• Tidak ada hasil yang ditemukan

penyewaan tongkang yang membantu & mempercepat prosesi pemindahan batu bara dari kapal tongkang ke kapal Mother Vessel.

8. EXPORT DOCUMENT

 Biaya yang dikenakan untuk proses pengurusan dokumen ekspornya adalah

5.000/MT

55.000 (ton) x Rp 5.000 =

Rp 275.000.000 / Dua ratus tujuh puluh lima juta rupiah.

Untuk lebih diperjelas dokumen yang dikenakan biaya sesuai tarif yang di atas adalah hanya dokumen untuk tahap terakhir saat batu bara sudah siap berlayar dengan kapal Mother Vessel menuju tempat pembeli (karena kebanyakan konsumennya adalah negara lain, maka yang diurus disini adalah dokumen ekspor) ini bukan dokumen yang dari proses awal karena masing-masing proses memiliki kelengkapan dokumen sendiri-sendiri yang mayoritas sudah termasuk dengan harga yang tertera ditiap-tiap proses.

9. CLEARENCE OUT & SAILING

 Setelah pemindahan batu bara dari tongkang selesai & semua dokumen

perijinan lengkap maka kapal Mother Vessel bisa segera berlayar menuju tempat tujuan.

4.2.3 Waktu yang dibutuhkan untuk proses pengangkutan batu bara

Disini PT. KPK telah memberikan data dari waktu ideal yang ingin PT. KPK capai dengan waktu realisasinya saat di lapangan, berikut data-datanya :

Tabel 4.1 Waktu Ideal dan Waktu Realisasi <> Waktu Ideal <> Waktu Realisasi

CONTRACT 2 Hari CONTRACT 2 Hari

PREPARATION 14 Hari PREPARATION 12 Hari

PAYMENT / FUNDING 20 Hari PAYMENT / FUNDING 29 Hari

CONTRACT WITH

MINER 3 Hari CONTRACT WITH MINER 5 Hari

CONTRACT STOCKPILE 3 Hari CONTRACT STOCKPILE 4 Hari

CONTRACT HAULING ( TRUCKING ) 3 Hari CONTRACT HAULING ( TRUCKING ) 3 Hari CONTRACT PORT

(SLOT) 3 Hari CONTRACT PORT (SLOT) 6 Hari

CONTRACT BARGE ( TRANSHIPMENT) 3 Hari CONTRACT BARGE ( TRANSHIPMENT) 3 Hari

COAL COLLECTING 19 Hari COAL COLLECTING 13 Hari

CRUSHING 10 Hari CRUSHING 10 Hari

HAULING 8 Hari HAULING 14 Hari

LOADING BARGE 5 Hari LOADING BARGE 15 Hari

TRANSHIPMENT 9 Hari TRANSHIPMENT 24 Hari

LOADING VESSEL 6 Hari LOADING VESSEL 21 Hari

DOCUMENT 11 Hari DOCUMENT 30 Hari

86

Waktu Ideal Pengangkutan

Gambar 4.39 Waktu Target Proses Pengangkutan Sumber: PT. Karunia Persada Kalimantan

Waktu Realisasi Pengangkutan

Gambar 4.40 Waktu Realisasi Proses Pengangkutan Sumber : PT. Karunia Persada Kalimantan

Penjelasan :

Sebelumnya disini harus diketahui bersama bahwa dalam melakukan pelayanan pengangkutan batu bara adalah hal yang sudah tidak bisa dihindarkan lagi untuk mengalami beberapa keterlambatan yang ada hanyalah penempatan presisi waktu yang baik guna meminimalisir keterlambatan, berdasarkan hal tersebut Peneliti tidak akan mencoba untuk menghilangkan resiko namun menekan resiko sampai titik paling kecil sehingga kerugian yang didapatkan sangat kecil jika dibadingkan dengan keuntungan yang mampu diperoleh PT. KARUNIA PERSADA KALIMANTAN dan semua kegiatan disini dilakukan tidak harus menunggu proses sebelumnya selesai dulu, bisa dikerjakan secara bersamaan, dan bisa juga dikerjakan saat proses sudah berjalan minimal 30% (proses kerja paralel tidak serial, flexibel).

1. Contract (Kontrak)

Pada tahap ini PT. KPK dan pihak pembeli membahas tentang kesepakatan yang meliputi kualitas batu bara yang dihendaki pembeli dan yang bisa disanggupi oleh PT. KPK, waktu pengantaran batu bara beserta tahapannya, dan yang terpenting adalah pembahasan tentang cara pembayaran yang memiliki 3 opsi yaitu kas bertahap, L/C (Letter Of Credit), atau SKBDN (Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri).

Waktu Ideal : 2 hari Waktu Realisasi : 2 hari

88

 Tidak ada selisih waktu maka disimpulkan tidak ada masalah pada tahapan ini.

2. Preparation (Persiapan)

Pada tahap ini PT. KPK melakukan persiapan setelah kontrak pada tahap sebelumnya selesai, persiapan disini mencakup persiapan secara keseluruhan proses-proses yang diperlukan selama pengangkutan batu bara (dari pembelian bahan mentah batu bara sampai dengan selesai diangkut ke kapal Mother Vessel dan berlayar menuju tempat pembeli).

Waktu Ideal : 14 hari Waktu Realisasi : 12 hari

 Waktu persiapan selesai 2 hari lebih cepat dari hari yang telah ditentukan ini menandakan baiknya kesiapan dari PT. KPK dan adanya waktu untuk menjadikan proses persiapan lebih sempurna (jika PT. KPK menghendakinya).

3. Payment / Funding (Pembayaran / Pendanaan)

Pada tahap ini PT. KPK akan mengurus hal penting yang akan menjadi faktor yang sangat berpengaruh cukup signifikan untuk kelancaran proses-proses selanjutnya, yaitu uang baik itu dari pihak bank mau pun non-bank.

Ada pun dikatakan pencairan pembayaran adalah jika dibayar menggunakan cara kas bertahap atau pendanaan jika dibayar menggunakan L/C atau SKBDN, berikut adalah perincian tahap pembayaran :

♦ Jika dibayar dengan kas bertahap maka akan diurus di bank, dengan mengurus kelengkapan administrasi yang mencakup untuk tahapan pertama adalah langsung bersama pembeli namun untuk tahapan ke 2 dan seterusnya dibutuhkan ‘invoice’ + ‘bukti penyerahan sejumlah ton batu bara’ dari Bhanda Graha Reksa (badan koleteral manajamen BUMN anak perusahaan di bawah

kementrian perdagangan yang bertugas untuk mengecek keabsahan kuantitas batu bara yang hendak diserahkan PT. KPK kepada pembelinya, jika untuk masalah kualitas PT. KPK bekerja sama dengan ‘SUCOFINDO’).

setelah lengkap 2 dokumen tersebut maka turunlah dana dari bank yang tiap turunnya pun memiliki ‘termin’ (tahapan) masing-masing , berikut adalah gambaran dari pembayaran konsumen PT. KPK pada periode akhir tahun 2011 :

90

Tabel 4.2 Tahapan Pembayaran dari pembeli (sesuai kesepakatan)

Termin / Tahapan Syarat

10% 1 Setelah Pengecekan Barang, Legalitas, & tandatangan kontrak

40% 2 Bukti penyerahan dari pihak BGR untuk 5000 MTstock, dana yang bisa dicairkan adalah setengah dr 5000 MT yang saat itu per tonnya seharga Rp 680.000

(5000 x Rp 680.000 : 2 = Rp 1.700.000.000) 3 - sama seperti tahapan no.2 -

4 - sama seperti tahapan no.2 - 5 - sama seperti tahapan no.2 -

40% 6 Bukti penyerahan dari pihak BGR untuk 5000 MTstock, dana yang bisa dicairkan adalah setengah dr 5000 MT yang saat itu per tonnya seharga Rp 680.000

(5000 x Rp 680.000 : 2 = Rp 1.700.000.000) 7 - sama seperti tahapan no.6 -

8 - sama seperti tahapan no.6 - 9 - sama seperti tahapan no.6 -

10% 10 Dokumen Lengkap

Total 100%

Sumber : PT. Karunia Persada Kalimantan

Jika dibayar menggunakan L/C (pembayaran oleh bank luar negri) atau pun SKBDN (pembayaran dalam negri), pembayaran jenis ini akan dibayarkan di

akhir periode pengerjaan, dikarenakan besarnya cash flow yang harus diputar maka PT.KPK perlu Funder yang menjembatani (danai) proses pendanaan

secara menyeluruh (mayoritas funder akan memberi pinjaman dana sampai dengan 80% nilai L/C mau pun SKBDN) dan kita bisa mendapat funder ini dari lembaga bank mau pun yang non-bank (perorangan atau kelompok investor) Setelah itu proses pencairan L/C atau pun SKBDN akan dicairkan kurang lebih sama seperti proses pembayaran kas bertahap seperti contoh diatas (namun tetap mengacu pada kesepakatan pihak pembeli, funder, dan PT. KPK). Waktu Ideal : 20 hari

Waktu Realisasi : 29 hari

 Ada selisih waktu antara waktu ideal & waktu pada realitanya, maka disimpulkan ada masalah pada tahapan ini.

Keterangan keterlambatan dari pihak PT. KPK dikarenakan

 Pihak pendana yang ternyata mendanai kostumer PT. KPK saat itu, memperlambat proses pencairan dananya karena permasalahan administrasi antara pihak pendana (bank) dan si kostumer PT. KPK, jadi disini PT. KPK terkena imbas dari keterlambatan tersebut.

4. Contract with Miner (Kontrak dengan pemilik tambang)

Pada tahap ini PT.KPK akan mencari dan mengurus kontrak dengan para pemilik tambang untuk mendapat bahan mentah dengan memiliki berbagai pertimbangan seperti, tambang manakah yang memiliki batu bara dengan kandungan mineral seperti yang PT. KPK inginkan, tambang manakah yang

92

memiliki harga yang sesuai dengan keinginan PT. KPK, tambang manakah yang memiliki akses terdekat dengan stockpile dan pelabuhan, dan sebagainya.

Waktu Ideal : 3 hari Waktu Realisasi : 5 hari

 Ada selisih waktu antara waktu ideal & waktu pada realitanya, namun masih dalam batas yang dapat ditoleransi maka disimpulkan tidak ada masalah pada tahapan ini.

Keterangan keterlambatan dari pihak PT. KPK dikarenakan

 Mesti mencari tambang yang memiliki kandungan mineral yang sesuai yang diinginkan pembeli dan harga yang sesuai serta lokasi yang tidak jauh dari fasilitas untuk pendukung proses selanjutnya.

5. Contract Stockpile (Kontrak dengan pihak Stockpile)

Pada tahap ini PT. KPK akan mencari dan mengurus kontrak dengan pihak stockpile dengan pertimbangan stockpile mana yang memiliki tempat

penumpukan yang masih tersedia atau tidak sedang melayani proses pengangkutan perusahaan lain yang akan menyebabkan terjadinya antrian, stockpile mana yang memiliki akses atau jarak tempuh terdekat dengan

tambang (strategis), stockpile mana yang memiliki fasilitas yang memadai, stockpile mana yang menawarkan harga yang sesuai, dan sebagainya.

Waktu Ideal : 3 hari Waktu Realisasi : 4 hari

 Ada selisih waktu antara waktu ideal & waktu pada realitanya, namun masih dalam batas yang dapat ditoleransi maka disimpulkan tidak ada masalah pada tahapan ini.

Keterangan keterlambatan dari pihak PT. KPK dikarenakan

 Mesti mencari lokasi stockpile yang strategis (tidak jauh dari pelabuhan) yang masih tersedia tempatnya (slot) dan tidak sedang melayani proses pengangkutan perusahaan lain secara massal (banyak dan bersamaan) dengan waktu saat kita membutuhkan untuk diprioritaskan karena untuk mengantisipasi keterlambatan yang mungkin bisa terjadi.

6. Contract Hauling (Trucking)

Pada tahap ini PT. KPK akan mencari dan mengurus kontrak dengan pihak yang menyediakan jasa pengangkutan truk untuk mengangkut batu bara yang sudah diolah menuju pelabuhan, dengan pertimbangan biaya yang ditawarkan, ketersediaan unit truk sejumlah yang dibutuhkan pada tanggal yang sudah disesuaikan dengan jadwal PT. KPK, kondisi fisik dan daya angkut truk, dan sebagainya.

94

Waktu Ideal : 3 hari Waktu Realisasi : 3 hari

 Tidak ada selisih waktu maka disimpulkan tidak ada masalah pada tahapan ini.

7. Contract Port, Slot (Kontrak dengan pihak Pelabuhan, slot)

Pada tahap ini PT. KPK akan mencari dan mengurus kontrak dengan pihak Pelabuhan dengan pertimbangan pelabuhan mana yang masih memiliki slot (ruang untuk kapal tongkang merapat), pelabuhan mana yang memiliki jarak tempuh terdekat dengan stockpile yang telah disewa oleh PT.KPK , pelabuhan mana yang menawarkan harga yang sesuai juga fasilitas yang memadai, dan sebagainya.

Waktu Ideal : 3 hari Waktu Realisasi : 6 hari

 Ada selisih waktu antara waktu ideal & waktu pada realitanya, namun masih dalam batas yang dapat ditoleransi maka disimpulkan tidak ada masalah pada tahapan ini.

Keterangan keterlambatan dari pihak PT. KPK dikarenakan

 Mesti mencari lokasi Pelabuhan yang strategis (tidak jauh dari stockpile) yang masih tersedia tempatnya (slot) dan tidak sedang melayani proses pengangkutan perusahaan lain secara massal (banyak dan bersamaan) dengan

waktu saat kita membutuhkan untuk diprioritaskan karena untuk mengantisipasi keterlambatan yang mungkin bisa terjadi.

8. Contract Barge, Transhipment (Kontrak Kapal Tongkang, Pengapalan)

Pada tahap ini PT. KPK akan mencari dan mengurus kontrak dengan pihak yang menyediakan jasa pengangkutan kapal tongkang untuk membawa batu bara dari pelabuhan menuju kapal Mother Vessel, dengan pertimbangan biaya yang ditawarkan, ketersediaan unit kapal tongkang sejumlah yang dibutuhkan pada tanggal yang sudah disesuaikan dengan jadwal PT. KPK, kondisi fisik dan daya angkut kapal tongkang, dan sebagainya.

Waktu Ideal : 3 hari Waktu Realisasi : 3 hari

 Tidak ada selisih waktu maka disimpulkan tidak ada masalah pada tahapan ini.

9. Coal Collecting (Pengumpulan Batu Bara)

Pada tahap ini PT. KPK sudah memulai proses pengerjaan (tidak lagi hanya mempersiapkan), kegiatan pada tahap ini adalah pengumpulan dan pengangkutan batu bara sesuai spesifikasi yang dibutuhkan menuju stockpile yang telah disediakan (disewa oleh PT. KPK) menggunakan truk yang masih merupakan tanggungan pemilik tambang.

96

Waktu Ideal : 19 hari Waktu Realisasi : 13 hari

 Waktu persiapan selesai 6 hari lebih cepat dari hari yang telah ditentukan ini menandakan baiknya kesiapan dari PT. KPK dan adanya waktu untuk menjadikan proses ini lebih sempurna (jika PT. KPK menghendakinya).

10. Crushing (Penghancuran batu bara)

Kegiatan PT. KPK pada tahap ini adalah penghancuran (peleburan) batu bara menggunakan mesin crusher agar menjadikan batu bara yang tadinya berupa bongkahan batu yang memiliki berbagai jenis ukuran menjadi serpihan batu layaknya butiran halus pasir, penggunaan mesin crusher diperuntukkan untuk tiap-tiap penyewa stockpile sebanyak 1 buah namun bisa disesuaikan dengan kebutuhan (jika mendekati tenggat waktu, maka pihak stockpile bisa memberikan ijin untuk mempergunakan lebih banyak lagi mesin crusher).

Waktu Ideal : 10 hari Waktu Realisasi : 10 hari

11. Hauling (Pengangkutan)

Kegiatan PT. KPK pada tahap ini adalah Pengangkutan batu bara setelah proses crushing dan blending (jika proses blending hendak dilakukan di stockpile) menggunakan sejumlah truk yang dibutuhkan dari stockpile menuju

pelabuhan.

Waktu Ideal : 8 hari Waktu Realisasi : 14 hari

 Ada selisih waktu antara waktu ideal & waktu pada realitanya, maka disimpulkan ada masalah pada tahapan ini.

Keterangan keterlambatan dari pihak PT. KPK dikarenakan

 Disini terjadi keterlambatan yang dikarenakan imbas keterlambatan pendanaan pada proses payment tadi (inilah yang sering dimaksudkan dengan keterlambatan beruntun yang berarti biaya atau denda tambahan).

12. Loading Barge (Pemuatan ke tongkang)

Kegiatan PT. KPK pada tahap ini adalah memuat batu bara yang telah diangkut sampai dengan pelabuhan menggunakan truk ke dalam tongkang baik menggunakan cara otomatis (conveyor belt / ban berjalan) mau pun cara manual (dikeruk dengan buldozzer dan dibantu Tenaga Kerja Bongkar Muat).

98

Waktu Ideal : 5 hari Waktu Realisasi : 15 hari

 Ada selisih waktu antara waktu ideal & waktu pada realitanya, maka disimpulkan ada masalah pada tahapan ini.

Keterangan keterlambatan dari pihak PT. KPK dikarenakan

 Disini terjadi keterlambatan juga dikarenakan imbas keterlambatan pendanaan pada proses payment tadi (inilah yang sering dimaksudkan dengan keterlambatan beruntun yang berarti biaya atau denda tambahan).

13. Transhipment (Pengapalan)

Kegiatan PT. KPK pada tahap ini adalah mengurus proses pengangkutan batu bara dan pengaturan-pengaturan yang dibutuhkan agar kapal tongkang dari awal berangkat dari pelabuhan, melewati fee channel, sampai dengan merapat ke kapal mother vessel bisa sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Waktu Ideal : 9 hari Waktu Realisasi : 24 hari

 Ada selisih waktu antara waktu ideal & waktu pada realitanya, maka disimpulkan ada masalah pada tahapan ini.

 Dampak dari keterlambatan yang beruntun tadi membuat keterlambatan terus merembet ke berbagai proses pengangkutan dan waktunya pun berakumulasi.

14. Loading Vessel (Pemuatan ke Vessel)

Kegiatan PT. KPK pada tahap ini adalah memuat batu bara yang telah diangkut oleh kapal tongkang menuju laut lepas tepat pertemuan dengan kapal Mother Vessel, batu bara dipindahkan menggunakan crab & crane yang telah disediakan oleh pihak pembeli dan dibantu oleh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang mengoperasikan loader exapator dan bulldozer yang disewa PT. KPK dari pihak pelabuhan.

Waktu Ideal : 6 hari Waktu Realisasi : 21 hari

 Ada selisih waktu antara waktu ideal & waktu pada realitanya, maka disimpulkan ada masalah pada tahapan ini.

Keterangan keterlambatan dari pihak PT. KPK dikarenakan

 Dampak dari keterlambatan yang beruntun tadi membuat keterlambatan terus merembet ke berbagai proses pengangkutan dan waktunya pun berakumulasi. Begitu pula dengan proses ini.

100

15. Document (Dokumen)

Kegiatan PT. KPK pada tahap ini adalah membenahi kelengkapan dokumen dari kegiatan persiapan awal sampai dengan batu bara telah selesai dimuat di kapal Mother Vessel demi mempercepat dan memperlancar proses pengangkutan juga untuk meminimalisir resiko yang menyebabkan keterlambatan dikarenakan dokumen yang belum lengkap.

Waktu Ideal : 11 hari Waktu Realisasi : 30 hari

 Ada selisih waktu antara waktu ideal & waktu pada realitanya, maka disimpulkan ada masalah pada tahapan ini.

Keterangan keterlambatan dari pihak PT. KPK dikarenakan

 Dikarenakan keterlambatan pada hampir setiap prosesnya maka begitu juga

dengan dokumen-dokumen dari setiap proses pun akan mengalami keterlambatan karena sebagian besar dokumen hanya akan bisa dirampungkan jika pengerjaan dari proses yang bersangkutan selesai.

4.2.4 Dokumen-dokumen yang dibutuhkan Untuk proses di Stockpile

Free Sampling Analysis Warehouse Raport • Pernyataan Jaminan • Penyerahan Batubara

Untuk proses saat di Barge Kontrak Transhipment Schudule & Nominasi Shipping Intruction

Untuk proses saat Loading Port Konfirmasi Slot

Izin Hauling • Surat Kirim

Rekomendasi Dis Tam Ben SKAB

• Berita Acara Serah Terima Dokumen • Tongkang Sandar

Draf Inisial

Loading Cargo to Barge Final Draf

102

COA COW DSR B/L

Cargo Manifes

Untuk proses saat Transhipment Shipping Intruction

• Laporan Survey • Draf Inisial

Statement of Fact (SOF) Final Draf COA COW COO DSR B/L Cargo Deglaration Commercial Invoice

4.3 Analisa Kendala Pengangkutan Batubara 4.3.1 Kendala Biaya

Karena cashflow Perusahaan yang perputarannya belum lancar, maka jika ada keterlambatan pembayaran tagihan atau pencarian dana baik dari pihak pembeli maupun pihak funder kemungkinan pekerjaan yang sedang dikerjakan tidak bisa berjalan adalah sangat besar.

• Karena modal yang dibutuhkan relatif besar (tak terhingga), maka PT. KPK sangat memperhatikan sistem pembayaran calon pembeli atau pun sistem pendanaan yang ditawarkan oleh funder yang jika dana terputus atau terlambat ditengah pengerjaan sudah pasti akan berimbas besar kepada proses pengerjaan yang akan menjadikan keterlambatan dan menimbulkan denda keterlambatan di semua sektor yang artinya sama dengan biaya bertambah (kerugian di semua pihak).

• Keterlambatan yang menyebabkan biaya tak terduga yang relatif besar, karena memang resiko keterlambatan tidak bisa dihindarkan tapi bisa ditekan, untuk itulah keterlambatan karena pembiayaan sangat dihindarkan karena menjadikan adanya biaya tambahan bagi PT. KPK namun pada akhirnya akan sangat membebani bagi pihak pembeli itu sendiri (PT. KPK ingin semua berjalan lancar agar pembeli puas dan loyal serta PT. KPK pun mendapat untung). *keterlambatan yang disebabkan oleh segala peristiwa yang masih dibawah tanggung jawab PT. KPK (adapun semua denda keterlambatan akan ditagihkan kepada PT. KPK karena semua kontrak diatas namakan pihak PT. KPK namun jika itu bukan disebabkan kesalahan PT. KPK maka akan ditanggung oleh

104

pihak pembeli atau yang bersangkutan yang menyebabkan keterlambatan tersebut).

4.3.2 Kendala Ketepatan Waktu

Force Merger (cuaca ekstrim, gelombang besar, gempa bumi), adalah dimana kondisi alam baik itu iklim mau pun kondisi bumi sedang berada dalam keadaan ekstrim yang di masyarakat umum disebut dengan bencana alam, kondisi ini menyebabkan proses pengangkutan terhambat tanpa bisa dilakukan pencegahan sebelumnya dan tidak akan bisa dihentikan sampai dengan kejadian ini berhenti dengan sendirinya, saat seperti ini semua proses pengangkutan terpaksa dihentikan.

Gambar 4.41 Force Merger Gempa Bumi Sumber : http://i.ytimg.com/vi/FijmkrF_5Bw/0.jpg

Gambar 4.42 Force Merger Badai di laut

Sumber: http://farm5.staticflickr.com/4363392682_e40d179d04_z.jpg

Gambar 4.43 Tongkang terdampar di pantai karena ombak besar Sumber:http://t2.gstatic.com =tbn:ANd9GcReRmlneQZPMvWgBRb5VuVCR4

106

Gambar 4.44 Tambang Terendam air

Sumber: http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQr47JvSoFGMkRXYVb

• Kesiapan produk harus diolah terlebih dahulu (harus melalui tahapan proses sebelum dijual kembali, bukan barang yang bisa langsung dipindah tangankan).

4.3.3 Kendala Kelengkapan Dokumen

• Ada ijin yang mati / belum lengkap, dikarenakan belum diperpanjangnya masa perijinan atau ada ijin yang belum dibuat atau diurus.

• Hasil analisis belum selesai, dikarenakan banyak perusahaan lain juga yang melakukan pengecekan di badan surveyor yang sama atau mungkin juga karena masalah pembayaran untuk jasa pengecekan yang belum ada.

• Kepabeanan, adalah adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta

pemungutan bea masuk dan bea keluar. Adalah jadi kendala jika kita belum mendapat ijin atau memenuhi syarat yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai agar kita bisa melakukan kegiatan ekspor-impor dengan berbagai pihak.

Rata-rata semua kepengurusan dokumen membutuhkan waktu pengurusan antara 3 – 7 hari, dan kenaikan bbm tidak menjadi kendala yang berarti karena dari awal perusahaan telah menggunakan ‘solar industri’ non subsidi.

Tabel Lean untuk mengidentifikasi pemborosan yang telah diisi oleh PT. KPK :

Tabel 4.3 E-DOWNTIME table

108

Keterangan :

E = Enviromental, Health, and Safety (EHS) adalah jenis pemborosan yang terjadi karena kelalaian dalam memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan prinsip-prinsip EHS.

D = Defects adalah jenis pemborosan yang terjadi karena kecacatan atau kegagalan produk (barang dan atau jasa).

O = Overproduction adalah jenis pemborosan yang terjadi karena produksi berlebih dari kuantitas yang dipesan oleh pelanggan.

W = Waiting adalah jenis pemborosan yang terjadi karena menungu.

N = Not utilizing employees knowledge, skills and abilities adalah jenis pemborosan sumber daya manusia (SDM) yang terjadi karena tidak menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan karyawan secara optimal.

T = Transportation adalah jenis pemborosan yang terjadi karena transportasi yang berlebihan sepanjang proses value stream (proses dari awal produksi sampai kepada tangan konsumen).

I = Inventories adalah jenis pemborosan yang terjadi karena inventories yang berlebihan.

M = Motion adalah jenis pemborosan yang terjadi karena banyaknya pergerakan dari yang seharusnya sepanjang value stream.

E = Excess Processing adalah jenis pemborosan yang terjadi karena langkah-langkah proses yang panjang dari yang seharusnya sepanjang proses value stream.

Penjelasan

Dari pengisian tabel oleh PT. KPK di atas dapat dapat diketahui bahwa : 1. Pada proses Mining Site pemborosan yang terjadi adalah jenis pemborosan

EHS, Defects, dan Not utilizing employees knowledge, skills and abilities

karena pada saat proses ini berlangsung yang terjadi di lapangan adalah kurangnya ketelitian masalah kualitas batu bara sangat berpengaruh terhadap harga, karena komposisinya jadi berbeda.

2. Pada proses Hauling to Stockpile pemborosan yang terjadi adalah jenis pemborosan Transportation karena pada saat proses ini berlangsung yang terjadi di lapangan adalah susut di perjalanan dan penumpukan terpisah di stockpile mengakibatkan pembengkakan biaya.

3. Pada proses Stocking, Crushing pemborosan yang terjadi adalah jenis pemborosan Motion karena pada saat proses ini berlangsung yang terjadi di lapangan adalah semakin lama penumpukan akan berpengaruh terhadap kualitas bahkan untuk batu bara kalori rendah bisa sampai terbakar, susut pada saat crushing juga pemborosan.

Dokumen terkait