PANGKAJENE DAN KEPULAUAN
B. Hasil dan PembahasanPenelitian
1. Evaluasi sistem pelayanan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
No Uraian Kegiatan
Pelaksana
Front Office Back Office
Petugas Loket Pendaftaran Loket Penyerahan Loket Informasi Bidang Pengelolaan Perizinan dan Non Perizinan Tim Teknis Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Kepala Dinas 1
Memeriksa kelengkapan Berkas Permohonan, status tax clearance PBB-P2, BPHTB, KSWP dan Kepesertaan BPJS, meregistrasi Permohonan, memberikan bukti penerimaan permohonan kepada pemohon, memaraf Kartu Kendali dan menyerahkan berkas permohonan kepada Bidang Pengelolaan Perizinan
2
Memeriksa berkas permohonan, menentukan bentuk kajian dan komposisi tim teknis, Mencetak dan memaraf surat tugas dan teknis, menyediakan absensi Tim Teknis mengisi dan memaraf kartu kendali
3
Melakukan kajian teknis, menyaksikan Persentase dari Pemilik Perusahaan, memberikan rekomendasi persetujuan atau penolakan penerbitan izin, membuat dan menandatangani BAPL, Absensi serta mengisi dan memaraf kartu kendali 4
Menginput data pemohon, dan Mencetak Naskah Surat Izin, serta mengisi dan memaraf kartu kendali
5
Menandatangani Naskah surat izin serta mengisi dan memaraf kartu kendali
6
Memberi stempel, dan mengarsipkan duplikat Surat Izin, serta mengisi dan memaraf kartu kendali
7
Menghubungi pemohon serta mengisi dan memaraf kartu kendali
8
Menyerahkan surat izin ke pemohon, member! surat bukti penyerahan dokumen kepada pemohon serta mengisi dan memaraf kartu kendali
Setelah melakukan penelitian ke lapangan baik melalui wawancara, observasi ataupun dokumentasi kemudian peneliti mendapatkan data-data dan jawaban yang dibutuhkan dalam penyelesaian proses penelitian, dan setelah melakukan reduksi data maka peneliti akan memaparkan hasil tersebut. Pada bagian ini akan dibahas dan dijelaskan mengenai analisis terhadap tanggapan-tanggapan responden terhadap indikator-indikator penelitian Evaluasi sistem pelayanan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kabupaten Pangkep.
Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori evaluasi William N.Dunn yang mana beliau berpendapat dalam bukunya. Evaluasi dapat disamakan dengan penaksiran (apparaisal), pemberian angka (rating), dan penilaian (assesment). Evaluasi merupakan penilaian secara menyeluruh mulai dari efektivitas, efisiensi, responsivitas dan ketepatan. Melalui evaluasi dapat diketahui apakah kegiatan tersebut berhasil atau tidak. Sehingga dengan demikian indikator yang digunakan sebagai bahan analisa adalah dengan melihat bagaimana pencapaian terhadap manfaatnya bagi kepentingan umum, kemudian dengan melihat tingkat efektifitas dan efesiensi dari Peraturan Bupati tersebut apakah hasil yang diinginkan telah tercapai, lalu dilihat tingkat responsivitas apakah masyarakat puas dengan diterapkannya pelayanan sistem online ini, dan ketepatan untuk melihat apakah ada hasil yang diberikan dan sesuai dengan tujuan serta
bermanfaat bagi masyarakat. Adapun analisanya sebagaimana penulis kemukakan di bawah ini.
a. Efektifitas
Pada tahap efektifitas, evaluasi digunakan untuk menilai hasil yang diinginkan oleh masyarakat telah tercapai atau belum sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya. Untuk indikator efektifitas atau pencapaian ini, peneliti mengajukan beberapa pertanyaan untuk melihat apakah penerapan pelayanan berbasis online ini sudah tercapai sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan adakah hambatan dalam pemberian pelayanan yang sudah berbasis online ini. Lalu bagaimana pula proses pemberian pelayanan yang sudah berbasis online di kantor ini. Untuk mengetahui hal tesebut peneliti melakukan wawancara dengan Kepala dinas DPMPTSP dan Kepala Bidang Administrasi Pelayanan Perizinan dan non Perizinan.
Bapak BC selaku Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Pengkep mengatakan bahwa:
“...Yah yang saya lihat sudah sesuai dengan tujuan dari diterapkannya pelayanan berbasis online ini. Karena pada dasarnya penerapan pelayanan berbasis online tujuan utamanya adalah mempermudah masyarakat dalam mengurus perizinan. Dan penerapan pelayanan berbasis online ini sudah dilakukan setahun yang lalu, dan alhamdulillah tanggapan masyarakat sangat bagus dengan penerapan ini. Kenapa saya bisa mengatakan ini karena kami setiap 6 (enam) bulan melakukan IKM (indeks kepuasan masyarakat) dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kinarja di kantor ini setelah penerapan pelayanan berbasis online ini dan hasilnya baik. Walaupun masih ada hambatan dalam penerapan
kebijakan ini yaitu masih adanya masyarakat yang kurang memahami sistem dan prosedurnya dan masih terkendala di server atau jaringan. Tetap kami selalu berusaha memperbaikinya. dan kalau proses pelaksanaanya masyarakat masih perlu datang kekantor karena itu masih banyak masyarakat belum mengetahui sistemnya.” (Wawancara tanggal 07/07/2020 pukul 11:15)
Kemudian Bapak HS selaku Kepala Bidang Administrasi Pelayanan perizinan dan non perizinan, penuturkan :
“...Yah sebenarnya harus seperti itu, karena tujuan utama kami itu memberikan pelayanan berbasis online agar penerbitan surat izin itu cepat tepat dan tidak berbelit-belit. Tapi kan ini yang namanya pelayanan berbasis online itu lagi-lagi terkadang terkendala di server dan jaringan. Tapi alhamdulillah kendala yang mendasar itu boleh dikatakan tidak ada, lanca-lancar saja sampai saat ini. Karena kami bisa melihat dari jumlah pengaduan yang masuk kekantor kami, yah hampir boleh dikatakan bahwa sudah lancar.Dari penuturan informan diatas dapat dikatakan bahwa penerapan pelayanan berbasis online dikantor DPMPTSP kabupaten pangkep sudah cukup efektif dilihat dari IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat) yang dilakukan setiap 6 (enam) bulan dan kotak pengaduan yang disediakan baik yang ada dikantor maupun di link Pengaduan DPMPTSP kabupaten Pangkep itu hasilnya bisa dikatakan baik dan berjalan dengan lancar. Tapi tidak menutup kemungkinan masih ada kendala dalam penerapan sistem pelayanan berbasis online ini yaitu terkendala jaringan dan masyarakat masih ada yang belum mengetahui sistem dan prosedurnya. dan mengenai proses pelaksanaanya masyarakat masih harus datang jika mau membuat perizinan.” (Wawancara tanggal 06/07/2020 pukul 10:30)
Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan pelayanan berbasis online di kantor DPMPTSP Kabupaten Pangkep sudah hampir mencapai tujuan yang telah ditetapkan di kantor tersebut. Karena kantor DPMPTSP melaksanakan kegiatan indeks kepuasan masyarakat terhadap
penyelenggaraan pelayanan perizinan pada DPMPTSP Kabupaten pangkep semester II tahun anggaran 2019.
Tujuan dari kegiatan IKM tersebut adalah untuk mengetahui sejauh mana tingat kepuasan masyarakat dalam penerapan kebijakan pelayanan berbasisi online dan tingkat kinerja pegawai DPMPTSP Kabupaten Pangkep. Jadi penerapan sistem pelayanan berbasis online dapat dikatakan sudah mencapai tujuan dilihat dari IKM yang dilaksanakan setiap 6 (enam) bulan sekali dan kotak pengaduan yang hasilnya baik dan lancar. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan masih terdapat kendala dalam penerapannya yaitu masalah server atau jaringan dan masih banyak masyarakat kurang paham tentang sistem ini jadi masyarakat masih perlu kekantor DPMPTSP Kabupaten Pangkep jika ingin mengurus perizinan.
Hal tersebut sesuai dengan data yang diperoleh berdasarkan data IKM ( Indeks Kepuasan Masyarakat ) DPMPTSP Kabupaten Pangkep adalah sebagai berikut:
Gambar 4.5 Garfik IKM DPMPTSP
Untuk survey tahun ini, nilai IKM setelah dilakukan penghitungan diperoleh hasil 83.68 atau mutu pelayanan baik (B) dengan demikian kinerja dan penerapan kebijakan pelayanan berasis online DPMPTSP adalah baik. Meskipun demikian DPMPTSP
Kabupaten Pangkep tetap akan meningkatkan kualitas pelayanan, terutama untuk unsur yang memperoleh nilai rata-rata rendah.
Seorang masyarakat yang mengurus perizinan berinisial Ibu SB mengatakan bahwa:
“...Alhamdulillah selama uruska perizinan dikantor ini saya rasa baikji, dan sudah mudah mi sekarang karena online mi jadi cepatji selesai kalau uruski izin”. (Wawancara tanggal 07/07/2020 pukul 14:15)
Selanjutnya masyarakat yang mengurus perizinan yang berinisial Bapak JM mengatakan bahwa:
“...Ya..pelayanan di kantor ini sudah baik, apalagi ditambah pengurusan perizinan sudah online tambah bagus lagi, jadi gampangmi sekarang kalau mauki mengurus. Tapi saya tidak mengertika bagaimana caranya urus lewat online, jadi lebih baikka kekantor mengurus, minta tolong sama pegawainya”. (Wawancara tanggal 08/07/2020 pukul 14:20)
Berdasarkan hasil wawancara informan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan pelayanan berbasis online di kantor DPMPTSP Kabupaten Pangkep sudah baik dan sudah hampir mencapai tujuan dari diterapkannya pelayanan online ini.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di lapangan ditemukan bahwa penerapan sistem pelayanan berbasis online di kantor DPMPTSP Kabupaten Pangkep dari aspek pencapaian tujuan masih belum tercapai sepenuhnya. Disebabkan masih banyak masyarakat lebih memilih datang kekantor untuk mengurus perizinan dibandingkan mengurus perizinan melalui online. Hal itu disebabkan kurangnya sosialisasi pihak DPMPTSP
Kabupaten Pangkep mengenai sistem pelayanan online yang diterapkan, dan masih banyak masyarakat yang kurang paham mengenai cara mengakses internet, tidak terbiasa memakai cara online takut salah input data sehingga lebih memilih datang langsung kekantor meminta bantuan atau bimbingan.
Bentuk pelaksanaan atau prosedur pelayanan tidak hanya dituntut untuk menciptakan keteraturan tetapi diutamakan untuk memberikan kemudahan dan kejelasan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan yang baik. Kejelasan bentuk pelaksanaan atau prosedur pelayanan disini dimaksud bahwa masyarakat mengerti akan setiap tahapan yang mereka penuhi untuk mendapatkan pelayanan yang diinginkan. Prosedur pelayanan diharuskan sederhana dan tidak berbelit-belit.
Salah satu hal yang menjadi perhatian oleh para penerima layanan pada umumnya adalah bentuk pelaksanaan pelayanan atau prosedur pelayanan yang melalui proses panjang. Dan untuk melihat bagaimana pelayanan perizinan terkhususnya mengenai bentuk pelaksanaan atau prosedur pelayanan yang sudah menerapkan sistem online di kantor pelayanan perizinan DPMPTSP Kabupaten Pangkep. Peneliti melakukan wawancara dengan Kepala Dinas, Kepala Bidang, dan beberapa masyarakat yang sedang mengurus surat izin.
Bapak BC selaku Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Pengkep mengatakan bahwa:
“...mengenai bentuk pelaksanaan pelayanan dikantor ini sudah jelas dan sesuai dengan mekanisme yang ada. Jadi jika ada masyarakat yang ingin mengurus perizinan tetapi tidak mengetahui bentuk pelaksanaannya atau langkah-langkahnya kami sudah menyediakan dipapan informasi sebelum masuk ruang pelayanan dan didalam ruang pelayanan juga ada serta bisa juga langsung menanyakan pada staf pelayanan. Dan tidak hanya itu bentuk pelaksanaan pelayanan dikantor ini sudah ada juga di web DPMPTSP. Jadi masyarakat tidak perlu lagi kekantor kalau cuman mau mengetahui bagaimana langkah-langkah mengurus perizinan”. (Wawancara tanggal 07/07/2020 pukul 11:15)
Bapak HN selaku Kepala Bidang Pengelolaan Perizinan dan non Perizinan mengatakan bahwa:
“...Dengan penerapan pelayanan online ini bentuk pelaksanaan dan prosedur pelayanan yang ada di kantor pelayanan perizinan DPMPTSP Kabupaten Pangkep sudah sesuai dengan mekanisme yang ada. Karena kami sesuaikan dengan SOP dan peraturan Bupati Pangkep dimana prosedur pelayanan dibuat sesuai dengan ketentuan pemerintah.” (Wawancara tanggal 07/07/2020 pukul 10:25)
Dari penuturan beberapa informan di atas dapat disimpulkan bahwa bentuk pelaksanaan di kantor DPMPTSP Kabupaten Pangkep sudah sesuai dengan mekanisme yang ada, dan dibuat sesuai dengan ketentuan pemerintah. Bentuk pelaksanaan pelayanan atau prosedur pelayanan di kantor pelayanan DPMPTSP Kabupaten Pangkep yang sudah berbasis online, secara umum sudah efektif dan berjalan sesuai dengan mekanisme pelayanan yang ada, dan persyaratan administrasi yang dibutuhkan diinformasikan melalui media online maupun offline, jadi jika ada masyarakat yang tidak mengetahui
bagaimana bentuk pelasanaan pelayanan online, masyarakat bisa meihat melalui web DPMPTSP dan melihat di papan informasi yang ada di kantor DPMPTSP.
Seorang masyarakat yang berinisial Ibu MS menyatakan bahwa: “...Kalau masalah prosedur pelayanan saya pikir prosedur pelayanannya sudah baik, dan sesuai dengan mekanisme pelayanan yang ada, tidak berbelit-belit dan mudah dimengerti juga.” (Wawancara tanggal 07/07/2020 pukul 09:45)
Penyataan senada dengan pernyataan di atas, Ibu SB mengatakan bahwa:
“...Prosedur pelayanan disini sudah jelas dan sesuai dengan mekanisme pelayanan yang tercantum dalam ruang pelayanan. ” (Wawancara tanggal 07/07/2020 pukul 14:15)
Kemudian, diduukung pula oleh pernyataan Bapak JM mengatakan bahwa:
“... Prosedur pelayanan online yang ada dikantor ini saya rasa sudah bagusmi dan sesuaiji saya lihat dengan sama alur pelayanan yang tertera diruang pelayanan.” (Wawancara tanggal 08/07/2020 pukul 14:20)
Dari beberapa kutipan wawancara pada indikator efisiensi, maka dapat disimpulkan bahwa bentuk pelaksanaan pelayanan atau prosedur pelayanan di kantor pelayanan DPMPTSP Kabupaten Pangkep yang sudah berbasis online, secara umum sudah baik dan berjalan sesuai dengan mekanisme pelayanan yang ada.
Selanjutnya berdasarkan observasi di lapangan mengenai bentuk pelasanaan pelayanan berbasis online pada DPMPTSP Kabupaten Pangkep sudah jelas dan sesuai dengan SOP yang telah
ditentukan. Segala bentuk pelaksanaa pelayanan perizinan berbasis online tersedia di papan informasi baik di dalam ruang pelayanan maupun sebelum masuk ruang pelayanan. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan masih ada keluhan dari masyarakat tentang proses pelayanan yang masih berbelit-belit. Hal ini terbukti adanya keluhan tentang persyaratan administrasi yang banyak.
Gambar 4.6 Papan Informasi Standar Pelayanan DPMPTSP Berdasarkan hasil wawancara dan observasi langsung penulis dapat menggambarkan bahwa hasil dari penerapan pelayanan perizinan berbasis online di kantor DPMPTSP Kabupaten pangkep dapat dikatakan sudah cukup efektif. Dilihat dari indikator efektifitas dalam penerapan pelayanan berbasis online yang dimana penerapannya dapat dikatakan sudah mencapai tujuan, dilihat dari IKM (indek kepuasan masyarakat ) yang dilakukan setiap 6 (enam) bulan dan kotak pengaduan yang hasilnya baik dan lancar. Serta bentuk pelaksanaannya berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada, dan tidak menutup kemungkinan masih terdapat kendala dalam
penerapannya seperti server dan jaringan serta masyarakat yang belum bisa mengoprasikannya sendiri. Sedangkan dari bentuk pelaksanaannya secara umum sudah efektif dan berjalan sesuai dengan mekanisme pelayanan yang ada.
b. Efisiensi sistem pelayanan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kabupaten Pangkep
Efisien adalah perbandingan terbaik antara masukan (input) dan keluaran (output) yang dapat dilihat dari waktu dan biaya. Efisien adalah salah satu dimensi yang harus ada dalam pengukuran efektifitas pelayanan publik karena efisien itu beehubungan dengan seluruh persyaratan yang relevan dengan pelayanan yang diberikan kepada publik. Dan untuk melihat hasil dari penerapan pelayanan berbasis online di Kantor Pelayanan DPMPTSP Kabupaten Pangkep ini, dapat dilihat dari dua indikator yaitu biaya dan waktu.
Biaya pelayanan merupakan upah pelayanan terhitung rinciannya yang telah ditentukan dalam proses pemberian pelayanan atau seluruh biaya sebagai imbalan jasa yang ditentukan oleh pejabat yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.
Bapak BC selaku Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Pengkep mengemukakan bahwa:
“...Kalau masalah biaya selama ini baik itu melalui online atau datang langsung kekantor kami dari pihak kantor sepeser pun kami tidak memungut biaya, kecuali perizinan tertentu seperti pengurusan IMB, itukan dikenakan biaya tetapi itu dari peraturan bupati langsung yang menetukan bukan dari kantor ini. Jadi jika ada biaya yang ingin dibayar kami arahkan ke
Bank yang sudah ditentukan yaitu Bank SulselBar”. (Wawancara tanggal 07/07/2020 pukul 11:15)
Pernyataan Dari Bapak SM selaku Seksi Administrasi Pelayanan Perizinan dan non Perizinan, mengemukakan bahwa:
“... Dalam penerapan pelayanan online Terkait dengan biaya kami menjamin bahwa biaya yang ada di kantor DPMPTSP Kabupaten Pangkep adalah juga biaya yang mengacu kepada peraturan Bupati. Kami tidak pernah memungut biaya administrasi apapun. ” (Wawancara tanggal 30/06/2020 pukul 09:45)
Berdasarkan hasil wawancara kedua informan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa biaya pelayanan berbasis online di kantor DPMPTSP Kabupaten Pangkep tidak dikenakan biaya apapun dalam mengurus perizinan, kecuali perizinan seperti IMB itu dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan pemerintah. Jika ada masyarakat ingin membayar biaya perizinan maka pihak kantor mengarahkan ke Bank yang sudah ditentukan oleh kantor tersebut.
Hal tersebut sesuai dengan data yang diperoleh dari PERBUB Nomor 15 Tahun 2019 mengenai Sandar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan perizinan dan non perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep yaitu sebagai barikut:
No Jenis Izin Biaya
1 Tanda Daftar Perusahaan (NIB OSS) Gratis