AKUNTABILITAS KINERJA
Sasaran 4.1. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia
C. Evaluasi Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPS
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPS menrupakan program yang yang bertujuan untuk mendukung kegiatan statistik dengan meningkatkan sarana dan prasaran sehingga kegiatan statistik dapat tercapai secara optimal sesuai dengan yang ditargetkan.
Tingkat pencapaian kinerja program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPS ini mencapai rata–rata 100 persen
Pengukuran Kinerja dan Evaluasi Kinerja mencapai tingkat kinerja sasaran Renstra BPS Kabupaten Wonosobo sebesar 94,86 persen, sedangkan akuntabilitas kinerja program mencapai nilai 98,52 persen. Kendala yang dihadapi:
1. Keterbatasan kuantitas dan mutu sumber daya manusia yang profesional, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengantisipasi perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat cepat. Untuk itu upaya nyata telah dilaksanakan antara lain: pelatihan di bidang statistik, komputasi dan administrasi.
2. Sangat lambatnya pemasukan dokumen lapangan, khususnya dokumen industri besar/ sedang dan konstruksi, yang berakibat pada pengiriman ke BPS propinsi, dan akhirnya pengiriman data ke BPS pusat menjadi sangat lamban. Kondisi demikian menjadi perhatian BPS Kabupaten Wonosobo yang utamanya berkaitan dengan masih rendahnya kesadaran masyarakat dan sebagian pengusaha untuk memberikan informasi yang dituangkan dalam kuesioner termasuk kebenaran data, dan data apa adanya kepada petugas pengumpul data.
3. Software pengolahan data yang belum sempurna dan sesuai menyebabkan terhambatnya pengolahan data, hal ini menyebabkan tidak hanya kurang lengkapnya data statistik yang dapat disajikan oleh BPS Kabupaten Wonosobo, tetapi menyebabkan terlambatnya penyelesaian analisis data.
4. Wilayah Kabupaten Wonosobo merupakan wilayah yang cukup luas dan kondisi geografis yang cukup sulit sehingga diperlukan kerja keras yang tentu saja harus di dukung dengan peningkatan sarana dan prasarana yang ada. Selain itu masih ada beberapa daerah yang tergolong rawan sehingga diperlukan perhatian lebih agar tidak menghambat kegiatan statistik yang dilakukan.
3.3 Akuntabilitas Keuangan Realisasi Keuangan:
Kegiatan BPS Kabupaten Wonosobo Tahun 2014 dalam penyelenggaraan statistik dilaksanakan melalui 3 (tiga) program yang bersumber pada APBN, dituangkan ke dalam DIPA Bagian Anggaran 54 dengan Total Anggaran sebesar Rp 4.343.791.000,00. Rincian penyerapan anggaran pada anggaran tersebut, dapat dijelaskan sebagai berikut : (1) Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya,
realisasinya mencapai 98,03 persen;
(2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPS, realisasinya mencapai 99,60 persen;
(3) Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (P2IS), realisasinya sebesar 96,73 persen.
Realisasi Penggunaan Anggaran dirinci Menurut Program Satuan Kerja : BPS Kabupaten Wonosobo
No. Program Pagu 2014 Realisasi s/d
Juni 2014
Realisasi s/d Desember 2014
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas-tugas Lainnya BPS
3.097.128.000 1.291.703.479 (41,71%)
3.036.198.124 (98,03%)
2. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPS 75.000.000 74.700.000 (99,60%) 74.700.000 (99,60%) 3. Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik 1.171.663.000 188.901.700 (16,12%) 1.134.098.300 (96,79%) Jumlah 4.343.791.000 1.555.305.179 (35,81%) 4.244.996.424 (97,73%)
Realisasi Penggunaan Anggaran dirinci Menurut Belanja Satuan Kerja : BPS Kabupaten Wonosobo
No. Belanja Pagu 2014 Realisasi s/d
Juni 2014 Realisasi s/d Desember 2014 (1) (2) (3) (4) (5) 1. Belanja Pegawai 2.706.487.000 1.148.922.037 (42,45%) 2.656.588.199 (98,16%) 2. Belanja Barang 1.562.304.000 331.683.142 (21,23%) 1.513.708.225 (98,00%) 3. Belanja Modal 75.000.000 74.700.000 (99,60%) 74.700.000 (99,60%) Jumlah 6.149.006.000 1.555.305.179 (35,81%) 4.244.996.424 (97,73%)
Penggunaan anggaran untuk kegiatan di sub bagian tata usaha mencapai 98,16 persen, karena ada kegiatan yang penyerapannya memang tidak bisa 100 persen, yaitu untuk langganan daya dan jasa. Sedangkan untuk masing – masing seksi penyerapannya juga tidak bisa maksimal karena disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan kegiatan.
Realisasi Penggunaan Anggaran dirinci Menurut Seksi Satuan Kerja : BPS Kabupaten Wonosobo
No. Seksi Pagu 2014 Realisasi s/d
Juni 2014 Realisasi s/d Desember 2014 (1) (2) (3) (4) (5) 1. Tata Usaha 3.172.128.000 1.366.403.479 (43,08%) 3.110.898.124 (98,07%) 2. Statistik Sosial 233.110.000 27.124.000 (11,64%) 224.655.464 (96,37%) 3. Statistik Produksi 863.229.000 160.255.700 (18,56%) 32.037.000 (85,09%) 4. Statistik Distribusi 37.651.000 1.522.000 (4,04%) 841.311.836 (97,46 %) 5. Neraca Wilayah dan
Analisis Statistik
12.316.000 0 10.773.000
(87,47%) 6. Integrasi Pengolahan dan
Diseminasi Statistik 25.357.000 0 25.321.000 (99,86%) Jumlah 4.343.791.000 1.555.305.179 (35,81%) 4.244.996.424 (97,73%)
BAB IV
PENUTUP
4.1 TINJAUANUMUM
Akuntabilitas kinerja BPS Kabupaten Wonosobo merupakan perwujudan kewajiban BPS Kabupaten untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan/atau kegagalan pelaksanaan misi BPS dalam mencapai tujuan dan sasaran, yang telah ditetapkan dalam APBN yang dituangkan kedalam Bagian Anggaran 54 Tahun 2014, secara periodik selama satu tahun. Penjabaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BPS Kabupaten Wonosobo dituangkan dalam Rencana Strategis tahun 2010 – 2014, yang terdiri dari 6 (enam) sasaran yang meliputi 3 (tiga) program. Sesuai dengan visi-nya, BPS Kabupaten Wonosobo sebagai pelopor data statistik terpercaya untuk semua, dicerminkan dari keberhasilannya menyediakan data statistik yang objective, up to date, reliable, complete, on time, serta user friendly, yang juga dapat memenuhi kebutuhan jangka pendek, menengah dan jangka panjang bagi keperluan pemerintah, dunia swasta, dan masyarakat. Adapun hasil capaian kinerja sasaran rata-rata tahun 2014 sebesar 97,39 persen, dengan capaian sasaran utama yang menjadi tugas pokok dan fungsi BPS sebagai penyedia data statistik sebesar 97,00 persen.
4.2 PERMASALAHAN&KENDALAUTAMA
Meskipun program kegiatan sudah sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan, namun masih memerlukan beberapa langkah perbaikan guna lebih menyempurnakannya. Secara umum, beberapa penyebab atau kendala yang mengakibatkan tidak tercapainya target sasaran dan tujuan yang ditetapkan, diantaranya adalah :
a. Sikap masyarakat yang semakin kritis, belum diimbangi dengan pengetahuan tentang kegunaan data statistik yang cukup sehingga kepedulian dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan pengumpulan data statistik masih rendah. Hal ini menjadi hambatan dalam pengumpulan data.
b. Perubahan kondisi lapangan di luar kendali BPS Kabupaten Wonosobo menyebabkan tidak terpenuhinya target sampel karena tidak ada penggantinya. c. Pengaturan jadwal kegiatan lapangan yang masih belum terkoordinasi dengan baik
oleh para perencana kegiatan di tingkat pusat, sering menyulitkan bagi para petugas lapangan terutama KSK dalam menyelesaikan tugasnya secara tepat waktu mengingat semua kegiatan lapangan muaranya ke KSK.
d. Wilayah Kabupaten Wonosobo merupakan wilayah yang cukup luas dan kondisi geografis yang cukup sulit sehingga diperlukan kerja keras yang tentu saja harus di dukung dengan peningkatan sarana dan prasarana yang ada.
4.3. SARANDANTINDAK LANJUT
a. Meningkatkan semangat dan disiplin semua pegawai dan komponen BPS Kabupaten Wonosobo;
b. Mengoordinasikan jadwal pelaksanaan lapangan secara terpadu dari seluruh kegiatan yang ada dengan membuat skala prioritas sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.
c. Mengoptimalkan sumber daya manusia dengan melakukan peningkatan kemampuan staf diantaranya mengikuti bimbingan teknis dan seminar. Di samping itu perlu memberi kesempatan tugas belajar pada jalur formal seperti melanjutkan pendidikan jenjang S1dan S2 guna pencapaian peningkatan mutu;
d. Meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terutama Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk mendukung penyelenggaran kegiatan statistik yang diselenggarakan BPS Kabupaten Wonosobo;
e. Melakukan sosialisasi berbagai kegiatan statistik yang dilaksanakan sehingga akan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kegiatan perstatistikan di Kabupaten Wonosobo terutama respon masyarakat baik perorangan maupun badan usaha sebagai responden;
f. Meningkatkan sarana dan prasarana kerja yang memadai. g. Melakukan monitoring secara ketat di semua tahapan kegiatan.
Lampiran 1 STRUKTUR ORGANISASI