• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-faktor interaksi sosial

KERANGKA TEORI A. Strategi integrasi antar umat beragama

B. Strategi interaksi antar umat beragama

3. Faktor-faktor interaksi sosial

Interaksi sosial terjadinya karena adanya faktor-faktor yang mendorong, sehingga timbul proses yang disebut interaksi sosial.

Faktor-faktor interaksi sosial terjadi dalam dua faktor yaitu faktor dari dalam diri seseorang atau faktor dari individu itu sendiri dan Faktor dari luar individu atau dari luar orang tersebut. Dari kedua faktor tersebut terdapat berbagai dorongan yang membuat hal-hal dalam interaksi dapat terjadi dan dapat berhubungan dengan yang

62

lain seperti dalam pengertian interaksi sosial sehingga kedua faktor terjadinya interaksi sosial sangat memiliki peran penting dalam terjadinya interaksi sosial.73

a. Faktor Dari Dalam Diri Seseorang

Faktor yang ada dalam diri seseorang yang dapat mendorong terjadinya interaksi sosial diantaranya:

1) Dorongan kodrati sebagai makhluk sosial

Pada hakekatnya, manusia adalah makhluk pribadi sekaligus sebagai mahluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia mempunyai kecenderungan untuk bergaul dengan sesama manusia. Bahkan menurut Howard Gardner, setiap manusia memiliki potensi kecerdasan antar pribadi, yaitu kecerdasan dalam mengelola hubungan dengan orang lain.

Oleh karena itu, wajar apabila setiap orang mempunyai kecenderungan kuat untuk berinteraksi dengan orang lain.

Di lain pihak, potensi kemanusiaan seseorang juga hanya akan berkembang melalui interaksi sosial.

2) Dorongan untuk memenuhi kebutuhan

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia menyadari bahwa banyak hal dalam hidupnya yang tergantung pada orang lain. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan, setiap orang memerlukan orang lain. Kebutuhan akan rasa aman, kasih sayang, diterima, dihargai, dan lain sebagainya jelas memerlukan orang lain sebagai sumber pemenuhannya. OIeh karena itu, manusia memiliki kecenderungan untuk berinteraksi dengan orang lain dalam upaya memenuhi kebutuhan dirinya. Lebih dan itu, ada kebutuhan-kebutuhan manusia yang hanya dapat dipenuhi secara bersama-sama.

Misalnya, menciptakan keamanan dan kenyamanan,

73 Saptono, Sosiologi, (Jakarta, Phibeta: 2006), hlm.68

63

memperoleh keturunan hingga mencapai kebahagiaan.

Manusia membutuhkan orang lain untuk mewujudkannya.74 Oleh karena itu, manusia mengembangkan pola-pola interaksi sosial ke dalam pranata dan struktur sosial. Di dalam masyarakat yang berstruktur itu, manusia melangsungkan hidup dan mengupayakan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidupnya.

3) Dorongan untuk mengembangkan diri dan mempengaruhi orang lain

Manusia juga memiliki potensi dan kehendak untuk mengembangkan diri sendiri dan sesamanya. Upaya pengembangan pribadi tersebut antara lain dilakukan melalui 4 faktor diantaranya faktor imitasi, sugesti, identifikasi dan simpati. Keempat faktor tersebut dapat berjalan beriringan maupun dapat berjalan sendiri-sendiri.

Faktor-faktor yang mempengaruhi dan yang mendorong terjadinya interaksi sosial yaitu:

a) Faktor Imitasi

Faktor imitasi merupakan faktor yang sangat penting dalam proses interaksi sosial. Imitasi dapat memberikan sisi positif dan sisi negatif. Dari segi positifnya imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku di suatu tempat. Sedangkan sisi negatifnya seseorang dapat menirukan hal-hal yang tidak diinginkan atau hal menyimpang bahkan dapat mematikan daya kreatifitas atau daya kreasi seseorang.75 Jadi dapat

74 Ibid., hlm.71

75 Prof. Dr. Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta: PT.

RajaGrafindo Persada, 2015), hlm.56

64

disimpulkan bahwa faktor imitasi adalah tindakan sosial meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan. Sebagai suatu proses, adakalanya imitasi berdampak positif apabila yang ditiru tersebut individu-individu yang baik menurut pandangan umum masyarakat.

b) Faktor Sugesti

Faktor sugesti dapat diartikan sebagai pemberian suatu pandangan atau sikap yang berasal dari seseorang untuk dapat diterima oleh pihak lainya. Seseorang memiliki pandangan tertentu dan memberikan pandangan tersebut kepada orang lain dengan harapan orang tersebut dapat menerimanya. Proses sugesti dapat dilakukan oleh siapapun tetapi dapat terjadi apabila yang menjadi pemberi atau pihak pertama adalah orang yang berpengaruh, berwibawa dalam suatu tempat tertentu.76 Akibatnya, pihak yang dipengaruhi akan tergerak mengikuti pengaruh atau pandangan itu dan akan menerimanya secara sadar atau tidak sadar.

c) Faktor Identifikasi

Identifikasi merupakan suatu kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain, membayangkan dirinya seperti orang lain yang dikaguminya lalu dia meniru tingkah laku yang dikagumi itu77, dengan kata lain, orang lain yang menjadi sasaran identifikasi dinamakan idola (kata idol berarti sosok yang dipuja) sehingga timbul kecenderungan dalam diri seseorang

76 Ibid., hlm.57

77 Ibid., hlm.58

65

untuk menjadi sama dengan orang lain. Identifikasi memiliki sifat yang lebih mendalam dari pada imitasi, karena kepribadian seseorang dapat berubah dari proses ini. Proses ini dapat berlangsung secara sadar maupun tidak sadar. Meskipun pengaruh yang ditimbulkan oleh proses identifikasi lebih mendalam pada awalnya proses ini diawali oleh imitasi dan atau sugesti.

d) Faktor Simpati

Jika identifikasi merupakan proses untuk menjadi sama dengan pihak lain, sedangkan simpati adalah suatu proses di mana seseorang merasa tertarik pada pihak lainya. Dalam proses ini perasaan memiliki peranan penting, meskipun dorongan pada simpati adalah berupa rasa tertarik yang didasari atau didorong oleh keinginan-keinginan untuk memahami pihak lain untuk memahami perasaannya ataupun bekerja sama dengannya.

b. Faktor Dari Luar Individu

Di samping dorongan yang berasal dari dalam diri sendiri, interaksi sosial juga dirangsang oleh hal yang ada di luar diri seseorang. Tindakan orang lain, sikap diam orang lain, atau kejadian-kejadian yang berlangsung di sekitar kehidupan seseorang merupakan hal-hal yang dapat merangsang timbulnya interaksi sosial. Karena disapa orang lain, maka kita terlibat interaksi dengan orang tersebut. Karena penasaran atas sikap diam orang yang kita kenal, maka kita terdorong untuk bertanya dan mencari tahu masalahnya sehingga terjadi interaksi sosial.78 Karena ingin mengetahui apa sebab-sebab sebuah kecelakaan lalu-lintas, kita bertanya kepada orang yang

78 Saptono, Sosiologi, (Jakarta, Phibeta: 2006), hlm.72

66

ada di tempat kejadian, maka terjadilah interaksi sosial.

Interaksi sosial selalu terjadi karena ada aksi dan reaksi di antara pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.