B. Keterbatasan Peneliti
2. Faktor Eksternal a. Lingkungan
Lingkungan di sekitar wilayah tempat hiburan malam Bunda dan Lintas Namrole, sangat mendukung terhadap penularan HIV dan AIDS kepada masyarakat sekitar, dan pada khususnya para wanita penjaja seks hal ini terbukti karena banyak orang yang bebas menjual minuman-minuman keras sperti bird dan sopi (minuman tradisional), dan letak lokalisasi sangat strategis yaitu berada di depan jalan poros lintas Kabupaten Kota sehingga dapat memicu perilaku-perilaku yang tidak sehat dalam hal ini berkaitan dengan penelitian ini yaitu perilaku pencegahan HIV dan AIDS.
b. Sarana dan prasarana
Sarana Prasarana kesehatan di wilayah kabupaten Buru Selatan belum memadai sehingga hal ini terlihat kurang mendukung terhaap perilaku pencegahan HIV dan AIDS khususnya pada wanita penjaja seks yang ada di tempat hiburan malam Bunda dan Lintas Namrole hal ini terbukti saat peneliti melakukan observasi dimana tidak ada informasi-informasi yang di sediakan tentang bahaya HIV dan AIDS misalnya liflet, brosur, buklet, baliho dan minimnya tenaga kesehatan, dan kepeduliannya terhadap perilaku pencegahan HIV dan AIDS di wilayah Kabupaten Buru Selatan.
c. Budaya atau tradisi
Budaya atau tradisi masyarakat di sekitar wilayah tempat hiburan malam Bunda dan Lintas Namrole kurang baik, namun disisi lain mereka punya tradisi atau kebudayaan yang baik tentang menggunakan daun sirih tanam sebagai obat-obatan tradisional untuk membersihkan daerah-daerah kewanitaan mereka agar menghindari risiko terhadap penularan infeksi menular seksual. Namun hal tersebut belum mencerminkan perilaku pencegahan penularan HIV dan AIDS. Kemudian hal ini terus berkembang dan diwarisi dari generasi ke generasi misalnya kebiasaan meminum minuman-minuman keras seperti bir dan sopi atau minuman tradisional sehingga hal ini dapat memicu atau menambah resiko perilaku pencegahan HIV dan AIDS di Wilayah tersebut.
Saran
1. Bagi instansi terkait khususnya Dinas Kesehatan agar kiranya diberikan penyuluhan atau informasi-informasi tentang mengenai HIV dan AIDS terutama pada perilaku pencegahan mengingat banyaknya aktifitas wanita penjaja seks yang menjurus pada seks bebas. penyuluhan hendaknya tidak
hanya difokuskan pada wanita penjaja seks tapi juga di sekolah-sekolah dan masyarakat umum.
2. Bagi instansi terkait yaitu pihak kepolisian agar melakukan Pengawasan terhadap pembelian minuman-minuman beralkohol seperti bird dan sopi sebagai penghilang rasa nyeri yang memiliki efek samping “teler” agar kiranya lebih diperketat dan tidak hanya di tempat- tempat hiburan malam namun juga pengawasan pada penjual-penjual ilegal di kalangan masyarakat.
3. Keterbatasan peneliti dalam menggali informasi yang lebih dalam pada wanita penjaja seks, kiranya menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya agar kiranya melakukan penelitian mendalam dengan menjadikan pasangan wanita penjaja seks sebagai kelompok berisiko HIV dan AIDS.
DAFTAR PUSTAKA
Andi Potto, 2010, Perilaku Pengguna Kondom Pada Wanita Penjaja Seks Terhadap Pencegahan HIV/AIDS di Jalan Nusantara Kota Makassar.
Anggun, 2011, Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan HIV Pada Napza Suntik
Di Puskesmas Kassi-kassi Kota Makassar.
Azwar Saufuddin, 2007, Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
A, W. Gerungan, 1988, Psikologi Sosial. Jakarta :Eresco
Bandura, Albert, 1977, Social Learning Theory. New Jersey : Prentice- Hall
Baharuddin “Komisi penanggulangan AIDS Nasional”
http://baharuddin2008.70.com
Daili, Sjaiful Fahmi, 2001, Penyakit Menular Seksual”. Edisi Kedua. Cetakan ke-1.Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
Ditjen PP & PL Kemenkes RI, 2011, statistik kasus HIV/AIDS di Indonesia.
Eka Sari Ridwan, 2010, Perilaku Waria Dalam Pencencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Bulukumba 2010..
Gesti, Perelangan, 2010, Pemeriksaan Penyakit Menular Seksual Pada Pekerja Seks Komersial di Makassar.
Hafrida, Ira Paramastri, dan Agus Priyanto. (2008) “Evaluasi Promosi Penggunaan Kondom Untuk Mencegah HIV/AIDS Di Lokalisasi Pelacuran Di Kabupaten Banyuwang”. Berita Kedokteran Masyarakat.
http://1823_MU.11030006.pdf. Diakses 10 desember 2011..
Joel Gallant, 2010, 100 Tanya Jawab Mengenai HIV dan AIDS Penerbit PT Indeks, Jakarta 101
Komisi Penanggulangan HIV/AIDS. http/www.aidsindonesia.or.id/. Diakses pada tanggal 27 Desember 2011.
KPA Provinsi Maluku sosialisasi bahaya HIV/AIDS.
http.indowarta.com./index.php. Diakses pada tanggal 28 Desember 20110
Khairunnisa, 2011, Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Terapi Antiretroviral Pada ODHA di RSP Jumpandang.
Liswidyawati R, 2010, Waspada wabah penyakit Paduan Untuk Orang Awam”
Penerbit
NUANSA. Bandung
Nasrun, Muliati, 2009. Perilaku anak jalanan terhadap minuman beralkohol di kota Makassar, Skripsi, FKM: UNHAS
Nirzah, 2010, Beberapa Faktor Risiko Kejadian HIV dan AIDS Pada Wanita Pekerja Seks Komersial di Kota Makassar.
Nur Fauziah, 2010, Perilaku Pencegahan HIV dan AIDS Pada Wanita Penjaja Seks Panti Pijat di Kota Makassar.
Notoatmodjo, S, 2010, Ilmu perilaku kesehatan” Penerbit RINEKA CIPTA.
Jakarta
Notoatmodjo, S, 2010, Metode Penelitian Kesehatan, Penerbit RINEKA CIPTA. Jakarta
Nafsiah “Jumlah Penderita HIV dan AIDS Terus Meningkat”.
http://health.kompas.com/index.php/read/2011/01/18/13054847 /jumlah.penderita.hiv/aids.terus.meningkat. Diakses pada tanggal 27 Desember 2011.
Nurs, Kurniawati, 2008, Asuhan keperawatan pada pasien terinfeksi HIV/AIDS, Salemba Medika; Jakarta
Moenir, H.A.S, 1992, Manajemen Pelayanan Indonesia, Bumi Aksara, Jakarta
Penularan HIV/AIDS di Maluku meningkat.
http://waspada.co.id/index.php?option=com_conten&view=articl e&id=225522.penularanhivaids. Diakses pada tanggal 28
Desember 2011.
Penderita HIV/AIDS di Maluku 1.589 Orang.
http//metrotvnew.com/read/new/20/07/74536/penderita-HIV/AIDS-di Maluku-1.589 Orang. Diakses pada tanggal 28 Desember 2011.
Ramandey, Susana, 2007, Perilaku Pencarian Pengobatan terhadap Infeksi Menular Seksual dan HIV-AIDS pada Perempuan Pekerja Seks Jalanan Di Kota Jayapura , Tesis, Jurusan Ilmu Kesehatan, Yogyakarta ; Program Pascasarjana UGM
Sugiri, penyebaran HIV/AIDS di Indonesia tercepat di Asia Tenggara.
http//www.Jpnn.com/read/2011/11/21/108636/penyebaran HIV-AIDS-tercepat-di-Indonesiadiasiatenggara. Diakses pada tnggal 22 Desember 2011.
Sudarianto, 2010, Penyakit HIV/AIDS, Kemunculannya seperti Fenomena Gunung Es, . http://dinkes-sulsel.go.id/new diakses tanggal 11 Oktober 2010
Taufan Asrisyah Ode, 2011, Persepsi dan Partisipasi Pengguna Napza Suntik Terhadap
LayananVCT (VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING)di Puskesmas Kassi-kassi, Kota Makassar 2011
United Nasional Development Programme. http//www.Undp.orid/programme/pro- poor.hiv-aids-asp. Diakses pada tanggal 22 Desember 2011.
Walgito, B, 2005, Psikologi sosial (suatu pengantar), ed, revisi, CV, ANDI;Yogyakarta