3.5 Proyek ERP PT. Pan Brothers Tbk
3.6.2 Event Table
Tabel 3.2 Event Table Proses Bisnis
Event Table
Proses Bisnis PT. Pan Brothers Tbk.
No Event Actor Start When Activities in the Event
1. Menerima sampel dari buyer
Manager Marketing
Ketika pihak buyer membutuhkan sampel untuk pesanan
mereka.
Menerima sample dan technical package dari Buyer, membuat
quotation/penawaran, mengirimkan quotation/penawaran kepada Buyer
melalui e-mail/fax, menyerahkan
123
sample/technical package ke Sample Developer, melakukan booking kain untuk
pembuatan sampel (fabric booking) melalui e-mail ke supplier.
2. Membuat Sample Request
Merchandising Setelah menerima
sample dan technical package dari
Manager Marketing
Membuat Sample Request, dan
menyerahkan sample/technical package ke Ka.Div. Sample, membuat permintaan aksesoris dengan menggunakan Form Permintaan Sample dan menyerahkan ke Staf Purchasing.
3. Melakukan permintaaan aksesoris ke Supplier
Purchasing Setelah menerima
permintaan aksesoris dari Merchandising
Meminta Supplier membuat contoh aksesoris sesuai dengan spesimen yang diserahkan dengan menggunakan memo/
e-mail, menerima contoh aksesoris dan
menyerahkan ke Merchandising, meminta
124
konfirmasi contoh aksesoris ke
Merchandising.
4. Membuat sampel Ka. Div. Sample Setelah menerima
sample dan technical package dari Sample Developer
Membuat sampel, berdasarkan Sample
Request, dan menyerahkan
sampel ke Staf QC barang masuk untuk diperiksa. 5. Memeriksa sampel Staf QC barang masuk Setelah menerima sampel dari Ka. Div.
Sample
Memeriksa sampel berdasarkan Technical
Package - Sample Buyer dan meminta
revisi jika perlu, menyusun laporan pemeriksaan sampel dengan
menggunakan Form Sample Inspection
Report, menyerahkan sampel yang sudah
lolos QC ke Ka. Div. Sample. 6. Menerima sampel
yang sudah lolos
Ka. Div. Sample Setelah sampel telah
dinyatakan lolos QC
Menerima sampel yang sudah lolos QC, menyerahkan sampel yang telah lolos QC
125
QC ke Merchandising dengan menggunakan surat jalan dan Form Sample Inspection
Report.
7. Mengirimkan sampel– contoh aksesoris ke Buyer
Merchandising Setelah menerima
sampel yang lolos
QC dari Ka. Div. Sample
Mengirimkan sampel - contoh aksesoris ke Buyer dengan menggunakan surat jalan atau AWB, meminta konfirmasi sampel - contoh aksesoris ke Buyer dan meminta revisi ke Ka.Div. Sample – Staf
Purchasing jika perlu.
8. Menerima order PO dari Buyer Manager Marketing Ketika Buyer mengirimkan PO
Menerima konfirmasi order/PO dari
Buyer dan menyerahkan ke Manager Merchandising dan Manager Purchasing,
melakukan booking kain (fabric booking) melalui e-mail ke Supplier,
memperbaharui Order Status dan
126
menyerahkan ke Manager terkait, membuat Confirmation Order dan Cost
Breakdown ke Direksi dan MCC.
9. Membuat Kartu Produksi (KP)
Merchandising Setelah menerima
informasi order pesanan dari
Manager Marketing
Membuat Kartu Produksi/KP berdasarkan
Technical Package dan PO Buyer serta
menyerahkan ke Pejabat terkait.
10. Melakukan permintaan pembelian aksesoris
Pejabat terkait Setelah menerima KP Membuat permintaan pembelian aksesoris dengan menggunakan Form Permintaan Pembelian/PP, menyerahkan PP ke Bagian Merchandising. Jika permintaan pembelian bersifat lokal, maka PP akan diserahkan ke Bagian Purchasing, namun apabila bersifat impor, maka PP akan diserahkan ke Bagian Merchandising.
127
11. Melakukan perhitungan
Fabric Consumption
Ka. Div. Marka Setelah menerima KP Membuat Fabric Consumption untuk kain, menyerahkan ke Manager PPIC untuk pengesahan, menyerahkan Fabric
Consumption yang telah diserahkan ke
Bagian Merchandising. 12. Memeriksa
kelengkapan PP dan Fabric
Consumption
Merchandising Setelah menerima PP
dan Fabric
Consumption
Memeriksa kelengkapan spesifikasi dari
Fabric Consumption/PP aksesoris,
menyerahkan Fabric Consumption/PP aksesoris yang telah lengkap ke Bagian
Purchasing (apabila pembelian bersifat
lokal). 13. Melakukan
pembelian material yang bersifat lokal
Purchasing Setelah menerima
Fabric Consumption/
PP aksesoris
Melakukan negosisasi harga dengan
supplier, menetapkan penawaran dari
supplier yang dipilih sesuai dengan hasil negosiasi, membuat PO sesuai dengan
128
Fabric Consumption dan PP aksesoris,
menyerahkan PO ke Bagian MCC untuk diperiksa.
14. Melakukan pembelian yang bersifat impor
Merchandising Setelah Fabric
Consumption/PP
aksesoris dinyatakan lengkap
Melakukan negosisasi harga dengan
supplier, menetapkan penawaran dari supplier yang dipilih sesuai dengan hasil
negosiasi, membuat PO sesuai dengan
Fabric Consumption dan PP aksesoris,
menyerahkan PO ke Bagian MCC untuk diperiksa. 15. Melakukan perhitungan MCC MCC Setelah menerima PO dari Bagian Purchasing dan Merchandising
Memeriksa PO terhadap harga dan
budget, mengesahkan dan
menyerahkannya kembali ke bagian yang bersangkutan jika telah selesai untuk kemudian dikirimkan ke supplier.
129
16. Menerima barang masuk
Bagian
Warehouse
Barang yang dikirim oleh supplier tiba.
Menerima barang masuk (lokal/impor) dan melakukan pemeriksaan terhadap jumlah dan jenis barang berdasarkan PO,
fabric consumption dan surat jalan supplier, memberitahukan kedatangan
barang ke staf QC. 17. Melakukan pemeriksaan kondisi barang masuk Staf QC barang masuk Barang sudah
diterima oleh Bagian
Warehouse
Melakukan pemeriksaan mutu barang masuk berdasarkan Standar Mutu
Aksesoris dan Instruksi Kerja QC Fabric, menetapkan disposisi dan identifikasi barang (pass/reject), membuat fabric
inspection report, piece goods inspection report, dan accessories check report.
18. Melakukan penyimpanan
Bagian
Warehouse
Ketika pengecekan kualitas barang sudah
Melakukan penyimpanan terhadap barang masuk dengan memisahkan barang yang
130
barang yang lolos
quality check
selesai dilakukan sesuai spesifikasi dengan barang yang akan diklaim, mencatat barang masuk dalam kartu stock, dan membuat laporan penerimaan barang dengan menggunakan Bukti Penerimaan Barang.
19. Merencanakan proses produksi
Bagian PPIC Ketika material
produksi sudah siap
Memeriksa kapasitas produksi
berdasarkan Time Study dan Raw Material
Status, mereview order status dan
memantau kedatangan barang yang dibeli, membuat perencanaan produksi dengan menggunakan Form Schedule Produksi , meminta Staf Analis untuk menghitung
time study untuk order yang baru
dikerjakan, merencanakan proses produksi ke CMT jika kapasitas produksi tidak
131
mencukupi, mendistribusikan Schedule Produksi ke Pejabat terkait.
20. Mempersiapkan proses produksi
Bagian Produksi Ketika schedule produksi sudah selesai disusun
Membuat persiapan produksi sesuai
schedule produksi meliputi: layout dan setting mesin, penempatan/pengaturan
karyawan, pengambilan bahan baku, aksesoris dan bahan bantu, mengajukan permintaan bahan baku, aksesoris dan bahan bantu ke Manager Warehouse terkait dengan menggunakan Form Permintaan Kain Untuk Cutting dan Permintaan Barang Aksesoris. 21. Menyiapkan
semua bahan kebutuhan terkait
BagianWarehouse Proses produksi sudah siap untuk dimulai
Menyiapkan material (bahan baku,
aksesoris dan bahan bantu) yang dibutuhkan oleh Bagian Produksi terkait
132
proses produksi berdasarkan permintaan, menyerahkan material ke Bagian Produksi terkait dengan meminta tanda tangan Manager Produksi pada Form Bukti Pengeluaran Barang Untuk Dipakai (BPUP) Gudang Bahan/Aksesoris. 22 Menjalankan proses produksi Supervisor Produksi Semua bahan kebutuhan terkait proses produksi sudah siap
Menjalankan proses produksi berdasarkan Rencana Mutu Produksi, membuat
laporan produksi sesuai dengan jenis produksi masing-masing sesuai dengan Rencana Mutu Produksi, melaporkan ketidaksesuaian yang terjadi ke Manager Produksi.
23. Melakukan pemeriksaan
Staf QC produksi Barang sudah selesai diproduksi
Melakukan pemeriksaan hasil produksi berdasarkan Standard Approval Sample
133
internal hasil produksi
dan Instruksi Kerja terkait Rencana Mutu Produksi, melakukan disposisi terhadap hasil produksi sebagai berikut: Passed: bila produk sesuai standar, Permak: bila produk tidak sesuai tetapi masih dapat diperbaiki, Reject: bila produk tidak sesuai dan tidak dapat diperbaiki,
menyerahkan produk yang perlu dipermak ke Supervisor QC untuk diserahkan ke
Supervisor Produksi terkait, memisahkan
produk reject dan memberikan identifikasi “Reject” ke produk tersebut, membuat laporan pemeriksaan dengan
menggunakan Form Laporan Hasil Pemeriksaan QA/QC.
134
24. Melakukan pemeriksaan hasil produksi oleh pihak Buyer
Staf QC buyer Barang sudah selesai diproduksi
Melakukan pemeriksaan hasil produksi dan membuat disposisi hasil produksi dengan didampingi Staf QA, menyerahkan produk yang tidak sesuai ke Staf QA untuk ditangani, melaporkan hasil pemeriksaan/inspection report ke Manager Produksi. 25. Melakukan perbaikan hasil produksi yang tidak sesuai
Staf QA Ketika ditemukan barang hasil produksi yang tidak sesuai
Meminta tindakan perbaikan ke Manager Produksi berdasarkan laporan
pemeriksaan dari QC Buyer.
135 3.6.3 Proses Bisnis per Divisi
Proses Bisnis Divisi Warehouse
Divisi Warehouse hanya mengelola persediaan yang berkaitan dengan Fabric (Kain) dan Aksesoris. Untuk fabric, proses ini dimulai ketika Staf Penerimaan Gudang Fabric melakukan penerimaan fabric dari supplier. Dilakukan pemeriksaan fisik kualitas fabric tiap jenis/per-order/Buyer dengan melakukan sampling minimal 10% berdasarkan PO/Packing List/Surat Jalan disesuaikan dengan Instruksi Kerja QC Fabric yang meliputi: nama supplier, jumlah (roll/kg/yard/meter), berat fabric, jenis fabric dan warna fabric. Staf yang bersangkutan akan memberikan tanda atau keterangan dengan stiker hijau pada fabric yang memenuhi standar kualitas dan stiker merah pada fabric reject dan melakukan pemisahan fabric yang dianggap tidak memenuhi standar kualitas serta akan dilakukan pencatatan dan pembuatan keterangan yang ditulis pada tiap fabric yang dianggap bermasalah tersebut. Kemudian, fabric yang telah memenuhi standar tersebut akan ditempatkan pada fabric dan diberikan identifikasi sesuai dengan KP (Kartu Produksi). Untuk fabric yang tidak memenuhi standar kualitas tersebut, dapat dilakukan komplain atas persetujuan Superintedent Gudang Fabric ke Staf Purchasing untuk fabric lokal atau Staff Merchandising untuk fabric import. Setelah itu, Staf Penerimaan Gudang Fabric akan memberikan informasi lisan dan laporan tertulis dengan menggunakan Form Laporan Harian Penerimaan Fabric kepada Supervisor Penerimaan Gudang
136
Fabric, Pejabat Purchasing/Merchandising dan Produksi terkait bila terdapat ketidaksesuaian fabric yang diterima.
Ketika Divisi Factory meminta pengeluaran fabric dari gudang, maka Staf Pengeluaran Gudang Fabric akan menerima Form Permintaan Fabric dari PAN yang bersangkutan. Kemudian akan disiapkan fabric sesuai dengan permintaan dan meminta BPUP (Bukti Pengeluaran Untuk Pakai) untuk barang yang akan dikeluarkan dari Administrasi Gudang Fabric dan memastikan BPUP telah ditanda tangani oleh Superintedent Gudang Fabric. Setelah itu, fabric akan diserahkan dengan disertai tanda tangan di BPUP oleh Administrasi PAN yang bersangkutan sebagai bukti serah terima.
Jika terdapat retur fabric dari produksi, maka Staf Penerimaan Gudang Fabric akan menerima retur fabric yang datang dengan disertai Packing List Return dari Divisi Factory, kemudian Supervisor Penerimaan Gudang Fabric akan menandatangani Packing List Return yang bersangkutan dan diserahkan kembali ke Administrasi PAN Terkait. Kemudian retur fabric tersebut akan ditata di rak khusus dan diberikan identifikasi berdasarkan KP.
Sedangkan untuk aksesoris, proses ini dimulai ketika Staf Gudang Penerimaan Aksesoris menerima aksesoris yang datang serta memeriksa fisik kualitas aksesoris tiap jenis/per-order/Buyer dengan melakukan sampling berdasarkan Instruksi Kerja Inspeksi Aksesoris yang meliputi: nama supplier, jumlah, ukuran, jenis, warna, elastisitas, ada tidaknya cacat serta kelengkapan printing/label. Kemudian staf yang bersangkutan
137
akan memberikan tanda cap (OK) pada aksesoris yang memenuhi standar kualitas dan cap (REJECT) pada aksesoris yang reject dan dilakukan pemisahan aksesoris yag dianggap tidak memenuhi standar kualitas. Kemudian akan dilakukan pencatatan dan keterangan yang ditulis pada tiap aksesoris yang dianggap bermasalah serta tempelkan pada rak khusus. Aksesoris yang memenuhi standar akan ditempatkan pada rak dan diberikan identifikasi sesuai dengan KP (Kartu Produksi). Untuk aksesoris yang berstatus reject tersebut dapat dilakukan komplain atas persetujuan Superintendent Gudang Aksesoris ke Staf Purchasing untuk aksesoris lokal ataupun Staf Merchandising untuk aksesoris impor. Setelah itu, akan diberikan informasi lisan dan laporan tertulis dengan menggunakan Form Laporan Harian Penerimaan Aksesoris kepada Supervisor Gudang Aksesoris dan Produksi Terkait bila terdapat ketidaksesuaian aksesoris yang diterima.
Sama halnya dengan permintaan atas pengeluaran kain dari Divisi Factory, Ketika Divisi Factory meminta pengeluaran aksesoris dari gudang, maka Staf Pengeluaran Gudang Aksesoris akan menerima Form permintaan Aksesoris dari PAN yang bersangkutan. Kemudian akan disiapkan aksesoris sesuai dengan permintaan dan meminta BPUP (Bukti Pengeluaran Untuk Pakai) untuk barang yang akan dikeluarkan dari Administrasi Gudang Aksesoris dan memastikan BPUP telah ditanda tangani oleh Superintendent Gudang Aksesoris. Setelah itu, aksesoris akan diserahkan dengan disertai tanda tangan di BPUP oleh Administrasi PAN yang bersangkutan sebagai bukti serah terima.
138
Jika terdapat retur aksesoris dari produksi, maka Staf Penerimaan Gudang Aksesoris akan menerima retur aksesoris yang datang dengan disertai Packing List Return dari produksi, kemudian Supervisor Gudang Aksesoris akan menandatangani Packing List Return yang bersangkutan dan diserahkan kembali ke Administrasi PAN Terkait. Kemudian retur aksesoris tersebut akan ditata di rak khusus dan diberikan identifikasi berdasarkan KP.
Proses Bisnis Divisi Factory
Proses produksi di PT. Pan Brothers Tbk secara umum dibagi atas 2 bagian, yaitu cutting dan sewing. Dokumen awal yang dicetak oleh Factory GM adalah Schedule Produksi. Proses produksi kemudian akan dimulai setelah pembuatan Pattern dari Sub Divisi Marker yang merupakan pola yang diperlukan untuk pemotongan fabric saat proses cutting berlangsung. Setelah Sub Divisi Marker memberikan Pattern ke bagian cutting, maka akan dimulai langkah-langkah untuk proses cutting. Setelah proses cutting selesai, Staf QA Cutting akan membuat Form Numbling and Bundling untuk memudahkan penggabungan bagian-bagian fabric.
Apabila pakaian akan dilakukan penyablonan (Embro Printing) maupun pencetakan Heatseal terlebih dahulu, maka sebelum diberikan ke Sub Divisi Sewing, fabric akan diberikan ke Sub Divisi Embro Printing & Heatseal. Staf Embro Printing & Heatseal akan membuat Surat Jalan untuk mengirimkan fabric yang akan disablon dan menerima Surat Jalan
139
dari Supplier atas pengembalian fabric tersebut untuk kemudian akan dibuatkan Laporan Embro Printing. Setelah Staf Sewing menerima bagian fabric dari Sub Divisi Cutting atau Sub Divisi Embro Printing & Heatseal, maka Ka. Bag. Sewing akan membuat Layout Produksi dan Chief Sewing akan membuat Sewing Structure dan Sewing Time.
Proses sewing itu sendiri terdiri atas banyak bagian, mulai dari pengobrasan, pemantekan, pemasangan kancing, pembuatan lubang kancing, Setelah proses penjahitan itu selesai, akan dilakukan pemeriksaan oleh QA maupun QC dari masing –masing operator sewing untuk mengecek apakah terjadi kesalahan dalam proses penjahitan. Pada proses ini, juga dilakukan penginputan Input Data Harian Sewing. Lalu dilanjutkan dengan proses penggosokan untuk kemudian dilakukan pemeriksaan kembali output sewing oleh QC untuk memastikan kerapian dari suatu pakaian agar memenuhi standar yang ditetapkan, seperti lubang kancing dan kancing yang sejajar, tekukan kerah rapi dan seimbang antar kanan dan kiri. Setelah itu, dibuat Laporan QC Sewing. Namun, apabila itu semua tidak sesuai, akan dilakukan perbaikan kembali terhadap bagian yang bermasalah. Setelah itu semua selesai, akan dilakukan proses finishing pra packing pakaian hingga pemasangan CardTag dan dilipat untuk kemudian dimasukkan ke dalam PolyBag dan dihitung. Staf Sewing akan membuat data Input Data KP sebelum dikirim ke proses shipping.
140 CUTTING
Proses cutting dimulai dari menerima Pattern yang telah dibuat dari Sub Divisi Marker. Ka.Bag. Cutting akan membuat Rencana Order / Potong. Setelah menerima Pattern, maka Staf QC cutting akan membuat Form Check Pattern berdasarkan hasil pemeriksaan pola cutting. Lalu, Ka. Bag. Cutting akan membuat Form Permintaan Marka untuk meminta marka mini untuk digunakan dalam cutting berdasarkan data KP. QC Cutting kemudian akan memeriksa marka mini tersebut. Ka.Bag. Cutting akan membuat Form Permintaan Marka Produksi untuk marka yang akan digunakan dalam cutting setelah marka mini diperiksa. Supervisor Cutting kemudian akan memeriksa Marka Produksi tersebut. Supervisor Cutting juga akan membuat Form Fabric Consumption yang berisi data fabric yang diperlukan untuk proses cutting dan Form Accessories Consumption yang berisi data aksesoris yang akan digunakan untuk proses Sewing. Setelah fabric diterima berdasarkan BPUP dari Divisi Warehouse, proses cutting akan dimulai dengan pembagian kelompok untuk proses cutting. Fabric yang telah diterima akan digelar di meja potong. Setelah diukur dan digelar, pada beberapa kain dilakukan pemerataan oleh mesin untuk membuat fabric yang dipotong tidak kusut atau lebar di tengah, miring, dan sebagainya. Setelah semua fabric disusun, maka marka akan diletakkan di paling atas dan dijepit dengan alat untuk mencegah fabric dan marka berpindah sehingga memudahkan untuk kemudian dilakukan pemotongan bagian-bagian tiap pakaian, seperti lengan, baju bagian depan, baju bagian belakang, kerah, dll.
141
Proses relaksasi dan gelar kain yang dilakukan Staf Cutting akan dicatat dalam Form Kartu Gelaran.
Setelah dilakukan pemotongan, maka Staf Cutting akan membuat Form Cutting Production yang berisikan laporan tentang fabric yang dicutting. Proses selanjutnya adalah penandaan nomor berdasarkan kode yang telah diberikan di marka sehingga ketika bagian-bagian fabric yang akan diberikan ke bagian sewing, telah sesuai dan ketika disewing, semua bagian tersebut akan menghasilkan pakaian yang sesuai dengan pesanan. Kode tersebut akan dicatat dalam Form Numbering & Bundling.
Bagian fabric yang telah dikelompokkan akan diberikan ke Sub Divisi Sewing atau Sub Divisi Embro Printing & Heatseal apabila akan dilakukan penyablonan dan pencetakan Heatseal.
SEWING
Proses bisnis dimulai setelah Sub Divisi Cutting atau Sub Divisi Embro Printing & heatseal mengirimkan fabric ke Sub Divisi Sewing. Ka.Bag. Sewing mulai mempersiapkan proses sewing dengan mengelompokkan jenis pakaian yang akan dijahit untuk kemudian akan diberikan ke Chief Sewing. Ka.Bag. Sewing akan membuat Layout Produksi, kemudian Chief Sewing akan membuat Sewing Structure dan Sewing Time. Setelah Chief Sewing menerima data pakaian, maka Chief Sewing akan mengarahkan ke operator selaku Staf Sewing untuk proses penjahitannya. Operator terbagi atas beberapa bagian yang menangani penjahitan untuk setiap bagian dari pakaian.
142
Proses pertama sebelum sewing adalah memeriksa marka untuk mengetahui urutan dalam proses penjahitan. Setelah itu, dilanjutkan dengan proses sewing. Operator menjahit bagian yang termudah dahulu, seperti pinggiran karet di bagian lengan. Operator selanjutnya akan melakukan penjahitan pundak baju bagian depan belakang kemudian melakukan penjahitan pemasangan bagian tangan. Setelah itu, operator melakukan pengobrasan samping baju depan dan belakang, kemudian dilanjutkan dengan menjahit karet dalam dan mengobras baju bagian bawah dan juga neci untuk pinggiran tangan dan kerah/leher (kalau ada). Setelah proses pengobrasan neci selasai, operator kemudian akan menggabungkan jahitan neci yang telah diobras dan merapikan jahitan hasil penggabungan neci.
Operator kemudian menjahit gabungan neci dengan baju yang telah dirapikan di proses sebelumnya, menjahit karet ke bagian dalam baju, dan menjahit pinggiran karet dalam tersebut. Lalu, operator akan melakukan pemantekan untuk belah samping baju untuk merapikan tekukan ujung samping baju. Setelah itu, operator akan menjahit corong leher untuk dilakukan pemantekan di bagian leher.
Tahap berikutnya, teknikal lubang kancing akan menandai bagian baju mana yang akan diberi lubang kancing, membuat jahitan lubang kancing berdasarkan tanda yang talah ditentukan, membuat tanda untuk memasang kancing, dan kemudian memasang kancing tersebut. Kemudian operator Quality Center (QC) Lubang Kancing, Pressing, Lipat, H/Tag, dan Packing akan melakukan pemeriksaan untuk
143
mengetahui apakah sudah sesuai dengan standar yang ditentukan atau tidak. Jika terjadi kesalahan, maka pakaian tersebut akan diberikan kembali ke operator yang melakukan kesalahan dalam sewing untuk kemudian diperbaiki. Dilakukan juga penginputan Input Data Harian Sewing untuk mengetahui fabric yang dijahit dalam kurun waktu tersebut.
Setelah baju tersebut dicocokan, dilakukan proses pemeriksaan output sewing yang dicatat dalam Laporan QC Sewing. Proses selanjutnya adalah proses finishing pra packing untuk melihat apakah masih ada komponen dalam pakaian yang masih kurang. Setelah itu, dilanjutkan dengan menggosok baju tersebut agar menjadi lebih rapi, menggosok lubang kancing baju agar terlihat sesuai dengan kancing bajunya. Lalu, QC Sewing akan memeriksa hasil akhir baju untuk memastikan kerapian dari suatu pakaian agar memenuhi standar yang ditetapkan, seperti lubang kancing dan kancing yang sejajar, tekukan kerah rapi dan seimbang antar kanan dan kiri, hingga proses pencocokan antara baju dan dalamannya (optional).
Apabila itu semua tidak sesuai, akan dilakukan perbaikan kembali terhadap bagian yang bermasalah. Sebaliknya, jika sudah rapi dan posisi kancing dan lubang kancing sejajar, maka dilakukan proses pemasangan CardTag yang dilanjutkan dengan proses pelipatan baju untuk dimasukkan ke dalam PolyBag. Staf Sewing akan membuat data Input Data KP sebelum dikirim ke proses shipping.
144
3.7 Bagian-Bagian yang Terkait Proses Produksi
Tabel 3.3 Bagian-Bagian yang Terkait Proses Produksi Divisi/Sub Divisi Yang
Terlibat Dalam Proses Produksi
Keterangan
Divisi Merchandising Divisi Merchandising adalah bagian yang bertugas membuat Production Card (PC), memeriksa kelengkapan spesifikasi dari Fabric Consumption/PP accessoris,
melakukan negosisasi harga dengan supplier, menetapkan penawaran dari supplier yang dipilih sesuai dengan hasil negosiasi, serta melakukan pembelian material kebutuhan produksi yang bersifat impor.
Divisi Purchasing Divisi Purchasing adalah bagian yang melakukan negosisasi harga dengan supplier, menetapkan penawaran dari supplier yang dipilih sesuai dengan hasil