STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
FAKTOR EKSTERNAL
NO PELUANG (O) ANCAMAN (T)
1 Permintaan ekspor selalu meningkat 1 Isu pengrusakan lingkungan 2 Sumber pangan dan energi masa depan 2 Isu kesehatan
Mengacu pada aspek internal (kekuatan dan kelemahan) dan aspek eksternal (peluang dan tantangan) disusun sebuah matriks yang menggambarkan keterkaitan antar aspek internal dan eksternal tersebut serta perpaduan antara berbagai aspek tersebut. Penyusunan strategi dalam menopang penguatan SIDa ini dirumuskan
dengan memperhatikan berbagai hasil diskusi dengan berbagai stakeholders, baik pihak akademisi, pengusaha maupun instansi pemerintah terkait.
1. Perpaduan antara Kekuatan (S) dan Peluang (O): a) SO1, pengembangan agroindustri penghasil pangan dan sumber energi berbasis kelompok dan industri kecil, b) SO2, Pengembangan sistem pertanian terpadu dengan komoditas peternakan.
2. Perpaduan antara Kekuatan (S) dan Ancaman (T): a) ST1, pengembangan industri pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah, b) ST2, pembinaan dalam upaya peningkatan mutu produk olahan dengan penerapan ISO atau sertifikat mutu.
3. Perpaduan antara Kelemahan (W) dan Peluang (O): a) WO1, pemanfaatan limbah produk sebagai bahan yang bernilai ekonomis dan sesuai dengan kebutuhan pasar dunia, b) WO2, pengembangan industri produk turunan yang lebih bernilai ekonomis.
4. Perpaduan antara Kelemahan (W) dan Ancaman (T): a) WT1, pengembangan sistem budidaya lebih berorientasi pada program intensifikasi, b) WT2, penerapan kebijakan pertanian yang ramah lingkungan.
Untuk menentukan strategi utama (grand strategy) dalam analisis SWOT tersebut maka dibuat perhitungan untuk menentukan kuadran atau arah dari kombinasi nilai-nilai FKK yang telah diperoleh pada Tabel 31. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.
Berdasarkan gambar di atas diketahui bahwa strategi utama yang dapat ditempuh adalah strategi SO yakni :
1. Pengembangan agroindustri penghasil pangan dan sumber energi berbasis kelompok dan industri kecil.
2. Pengembangan sistem pertanian terpadu dengan usaha pengolahan hasil. Arah Kebijakan Penguatan Sistem Inovasi Daerah
Penguatan sistem inovasi daerah berbasis agroindustri
1. Memperkuat kelembagaan dan daya dukung ilmu pengetahuan dan teknologi atau penelitian dan pengembangan serta mengembangkan kemampuan absorpsi industri, khususnya usaha mikro, kecil dan menengah.
2. Menumbuhkembangkan kolaborasi bagi inovasi dan meningkatkan difusi inovasi, praktik baik/terbaik dan/atau hasil penelitian pengembangan.
3. Menumbuhkembangkan dan memperkuat keterpaduan pemajuan sistem inovasi dan klaster industri daerah.
Gambar 2. Penentuan grand strategy analisis SWOT SIDa Kabupaten Banjar
4. Membangun budaya inovasi di daerah 5. Penyelarasan dengan perkembangan global.
Pengembangan klaster industri berbasis pertanian (agroindustri)
1. Fasilitasi dan pendampingan bagi penguatan sistem klaster industri sebagai wadah pembinaan bagi produk dan komoditas unggulan.
2. Mengoptimalkan penataan ruang, terutama bagi pengembangan komoditas padi, karet, dan ikan patin.
3. Menumbuhkan sinergi dalam perencanaan pengembangan industri pengolahan dan perdagangan berbasis sumberdaya lokal.
4. Bantuan permodalan dan manajemen usaha bagi UKM yang mengembangkan agroindustri.
Pengembangan jaringan inovasi agroindustri berbasis komoditas karet dan kelapa sawit
1. Membangun jejaring kerjasama antara perkebunan besar swasta (PBS), masyarakat pekebun dan pemerintah dalam pengembangan agroindustri karet.
2. Pemberdayaan UKM dalam sistem jaringan perdagangan produk agroindustri oleh perusahaan besar swasta.
3. Pembentukan sistem bapak angkat antara UKM dan perusahaan besar swasta.
Pengembangan teknoprener
1. Peningkatan difusi inovasi hasil iptek dalam pengembangan agroindustri padi, karet, dan ikan patin.
2. Pengembangan dan penguatan budaya inovatif, kreatif dan produktif dalam pengembangan agroindustri padi, karet, dan ikan patin.
3. Peningkatan kepedulian terhadap isu-isu global yang relevan dengan pengembangan agroindustri padi, karet, dan ikan patin.
Pengembangan agroindustri padi, karet, dan ikan patin untuk menghasilkan pangan dan energi berbasis kelompok dan industri kecil perlu dilakukan. Masyarakat atau petani dan kelompok tani hanya sampai pada produksi segar dan belum terlibat banyak dalam proses pengolahan. Begitu juga halnya dengan industri pengolahan karet, petani dan kelompok tani hanya berperan dalam menghasilkan bokar berupa lump yang hampir tidak ada proses pengolahan yang berarti (hanya memberi bahan pembeku saja).
Pengembangan sistem pertanian terpadu dengan peternakan diarahkan untuk memanfaatkan space yang ada dengan sinergisme yang tinggi dan saling menguntungkan antara komoditas padi, karet, dan ikan patin. Usahatani minapadi yang memadukan penanaman padi dengan pemeliharaan ikan sangat penting untuk digalakkan. Upaya ini selain memberikan manfaat ekologis juga bernilai ekonomis tinggi karena dapat menambah penghasilan petani.
Secara umum, beberapa strategi operasional yang dapat mendukung strategi utama penguatan SIDa di Kabupaten Banjar antara lain:
1. Pengembangan industri pengolahan karet tingkat lanjut, yakni berupa crepe maupun compound dalam bentuk industri kecil maupun kelompok tani atau koperasi.
2. Menggalakkan lagi produksi RSS (ribbed smoked sheet) pada kantong produksi karet yang memungkinkan. Dalam hal ini adalah daerah yang cenderung datar dan mempunyai pengalaman membuat RSS pada generasi sebelumnya.
3. Pengembangan produk olahan karet setengah jadi, seperti brown crepe atau compound.
4. Pengembangan program usaha pertanian padi dengan pola tanam dua kali setahun yang disertai dengan mekanisasi pertanian.
5. Pengembangan produk olahan bahan pangan dari beras untuk industri kecil maupun kelompok tani atau koperasi.
6. Pembentukan jaringan kerjasama antara kelompok tani/koperasi maupun IKM dengan perusahaan besar swasta dan akademisi dalam pengembangan agroindustri padi, karet dan patin dengan sistem kemitraan.
7. Pembentukan klaster dan forum klaster untuk masing-masing komoditas yaitu padi, karet, dan ikan patin.
Secara ringkas strategi dan arah kebijakan dalam rangka penguatan SIDa di Kabupaten Banjar adalah seperti terdapat dalam tabel berikut ini:
Tabel 33. Strategi dan arah kebijakan penguatan sistem inovasi Kabupaten Banjar Tahun 2016 – 2021
No Strategi Arah Kebijakan
1 Penguatan sistem inovasi daerah berbasis agroindustri
● Mengembangkan kerangka dasar kebijakan inovasi daerah.
● Memperkuat kelembagaan dan daya dukung ilmu pengetahuan dan teknologi atau penelitian dan pengembangan serta mengembangkan kemampuan absorpsi usaha mikro, kecil dan menengah.
● Penyelarasan dengan perkembangan global. 2 Pengembangan klaster
industry berbasis pertanian (agroindustri)
● Menumbuhkembangkan dan memperkuat keterpaduan pemajuan sistem inovasi dan klaster industri daerah.
3 Pengembangan jaringan inovasi agroindustri berbasis padi, karet, dan ikan patin
● Menumbuhkembangkan kolaborasi bagi inovasi dan meningkatkan difusi inovasi, praktik baik/terbaik dan/atau hasil penelitian pengembangan.
4 Pengembangan teknoprener ● Membangun budaya inovasi di daerah. 5 Pengembangan agroindustri
berbasis padi, karet, dan ikan patin
● Meningkatkan ekonomi rakyat melalui usaha agroindustri berbasis padi.
● Meningkatkan ekonomi rakyat melalui usaha agroindustri berbasis karet.
● Meningkatkan ekonomi rakyat melalui usaha agroindustri berbasis ikan patin.