• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEOR

4.3 Pembahasan Penelitian

5.1.3 Evaluasi Pembelajaran Menulis Naskah Drama

Media Komik

Dalam penelitian ini evaluasi yang digunakan oleh guru untuk kemampuan menulis naskah drama siswa harus sesuai dengan rubric komponen kemampuan menulis. Tahap penilaian sesuai dengan kompetensi dasar menulis naskah drama yang akan dicapai yaitu kesesuaian judul dengan gambar, unsur- unsur instrisik naskah drama, suasana ketajaman konflik dalam naskah drama. Kemenarikan isi cerita, dan ketepatan pemilihan kata dan susunan kalimat.

Di dalam peningkatan menulis naskah drama siswa harus memperhatikan judul dengan gambar komik. Judul harus sesuai dengan gambar komik dan

menarik.Seluruh unsur instrisik naskah drama ditulis lengkap, tepat dan jelas. Penampakan konflik sangat tajam, jelas sekali dan menarik. Naskah drama enak dibaca, mudah dipahami, komunikatif, dan banyak mengandung nilai-nilai moral yang bermanfaat bagi pembaca. Semua diksi yang digunakan tepat, bervariasi, sesuai dengan konteks dan imajinatif. Komponen-komponen tersebut harus diperhatikan oleh guru dalam melakukan penilaian. Semua aspek yang ada dalam komponen menulis naskah drama dinilai kemudian dijumlahkan lalu dibagi lima maka diperoleh nilai rata-rata. Penilaian harus sesuai dengan kriteria komponen menulis naskah drama yang telah ditetapkan.

5.1.4 Peningkatan Nilai Kemampuan Menulis Naskah Drama di Kelas XI

IPS 4

Kemampuan menulis naskah drama dengan menggunakan media komik mengalami peningkatan pada setiap siklusnya.Penggunaan media komik dapat membuat siswa menjadi aktif dan berpikir kreatif. Siswa dapat mengaitkan pembelajaran dengan dunia nyata sehingga siswa dapat menuangkan ide-ide mereka dengan lancar akhirnya berdampak pada peningkatan kemampuan menulis naskah drama.Penilaian tersebut dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) 71.

Hasil pembelajaran yang dicapai pada siklus I,II, dan III tingkat kemampuan tertinggi siswa adalah 90, 95 dan 95, sedangkan terendah adalah 35, 45, dan 55. Tingkat kemampuan rata-rata siklus I, II, dan III adalah 57%, 61.32% dan 74,1%. Persentase siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) siklus I, II, dan III sebesar 17,1%, 22,9%, dan 62,8%.

5.2 Saran

5.2.1 Saran untuk Siswa

1.Pembelajaran menulis naskah drama dengan menggunakan media komik terbukti dapat meningkatkan komptensi siswa. Oleh karena itu jika guru dalam pembelajaran menggunakan media komik tersebut hendaknya siswa mengikuti dengan aktif.

2. Siswa dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia melalui media komik.

5.2.2 Saran untuk Guru

1. Pembelajaran dengan menggunakan media komik merupakan salah satu media yang dapat membuat siswa aktif dan dapat membangun pengetahuan secara mandiri dan mentransfer informasi serta menciptakan ide-ide baru. Untuk itu guru hendaknya mengembangkan RPP dengan media komik. 2. Guru bahasa Indonesia perlu menerapkan media komik sebagai salah satu

alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia khususnya kompetensi dasar yang berhubungan dengan menulis. Dengan media komik hasil kemampuan menulis siswa akan lebih baik. 3, Penggunaan LCD oleh guru dalam menampilkan media komik kurang tepat,

oleh sebab itu pada saat proses pembelajaran, komik yang dipakai oleh guru sebaiknya dicetak.

5.2.3 Saran untuk Sekolah

Bagi guru mata pelajaran selain bahasa Indonesia dapat menambah wawasan tentang penggunaan media komik dalam proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Akhadiah, Subarti. Maidar G. Arsjad. Sakura H. Ridwan. 1988. Pembinaan kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga.

Apriyanti, Evi. 2010. Penerapan Aneka Sumber Belajar untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP N I Hulu Sungkai (Tesis). Bandar Lampung: Universitas Lampung. Arikunto, Suharsimi. 2010. PROSEDUR PENELITIAN Suatu pendekatan Praktik.

Jakarta: Rineka.

Arsyad , Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta : Raja Gafindo Persada. Atmowiloto, A. 1980. “Sri Asih dalam Tradisi Komik Indonesia : Benturan

Antara Komoditi Fantasi dengan Fiksi Sains. Kompas.29 November 1980. Bonneff, M. 1998. Komik Indonesia (terj. Rahayu S.Hidayat). Jakarta : Gramedia Bundhowi, M. 1999. Komik Strip dan Kartun : Upaya untuk Memadukan Unsur

Kesigapan dan Kepekaan Budaya yang Tinggi pada Pengajaran BIPA. Bandung : KIPBIPA III IKIP BANDUNG.

Budianta, Melani. Dkk. 2003. Membaca SASTRA. Pengantar Memahami Sastra untuk Perguruan Tinggi. Magelang: Indonesia Tera.

Br, Dwi Koendoro. 2007. Yuk, Bikin Komik. Bandung : DAR! Mizan.

Darmawan, Hikmat. 2012. How To Make Comics Menurut Para Master Komik Dunia. Yogyakarta: Plotpoint

.

Djuharmie, E.K. dan Asep Juanda. 2004. Bahasa Indonesia untuk SMA kelas XI. Jakarta: Regina

Depdikbud, 1997. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka

Depdiknas. 2000. Model Penilaian Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdiknas

Satu.

Keraf, Gorys. 1999. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Kompas. 1990. “Genre Komik yang Cerdas”. 16 Februari 1998.

Kompas. 2013. “Habis Berburu Komik, Terbitlah Banjir Komik”. 27 Januari 2013.

Komaidi, Didik. 2011. Menulis Kreatif. Yogyakarta: Sabda Media.

Kusmayadi, Ismail. 2011. Guru Juga Bisa (Me)Nulis. Bandung: Tinta Emas. Kosasih, E. 2012. Dasar-dasar Keterampilan Bersastra. Bandung : Yrama Widya.

__________. 2006. Kompetensi Ketatabahasaan dan Kesusastraan. Bandung: Yrama Widya

Kridalaksana, H. 1982. Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa. Ende Flores : Nusa Indah.

Lestari, Suci. 2009. Media Komik (Jakarta : Universitas Pendidikan Indonesia) hal 4

(Diakses Senin 31 Desember 2012, 9.30 WIB)

McCloud, S. 2001. Understanding Comics : Memahami Komik (terj. S. Kinanti). Jakarta : Kepustakaan Populer Gramedia

Nurgiyantoro, B. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Jogyakarta : Gajah Mada Universitas Press.

_____________ . 2005. Sastra Anak. Yogyakarta : Gajah Mada University Press Rahmanto, B. 1988. Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Kanisius.

Sadiman,Arief S. dkk. 2009. MEDIA PENDIDIKAN. Pengertian, Pengembangan, dan Manfaat. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Semi, M. Atar. 1997. Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Bandung : Angkasa. Soemanto, Bakdi. 2001. Jagat teater. Yogyakarta: Media pressindo

Sujana, Nana dan Rivai Ahmad. 1991. Media Pengajaran. Bandung : Sinar Baru Algesindo.

Sumiati dan Asra.2007. Metode Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menulis Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung:

Angkasa

Teeuw. A. 1988. Sastra dan Ilmu Sastra : Pengantar teori Sastra. Bandung Pustaka Jaya.

Waluyo, Dewi Heru. 2006. Komik sebagai Media Komunikasi Visual Pembelajaran. Surabaya : Universitas Kristen Petra.

Waluyo, Herman J. 2006. Drama Teori & Pengajarannya. Jogyakarta : Hanindita Graha Widia.

Wanita Inonesia. 2013. “Pasang Surut Komik Indonesia”. 2-8 Maret 2013. .

Dokumen terkait