 6 PARTI ANORGANIK 1 60 420.000 104.400 12.221.000 12.325.400 25.200.000 12.874.600 2,04 1,04 205.423 29,35 7 MANIS ANORGANIK 1 50 430.000 135.000 15.595.000 15.730.000 21.500.000 5.770.000 1,37 0,37 314.600 36,58 8 SUMIRAH ANORGANIK 1 53 420.000 320.000 14.696.667 15.016.667 22.400.000 7.383.333 1,49 0,49 281.563 35,75 9 DAMI ANORGANIK 1 53 420.000 164.000 12.305.000 12.469.000 22.400.000 9.931.000 1,80 0,80 233.794 29,69 10 PURNOMO ANORGANIK 1 60 420.000 228.000 12.350.000 12.578.000 25.200.000 12.622.000 2,00 1,00 209.633 29,95 11 YASUKI ORGANIK 1 44 700.000 2.030.400 13.950.000 15.980.400 30.800.000 14.819.600 1,93 0,93 363.191 22,83 12 MARDI ORGANIK 1 48 600.000 66.000 17.472.500 17.538.500 28.500.000 10.961.500 1,62 0,62 369.232 29,23 13 PURWANTO ORGANIK 1 62 700.000 1.540.000 15.683.947 17.223.947 43.289.474 26.065.526 2,51 1,51 278.515 24,61 14 SUDARTO ORGANIK 1 45 700.000 1.536.000 15.055.000 16.591.000 31.500.000 14.909.000 1,90 0,90 368.689 23,70 15 KARDI ORGANIK 1 67 700.000 97.778 13.104.630 13.202.407 46.666.667 33.464.259 3,53 2,53 198.036 18,86 16 SUYANTO ORGANIK 1 57 700.000 160.000 12.416.667 12.576.667 39.666.667 27.090.000 3,15 2,15 221.941 17,97 17 MUKLIS ORGANIK 1 30 700.000 2.452.500 13.100.000 15.552.500 21.000.000 5.447.500 1,35 0,35 518.417 22,22 18 SAMPAN ORGANIK 1 67 700.000 550.000 16.575.000 17.125.000 46.666.667 29.541.667 2,73 1,73 256.875 24,46 19 TAMIN ORGANIK 1 57 600.000 270.000 16.125.000 16.395.000 34.000.000 17.605.000 2,07 1,07 289.324 27,33 20 DWI ORGANIK 1 50 700.000 285.000 16.105.000 16.390.000 35.000.000 18.610.000 2,14 1,14 327.800 23,41 56 422.000 435.630 13.531.029 13.966.659 23.692.286 9.725.627 1,70 0,70 248.770 33,10 53 680.000 973.434 15.465.441 16.438.875 35.700.596 19.261.721 2,17 1,17 313.116 24,17 NO NAMA USAHATANI

PADI

LUAS

(Ha) VC (Rp) TC (Rp) TR (Rp) Pd (Rp) R/C B/C

BEP HARGA

(Rp)

BEP PRODUKSI

(Kw)

USAHATANI PADI ANORGANIK USAHATANI PADI ORGANIK

HASIL PRODUKSI

(Kw)

HARGA JUAL (Rp/Kw)

FC (Rp)

Lampiran 12. Uji Normalitas A. Uji Normalitas data

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Organik .185 11 .200* .907 11 .225

*. This is a lower bound of the true significance.

a. Lilliefors Significance Correction

B. Uji Homogenitas Data

Levene's Test for Equality of Variances

F Sig.

Hasil Produksi Equal variances assumed .241 .629 Equal variances not assumed

Total Biaya Equal variances assumed 1.854 .190 Equal variances not assumed

Biaya Tetap Equal variances assumed 8.770 .082 Equal variances not assumed

Biaya Variabel Equal variances assumed 1.309 .268 Equal variances not assumed

Penerimaan Equal variances assumed .382 .544

Equal variances not assumed

Pendapatan Equal variances assumed .068 .892

Equal variances not assumed

R/C Ratio Equal variances assumed 5.084 .064

Equal variances not assumed

B/C Ratio Equal variances assumed 5.084 .064

Equal variances not assumed

BEP Harga Equal variances assumed 3.327 .085

Equal variances not assumed

BEP Produksi Equal variances assumed .395 .538 Equal variances not assumed

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Anorganik .228 10 .149 .888 10 .160

a. Lilliefors Significance Correction

Lampiran 13. Hasil Uji Beda Rata-rata atau Independent Sampel t-test Independent Samples Test

t df

Sig. (2-tailed)

Mean Difference

Std. Error Difference

95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper

Hasil Produksi Equal variances assumed .766 18 .454 3.300 4.308 -5.750 12.350

Equal variances not assumed

.766 14.952 .456 3.300 4.308 -5.884 12.484

Total Biaya Equal variances assumed -3.277 18 .004 -2228466.300 679984.151 -3657059.990 -799872.610 Equal variances not

assumed

-3.277 17.187 .004 -2228466.300 679984.151 -3661917.333 -795015.267

Penerimaan Equal variances assumed -4.292 18 .000 -12023947.500 2801229.060 -17909111.372 -6138783.628 Equal variances not

assumed

-4.292 11.244 .001 -12023947.500 2801229.060 -18173141.433 -5874753.567

Pendapatan Equal variances assumed -3.211 18 .005 -9795481.000 3050690.602 -16204744.124 -3386217.876 Equal variances not

assumed

-3.211 12.051 .007 -9795481.000 3050690.602 -16439256.654 -3151705.346

R/C Ratio Equal variances assumed -2.212 18 .040 -.53300 .24100 -1.03933 -.02667

Equal variances not assumed

-2.212 13.136 .045 -.53300 .24100 -1.05311 -.01289

B/C Ratio Equal variances assumed -2.212 18 .040 -.53300 .24100 -1.03933 -.02667

Equal variances not assumed

-2.212 13.136 .045 -.53300 .24100 -1.05311 -.01289

BEP Harga Equal variances assumed -2.204 18 .041 -71877.800 32614.526 -140398.377 -3357.223 Equal variances not

assumed

-2.204 13.081 .046 -71877.800 32614.526 -142293.058 -1462.542

BEP Produksi Equal variances assumed 6.190 18 .000 8.81700 1.42432 5.82462 11.80938 Equal variances not

assumed

6.190 17.664 .000 8.81700 1.42432 5.82053 11.81347

Biaya Tetap Equal variances assumed -1.632 18 .120 -540720.700 331369.972 -1236903.178 155461.778 Equal variances not

assumed

-1.632 14.691 .124 -540720.700 331369.972 -1248316.250 166874.850

Biaya Variabel Equal variances assumed -2.461 18 .024 -1687745.700 685701.722 -3128351.560 -247139.840 Equal variances not

assumed

-2.461 16.917 .025 -1687745.700 685701.722 -3134993.253 -240498.147

Lampiran 14. Form Pertimbangan Pemilihan Metode Penyuluhan

FORM PERTIMBANGAN PEMILIHAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN Kegiatan Penyuluhan : Penyuluhan tentang Analisis Usahatani Padi Organik dan Usahatani Padi Anorganik

Tujuan Penyuluhan : Meningkatkan pengetahuan petani mengenai Analisis Usahatani Padi Organik dan Usahatani Padi Anorganik Sasaran

Penerapan Metode

Karakteristik Sasaran Pertimbangan Penetapan/ Pemilihan Metode Karakteristik Kondisi/

Keragaan

Tujuan Penyuluhan

(P/K/S)

Materi Penyuluhan

Media yang Digunakan

Pendekatan Psiko-Sosial

Tingkat Adopsi Sasaran:

Pengurus poktan Desa Jatirejo

1. Karakteristik Pribadi Meningkatkan pengetahuan

petani sasaran mengenai

analisis usahatani padi organik

dan anorganik

Jenis materi:

Ekonomi Bentuk materi:

Penjelasan dan diskusi mengenai

analisis usahatani padi

organik dan usahatani padi

anorganik

Folder dan power point

Kelompok Sadar a. Jenis Kelamin Laki-laki

b. Umur 36-66 Tahun

c. Agama Islam

Topik Materi Penyuluhan:

Analisis usahtani padi organik dan anorganik

2. Status Sosial Ekonomi

a. Tingkat pendidikan SD-S1 b. Tingkat pendapatan Tidak tentu c. Jumlah tanggungan

keluarga

d. Keterlibatan dalam kelompok

Aktif 3. Pengalaman bertani ± 10 tahun 4. Tingkat adopsi (sadar,

minat, menilai, mencoba, menerapkan)

Sadar

5. Perilaku Keinovatifan (Perintis/Inovator, Pelopor/Early Adopter,

Penganut dini

Penganut Dini/Early Majority, Penganut Lambat/Late Majority, Tidak Bisa Berubah/

Laggard)

6. Moral Ekonomi (Moral Subsistensi dan Moral Rasionalitas)

Moral rasionalitas

Lampiran 15. Matrik Analisa Penetapan Metode Penyuluhan

FORM MATRIK ANALISA PENETAPAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN Kegiatan Penyuluhan : Penyuluhan tentang Analisis Usahatani Padi Organik dan Usahatani Padi Anorganik

Tujuan Penyuluhan : Meningkatkan pengetahuan petani mengenai Analisis Usahatani Padi Organik dan Usahatani Padi Anorganik

Metode Dan Teknik Penyuluhan Pertanian

Analisis Penetapan Metode Penyuluhan Pertanian

Prioritas

Keputusan Pemilihan

Metode Karakteristik

Sasaran

Tujuan Penyuluhan

(P/K/S)

Materi Penyuluhan

Media yang Digunakan

Pendekatan Psiko-Sosial

Tingkat Adopsi

1. Diskusi 6 Diskusi dan

Ceramah

2. Anjangsana - - - - 2

3. Ceramah 6

4. Demonstrasi Cara - - - 3

5. Demonstrasi Hasil - - - 3

6. Demonstrasi Plot - - - - 2

7. Demonstrasi Farming

- - - - 2

8. Demonstrasi Area - - - - - - 0

9. Demonstrasi Unit - - - - - - 0

10. Pameran - - - - - - 0

11. Sekolah Lapang - - 4

12. Temu Wicara - - - - - 1

13. Temu Bisnis - - - - - - 0

14. Temu Karya - - - - - 1

15. Temu Lapangan - - - - - 1

16. Mimbar Sarasehan

- - - - - - 0

17. Kursus Tani - - 4

Lampiran 16. Matrik Analisa Penetapan Media Penyuluhan

FORM MATRIK ANALISA PENETAPAN MEDIA PENYULUHAN PERTANIAN Kegiatan Penyuluhan : Penyuluhan tentang Analisis Usahatani Padi Organik dan Usahatani Padi Anorganik

Tujuan Penyuluhan : Meningkatkan pengetahuan petani mengenai Analisis Usahatani Padi Organik dan Usahatani Padi Anorganik

No

Analisis Penetapan Media Penyuluhan Jenis Media

Penyuluhan

Karakteristik Sasaran

Tujuan Penyuluhan

(P/S)

Materi Penyuluhan

Metode yang Digunakan

Jumlah Sasaran

Teknik

Komunikasi Biaya Prioritas Keputusan Media

1 Poster √ - - - √ - √ 3

Folder/Leaflet dan Slide

(Media Presentasi)

2 Film Layar Lebar √ - - - 1

3 Film Terproyeksi √ - - - 1

4 Folder/Leaflet √ √ √ √ √ √ √ 7

5 Brosur/Komik √ √ - √ √ - - 4

6 Peta

Singkap/Flipchart √ - - - √ - - 2

7 Papan Flanel √ - - - √ √ - 3

8 Siaran Pedesaan

(TV, Radio) - - - 0

9 Video √ √ - - √ √ √ 5

10 Slide (Media

Presentasi) √ √ √ √ √ √ √ 7

11 Foto - √ - √ √ - √ 4

12 Transparansi - - - √ √ - √ 3

13 Benda

Sesungguhnya - - √ - - √ - 2

Dokumen terkait