BAB VII PENUTUP
7.2 Saran
Saran yang ingin disampaikan penulis yaitu:
1. Bagi anggota KWT Sekar Arum diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapat baik dari pelatihan – pelatihan yang diikuti maupun dari program penyuluhan, sehingga anggota KWT Sekar Arum dapat memanfaatkan ilmu yang didapat untuk memenuhi kebutuhan sayur keluarga maupun sebagai tambahan pemasukan.
2. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menemukan inovasi yang lebih unggul terkait budidaya hidroponik dalam segi biaya mapun hasil produktifitas agar kedepannya budidaya hidroponik semakin diminati.
3. Bagi mahasiswa sendiri diharapkan kajian dan penyuluhan yang telah dilakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, turut berperan aktif dalam kegiatan pertanian khususnya budidaya hidroponik menggunakan media tanam coopers (cocopeat press) yang merupakan produk lokal Kabupaten Kediri.
83
Daftar Pustaka
[BPS] Badan Pusat Statistika Kabupaten Kediri. 2021. Statistika Luas Wilayah.
Badan Pusat Statistik Indonesia.
[UUSP3K].2006. Undang – Undang Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluh Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan. Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Agustin,O. 2018. Pengaruh Media Tanam Secara Hidroponik Terhadap Pertumbuhan Bayam Merah (Amaranthus Tricolor L.). Program Studi Teknik Pertanian. Jurusan Teknologi Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.
Alim, S. 2010. Bahan Ajar Penyuluhan Pertanian. Jatinangor: Universitas Padjajaran
Arbintarso, E.S., 2009. Tinjauan Kekuatan Lengkung Papan Serat Sabut Kelapa Sebagai Bahan Teknik, Jurnal Teknologi. 2(1). Hal 53-60
Cahyono & Bambang. 2009. Pisang. Kanisius. Yogyakarta
Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. 2014. Jantung Pisang Kaya Serat Dan Manfaat.
Edi, S., & J. Bobihoe. 2010. Budidaya Tanaman Sayuran. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Jambi. 54 Hal.
Erika. 2019. Respon Pertumbuhan Tanaman Pak Choi (Brassica Rapa L) Dari Berbagai Jenis Larutan Dan Ketinggian Air Dengan Metode Hidroponik Sistem Rakit Apung. Skripsi: Universitas Sumatera Utara.
Guntoro, Supriono. 2011. Saatnya Menerapkan Pertanian Ekoteknologis. Jakarta:
Penerbit Agromedia Pusataka.
Irawan. A & Hidayah. N. H. 2014. Kesesuaian Penggunaan Cocopeat Sebagai Media Sapih Pada Politube Dalam Pembibitan Cempaka (Magnolia Elegans (Blume. H.Keng). Jurnal WASIAN. 73-76 Hal.
Kaleka, N. 2013. Pisang-Pisang Komersial. Solo. Arcita.
Karnilawati., Mawardiana, & Asmayani, N. 2018. Pemanfaantan Batang Semu Pisang Sebagai Pot dan Media TanamTerhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi. Prosiding Seminar Nasional Biotik. Universitas Gabal Ghafuri. [ISBN: 978-602-60401-9-0].
Kartasapoetra. 1994. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Jakarta: Bina Aksara Levis & Rafael, L. 1996. Komunikasi Penyuluhan Pedesaan. Penerbit PT Citra
Aditya Bakti. Bandung.
Mardikanto & Utami, S. 1982. Pengantar Penyuluhan Pertanian. Hapsara, Surakarta.
Mardikanto.1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. UNS Press. Surakarta.
Munalia, E. 2018. Sistem Hidroponik Wick Organik Menggunakan Limbah Ampas Tahu Terhadap Respon Pertumbuhan Tanaman Pak Choy (Brassica Chinensis L.). Jurursan Biologi. Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan.
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Nopriadi, Haitami,A & Seprido. 2021. Uji Berbagai Mediatanam Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Romaine (Lactuca Sativa Var.Longifolia) Secara Hidroponik Sistem Nft. Jurnal Green Swamadwipa.
10(3).
Paat, M. 2012. Analisis Pendapatan Usahatani Pakcoy Non-Organik Dan Pakcoy Organik Kota Tomohon. Artikel. Universitas Sam Ratulangi, Manado. 21 Hal.
Pujimulyani, D., 2009. Teknologi Pengolahan Sayur-Sayuran Dan Buah-Buahan.
Graha Ilmu. Yogyakarta
Puspita, D., Junedi, H., Hasnah, N. 2021. Pengaruh Jenis Media Tanam Organik Pada Budidaya Hidroponik Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.).
Rizal,S. 2017. Pengaruh Nutriasi Yang Diberikan Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica Rapa L.) Yang Ditanam Secara Hidroponik. 14(1). 38-44.
Rudito, A., E., Syauqi, W. Obeth & Yuli. 2010. Karakteristik Pati Bonggol Pisang Termodifikasi Secara Kemis Sebagai Food Ingredient Alternatif. Prosiding Seminar Nasional Industrialisasi Dan Komersial Produk Pangan Lokal Dalam Menunjang Penganekaragaman Dan Ketahanan Pangan.
Universitas Mulawarman.
Ryan, I & Pigai, S. 2021. Morfologi Tanaman Pisang Jiigikago Berdasarkan Kearifan Lokal Suku Mee Di Kampung Idaiyo Distrik Obano Kabupaten Paniai. Fakultas Pertanian Dan Peternakan. Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire
Santi & Soraya, S. 2010. Kajian Pemanfaatan Limbah Nilam Untuk Pupuk Cair Organik Dengan Proses Fermentasi. Jurnal Teknik Kimia, 4(2).
Sarido, L., J. 2017. Uji Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.) Dengan Pemberian Pupuk Organik Cair Pada Sistem Hidroponik. Jurnal Agrifor. 16(1). 65-74.
Sartika D., R. & Johanis J. 2017. Pelealua,Eva L. Baidenga. Respon Pertumbuhan Vegetatif Tiga Varietas Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) Pada Kultur Teknik Hidroponik Rakit Apung. Jurnal Mipa Unsrat Online 6(1). 26-30 Setiadi & Anton. 2001. Kajian Teknologi Dan Finansial Proses Pengolahan Sabut
Kelapa Di Mitra PT Sukaraja Putra Sejati, Jawa Barat [Skripsi]. Bogor:
Program Sarjana, Institut Pertanian Bogor.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung:
Afabeta
85
Suhardjono, H & Guntoro, W. 2018. Pengaruh Kompoosisi Nutrisi Hidroponik Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakchoy (Brassica Chinensis L) Yang Ditanam Secara Hidroponik. Jurnal Ilmu – Ilmu Pertanian.
Sunarjono, H. 2014. Bertanam 36 Jenis Sayuran. Jakarta: Penebar Swadaya. 204 Hal.
Suryani, R. 2015. Hidroponik Budidaya Tanaman Tanpa Tanah.
Arcitra.Yogyakarta
Susilawati. 2019. Dasar-Dasar Bertanam Secara Hidroponik. Bukit Besar Palembang. Unsri Press
Sutedjo, Mulyani. 2002. Pupuk Dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.
Syafruddin, Nurhayati, & Wati, R. 2014. Pengaruh Jenis Pupuk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Jagung Manis. J. Floratek 7:
107 – 114.
Syarifuddin H & Hamzah. 2019. Prospek Pemanfaatan Limbah Batang Pisang Dlam Mendukung Ekonomi Kreatif Masyarakat Ramah Lingkungan. Jurnal Pengabdian Kepada Mayarakat Vol. 3.Hal 27-34.
Syarifuddin, H. 2019. Prospek Pemanfaatan Limbah Batang Pisang Dalam Mendukung Ekonomi Kreatif Masyarakat Ramah Lingkungan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : "Semangat Perguruan Tinggi Membangun Negeri". 3
Ukmawati, S. 2012. Budidaya Pakchoi (Brassica Chinensis L.) Secara Organik Dengan Pengaruh Beberapa Jenis Pupuk Organik. Karya Ilmiah. Politeknik Negri Lampung, Bandar Lampung. 9 Hal.
Umar, U.F., Akhmadi, Y.N., & Sanyoto. 2016. Mengenal, Membuat Dan Menggunakan Larutan Nutrisi. In Jago Menanam Hidroponik Untuk Pemula (Pp. 41-45). Jakarta. PT.Agro Media Pustaka.
Wahyudi. 2010. Petunjuk Praktis Bertanam Sayuran. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Wardani, P.,R., Syah, B., & Abadi,S. 2021. Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bayam Merah (Amaranthus Tricolor L) Varietas Mira Dengan Pemberian Konsentrasi Air Leri Dan Jenis Media Tanam Hidroponik Sistem Floating Raft. 7(3).
Wulandari, Fatmawati, Qolbaini & Praptinasari S. 2009. Penerapan MOL (Mikroorganisme Lokal) Bonggol Pisang Sebagai Biostarter Pembuatan Kompos. PKM-P. Surakarta (ID): Universitas Sebelas Maret.
Yuwono, T. 2006. Bioteknologi Pertanian. Seri Pertanian. Gadjah Mada University Press. 66 Hal.
lampiran 1. Penelitian terdahulu
Nama Penulis Judul Perbedaan
Rosmadelina Purba dkk, 2021 Universitas Simalungun
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kailan (Brassica Oleracea Var Achepala) Terhadap
Konsentrasi Pupuk Organik Cair Dan Media Tanam Pada Pertaman Hidroponik
1 Tujuan dilakukannnya peneliitian ini adalah untuk mengetahui respons pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica Oleracea Var Achepala) terhadap konsentrasi pupuk organik cair dan berbagai media tanam pada budidaya hidroponik.
2 Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial, yaitu faktor konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri dari N1= 5 ml/l ,N2= 15 ml/l , N3 = 25 ml/l dan faktor media tanam yang terdiri dari M1 = Rockwool ,M2 = Arang Sekam ,M3 = Cocopeat.
3 Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Perlakuan konsentrasi pupuk organik cair dan media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman diusia 28 HST tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, bobot segar tanaman , berat akar dan bobot produksi
Diah Puspita, 2021 Universitas Jambi
Pengaruh Jenis Media Tanam Organik Pada Budidaya Hidroponik Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.)
1 Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh jenis media tanam dan pengaruh batang pisang terhadap produktifitas dan pertumbuhan pakcoy (brassica rapa).
2 Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 kali pengulangan sehingga diperoleh 18 sampel percobaan. Data yang diambil dari penelitian adalah debit aliran air irigasi, pH dan suhu nutrisi, suhu lingkungan, tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot segar tanaman 3 Perlakuan terbaik yaitu pada
penggunaan pot polibag dan media tanam cocopeat dengan nilai bobot segar tanaman sebesar 80,7 g/tanaman, jumlah daun sebanyak 20 helai, tinggi tanaman sebesar 21,6 cm, porositas media tanam sebesar 50%, kadar air media tanam 15 hari setelah tanam sebesar
87
29,0% dan kadar air media tanam 25 hari setelah tanam sebesar 8,2%.
Nopriadi dkk, 2020 UNIKS
UjiBerbagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi
Tanaman Romaine (Lactuca Sativa Var. Longifolia)
Secara Hidroponik Sistem Nft
1. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji berbagai media tanam terhadap pertumbuhan romaine (lactuca sativa var.longifolia) dalam budidaya hiroponik sistem nutrient film technique
2. Penelitian ini menggunakan
rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial, yang terdiri dari 5 taraf perlkuan dan 3 perulangan.
Perlakuan media tanam dalam penelitian tersebut adalah A: fiber, B: cocopeat, C: akar pakis, D:
ampas tebu, E: cacahan pohon pisang
3. Hasil dari penelitian ini yaitu perlakuan berbagai media tanam terhadap pertumbuhan tanaman rommaine meberikan pengaruh nyata terhadap parameter
pengamatan tinggi tanaman pada usia 28 HST, berat basah tumbuhan pada usia 28 HST, berat panen konsumsi pada usia 28 HSTterdapat pada perlakuan B: cocopeat.
Namun, tidak memperngaruhi parameter pengamatan panjang daun pada usia 28 HST.
fajar
kurniawan,2018 Universitas Muhammadiyah Jember
Efektivitas Komposisi Media terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) pada Sistem Budidaya Hidroponik
1. Penelitian ini dilakukann dengan tujuan mengetahui komposisi media tanam terbaik terhadap pertumbuhan tomat (Lycopersicum esculentum Mill) secara hidroponik.
2. Rancangan yang digunakan dalam percobaan tersebut yaitu rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan pengilangan sebanyak 3 kali.
Faktor yang digunakan adalah komposisi media arang sekam (A), serbuk gergai (S) dan pecahan batu bata (B). Terdiri dari 10 taraf : A (arang sekam 100%), S (serbuk gergaji 100%), B (pecahan batubata 100%), AS (arang sekam 75% + serbuk gergaji 25%), AB (arang sekam 75% + batubata 25%), BA (batu bata 75 + arang sekam 25%), BS (batu bata 75% + serbuk gergaji
25%), SA ( serbuk gergaji 75% + arang sekam 25%), SB (serbuk gergaji 75% + batu bata 25%), &
ASB (campuran semua media masing-masing 33%).
3. Hasil dari penelitian tersebut memperlihatkan bahwa perlakuan komposisi media tanamm substrat hidroponik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tinggi tanaman pada usia 60 HST, berat basah berangkasan vegetatif, berat kering berangkasan vegetatif, dengan perlakuan komposisi media tanam terbaik adalah pecahan batu bata, berat basah akar dengan perlakuann komposisi media tanam terbaik adalah ASB dan berat kering akar dengan prlakuan komposisi media tanam terbaik yaitu BA Monika
Afhtansia,2018 Universitas Brawijaya).
Respon pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa L) pada berbagai konsentrasi nutrisi dan media tanam sistem hidroponik
1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai konsentrasi nutrisi dan media tanam terbaik bagi pertumbuhan sawi pakcoy pada budidaya sistem hidroponik.
2. Penelitian ini menggunakan
rancangan acak kelompok dengan 2 faktor dan 3 kali pengulangan. Faktor pertama konsentrasi nutrisi yang terdiri dari 4 taraf yaitu 2.0, 2.5, 3.0, 3.5 mS/cm. Faktor kedua adalah media tanam yang terdiri dari 4 taraf yaitu arang sekam 100%, arang sekam 75% + cocopeat 25%, arang sekam 25% + cocopeat 25% dan arang sekam 25% + cocopeat 75%.
3. Perlakuan media tanam arang sekam 25% + cocopeat 75%
menunjukkan hasil yang terbaik pada parameter jumlah daun, diameter batang, tinggi tanaman, luas daun, bobot segar total tanaman, bobot segar yang dikonsumsi dan indeks panen.
Onie Agustine, 2018 Universitas Sriwijaya
Pengaruh media tanam terhadap secara hidroponik terhadap pertumbuhan bayam merah (Amaranthus tricolor L)
1. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh media tanam secara hidroponik terhadap
pertumbuhan bayam merah (Amaranthus tricolor L).
2. Pada penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan
89
menggunakan 3 perlakuan yaitu rockwool, sabut kelapa dan sabut pinang
3. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa perlakuan A2 dengan media tanam sabut kelapa berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (19,53 cm) jumlah daun (16 helai) berat segar brangkasan (26,00 gr) berat kering berangkasan (1,69 gr) berat kering akar (0,25 gr).
Zahid Abdissalam, 2018 Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Pertumbuhan Tanaman Kailan (Brassica Oleraceal) Pada Media Tanam Berbeda Secara Hidroponik
1. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui media tanam yang memliki efektivitas pada pertumbuhan kailan secara hidroponik.
2. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 3 media yaitu M1 (arang sekam) M2 (cacahan batang pisang) M3 (cocopeat). Setiap percobaan diulang sebanyak 8 kali sehingga menghasilkan 24 unit percobaan.
3. Dari pengamatan yang dilakukan didapatkan hasil yaitu cocopeat berpengaruh nyata terhadap meningkatkan tinggi tanaman, luas daun, diameter batang, bobot segar tajuk, bobot segar akar. Untuk
jumlah daun tidak berpengaruh nyata pada 3 jenis media tanam yang digunakan
lampiran 2. Kuisioner
KUISIONER PENGETAHUAN
RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica Rapa Subs. Chinensis) TERHADAP MEDIA TANAM ORGANIK DALAM BUDIDAYA HIDROPONIK SISTEM RAKIT APUNG DI KWT SEKAR
ARUM DESA MOJOAYU KECAMATAN PLEMAHAN KABUPATEN KEDIRI 1. IDENTITAS RESPONDEN
1. Nama :
2. Usia :
3. Jenis kelamin : L/P *)
4. Pendidikan : Tidak Tamat SD/SD/SMP/SMA/PT *) 5. Lama berusaha tani :
6. Alamat :
Petunjuk pengisian :
Beri tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang benar.
1. Pengertian Hidroponik adalah?
A. Sistem pertanian dengan menggunakan tanah sebagai media tanam
B. Sistem pertanian dengan menggunakan air dan tanah
C. Sistem pertanian yang memberdayakan air tanpa tanah dengan dengan menggunakan media tanam seperti rockwool, hidroton dll 2. Sebutkan jenis nutrisi pada budidaya hidroponik
A. Pupuk NPK B. Nutrisi AB Mix C. Pupuk organik cair
3. Sebutkan jenis tanaman yang dapat dibudidayakan secara hidroponik A. Kelapa, durian, sawi
B. Sawi, rambutan, kangkung C. Pakcoy, kangkung, selada
91
4. Kelebihan budidaya secara hidroponik dibandingkan dengan budidaya secara konvensional adalah?
A. Menghemat air dan tanah
B. Bisa menggunakan segala mecam pupuk C. Tidak ada hama sama sekali
5. Sebutkan bahan yang dibutuhkan dalam budidaya hidroponik?
A. Rockwool, air, nutrisi AB Mix B. Cangkul, selang, gunting C. Pupuk kandang, polybag, air
6. Sebutkan alat yang dibutuhkan dalam budidaaya hidroponik?
A. TDS Meter, Ph meter, netpott B. Gunting, pipa, sabit
C. Cangkul, selang, timba
7. Sebutkan tahapan dalaam budidaya hidroponik
A. Persemaian, pindah tanam, pemberian nutrisi, pemeliharaan, panen
B. Cek Ph, pindah tanam, panen
C. Persemaian, pemberian nutrisi, pindah tanam, panen 8. Media tutup pada sistem hidroponik rakit apung adalah
A. Triplek B. Sterofoam C. Kain
9. Sayuran dapat dipanen dalam jangka waktu HST, apa kepanjangan dari HST
A. Hari setelah tanam B. Hari satu tanam C. Hold saw technology
10. Cocopeat adalah media tanam yang terbuat dari A. Sekam padi
B. Serabut kelapa C. Kotoran ayam
11. Umur sawi pakcoy yang siap untuk dipindah tanam adalah?
A. 20 hst B. 14 hst C. 30 hst
12. Rockwool merupakan media tanam yang terbuat dari A. Bebatuan
B. Kayu- kayuan C. Spons
13. Salah satu hal yang dilakukan dalam perawatan tanaman hidroponik?
A. Pengecekan suhu dan nutrisi B. Pemberian insektisida
C. Membajak lahan
14. Apakah pelepah pisang dapat digunakan sebagai media tanam?
A. Tidak bisa B. Bisa
C. Bisa dengan diolah terlebih dahulu
15. Bercocok tanam dengan sistem hidroponik dapat dilakukan di?
A. Pekarangan rumah saja B. Lahan yang luas
C. Bisa dimana saja
16. Berikut adalah media tanam yang digunakan dalam budidaya hidroponik A. Rockwoool, hydroton, kerikil
B. Tanah, kompos, pupuk kandang
93
C. Jerami, gabus, tanah
17. Dalam pohon pisang bagian yang dapat dimanfaatkan adalah A. Daunnya dan buah
B. Buahnya saja C. Semua bagian
18. Mengapa pelepah pisang dapat digunakan sebagai media tanam?
A. Karena teksturnya keras dan berongga
B. Karena mengandung unsur yang dibutuhkan tanaman yaitu N,P dan K
C. Karena mudah dicari
19. Apa keuntuntungan menggunakan media tanam organik dibanding rockwool?
A. Lebih ramah lingkungan, murah dan mudah dicari B. Terlihat lebih bagus
C. Sulit dicari dan mahal
20. Mengapa perlu dilakukan penyuluhan tentang hidroponik?
A. Agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sayur dengan cara budidaya sendiri menggunakan sistem hidroponik
B. Agar mendapat bantuan
C. Agar masyarakat tidak lagi melakukan budidaya dilahan
lampiran 3. Lembar persiapan menyuluh
95
lampiran 4. Daftar hadir peserta penyuluhan
lampiran 5. Sinopsis penyuluhan
lampiran 6. Sinopsis penyuluhan
97
lampiran 7. Berita acara kegiatan penyuluhan
lampiran 8. Uji anova dan duncan hasil kajian.
99
Tinggi tanaman
ANOVA tinggi tanaman 36 hst
Sum of Squares
df Mean
Square
F Sig.
Between Groups
64,882 2 32,441 7,188 ,002
Within Groups 189,551 42 4,513
Total 254,432 44
tinggi tanaman 36 hst Duncana
perlakua n
N Subset for alpha = 0.05
1 2
p2 15 18,2667
p0 15 19,5467
p1 15 21,2000
Sig. ,106 1,000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 15,000.
lampiran 9. Jumlah daun
ANOVA jumlah daun 14 hst
Sum of Squares
df Mean
Square
F Sig.
Between Groups
22,533 2 11,267 38,576 ,000
Within Groups 12,267 42 ,292
Total 34,800 44
jumlah daun 14 hst Duncana
perlakua n
N Subset for alpha = 0.05
1 2 3
p2 15 6,0667
p0 15 6,9333
p1 15 7,8000
Sig. 1,000 1,000 1,000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 15,000.
ANOVA jumlah daun 18 hst
Sum of Squares
df Mean
Square
F Sig.
Between Groups
33,378 2 16,689 20,065 ,000
Within Groups 34,933 42 ,832
Total 68,311 44
jumlah daun 18 hst Duncana
perlakua n
N Subset for alpha = 0.05
1 2
p2 15 7,3333
p0 15 8,0000
p1 15 9,4000
Sig. ,052 1,000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 15,000.
ANOVA jumlah daun 22 hst
Sum of Squares
df Mean
Square
F Sig.
Between Groups
81,911 2 40,956 30,355 ,000
Within Groups 56,667 42 1,349
Total 138,578 44
101
jumlah daun 22 hst Duncana
perlakua n
N Subset for alpha = 0.05
1 2 3
p2 15 7,6000
p0 15 9,6667
p1 15 10,8667
Sig. 1,000 1,000 1,000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 15,000.
ANOVA jumlah daun 26 hst
Sum of Squares
df Mean
Square
F Sig.
Between Groups
84,933 2 42,467 37,895 ,000
Within Groups 47,067 42 1,121
Total 132,000 44
jumlah daun 26 hst Duncana
perlakua n
N Subset for alpha = 0.05
1 2 3
p2 15 7,8000
p0 15 10,1333
p1 15 11,0667
Sig. 1,000 1,000 1,000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 15,000.
ANOVA jumlah daun 30 hst
Sum of Squares
df Mean
Square
F Sig.
Between Groups
9,644 2 4,822 4,315 ,020
Within Groups 46,933 42 1,117
Total 56,578 44 jumlah daun 30 hst
Duncana perlakua n
N Subset for alpha = 0.05
1 2
p0 15 10,8000
p1 15 11,4000 11,4000
p2 15 11,9333
Sig. ,128 ,174
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 15,000.
ANOVA jumlah daun 36 hst
Sum of Squares
df Mean
Square
F Sig.
Between Groups
28,578 2 14,289 8,860 ,001
Within Groups 67,733 42 1,613
Total 96,311 44
jumlah daun 36 hst Duncana
perlakua n
N Subset for alpha = 0.05
1 2
p2 15 13,2000
p0 15 14,4000
p1 15 15,1333
Sig. 1,000 ,121
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 15,000.
103
Diameter batang
ANOVA diameter batang
Sum of Squares
df Mean
Square
F Sig.
Between Groups
580,007 2 290,004 11,244 ,000 Within Groups 1083,302 42 25,793
Total 1663,310 44
diameter batang Duncana
perlakua n
N Subset for alpha = 0.05
1 2 3
p2 15 26,1367
p0 15 30,4400
p1 15 34,9300
Sig. 1,000 1,000 1,000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 15,000.
Berat segar sawi pakcoy
ANOVA berat segar
Sum of Squares
df Mean
Square
F Sig.
Between Groups
2322,178 2 1161,089 10,676 ,000 Within Groups 4567,733 42 108,756
Total 6889,911 44
berat segar Duncana
perlakua n
N Subset for alpha = 0.05
1 2
p2 15 69,8000
p0 15 84,8000
p1 15 85,2667
Sig. 1,000 ,903
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 15,000.
Berat konsumsi sawi pakcoy
ANOVA berat konsumsi
Sum of Squares
df Mean
Square
F Sig.
Between Groups
1860,311 2 930,156 15,295 ,000
Within Groups 2554,133 42 60,813
Total 4414,444 44
berat konsumsi Duncana
perlakua n
N Subset for alpha = 0.05
1 2
p2 15 58,2000
p0 15 70,0000
p1 15 73,1333
Sig. 1,000 ,277
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 15,000.
105
lampiran 10. Uji validitas kuesioner
lampiran 11. Uji realibilitas kuesioner Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
N of Items
,965 20
lampiran 12. Penetapan Metode penyuluhan
Metode Penyuluhan
Analisis penetapan metode penyuluhan Karakteristik
Sasaran (usia)
Tingkat Pendidikan
(SD-SMA)
Materi Penyuluhan
(teknis)
Tujuan Penyuluhan (peningkatan pengetahuan)
Teknik komunikasi
(langsung)
Pendekatan (kelompok)
Jumlah skor
Diskusi Kelompok
√ √ √ √ √ √ 6
Anjangsana √ √ X x √ x 3
Demonstrasi Cara
√ √ √ √ √ √ 6
Demonstrasi Hasil
√ √ √ √ √ √ 6
Ceramah √ √ √ √ √ √ 6
Siaran √ √ X x x x 2
Pameran x x √ x √ x 2
Kaji Tindak √ √ √ x x x 3
Widyawisata √ √ X √ x √ 4
107
Lampiran 13. Penetapan Media Penyuluhan
Media Penyuluhan
Analisis penetapan media penyuluhan
Karakteristik Sasaran
Metode Penyuluhan
(Diskusi, demonstrasi
cara dan ceramah)
Materi Penyuluhan
Tujuan Penyuluhan (peningkatan pengetahuan)
Teknik komunikasi
(langsung)
Jumlah Sasaran
(20 orang)
Prioritas
Poster √ x x x x √ 3
Kaset Rekaman
√ x √ √ x √ 4
Leaflet √ √ √ √ X √ 5
Folder √ √ √ √ x √ 5
Brosur √ √ x √ x √ 4
Video √ x √ √ x √ 4
Media presentasi
√ √ √ √ √ √ 6
Booklet x x √ √ x x 2
Benda
sesungguhnya
√ √ √ √ √ x 5
Telepon √ x x x x x 1
lampiran 14. Media penyuluhan
109
111
lampiran 15. Dokumentasi
Gambar 1. Penyuluhan bersama KWT Sekar Arum Gambar 2. Melakukan demonstrasi cara
Gambar 3. Greenhouse untuk penelitian Gambar 4. Pengukuran tinggi tanaman
Gambar 5. Pengukuran berat tanaman Gambar 6. Lokasi penelitian
Gambar 7. Pengisian air dalam instalasi Gambar 8. Penghitungan jumlah daun
Gambar 9. Pengecekan ph dan ppm tanaman
Gambar 10. Pelibangan styrofoam menggunakan mata bor hole saw
Gambar 11. Penyemaian benih dalam berbagai media tanam