PEMBELAJARAN OLEH JURUSAN/
FAKULTAS
Evaluasi Sebelum proses pembelajaran
Melakukan evaluasi sebelum proses pembelajaran adalah ide yang aneh bagi mereka yang lebih terbiasa melakukan evaluasi hasil pembelajaran. Bagaimanapun juga, Sangat sedikit pembelajaran yang direncanakan, didesign dan dijalankan seperti itu yang akan memberikan pembelajaran yang berharga. Untuk itu Ketua Jurusan melakukan evaluasi untuk menilai kinerja sebagai bagian keputusan untuk menjalankan program studi. Beberapa cara pra-evaluasi ini bisa dilakukan oleh Ketua Jurusan agar pembelajaran akan berjalan dengan baik.
Managemen Kinerja
Pra-evaluasi akan mengkaji aspek supervisi, design kerja, atau struktur yang harus dirubah terhadap staff dosen, teknisi, staff administrasi, kinerja PS dan mahasiswa. Tingkat kinerja civitas akademika di Jurusan / Fakultas tidak bisa diperkirakan dari kemampuan mereka sendiri, karena itu tidak hanya fungsi pengetahuan dan keahlian saja; sikap civitas akademika dalam menjalankan proses pembelajaran adalah penting, juga
78
sebagai peluang dan prioritas. Cara terbaik adalah memperkirakan kinerja untuk melihat tiga aspek:Kinerja = Kemampuan X Motivasi X Peluang
Tanda (X) bermakna jika tidak ada kemampuan tidak ada motivasi atau tidak ada peluang, maka akan ada tingkat kinerja 0. Masing-masing tiga faktor itu harus tersedia untuk beberapa tingkatan.
Keputusan Jurusan / Fakultas untuk mengirim staf untuk magang kerja, atau pelatihan atau studi banding untuk meningkatkan kinerja selalu harus meningkatkan kemampuannya. Namun, tingkat motivasi bisa ditingkatkan dengan belajar atau perhatian pengelola Jurusan / Fakultas pada staff. Orang yang percaya diri bahwa mampu melakukan tugas adalah lebih berusaha dibanding mereka yang memiliki kepercayaan dirinya rendah. Mereka juga akan lebih tekun untuk mencoba sesuatu jika itu tidak berhasil di awal. Motivasi bisa ditingkatkan dengan lingkup kerja tanpa mengikuti pelatihan. Ketua Jurusan / Dekan mengelola kinerja dengan menentukan target yang disetujui, mengawasi kemajuan, membantu pada saat sesuatu tidak berjalan baik, dan menyiapkan dorongan atau pujian pada saat sesuatu berjalan dengan baik. Mereka juga menentukan perbedaan prioritas dan tugas sehingga peluang kesamaan bisa dibentuk. Itu bisa berjalan baik sehingga perubahan dalam praktek supervisi bisa mencapai peningkatan kinerja yang diinginkan tanpa adanya pelatihan. Jika pra-evaluasi menetapkan bahwa ini adalah kasus, maka pelatihan harus berbentuk workshop singkat tentang “manajemen kinerja” para pengelola Jurusan / Fakultas. Hasil analisis menunjukkan perlu adanya peningkatan kemampuan staff yang kerap memerlukan perubahan gaya supervisi, penugasan, manajemen kinerja dan belajar, serta efektivitas. Ketua Jurusan / Dekan dan pengelola Jurusan / Fakultas yang lainnya harus terlibat dalam pelatihan dan kegiatan pengembangan karena mereka mereka harus menentukan lingkung organisasi dengan dukungan
pembelajaran. Proses yang dipaparkan di sini adalah salah satu peningkatan kinerja dengan cara merubah cara bekerja di tempat kerja. Karena itu sangat penting untuk mempertimbangkan model perubahan organisasi untuk menegaskan apa yang diperlukan. Model seperti itu diperlihatkan pada diagram Gambar 8.
Gambar 8 Pelatihan sebagai perubahan organisasi
Evaluasi setelah proses pembelajaran
Untuk mengevaluasi setelah proses pembelajaran dilakukan tentang kegiatan perkuliahan, tutorial, praktikum dan aspek aspek yang terkait dengan pelaksanaan pembelajaran untuk setiap dosen melalui questioner sebagai berikut:
A. Analisis situasi kemampuan, hambatan, motivasi, peluang
D. Melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan percaya diri C. Melibatkan manajemen dalam design program B. Menjaga komitmen manajemen
untuk mengubah praktek organisasi yang berlawanan
dengan pengembangan
E. Menetapkan prilaku baru di tempat kerja
dengan bentuk manajemen kinerja A. Analisis situasi kemampuan,
hambatan, motivasi, peluang
D. Melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan percaya diri C. Melibatkan manajemen dalam design program B. Menjaga komitmen manajemen
untuk mengubah praktek organisasi yang berlawanan
dengan pengembangan
E. Menetapkan prilaku baru di tempat kerja
dengan bentuk manajemen kinerja
80
evaluasi jaminan mutu akademik
Fakultas Pertanian UB untuk menjamin mutu akademik menetapkan Standar akademik. Standar Akademik adalah penetapan awal (base line) mutu akademik, untuk memulai melaksanakan suatu proses akademik dalam sistem
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Mata Kuliah : Semester: Ganjil / Genap tahun akademik 20 …
Nama Dosen : (Catatan: satu lembar satu dosen)
Program Studi :
Petunjuk: Berilah tanda silang pada kotak ( ) yang sesuai dengan penilaian / pendapat saudara, dengan criteria: 5 = sangat setuju/sangat baik/sangat memadai, 4 = setuju/baik/memadai; 3 = ragu/ sedang/cukup; 2 = tidak setuju/ kurang baik; 1 = sangat tidak setuju / jelek / sangat kurang
A. Perkuliahan + Tutorial
B. Praktikum
C. Umum
Saran, catatan yang saudara anggap penting:
Terimakasih atas keakuratan pengisian form ini sehingga akan membantu proses pembelajaran di FP, UB. Joint UB be the best
5 4 3 2 1 1 Dosen memberikan arah dan tujuan pembelajaran yang jelas
2 Materi perkuliahan up-to-date dan menarik diluar buku acuan pokok 3 Metode pembelajaran yang diberikan inovatif (student centre learning) 4 Materi dan cara penyampaian mudah difahami
5 Dosen memberikan cukup waktu untuk proses diskusi dan Tanya jawab 6 Dosen memberikan tugas-tugas mandiri yang memadai
7 Dosen memberikan umpan balik pada proses evaluasi dan tugas mandiri 8 Waktu & jumlah tatap muka telah sesuai dg cakupan materi yang disampaikan 9 Kelengkapan fasilitas pendukung perkuliahan (sarana&prasarana)
10 Dosen menyampaikan materi perkuliahan (lisan/tulisan/diskusi) dlm bhs Inggris 11 Dosen bersemangat dalam memberikan kuliah & anda termotiasi untuk belajar
1 Materi praktikum up-to-date dan menarik 2 Metode praktikum inovatif
3 Bahan-bahan praktikum yang disediakan mencukupi kebutuhan 4 Jumlah dan kualitas peralatan laboratorium untuk praktikum memadai 5 Jumlah kegiatan praktikum memadai baik dr sisi kecukupan materi dan waktu 6 Terjadi proses diskusi yang memadai selama pelaksanaan praktikum
1 Dosen sangat berkualitas dalam penguasaan materi pembelajaran 2 Dosen memberikan pembelajaran sangat sistematis dan sangat siap 3 Dosen memberikan pembelajaran dg jelas dan dibantu alat peraga yg bermutu 4 Dosen memberikan Rencana Kegiatan Pembelajaran Semester (RKPS) 5 Dosen menyelesaikan pembelajaran sesuai yang direncanakan dalam RKPS 6 Koordinasi dosen dlm menyampaikan materi pembelajaran berkesinambungan 7 Dosen menyampaikan nilai-nilai entreprenurship dalam pembelajarannya 8 Dosen memfasilitasi peningkatan softskill anda dalam proses pembelajarannya
penjaminan mutu. Standar mutu akademik yang telah ditetapkan, akan mengikat selama satu tahun akademik, dan dapat direvisi kembali sesuai perkembangan akademik yang telah dicapai.
Standar mutu akademik terdiri dari sepuluh butir mutu:
1. Kurikulum
2. Sumber Daya Manusia (dosen dan tenaga penunjang) 3. Mahasiswa dan Kompetensi Lulusan
4. Proses Belajar Mengajar
5. Sarana dan Prasarana Akademik 6. Suasana Akademik
7. Penelitian dan Publikasi
8. Pengabdian kepada Masyarakat 9. Manajemen Akademik
10. Sistem Informasi Akademik
Menindaklanjuti pasca studi dengan tracer study
Tracer study merupakan kegiatan utama Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya yang bertujuan untuk memperoleh umpan balik terhadap kebijakan yang telah diterapkan. Tracer study ini diharapkan pula agar Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya mampu melakukan kajian serta pengembangan kebijakan kurikulum, serta proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pendidikan dalam rangka memenuhi harapan para pemangku kepentingan (stakeholders), tuntutan profesi serta perkembangan ilmu dan teknologi pelaksanaan. Umpan balik tersebut dapat diperoleh dari para alumni, employer atau pakar di bidang program studi/kependidikan yang diperlukan untuk memberikan masukan bagi Universitas Brawijaya. Secara khusus tujuan kegiatan tracer study ini ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh antara Indeks Prestasi Komulatif (IPK) dan lama studi terhadap masa tunggu
82
mendapatkan pekerjaan serta kesesuaian bidang kerja dengan latar belakang bidang studi lulusan S-1 Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya.Aspek-aspek yang dikaji dalam stracer study adalah: Penilaian matakuliah yang pernah ditempuh Pelaksanaan perkuliahan yang pernah ditempuh Prestasi studi di FP-UB
Manfaat studi di FP-UB
Proses Mendapatkan pekerjaan Situasi pekerjaan yang dijalani Pendapatan pertama
Keterkaitan perkuliahan dengan profesi yang diemban Kebutuhan studi lanjut
DAFTAR PUSTAKA
Jogiyanto. 2006. Filosofi, Pendekatan dan Penerapan Pembelajaran Metode Kasus untuk Dosen dan Mahasiswa. C.V. Andi Offset. Jogyakarta. 207 pp. Suryana, A. 2004. Kiat dan Teknik Evaluasi Pelatihan. Progres.
Jakarta. 140 pp.
Zaini, H., Munthe, B. Dan Aryani, S.A. 2004. Strategi Pembelajaran Aktif. CTSD (Center for Teaching Staff Development). Intitut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta. 228 pp.
84
TIM PENYUSUN
Penasehat : Dekan
Penanggungjawab : Pembantu Dekan I
Ketua Pelaksana : Ir. Didik Suprayogo, MS., PhD Sekretaris : Syahrul Kurniawan, SP. MP. Anggota : Dr. Ir. Damanhuri, MP.
Dr. Ir. Rini Dwi Astuti, MP. Tatiek Kurniawati, SP. MP. Dr. Anton Muhibudin, SP.MP.