• Tidak ada hasil yang ditemukan

Majelis Guru Besar

3. Evaluasi Program Kerja Tahun 2011

3.1. Kegiatan Komisi-Komisi dan Sidang Pleno Kegurubesaran

Dalam memberikan pertimbangan atas usulan kenaikan jabatan ke Guru Besar, terdapat sekurang-kurangnya 3 (tiga) value yang menjadi perhatian Majelis terhadap sosok calon Guru Besar ITB, yaitu: (1) value yang berhubungan dengan kompetensi serta kontribusi keilmuan yang diaku dan diakui oleh komunitas yang sangat luas pada bidang keilmuannya, (2) value yang berhubungan dengan integritas dan kepemimpinan akademik (leadership) yang membangun potensi pada lingkungan masyarakat keilmuannya, dan (3) value yang berhubungan dengan kemanfaatan yang sangat bermakna dari potensi bidang keilmuannya bagi pencapaian tujuan Institut, yang ketiganya tidak dapat dipisahkan satu terhadap yang lainnya. Untuk itu, seorang calon Guru Besar ITB diundang untuk menuliskan visinya tentang jabatan Guru Besar yang akan diembannya (sebagai evaluasi diri), yang memuat sekurang-kurangnya ketiga unsur value di atas. Sepanjang Tahun 2011 Sidang Pleno MGB telah memberikan pertimbangan positif atas usulan kenaikan jabatan ke Guru Besar untuk 12 (dua belas) Lektor Kepala, yaitu:

1. Dr. Iwan Pranoto (FMIPA)

2. Ade Sjafruddin, M.Sc., Ph.D (FTSL) 3. Dr. Tutus Gusdinar K (SF)

4. Dr. Roos Akbar (SAPPK)

5. Dr. Wawan Gunawan A. Kadir (FTTM) 6. Dr. Daryono Hadi TJ., M.Sc., APT (SF) 7. Dr. Umar Fauzi (FMIPA)

8. Dr.Ir. Deddy Kurniadi, M.Eng (FTI) 9. Fida Madayanti Warganegara, MS., Ph.D

10. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, MSEE., Ph.D (FTI) 11. Dr.Ir. Dradjad Irianto, M.Eng (FTI)

12. Dr. Ir. Utomo Sarjono Putro, M.Eng (SBM)

Budaya Akademik

Masyarakat luas memahami tugas seorang Guru Besar adalah, selain sebagai sumber ilmu pengetahuan, juga sebagai penjaga wisdom dan pembangun value kehidupan akademik di dalam kampus. Dalam usaha meningkatkan secara berkelanjutan kualitas kegurubesaran para Pemimpin Akademik ITB, Komisi Budaya Akademik menyelenggarakan berbagai diskusi dan pembelajaran diri, yang dimaksudkan guna meningkatkan wawasan akademik, sosial, dan

humanism pada para anggota MGB. Pidato Ilmiah Guru Besar dan Orasi Guru

Besar Emeritus merupakan dua kegiatan yang diinisiasi oleh Komisi ini.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang terkemuka di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni di Indonesia, MGB memandang perlu adanya kajian tentang

model masyarakat akademik perguruan tinggi. Hasil kajian yang telah dilakukan sejak tahun 2009 dirumuskan dan diterbitkan sebagai pandangan MGB pada tahun 2010. Selain itu, pada tahun 2010, MGB juga melakukan kajian tentang paradigma dan nilai-nilai perguruan tinggi, baik perkembangan maupun pergeseran yang telah terjadi. Untuk itu, pada beberapa Sidang Pleno MGB telah dilaksanakan serangkaian diskusi tentang paradigma dan nilai-nilai perguruan tinggi yang terkait dengan budaya, bisnis, teknologi, filsafat, dan sains, dengan menghadirkan beberapa narasumber. Pada tahun 2011, hasil diskusi tersebut menjadi bahan bagi Komisi Budaya Akademik dalam merumuskan konsep-konsep pemikirannya mengenai nilai-nilai ITB ke depan. Hasil rumusan sementara telah disampaikan pada Sidang Pleno di tahun 2011 dan akan disempurnakan pada tahun 2012.

Tridharma

Sehubungan dengan tugas yang diamanatkan oleh SK Senat Akademik No. 41 Tahun 2003, Komisi Tridharma sejauh ini berkontribusi dalam memberikan pertimbangan atas usulan-usulan program studi baru di ITB. Sepanjang tahun 2011 MGB telah memberikan pendapatnya tentang usulan pembukaan 3 (tiga) program studi baru, yaitu:

1. Program Studi Magister Keolahragaan 2. Program Studi Rekayasa Kehutanan 3. Program Studi Rekayasa Pertanian

Permasalahan Bangsa

Sebagai salah satu pusat budaya bangsa, ITB mempunyai kewajiban ikut serta membangun serta membina nilai-nilai luhur kebangsaan Indonesia. Pada tahun 2008, MGB menyusun Agenda MGB dalam rangka 50 Tahun ITB Mengisi 100 Tahun Kebangkitan Nasional, yang salah satu agenda utamanya adalah menyusun buku pemikiran dan kiprah ITB dalam mengelola resiko bencana di Indonesia. Untuk itu MGB telah membentuk Tim Editor Buku tentang Peran ITB dalam Membangun Ketahanan Bangsa terhadap Bencana Alam (diketuai oleh Prof. M.T. Zen), yang dikoordinasikan oleh Komisi Permasalahan Bangsa. Pada tahun 2009, Tim tersebut berhasil menyusun naskah buku berjudul ”Mengelola Resiko Bencana di Negara Maritim Indonesia”, yang terdiri dari 3 (tiga) volume. Acara peluncuran buku tersebut dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2010, dengan menghadirkan Ketua Palang Merah Indonesia, Dr. Jusuf Kalla, sebagai

keynote speaker.

Pada tahun 2011, MGB menyelenggarakan pertemuan “Inovasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia”, dengan menghadirkan Menko Ekuin (Ir. Hatta Rajasa), Ketua Komite Inovasi Nasional (Prof. Zuhal), Ketua Komite Ekonomi Nasional (Ir. Chairil Tanjung), Prof. Dr. Emil Salim, dan Dr. H.S. Dillon, sebagai pembicara. Pada tahun 2011, Komisi Permasalahan Bangsa telah pula berhasil menyusun buku tentang ”Industri Kreatif”. Peluncuran buku tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2012.

3.2. Pidato Ilmiah dan Kegiatan Lainnya Pidato Ilmiah Guru Besar

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, salah satu kegiatan penting yang dilaksanakan oleh MGB adalah menyelenggarakan Pidato Ilmiah Guru Besar, yang menampilkan pemimpin akademik ITB serta menyuguhkan karya-karyanya kepada masyarakat luas. Melalui prosesi Pidato Ilmiah Guru Besar, institusi ITB maupun MGB secara langsung menyampaikan ke hadapan publik tentang keberadaan Guru Besar ITB beserta atribut yang melekat padanya, bukan hanya pada sosok Guru Besar yang bersangkutan tetapi juga pada institusi MGB maupun pada institusi ITB secara lebih luas. Dengan demikian, masyarakat luas akan mengetahui kontribusi yang telah diberikan dan yang ditawarkan oleh institusi ITB kepada masyarakat luas. Melalui prosesi Pidato Ilmiah Guru Besar, MGB atas nama institusi ITB menyediakan kesempatan kepada Guru Besar yang bersangkutan atas nama institusi untuk menyatakan secara personal tentang kebenaran ilmu pengetahuan yang dihasilkannya, serta perwujudan kemanfaatan lebih luas dari kebenaran ilmu pengetahuan yang dipromosikannya, baik pada saat itu maupun pada masa-masa yang akan datang, tanpa menimbulkan konflik yang merugikan cita-cita ilmu pengetahuan, yaitu kesejahteraan dan perdamaian umat manusia.

Sepanjang tahun 2011 telah diselenggarakan Pidato Ilmiah Guru Besar oleh 18 (delapan belas) orang Guru Besar ITB pada Sidang Pleno MGB, yaitu:

1. Prof. Muhamad Syahril Badri Kusuma 2. Prof. Roberd Saragih

3. Prof. Kadarsah Suryadi 4. Prof. M. Salman A.N

5. Prof. Tati Suryati Syamsudin Subahar 6. Prof. Suwarno

7. Prof. Khairurrijal 8. Prof. Satria Bijaksana 9. Prof. Pudjo Sukarno 10. Prof. Zaki Su’ud 11. Prof. Herlien 12. Prof. Puji Astuti 13. Prof. Eddy A. Subroto 14. Prof. Mikrajuddin

15. Prof. Lambok M. Hutasoit 16. Prof. Intan Ahmad 17. Prof. I Made Arcana 18. Prof. Srinanan Widiyanto

Naskah-naskah Pidato Ilmiah para Guru Besar tersebut diterbitkan dalam bentuk buku, dan sinopsisnya dipublikasikan melalui situs MGB, yang telah mendapat perhatian cukup besar dari komunitas, baik dari dalam maupun luar ITB.

Kegiatan Lainnya

Kegiatan lainnya yang dilaksanakan selama Tahun 2011 adalah mengkaji draf Perpres dan Statuta ITB sebagai Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah per PP 66/2010. Kajian dilaksanakan oleh tim yang diketuai Prof. Indratmo Soekarno, dan hasilnya telah disampaikan sebagai masukan kepada Pimpinan ITB.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, MGB ITB juga aktif terlibat dalam pertemuan koordinasi DGB/MGB 6 PT BHMN, yang pada tahun 2011 diadakan di Bandung dan Medan.

Dokumen terkait