HASIL WAWANCARA
C. Evaluasi Pembelajaran IPS Berbasis Multimedia di SD Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen
Kabupaten Demak.
1. Tentu, dengan penggunaan alat pembelajaran
multimedia seperti laptop, LCD, materi power point, globe dan peta maka pembelajaran IPS akan lebih menarik.
2. Saya berusaha melengkapi keperluan guru dalam
pembelajaran.
3. Kami telah menyediakan fasilitas seperti LCD, alat
peraga IPS, Bahasa Indonesia dan IPA.
C. Evaluasi Pembelajaran IPS Berbasis Multimedia di SD Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.
1. Pelaksanaan evaluasi tentu saya tekankan pada guru,
tujuannya untuk mengukur sejauhmana keberhasilan pembelajaran, baik dilihat dari pemahaman siswa maupun dari kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran IPS berbasis multimedia.
2. Untuk bentuk dan jumlah soal saya memberi
kebebasan pada guru selama bentuk evaluasi tersebut layak untuk bisa mengukur kemampuan siswa pada materi pembelajaran.
Hasil Wawancara Untuk Guru
Nama : Sn, M.Pd
Jabatan : Guru kelas V
Tempat wawancara : Ruang Guru
Tanggal Wawancara : 25 April 2014
====================================================== A. Perencanaan Pembelajaran IPS Berbasis Multimedia di SD
Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.
1. “Ya tentu, tidak hanya pernah, melainkan selalu menyiap- kan perangkat pembelajaran di awal karena itu sudah pekerjaan wajib bagi saya. Saya mempersiapkan silabus dan RPP setiap awal semester, sebelum pembelajaran dimulai.”
2. “saya menyiapkan sumber/media yang sesuai, menyiap- kan tempat dan peralatannya, menyiapkan SK/KD, RPP, Hard ware, soft ware, hard copy, alat peraga. Misalnya dalam standar kompetensi Negara Kesatuan Republik Indonesia, RPP, buku sumber, peta Indonesia, LCD dengan komputer, globe, dan lagu nasional dalam bentuk rekaman.
3. ”Saya persiapkan sendiri perangkat pembelajaran yang dibutuhkan, namun jika menemui kesulitan, saya minta bantuan rekan guru yang lebih senior, seperti Bu St dan juga kepala Sekolah”.
4. ”Kalau saya tidak mengadakan persiapan pembelajaran terlebih dahulu, maka akan memakan waktu pembelajar- an yang cukup lama, dan dikhawatirkan akan terjadi kendala ditengah pembelajaran. Selain itu agar pelajaran
berjalan lancar dan siswa terbantu dalam belajar.”
5. “Saya biasanya sharing dengan teman sejawat khususnya
yang seumuran dan karyawan operator.”
6. Penyusunan perencanaan ini untuk mempermudah pelak-
sanaan proses pembelajaran (PBM), dan mempermudah penjelasan materi ajar kepada peserta didik.”
B. Pelaksanaan Pembelajaran IPS Berbasis Multimedia di SD Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.
1. “iya benar. Siswa nampak semangat dan terlihat aktif dalam aktivitas proses pembelajaran dengan media power point dan globe yang menarik. Semua siswa terlihat fokus mengenai materi yang saya berikan. Siswa aktif dalam menemukan jawaban, aktif bertanya mengenai materi yang belum dipahami, aktif dalam berdiskusi, saling membantu dan aktif dalam menyelesaikan masalah” 2. “Pada prinsipnya tujuan metode pembelajaran itu sama,
yaitu ingin menjadikan siswa itu lebih pandai dan memahami materi pelajaran dengan baik. Antara materi yang satu dengan lainnya terkadang saling melengkapi.
3. Kelebihan metode ini, dibandingkan dengan metode
konvensional adalah bahwa dalam metode ini, siswa secara langsung dan cepat bisa memahami materi pelajaran. Siswa diperlihatkan dengan keadaan sebenar- nya meskipun dalam bentuk miniatur atau dalam gambar pada pada layar LCD.”
4. “Saya mengakhiri pembelajaran ini dengan menanyakan kepada siswa beberapa pertanyaan, antara lain: apakah semua siswa sudah paham dan mampu semua, jika ada yang belum paham silahkan ditanyakan. Kemudian saya juga memberikan tugas pada siswa sebagai tahap penekanan belajar agar siswa selalu mempelajari materi yang sudah saya sampaikan dan tidak mudah lupa.” C. Evaluasi Pembelajaran IPS Berbasis Multimedia di SD
Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.
1. Saya selalu mengadakan evaluasi pada siswa di akhir
pembelajaran. Dan juga melakukan evaluasi pada saat proses pembelajaran berlangsung. Evaluasi yang saya maksudkan adalah ada 2 jenis, yaitu evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi hasil akhir belajar.”
2. Benar, untuk mengetahui sejauhmana kemampuan
siswa terhadap materi yang sudah saya sampaikan dengan penggunaan multimedia. Dan sebagai bahan
perbaikan pada pembelajaran selanjutnya agar lebih baik dan sempurna.”
3. Saya menggunakan evaluasi dalam bentuk tertulis dan
praktek peragaan, evaluasi kelompok dan individu.”
4. Saya persiapkan soal penilaian pembelajaran IPS ini 20
soal dalam bentuk pilihan ganda dan 5 soal dalam
bentuk essay.
5. Saya melakukan penilaian pembelajaran IPS ini dari
ketiga aspek, baik aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik.”
6. Menurut hemat saya, siswa yang berhasil yaitu siswa
yang bisa memahami materi pelajaran, secara akademik memperoleh nilai minimal 70 sebagaimana KKM yang
telah ditentukan. Adapun secara skill kriterian minimal
adalah nilai 70.”
Hasil Wawancara Guru
Nama : St,M.Pd
Jabatan : Guru kelas VI
Tempat wawancara : Ruang Guru
Tanggal Wawancara : 25 April 2014
====================================================== A. Perencanaan Pembelajaran IPS Berbasis Multimedia di SD
Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.
1. “Ya benar. saya menyiapkan perangkat pembelajaran IPS seperti silabus dan RPP di awal semester, persiapan ini selalu rutin saya lakukan agar pembelajaran IPS lebih maksimal.”
2. ”Siswa menjadi lebih mudah memahami apa yang
disampaikan guru, dan membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Indikator
3. “perencanaan perangkat pembelajaran ini agar pembelajaran IPS dengan media multimedia ini nanti bisa berlangsung secara efektif dan efisien sesuai yang dituju, yaitu materi bisa disampaikan secara maksimal dan tuntas. pembelajaran juga lebih kondusif.
B. Pelaksanaan Pembelajaran IPS Berbasis Multimedia di SD Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.
1.“Secara umum saya memulai pembelajaran IPS ini dengan pendahuluan sebagai apersepsi. Bertanya kepada para siswa mengenai materi yang lalu. Dan selanjutnya menanyai siswa beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan saya sampaikan sebagai pemanasan bagi para siswa.”
2.”Saya menyampaikan materi tentang “Wilayah Negara Indonesia” sebagaimana yang telah saya persiapkan di
media power point, peta Indonesia dan globe.
Selanjutnya saya meminta siswa untuk memahami dan menunjukkan secara langsung dengan memberikan tugas mencari peta Negara Indonesia, kemudian setelah data didapat siswa menyampaikan laporannya di hadapan siswa lainnya yang selanjutnya didiskusikan
untuk kemudian dibahas bersama.”
3.“Kondisi kelas terasa menyenangkan dan hidup, terbukti dengan adanya beberapa indikasi; kelas yang terkondisi artinya siswa saling mengajukan pertanyaan, jawaban dan argument sambil sesekali diwarnai humor karena
jawaban atau pertanyaan atau argument siswa yang
terkesan lucu namun siswa tidak merasa malu untuk menyampaikannya, siswa mempunyai keberanian atas jawaban yang disampaikan dengan mengemukakan argument-argument, tidak ada siswa yang mengantuk, tidak adanya siswa yang bercerita sendiri, semua siswa
terlibat dalam diskusi dan pembelajaran yang
menyenangkan.”
4. “Saya merasa tidak ada yang menyulitkan pada saat
proses pembelajaran, karena siswa tertarik, respect dan
tugas yang saya berikan. Siswa sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar tugas yang telah mereka kerjakan di luar kelas, sebaliknya siswa yang lain juga sangat berkeinginan untuk menjawab pertanyaan dari teman lain yang diajukan, yang pada akhirnya terjadi perdebatan atau diskusi yang mengalir
begitu saja tanpa harus disetting, namun masih dalam
kontrol saya sehingga kelas tidak terlihat gaduh. Kemudian setelah itu baru saya memberikan jawaban
atau memberikan kesimpulan atas pertanyaan-
pertanyaan yang disampaikan dengan mengemukakan dasar teoritisnya, dengan memberikan contoh yang mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa.”
5. “Hambatan yang terkadang muncul adalah masih ada beberapa fasilitas yang belum tersedia di SDN 6 Batursari. Kendala tersebut biasanya berupa sering listrik mati sehingga pembelajaran tertunda, genset yang tersedia juga kurang bagus terkadang error.”
6.“Menurut pengamatan saya, siswa tertarik karena dengan metode ini siswa belajar tidak hanya sekedar materi saja, melainkan siswa langsung bisa masuk dalam kehidupan nyata. Dalam arti siswa langsung mengetahui secara
kongkrit dengan media yang digunakan.”
7.“Media yang saya butuhkan pada pembelajaran IPS
dengan multimedia seperti laptop, LCD, materi power
point, globe, peta.”
C. Evaluasi Pembelajaran IPS Berbasis Multimedia di SD Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.
1. ya tentu, saya selalu memberikan evaluasi hasil belajar
pada akhir pembelajaran, setiap SK pasti saya berikan evaluasi pada siswa.”
2.“tujuannya untuk mengetahui sejauhmana kemampuan
siswa terhadap materi pembelajaran, saya juga menjadi tahu kelebihan dan kekurangan yang harus diperbaiki.”
3. “formatnya sederhana, setiap pertanyaan PG disediakan 4 alternatif pilihan jawaban a,b,c,dan d. Sementara untuk
essay, pertanyaan lebih simple. Semua pertanyaan
menacu pada kisi-kisi soal yang telah disusun.”
Hasil Wawancara Siswa
Nama : Siska Anggraeni dan Wardah
Jabatan : Siswa kelas VI
Tempat wawancara : Ruang Kelas
Hari/ Tgl Wawancara : Kamis, 24 April 2014
============================================
Pelaksanaan Pembelajaran IPS Berbasis Multimedia di SD Negeri Batursari 6 UPTD Dikpora Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.
1. Wardah:
sekarang saya lebih mudah memahami pelajaran yang disampaikan guru dan dapat memahami gambaran wilayah Indonesia dan dunia secara menyeluruh. Jadi saya dan teman-teman sekarang makin senang dan semangat lagi untuk mengikuti pelajaran karena cara
mengajarnya sangat menyenangkan, dan tidak
membosankan lagi.
2. Siska Anggraeni:
Benar, guru kelihatan mampu mengelola pembelajaran dengan baik, dan sudah tidak perlu meminta bantuan orang lain dalam memasang LCD, demikian juga ketika ada kesalahan teknis, guru sudah bisa membetulkannya.