Komponen-komponen pada penilaian risiko, antara lain: 1. Risiko perubahan dalam lingkungan operasi
- PT ANTAM (Persero) Tbk selalu memantau perubahan lingkungan dan melakukan perubahan kondisi berdasarkan tujuan yang akan diperoleh. Risiko operasi adalah risiko-risiko yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasi perusahaan dan Entitas Anak sehari-hari, keselamatan dan kesehatan pekerjaannya, serta terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
- Risiko-risiko yang dapat dikategorikan sebagai risiko operasi adalah risiko kerusakan mesin atau peralatan, kecelakaan kerja, aksi mogok, ketidakpatuhan terhadap standar prosedur operasi, penambangan liar dan kegagalan dalam tata kelola lingkungan.
Dengan adanya risiko perubahan dalam lingkungan operasi PT ANTAM (Persero) Tbk dan Entitas Anak secara konsisten memberikan pelatihan dan pendidikan kepada karyawannya, menunjukan profesional kontraktor, menerapkan zero-accident policy, membina hubungan yang baik dengan karyawan dan warga sekitar,serta menerapkan tata kelola lingkungan yang memenuhi standar internasional.
80 2. Risiko Negara
- Perusahaan dan Entitas Anak dapat mengalami dapak negatif bila terjadi perubahan struktur dan kebijakan pemerintahan dan bila terdapat ketidakstabilan sosial atau politik, ekonomi, hukum, perundangan atau perkembangan di dalam atau di luar negeri yang berdampak buruk terhadap indonesia seperti kegiatan terorisme, separatisme, pertentangan agama serta etnis, maupun kerusuhan. Dengan adanya risiko negara, perusahaan memiliki kemampuan dalam menjalankan usahanya di dalam negeri, bahwa perusahaan dan entitas anak memilki kemampuan dalam menjalankan usahanya di Indonesia, bahwa perusahaan memilki keunggulan kompetitif dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain dalam menjalankan usaha pertambangan di indonesia.
3. Risiko Harga Komoditas
- Terdapat risiko yang tinggi bahwa harga rata-rata nikel akan mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan dengan harga pada tahun-tahun sebelumnya.
PT ANTAM (Persero) Tbk memiliki berbagai upaya dengan cara mengelola risiko harga komoditas yang paling baik adalah dengan cara menurunkan biaya produksi.
4. Risiko Mata uang dan Tingkat suku bunga
- Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai eksposur risiko melemahnya nilai Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Untuk
81 mengatasi risiko ini dari waktu ke waktu Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi lindung nilai. Perusahaan dan Entitas Anak terekspos risiko tingkat suku bunga yang berasal dari perubahan tingkat bunga atas liabilitas yang dikenakan bunga.
Dengan adanya Risiko Mata uang dan Tingkat suku bunga, maka PT ANTAM (Persero) Tbk dapat mengelola dengan menggunakan interest rate swaps.
5. Risiko kredit
- PT ANTAM (Persero) Tbk dan Entitas Anak akan mengalami kerugian yang ditimbulkan oleh pelanggan atau pihak ketiga yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual. Tidak ada risiko kredit yang signifikan. PT ANTAM (Persero) Tbk dan Entitas Anak mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko yang dapat diterima untuk masing-masing pelanggan dan memantau risiko yang terkait dengan batasan-batasan tersebut.
Dengan adanya risiko kredit, PT ANTAM (Persero) Tbk akan memilih penilaian risiko terhadap pelanggan yang memiliki kondisi keuangan yang kuat dan reputasi yang baik.
6. Risiko likuiditas
- Pengelolaan risiko likuiditas dilakuakn antara lain dengan memonitor profil jatuh tempo pinjaman dan sumber pendanaan, menjaga saldo kecukupan kas dan surat berharga dan kesiapan untuk menjaga posisi pasar. Perusahaan dan Entitas Anak mempertahankan kemampuannya
82 untuk melakukan pembiayaan atas pinjaman yang dimilki dengan cara mencari berbagai sumber fasilitas pembiayaan yang meningkat dari pemberi pinjaman yang handal.
Dengan adanya risiko likuiditas, PT ANTAM (Persero) Tbk membuat kebijakan dengan adanya pendanaan obligasi dan pinjaman modal untuk pengembangan proyek.
7. Risiko pemodalan
- PT ANTAM (Persero) Tbk dan Entitas Anak mengelola pemodalan untuk melindungi kemampuannya dalam mempertahankan kelangsungan usaha sehingga PT ANTAM (Persero) Tbk dan Entitas Anak dapat tetap memberikan imbal hasil bagi pemegang saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya dan mempertahankan struktur pemodalan yang optimal untuk mengurangi biaya modal.
Dengan adanya risiko pemodalan, PT ANTAM (Persero) Tbk memonitor modal dengan dasar rasio hutang terhadap modal.
8. Risiko operasi luar negeri
- PT ANTAM (Persero) Tbk dan Entitas Anak sebagai produsen bijih nikel, feronikel, emas, perak dan bauksit merupakan price taker. Negara tujuan ekspor bijih nikel, feronikel, emas, perak , batubara dan bauksit adalah Jepang, Korea, Cina, dan Eropa. Sedangkan, emas dan perak selain untuk pasar domestik juga diekspor ke Singapura dan Australia. Untuk Batubara, selain dipasarkan di dalma negeri juga dilakukan ekspor ke China. Risiko pemasaran terkait dengan risiko
83 tidak terjualnya produk karena tidak sesuai dengan spesifikasi dari pembeli atau karena adanya implementasi atas regulasi baru.
Dengan adanya Risiko operasi luar negeri, PT ANTAM (Persero) Tbk berupaya mempertahankan pasar yang ada dengan memberikan harga yang kompetitif melalui berbagai upaya efisiensi untuk menurunkan biaya produksi.
Tabel berikut ini adalah hasil evaluasi yang dilakukan penulis atas wawancara kueusioner, dan observasi terhadap komponen penilaian risiko yang terjadi di perusahaan, yaitu:
No Keterangan Pengendalian Efektif (v)/
Tidak Efektif (x) 1. Risiko perubahan dalam lingkungan operasi v
2. Risiko negara v
3. Risiko harga komoditas v
4. Risiko mata uang dan tingkat suku bunga v
5. Risiko kredit v
6. Risiko likuiditas v
7. Risiko pemodalan v
8. Risiko operasi luar negeri v
Berdasarkan tabel evaluasi diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa penilaian risiko yang ada pada perusahaan sudah efektif, PT ANTAM (Persero) Tbk selalu mengantisipasi bila terjadinya risiko-risiko yang akan dialami oleh perusahaan.
84 IV.2.3 Evaluasi Aktivitas pengendalian
1. Pemisahan tugas
- Terdapat pemisahan fungsi antara fungsi penjualan dan fungsi yang memberikan otorisasi penerbitan iklan. Pada penerbitan iklan dilakukan oleh satuan kerja corporate secretary. Sudah terdapat pemisahan tugas antara bagian penjualan dengan bagian keuangan dan bagian penagihan PT ANTAM (Persero) Tbk sudah memiliki struktur yang bagus, karena tidak memberikan double job atau menggadakan pekerjaan karyawannya, sehingga karyawan dapat bekerja dengan efisien dan efektif. Dengan demikian, aktivitas yang terjadi didalam perusahaan menjadi lebih lancar karena setiap karyawan mengerti dengan jelas atas wewenang dan tanggung jawabnya dan memahami pengaruh atas tindakannya terhadap aktivitas di perusahaan.
2. Otorisasi yang memadai atas transaksi dan aktivitas
- Setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut.
- Setiap bagian memiliki verifikator masing-masing dua verifikator sebelum diperiksa oleh atasan.
Dengan demikian sistem otorisasi akan menjamin dihasilkannya dokumen pembukuan yang dapat dipercaya dengan adanya verifikator terlebih dahulu.
85 3. Dokumen dan catatan yang memadai
- Memiliki dokumen-dokumen pendukung yang digunakan dalam kegiatan penjualan seperti Surat Pemberitahuan Ekspor Barang, Surat Penagihan dan Account Statement Inquiry. Sedangkan pada pengeluaran kas dalam penerbitan iklan seperti Form Order Iklan, Surat Penawaran Iklan, Faktur Pajak, Kwitansi, Invoice, PP, Bukti Bank Keluar.
- Dokumen-dokumen pendukung pada kegiatan penjualan telah bernomor urut tercetak dikarenakan untuk mempermudah apabila terjadinya kesalahan.
4. Pengecekan independen dan pelaksanaan praktik yang Sehat
- Adanya pengecekan independen terhadap aktivitas pelaporan keuangan pada perusahaan.
- Pada fungsi penerimaan kas, bagian keuangan khususnya bagian cash management officer-supervisor cashier bertugas untuk mengecek saldo direkening bank untuk memantau dana yang masuk dari berbagai buyer. - Pada fungsi pengeluaran kas, bagian treasury memiliki dua verifikator,
yaitu verifikator administrator dan verifikator approval
- Pada CMO SC terdiri dari dua personel, yaitu CMO SC maker yang dan CMO SC approval.
- Adanya otorisasi terlebih dahulu dari pejabat Antam sebelum melakukan transaksi penjualan dan pengeluaran kas.
86 - Sudah terdapat auditor internal yang independen melakukan pemeriksaan secara periodik, pengecekan independen sudah dilakukan dengan baik adanya pemeriksaan rutin agar meminimalkan terjadinya penyelewengan. Tabel berikut ini adalah hasil evaluasi yang dilakukan penulis atas wawancara kueusioner, dan observasi terhadap komponen aktivitas pengendalian yang terjadi di perusahaan, yaitu:
No Keterangan Pengendalian Efektif (v)/
Tidak Efektif (x)
1. Pemisahaan Tugas v
2. Otorisasi yang memadai atas transaksi dan aktivitas
v
3. Dokumen dan catatan yang memadai v
4. Pengecekan independen dan pelaksanaan praktik yang sehat
v
Berdasarkan tabel evaluasi diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa aktivitas pengendalian yang ada pada perusahaan sudah berjalan dengan efektif, PT ANTAM (Persero) Tbk selalu menjalankan tahap-tahap berdasarkan prosedur dan kebijakan yang telah ditetapkan. PT ANTAM (Persero) Tbk sudah memiliki struktur yang bagus, karena tidak memberikan double job atau menggadakan pekerjaan karyawannya, sehingga karyawan dapat bekerja dengan efisien dan efektif.
87 IV.2.4 Evaluasi Informasi dan komunikasi
1. Pengungkapan Informasi PT ANTAM (Persero) Tbk
- Sekretaris perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan informasi pada website telah diungkapkan secara tepat waktu, akurat lengkap sesuai dengan peraturan dan perundang-perundangan yang berlaku serta memastikan informasi tersebut telah disampaikan terlebih dahulu kepada regulator pasar modal dan secara resmi diungkapkan kepada publik sebelum diinformasikan pada website.
- Laporan keuangan yang dipublikasikan secara kuartalan juga didukung oleh penjelasan dan catatan yang ditunjukan untuk menyediakan informasi yang memadai kepada investor dalam melakukan penilaian terhadap PT ANTAM (Persero) Tbk.
- Perusahaan memilki pedoman Teknologi Informasi dan Komunikasi berdasarkan Keputusan Direksi yang ditandatangani oleh seluruh Direksi. Pedoman ini dibuat agar pengelolaan operasi berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di PT ANTAM (Persero) Tbk sehingga dapat berjalan efektif, efesien, handal, dan aman serta selaras dengan kebijakan umum TIK PT ANTAM (Persero) Tbk serta selaras dengan bisnis perusahaan.
2. Teknologi Informasi dan Komunikasi
- Terdapat pedoman Teknologi Informasi dan Komunikasi PT ANTAM (Persero) Tbk
88 - Sistem akuntansi PT ANTAM (Persero) Tbk dapat menjamin bahwa seluruh transaksi penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pada penerbitan iklan valid dicatat dengan benar, lengkap dan tercermin dalam laporan keuangan pada periode yang sesuai karena sudah terdapat verifikator pada setiap transaksi.
- Pada bagian keuangan hanya mengidentifikasi dan mencatat transaksi yang valid berdasarkan dokumen-dokumen pendukung.
Tabel berikut ini adalah hasil evaluasi yang dilakukan penulis atas wawancara kueusioner, dan observasi terhadap komponen informasi dan komunikasi yang terjadi di perusahaan, yaitu:
No Keterangan Pengendalian Efektif (v)/
Tidak Efektif (x)
1. Pengungkapan informasi v
2. Dokumen dan catatan v
3. Teknologi informasi dan komunikasi v
4. Komunikasi antar karyawan dan divisi v
Berdasarkan tabel evaluasi diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa informasi dan komunikasi yang ada pada perusahaan sudah berjalan dengan efektif. Dalam pengungkapan informasi PT ANTAM (Persero) Tbk selalu mempublikasikan laporan keuangan secara kuartalan. Perusahaan memiliki pedoman Teknologi Informasi dan Komunikasi sehingga dapat berjalan efektif, efesien, handal, dan aman serta selaras
89 dengan kebijakan umum. Adanya hubungan komunikasi yang baik antara karyawan dan divisi guna meningkatkan kinerja perusahaan.