• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III : SEJARAH DAN PERKEMBANGAN MAJELIS SHALAWAT

C. Faktor-Faktor Yang Mendukung Berdirinya Majelis Majelis

2. Faktor Ekstern : Dari Masyarakat Pesapen Surabaya

46

mendirikan majelis shalawat Muhammad Rahmatan lil Alamin di pesapen pada saat ini. Intinya dari pribadi Shaykh Abdul Kahar yaitu rasa tanggung jawab dan

tawadu’ kepada sang guru ini yang menjadi sebuah faktor pribadi dari Shaykh Abdul kahar.47

2. Faktor ekstern : Dari Masyarakat Pesapen Surabaya

Dengan berdiriya majelis shalawat Muhammad ini tidak akan lepas peran dari masyarakat sekitar terutama daerah pesapen yang bertempatan majelis shalawat Muhammad pertama kali yang didirikan oleh Shaykh Abdul Kahar. Peran dari masyarakat setempat yang menjadi salah satu motivasi tersendiri bagi Shaykh Abdul Kahar karena sebelum adanya majelis shalawat Muhammad ini masyarakat setempat sudah giat dan berbondong-bondong untuk mengikuti kegiatan majelis shalawat kubro yang di pimpin oleh gus Syamsu Dhuha. Di sisi lain itu dari beberapa guru beliau dan Shaykh Abdul Kahar juga terdapat warga asli pesapen dari masa pendidikannya oleh orang tuanya sampai pada didikan sang guru dan pada pencapainnya saat Shaykh Adbul Kahar berhasil mendirikan majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin ini. Dengan kelebihan di atas Shaykh Abdul kahar di masyarakat lebih dikenal orang yang sangat disegani layaknya seorang kiai meskipun Shaykh Abdul Kahar itu juga kiai, Shaykh Abdul Kahar juga pada masyarakat tidak begitu jauh pergaulannya Shaykh Abdul Kahar lebih lentur pergaulannya dengan kalangan siapapun (flexible) terhadap masyarakat setempat sehingga masyarakat pesapen lebih dekat dengan Shaykh Abdul Kahar dan Shaykh Abdul Kahar lebih dekat dengan masyarakat. Akan

47

tetapi juga Shaykh Abdul Kahar bila dengan semua masyarakat yang akan bersowan atau bertamu tidak selayaknya dengan birokrasi yang dengan melalui beberapa stape untk bisa bertemu dengan beliau, dan ini yang menjadikan suatu faktor yang mendorong berdirinya majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin pertama kali di pesapen.

46

BAB IV

PERUBAHAN SOSIAL COMUNITAS MAJELIS SHALAWAT MUHAMMAD DI PESAPEN SURABAYA

A.

Perubahan Dalam Aspek Religius

Religiusitas adalah perilaku religius. Kata religius berasal dari kata religi yang akar kataya adalah religiure yang berarti mengikat. Dari sini dapat diartikan bahwa religi (agama) memiliki aturan-aturan yang mengikat dan harus dilaksnakan oleh pemeluknya. Ajaran agama berfungsi untuk mengikat dan menyatukan seseorang atau sekelompok orang dalam berhubungan dengan tuhannya, semua manusia dan alam sekitarnya.48

Menurut C.P. Caplin religi atau agama adalah system yang kompleks yang terdiri dari keyakinan, sikap-sikap dan upacara-upacara yang menghubungkan individu dengan keberadaan yang bersifat ketuhanan.49 Adapun kata religious atau keberagamaan (kata benda) adalah keadaan atau kualitas seseorang mengenai religious. Dan religiosity atau religiusitas adalah ketaatan pada agama atau keberagamaan.50

Clifoord Geertz antropologi asal amerika sedikit berbeda dalam mendefinisikan agama. Ia melihat baha agama adalah bagian dari system budaya. Menurutnya agama adalah system symbol yang berperan membangun suasana hati dan motivasi yang kuat, dan tahan lama didalam diri manusia dengan cara merumuskan konsepsi tatanan kehidupan yang umum dan

48Ainur, Rokhim, impemetasi system haaqoh dan perannya dalam pembentukan reigiusitas anggota JMMI ITS Surabaya”, (Skripsi, perpustakaan UINSBY, 2005),39

49 C.P. Caplin, kamus lengkap psikologi, terjemah kartini kartono (Jakarta: Raja grafindo persada, 1993). 427.

50 Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Pusat Bahasa, 2008), 1190.

47

membungkus konsepsi-konsepsi ini dengan suatu aura faktualitas sehingga suasana hati dan motivasi tampak realistik dan unik.51

Dari beberapaa pendapat diatas dapat disimpulakan bahwa religi adalah suatu keprcayaan yang diyakini oleh manusia yang di dalamnya terdapat aturan-aturan, kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan, dengan tatanan kehidupan yang umum dengan suatu faktualitas sehingga suasana hati dan motivasi tampak relistik dan unik.

Religiusitas adalah perilaku seseorang yang berifat religi (keagamaan) yang melibatkan semua aspek psikologis dan behavior seseorang. Dan dalam kata serapan Bahasa Indonesia religiosity ditulis dengan religiusitas dan religius hanya diterjemahkan dengan kata keberagamaan, sedangkan istilah religiusitas dianggap sama dengan keberagamaan.

Konsep religiusitas dapat dikatakan sebagai komitmen religios individu-individu yang melalui aktifitas atau peristiwa individu dalam mengahayati, memahami, dan mengamalkan ajaran agama atau iman kepercayaan yang di anutnya.52

Definisi religiusitas dalam penelitian ini menunjukkan pada kualitas atau keadaan seseorang dalam memahami, mengahayati, dan mengamalkan aturan-aturan agama yang dianutnya dalaam kehidupan yang menunjukkan ketaatan orang tersebut terhadap agamanya.

Religiusitas adalah sesuatu yang amat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini karena manusia dalam berbagai aspek kehidupannya akan

51 Daniel L. Pals, seven theories of religion (Yogyakarta: Qalam, 2001), 414. 52 Singarimbun dan effendi, metode penelitian survey (Jakarta: LP3ES, 1991), 97.

48

dipertanggung jawabkan setelah meninggal dunia. Aktifitas beragamaan yang erat berkaitan dengan religuisitas, bukan hanya terjadi ketika melakukan britual (beribadah) tetapi juga aktifitas lain yang didorong oleh kekuatan batin. Jadi sikap religiusitas merupakan integrasi secara komplek antara pengetahuan agama, perasaan serta tindakan keagamaan dalam diri seseorang.53

Manusia berperilaku agama karena didorong oleh rangsangan hukuman dan hadiah. Meghindari dari hukuman (siksaan) dan mengharapkan hadiah (pahala). Manusia hanyalah robot yang bergerak secara mekanis menurut pemberian hukum dan hadiah.54 Religiusitas dapat kita lihat dari aktivitas beragama dalam kehidupan sehari-hari yang dilaksnakan secara rutin dan konsisten. Bahwasanya jamaah majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin disini hanya mencari ridha dan pahala dari Allah.

Sebagaimana keterangan diatas dapat dijelaskan bahwa dengan adanya majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin yang mana didalamnya terdapat ajaran-ajaran tentang keagamaan kususnya ajaran agama islam akan menjadi pedoman masyarakat dan khususnya para jamaah yang ikut andil dalam majelis tersebut dalam melaksanakan aturan-aturan agama islam dengan baik, jika dihubungkan dengan peningkatan religiusitas adalah ketika seseorang itu berperan aktif dalam majelis shalwat Muhammad tersebut, dan secara tidak langsung dapat menjadi sebuah usaha dalam meningkatkan kadar keimanan seseorang atau religiusitas.

53Siti Nur, Wahyuni, Majelis Dikir Rahmatan Lil Alamin Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Jemursari Surabaya”, (Perpus UINSBY, 2015), 59

49

Sejak awal berdirinya majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin yang di pesapen Surabaya yang dipimpin oleh Shaykh Abdul Kahar yang di dasari oleh majelis shalawat kubro oleh guru beliau yang sudah dilaksanakan setiap minggunya. Di dalam majelis shalawat ini terdapat juga

banyak do’a yang tidak lain isinya tentang permohonan hidup yang penuh barokah kepada Allah. Masyarakat sangat antusias dan rutin dalam mengikuti majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin tersebut. Selain kegiatan ini dilakukan secara berjamaah (bersama-sama), kegiatan ini juga dilakukan dalam kehidupan sehari-hari oleh para jamaah di rumah supaya dapat membangkitkan jiwa dan hati dalam nuansa religius (merasa lebih dekat dengan Allah SWT).

Dengan adanya majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin ini memberi warna tersendiri pada pandangan dan kebiasaan gaya hidup bagi para jama’ah yang mengikuti. Hal ini terlihat dalam atribut dalam melaksanakan atau mengikuti majelis shalawat Muhammad tersebut. Nampak pada jama’ah-jama’ah yang memakai seragam kopyah yang berlambangkan majelis shalwat Muhammad. Namun dengan ciri pakaian yang membedakan antara jamaah yang satu dengan yang lain tersebut tidak menghalangi atau menghilangkan kebiasaan mereka, secara terbuka mereka dapat berinteraksi tanpa batasan-batasan moral. Kegiatan majelis shalwat Muhammad ini dilakukan sebagai bentuk implementasi ibadah diluar ibadah wajib adalah sebagai media komunikasi penunjang interaksi dan solidaritas dianatara mereka.

50

Shalawat adalah langkah pertama seseorang untuk lebih mencintai nabi Muhammad SWT. Barang siapa yang mencintai beliau, maka seseorang tersebut akan selalu mendapat syafaat beliau di hari kiamat nanti sebagai umat yang beruntung, bagi jama’ah majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil

Alamin memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan manusia. Shalawat adalah suatu yang telah menjadikan kita lebih dekat kepada Allah dengan rasa kecintaan kita terhadap nabi Muhammad SWT. Bagi mereka shalawat bisa untuk mendapatkan suatu syafaat di dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan menguatkan iman, mengurangi rasa cemas dalam dirinya, menambah semangat dalam bekerja serta dapat menolong seseorang dari rasa sakit (penyakit).

Dari penjelasan diatas, dapat diakatakan bahwa shalawat Muhammad bagi sebagian anggota jama’ah majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin merupakan salah satu jalan mengobati hati, menjernihkan fikiran, untuk mencapai suasana hati yang tentram.

Menurut bapak Ahmad, majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin yang di adakan di Surabaya memberikan dampak positif dan manfaat terhadap dirinya dan jama’ah yang lain, salah satu pengalaman dari bapak ahmad yaitu sebelumnya beliau menjadi tukang becak yang suka bermain judi dan perempuan sesudah mengikuti majelis shalawat ini beliau berhenti semua dengan kebiasaannya yang berganti dengan istiqomah mengikuti majelis shalawat Muhammad di surabaya.55

51

Menurut zainudin, majelis Majelis Majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin yang di adakan di Surabaya memberikan dampak positif dan manfaat terhadap jama’ah diantaranya:

1. Melunakan hati yang keras

Sesuai dengan uraian di atas bahwa majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin ini pada intinya mengajak orang untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui dengan kecintaan kita kepada nabi Muhammad melalui ritual membaca shalwat Muhammad. Karena itu jika hati kita senantiasa selalu mengingat Allah atau bershalawat maka hati yang awalnya keraspun akan lunak dalaam artian tidak mudah marah dan akan selalu sabar dalam menghadapi hal apapun.

2. Mengajak orang selalu mengingat Allah atau selalu bershalawat

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern ini orang-orang perkotaan khususnya Surabaya. Seakan disibukkan dengan urusan duniawi sehingga banyak yang melupakan aktu untuk mengingat Allah dan bershalawat ke nabi Muhammad SWT. Berangkat dari hal ini majelis Majelis Majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin senantiasa mengajak masyarakat perkotaan untuk selalu bershalawat kepada nabi Muhammad SWT.

Dari beberapa uraian diatas yang di ungkapkan oleh zainudin bahwa suatu majelis shalawat Muhammad memang sangat penting dalam kehidupan. Karena dapat membawa kebaikan baik dari kebaikan jasmani maupun rohani

52

dan sangat berpengaruh dalam kehidupan para jamaah khususnya berpengaruh dalam hal keagamaannya.56

Dalam majelis shalwat Muhammad rahmatan lil alamin yang diadakan di Surabaya. Dalam majelis shalawat Muhammad rahmatan lil alamain ini terdapat jamaah mendapatkan suatu bacaan Al Qur’an da doa-doa yang mana telah di karang oleh Shaykh Abdul kahar yang telah menjadi amalan pada suatu majelis shalawat Muhammad dilaksanakan, ketika seseorang belum sepuhnya lancar dan mengetahui irama pembacaan yang di amalkan pada majelis tersebut, ketika seseorang itu semua faham dan mengerti beberapa urutan yang harus di baca dan irama yang di bacanya dengan apa yang sudah di laksanakan pada waktu majelis shalwat Muhammad maka mereka akan melakukan dan mengamalkannya dalam kehidupannya, atau dengan kata lain ilmu yang didpatkan dalam majelis tersebut bisa menjadi tambahan pengetahuan dan pemahaman mereka dalam ajaran agama Islam.57 Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa dengan adanya kegiatan majelis Majelis Majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin tersebut maka religiusitas seseorang akan lebih baik dan lebih meningkat dari sebelumnya.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dapat disimpulkan bahwa pengaruh majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin terhadap pengikutnya banyak pengaruhnya terharap religi diantaranya yaitu semua jamaah lebih tenang hatinya, dan tidak mudah dengan suatu tindakan yang emosional, mendekatkan diri kepada Allah ini adalah salah satu

56 Zainudin, Wawancara, Sidoarjo 20 mey 2016. 57 Deva, Artha, Wawancara, Surabaya, 11 mey 2016.

53

wujud yang mana menjadi misi dari shalawat Muhammad yang mana mengajak semua orang untuk mendekatkan diri kepada Allah dan dengan hasil kenyataannya semua jamaah yang telah mengikuti juga telah berpendapat apa yang telah menjadi suatu misi majelis shalawat Muhammad yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dari beberapa jamaah majelis shalawat Muhammad ini tergolong dengan beberapa golongan manusia yaitu atas, seperti para pejabat, akademisi, dan pengusaha, menengah, seperti wiraswasta, dan ke bawah seperti tukang becak, dan buruh pasar. Semua manusia ini tidak akan bisa lepas dengan suatu kekhilafan yang pernah dilakukan di dunia ini maka majelis shalawat Muhammad ini di buat oleh para jamaah untuk suatu menyucikan diri atau jiwa. Oleh karena itu dengan majelis shalawat Muhammad Rahamatan lil Alamin ini yang mengutamakan kegiatan didalamnya berharap agar masyarakat khusunya para jamaah dapat mengontrol sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Karena seseorang yang lupa mengingat dirinya sebagai mahluk yang memiliki keterbatasan kemampuana akal terkadang tanpa sadar akan melakukan perbuatan yang sifatnya tercela. Namun manakala dia ingat siapa dirinya, dalam artian ingat kepada Allah kemudian mengucap sebuah lafad Allah, kesadaran akan muncul kembali.

B.

Perubahan Dalam Aspek Kekerabatan

Untuk membina silaturrahim dapat dilaksankan dengan dua cara, yaitu secara fisik dan non fisik. Secara fisik misalnya: bersalaman, bergaul dengan sesama, saling tolong menolong dan saling berkunjung. Sedangkan non fisik

54

misalnya dengan cara saling memaafkan, saling mendoakan, saling bertukar fikiran atau informasi dan saling bermusyawarah, berdiskusi, dan bershalawat di dalam majelis untuk sebuah kedamaian hidup dunia ini dan keberkahan dari nabi Muhammad SWT.58

Hal tersebut dapat terealisasikan dalam bentuk majelis shalwat Muhammad rahmatan lil alamin di Surabaya akan berkumpul bersama dan menjalin suatu hubungan sosial di antara sesame jama’ah. Di sela-sela pelaksanaan majelis shalawat Muhammad rahamatan lil alamin, mereka dapat berkomunikasi, bertukar informasi tentang berbagai hal. Sehingga hubungan persaudaraan antar jamaah shalawat Muhammad rahamatan lil alamin dapat berkembang lagi.

Maka dapat di ambil asumsi bahwa mengikuti majelis shalawat Muhammad rahamatan lil alamin dapat mempengaruhi peningkatan silaturrahim antar jamaah satu dengan yang lain baik, yang kecil, remaja, dewasa, dan tua ini menjadi sebuah wadah jadi satu di dalam majelis shalawat Muhammad. Sehingga seua jamaah yang dahulunya belum saling mengenal antara satu dengan yang yang lain sekarang memperoleh sebuah manfaat silaturrahin dari majelis shalwat Muhammad menjadi sebuah jamaah yang mempunyai banyak saudara dan wawasan pengetahuan yang luas berkat dengan menjalin silaturrahim denga beberapa jamaah majelis shalawat Muhammad di Surabaya.

55

Dengan adanya majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin ini para jamaah yang terbiasa hidup dengan segala kesibukannya, menjadi satu dalam suatu majelis. Seperti yang dikatakan oleh zainudin sebelumnya bahwa dengan adanya shalawat Muhammad ini membuat jamaah yang terbiasa hidup individual di daerah perkotaan seperti di Surabaya menjadi sering silaturrahmi antar jamaah-jamaah yang lain. Hal ini sangat bermanfaat sekali karena memang silaturrahmi ini sangat di anjurkan oleh beragama.

Majelis shalawat Muhammad juga menjadi sebuah ujian bagi orang-orang yang mana dulunya telah terbelenggu dengan sebuah individual dengan jarak antara beberapa gen yang berbeda, sebelum mengikuti sebuah majelis shalawat Muhammad banyak jamaah yang mempunyai rasa toleran apalagi dengan keberadaan majelis shalawat Muhammad ini di Surabaya menjadi tangtangan sendiri bagi pendirinya. Karena kehidupan di Surabaya lebih cenderung materialistik da nada jarak antara gen. sedangkan para jamaah yang sudah mengikuti majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin ini dikit demi sedikit sifat individual dan jarak antara orang satu ke lainnya menjadi lentur dan tidak ada lagi sifat individual dan jarak itu, di karekan d majelis tersebut telah menjadikan satu para jamaah itu dengan sifat silaturrahim tampa ada jarak yang membedakan. Pada waktu pelaksanaan majelis shalawat Muhammad semua jamaah baru datang sudah biasa dengan suguhan antara jamaah satu dengan yang lain saling berjabat tangan dan saling tegur sapa menanyakan kabar masing-masing, bila pada slah satu majelis tersebut belum mengenal maka lebih dulu menanyakan namanya.

56

Silaturrahim ini yang menjadi satu manfaat untuk para jamaah yang nyata karena majelis shalawat mempunyai tradisi sendiri pada waktu peaksanaannya yaitu dengan adanya pembacaan shalat bersama, dan saling bersalaman di antara waktu sebelum majelis dan sesudah majelis di lain itu juga ada acara makan bersama-sama para jamaah di setiap majelis shalawat Muhammad berlangsung di manapun daerah nya. Ini yang menjadi salah satu bentuk keunikan yang menjadi manfaat kepada masyarakat kota untuk menjalin silaturrahim di luar tempat kerja, maupun kantor.

C.

Perubahan Comunitas Sosial Dalam Aspek Pengetahuan Keagamaan

Dalam pelaksanaan majelis shalawat Muhammad Rahamatan lil Alamin ini di dalamnya juga banyak golongan setingkat dengan seorang kiai, maka banyak seikit pada pelaksanaan juga ada sebuah pengetahuan keagamaan yang di berikan oleh petugas tersebut. Jadi para masyarakat yang mengikuti majelis sahalwat Muhammad Rahamatan lil Alamin dapat mengetahui tentang materi keagamaan yang selayaknya belum diketahui dan kurang di fahami dan juga dapat meningkatkan pengetahuan para jamaah tentang keagamaan khususnya tentang agama Islam.

Banyak para jamaah yang mengatakan dengan adanya majelis ini yang menjadi sebuah pegetahuan tentang keagamaan untuk kehidupan sehari-hari lebih berhati-hati dalam hal yang dilarang agama, khususnya lebih dapat membedakan mana yang lebih baik dilakukan dan yang tidak dilakukan oleh agama Islam. Dengan kesibukan masyarakat kota maka majelis ini sangat membantu dalam pengetahuan keagamaan sehingga sebagian para jamaah

57

menjadi lebih teratur dalam menjalani ibadah kepada Allah dan secara hukum-hukunya yang benar.59 Dari sekian jamaah yang sebelumnya juga belum begitu memahami dengan dasar-dasar pengetahuan keagamaan maka dengan adanya majelis ini para jamaah mendapat suatu manfaat yang sangat besar yaitu dengan ilmu pengetahuan keagamaan untuk kehidupanya sehari-hari.

58

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Dari uraian berbagai Bab yang telah diuraikan diatas dapat di tarik kesimpulannya sebagai berikut:

1. Majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin di pesapen Surabaya. Berdiri pada tahun 2004-2016. Majelis ini berawal ijazah dari guru Shaykh Abdul Kahar yaitu Gus Syamsu Dhuha, sebelum Gus Syamsu meninggal dunia Shaykh Abdul Kahar telah menerima sebuah amalan yaitu shalawat Muhammad, untuk di sebarluaskan kepada semua umat dunia. Majelis shalawat mulai berdiri setelah wafatnya Gus Syamsu Dhuha yang di rangkai dengan beberapa amalan do’a yang di

karang oleh Shaykh Abdul Kahar. Sesudah dengan masa pengujian dari beberapa ulama, dan kiai maka majelis shalawat Muhammad ini berdiri untuk khalayak umum, tepat pada tahun 2004. Dengan perkembangan majelis shalawat Muhammad rahmatan lil almin ini begitu pesat, dikarenakan Shaykh Abdul kahar itu secara pribadi sangat mudah bergaul di beberapa kalangan, dan majelis shalawat Muhammad rahmatan lil alamin ini juga sangat muda di terima oleh masyarakat karena amalan yang begitu lentur dan mudah di amalkan oleh beberapa kalangan.

2. Pengaruh majelis shalawat Muhammad rahmatan lil alamin terhadap masyarakat Surabaya tidak lepas peran dari pendiri majelis yaitu

59

Shaykh Abdul Kahar yang secara tingkat ilmu keagamaan sangat disegni oleh beberapa masyarakat. Adapun dengan majelis shalawat Muhammad yang telah di dirikan oleh Shaykh Abdul Kahar ini, beberapa masyarakat banyak yang terpegaruhi dengan nilai-nilai keagamaannya dan manfaatnya dari majelis tersebut.

3. Shaykh Abdul Kahar mendirikan majelis shalawat Muhammad rahmatan lil alamin karena amanah dari guru beliau Gus Syamsu Dhuha, selain itu Shaykh Abdul Kahar juga sebelum memperoleh suatu amanah dari guru beliau, Shaykh Abdul Kahar dengan istiqomah mengabdi ke beberapa kiai sehingga beliau mempunyai sifat yang sangat tanggung jawab apa yang telah di berikan oleh gurunya. Shaykh Abdul Kahar juga terdiri dari dari keluwarga yang islami, sudah sejak kecil Shaykh Abdul Kahar belajar agama kepada kiai-kiai sehingga beliau terbangu motivasi yang sangat tinggi untuk mendirikan majelis shalawat Muhammad rahmatan lil alamin.

B. Saran dan Kritik

Setelah penuis melakukan penelitian, penulis hanya bisa memberi saran yang munkin bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya dan khusunya untuk peneliti sendiri. Bahwa dengan adanya majelis shalawat Rahmatan lil Alamin telah memberikan pemahaman terhadap para jama’ah

dan pengikut majelis telah memberi motivasi untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat kepada sesama manusia.

60

Sebagai manusia biasa, yang tidak luput dari salah dan lupa, yang jauh dari kesempurnaan. Saran dan kritik selalu kami nantikan guna penyempurnaan penelitian ini. Diharapkan nantinya ada penelitian lebih lanjut tentang majelis Majelis Majelis Shalawat Muhammad Rahmatan Lil Alamin ini. Semoga laporan penelitian memberikan manfaat bagi semua pihak.

61

DAFTAR PUSTAKA A. Buku

Abdurrahman, Dudung. Metode Penelitian Sejarah. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999.

Dokumen terkait