• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Mekanisme Penyusunan Biaya

2.1.3 Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Besarnya Biaya

antara lain:

a. Jenis/tipe mesin/pompa yang digunakan b. Lamanya pompa beroperasi

c. Umur produktif (life time) pompa beroperasi d. Luas areal yang dapat dialiri (command area) e. Pasangan dan kepadatan saluran irigasi

2.1.4 Jenis/tipe Mesin Pompa Yang Digunakan

Pemanfaatan air tanah untuk irigasi menggunakan alat berupa mesin dan pompa.

Untuk menggerakkan mesin dan pompa dibutuhkan bahan-bahan seperti bahan bakar, oli grease (gemuk), dan suku cadang serta kegiatan pemeliharaan oleh operator penjaga rumah pompa. Besarnya biaya pengelolaan yang diperlukan tergantung dari besarnya bahan- bahan serta perawatan yang perlu dilakukan untuk menjaga kondisi mesin dalam satuan waktu. Selain itu, besarnya bahan-bahan yang dibutuhkan serta kegiatan pemeliharaan yang dilakukan tergantung dari jenis/tipe mesin ataupun kekuatan mesin dan pompa yang digunakan.

2.1.5 Lamanya Operasi Pompa

Lamanya mesin dan pompa beroperasi juga termasuk salah satu faktor yang menentukan besarnya biaya operasi dan pemeliharaan mesin dan pompa. Guna menjaga kelestarianya, maka mesin dan pompa tidak sepanjang waktu dioperasikan, tetapi sewaktu-waktu memerlukan istirahat. Pengoperasian mesin-pompa untuk irigasi ini memerlukan waktu 7 – 18 Jam setiap harinya.

Adapun jumlah waktu pengoperasian pada musim kering yakni berkisar 9 bulan (Maret s/d November). Jadi sisa waktu di atas dianggap sebagai bulan-bulan

istirahat. Pada musim kering kadang-kadang pompa tidak dioperasikan bilamana turun hujan yang cukup, sedang pada musim hujan mesin hanya dioperasikan dengan maksud untuk pemanasan mesin atau tanaman memang sangat memerlukan air irigasi. Adanya waktu-waktu istirahat ini, bisa mengurangi besarnya biaya operasi dan pemeliharaan mesin pompa.

2.1.6 Umur Produktif (life time) Mesin Pompa Beroperasi

Mesin pompa mempunyai daya tahan/umur produktif tertentu. Umur produktif mesin pompa untuk irigasi air tanah yang ada dilapangan berkisar antara 8 – 12 tahun. Setelah melewati umur produktif, kekuatan mesin pompa akan mengalami penurunan, sehingga biaya operasi tinggi. Pada saat melewati umur produktif tersebut seharusnya mesin pompa diadakan penggantian (replacement) dengan yang baru.

2.1.7 Luas Daerah Yang Mengalami Oncoran

Luas Luas daerah oncoran irigasi sumur pompa juga termasuk faktor yang berpengaruh atas besarnya pengelolaan. Semakin luas daerah oncoran yang diairi irigasi sumur pompa semakin kecil biaya pengelolaan yang dikeluarkan persatuan luas, sebaliknya semakin kecil arealnya semakin besar biaya pengelolaan yang dikeluarkan persatuan luasnya.

2.1.8 Pasangan dan Kepadatan Saluran Irigasi

Pasangan dan kepadatan saluran irigasi juga merupakan salalh satu faktor yang berpengaruh terhadap besarnya biaya pengelolaan. Saluran pasangan sering mengalami kerusakan berupa retakan-retakan dan siaran yang rusak/hilang.

Akibat dari adanya kerusakan tersebut, perlu biaya perbaikan. Semakin besar kerusakannya semakin besar pula biaya perbaikannya.

2.2 Tata Cara Pembiayaan OP 2.2.1 Tata Cara Pembiayaan

Pengelolaan pembiayaan Sumur Pompa JIAT dilaksanakan oleh petani melalui organisasi P3AT dan dibantu oleh pemerintah daerah. Dimana pemanfaatannya diusulkan oleh P3AT yang berfungsi sebagai badan pengurus.

2.2.2 Penyediaan Dana OP

Anggaran pelaksanaan kegiatan OP JIAT disediakan oleh petani melalui iuran petani dan masyarakat pemakai air tanah serta dari pemerintah melalui dana APBN dengan aturan sebagai berikut:

a. Apabila kondisi sarana dan prasarana sumur pompa sudah tidak memungkinkan lagi untuk dipergunakan, maka biaya penggantian mesin penggerak, pompa dan redrilling sumur disediakan dana dari APBN melalui PPK PAT/ BWS/BBWS yang bersangkutan.

b. Sebagian biaya operasi yang terdiri dari biaya bahan bakar, minyak pelumas dan biaya perbaikan ringan dapat ditanggung oleh dana iuran petani pengguna air tanah.

c. Biaya perbaikan besar ditanggung pemerintah melalui PPK PAT/BBWS /BWS yang bersangkutan.

Jumlah Biaya OP = O + PR + PB + M Dimana:

O = biaya operasi;

PR = biaya pemeliharaan rutin;

PB = biaya pemeliharaan berkala; dan M = biaya manajemen OP.

2.3 Perhitungan Biaya OP

2.3.1 Perhitungan Biaya OP Sumur Produksi

Penurunan kapasitas pemompaan yang bukan disebabkan oleh faktor kondisi pompa dan penggeraknya, maka hal ini mengindikasikan bahwa kinerja sumur sudah menurun sehingga perlu dilakukan pencucian sumur (redevelopment).

Menurut Pedoman Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi Air Tanah yang

dikeluarkan Direktorat Irigasi tahun 2009, sebagai acuan untuk menghitung biaya pelaksanaan redevelopment tersebut disajikan pada Tabel 2.1 berikut ini.

Tabel 2.1. Cara perhitungan prakiraan biaya pembersihan sumur.

No Item Pekerjaan Satuan Operasional Total Operasional

Sumber : Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP JIAT 2015

Pada Tabel 2.1 diatas tidak dicantumkan besaran biaya dalam rupiah, hal ini dikarenakan bahwa secara teknis lama pelaksanaan development antara satu sumur dengan yang lainnya akan berbeda-beda sesuai dengan kondisi akifernya.

Diasumsikan bahwa pencucian satu unit sumur dalam (deepwell) dengan kedalaman 100 meter memerlukan waktu pencucian selama 4 hari (96 jam) dengan menggunakan peralatan air compressor kapasitas 175 cfm. Keperluan bahan bakar solar 40 lt/jam, jadi untuk 96 jam diperlukan solar sebanyak 3840 liter. Dengan jumlah pekerja 4 orang terdiri dari 1 orang Mekanik merangkap kepala grup, 2 orang pekerja kasar dan 1 orang operator/pengemudi. Sedangkan peralatan yang dipakai adalah 1 unit treepot, 1 unit truck crane, 1 unit air compressor dan serangkaian pipa BX plus pipe clamp, tackle dan lain-lain.

Pencucian sumur produksi merupakan kegiatan pemeliharaan berkala.

Menurut Permen PU. No.11/PRT/M/2013 tentang Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum, biaya pencucian sumur bor air

tanah dalam terdiri dari: (i) biaya pasti per jam kerja, dan (ii) biaya operasi per

c. Biaya Pengembalian Modal : 𝐸 =(𝐡.𝐢)𝐷

Untuk pencucian sumur, peralatan yang digunakan adalah: (i) mesin bor (drilling rig), (ii) Air Compressor, (iii) Truck Cargo, (iv) Pick Up, dan (v) Welding set.

Dalam perhitungan biaya operasi untuk peralatan tersebut, komponen biaya operasi terdiri dari biaya yang diperlukan untuk konsumsi bahan bakar, biaya yang diperlukan untuk konsumsi minyak pelumas, biaya bengkel, biaya perawatan dan perbaikan, serta biaya operator dan pembantu operator. Perhitungan biaya-biaya tersebut adalah sebagai berikut :

Biaya Operasi Alat / Jam : S = G + P

2.3.2 Perhitungan Biaya OP Pompa dan Penggerak a. Biaya Operasi:

Perhitungan biaya operasi pompa dan mesin penggerak sama seperti perhitungan alat pencuci sumur yaitu terdiri dari biaya pasti dan biaya operasi. Biaya pasti terdiri dari nilai sisa alat, biaya pengembalian modal, dan asuransi. Sedangkan biaya operasi terdiri dari bahan bakar, pelumas, biaya bengkel, perawatan dan perbaikan, operator, dan pembantu operator. Langkah-langkah perhitungan biaya operasi pompa adalah sebagai berikut:

1) Langkah perhitungan Biaya Pasti per Jam:

a. Hitung biaya pengembalian modal (E) dengan rumus (3) b. Hitung biaya asuransi (F) dengan rumus (4)

c. Hitung Biaya Pasti / Jam : G = E + F

2) Langkah perhitungan biaya operasi alat / Jam:

a. Hitung biaya BBM (H) dengan rumus (5)

b. Hitung biaya pelumas mesin (I) dengan rumus (6) c. Hitung biaya bengkel (J) dengan rumus (7)

d. Hitung biaya pemeliharaan peralatan (K) dengan rumus (8)

e. Hitung biaya operator dan pembantu operator (L+M) dengan rumus (9) dan (10).

f. Hitung Biaya Operasi / Jam (P = H+I+J+K+L+M) g. Total Biaya Operasi : S = G + P

b. Biaya Pemeliharaan:

Perhitungan besarnya biaya pemeliharaan (maintenance cost) per jam, selama umur ekonomis dari peralatan pada umumnya dinyatakan dalam prosentase terhadap harga pokok peralatan dibagi Jam Operasi alat per tahun, sebagaimana persamaan (11).

𝐡𝑃 =𝛼(𝐡)

W = kapasitas jam operasi per tahun [jam].

2.4.3 Perhitungan Biaya Pemeliharaan Rumah Pompa

Rumah pompa berfungsi untuk melindungi pompa dan perlengkapannya dari pengaruh cuaca seperti hujan dan panas matahari, serta untuk melindungi dari gangguan keamanan. Pemeliharaan rumah pompa termasuk dalam katagori pemeliharaan berkala. Perhitungan Pemeliharaan rumah Pompa (PRP), yaitu:

PRP = (Hb + U).f ….. (12)

Pemeliharaan jaringan irigasi air tanah bertujuan untuk menjamin kelestarian dari kondisi dan fungsi jaringan itu sendiri sesuai dengan perencanaannya.

Pemeliharaan jaringan distribusi irigasi air tanah meliputi pekerjaan sebagai berikut (Buku Pedoman Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi Air Tanah di Indonesia, 2009):

Dari urut–urutan pemeliharaan jaringan irigasi air tanah tersebut diatas, maka pekerjaan nomor 1 s/d 3 hampir tidak membutuhkan biaya akan tetapi keterlibatan

petani/P3A untuk berpartisipasi sangat diperlukan. Pekerjaan nomor 4 memerlukan biaya yang diharapkan masih dapat ditanggung oleh P3A/petani;

sedangkan pekerjaan nomor 5 karena memerlukan biaya yang cukup besar, sehinga penanganannya dilaksanakan oleh pemerintah.

Perkiraan kebutuhan biaya OP jaringan irigasi air tanah per tahun adalah berkisar antara 4% - 8% dari biaya pembangunan (Direktorat Irigasi, 2009)..

Dengan demikian apabila biaya pembangunan jaringan irigasi air tanah untuk sumur dalam adalah Rp 36.000.000,- /Ha, maka perkiraan biaya OP-nya dapat diasumsikan sebesar 5% dari biaya pembangunan tersebut yaitu sebesar Rp 1.800.000,- /Ha/tahun. Sedangkan perkiran biaya OP jaringan irigasi air tanah untuk sumur menengah dapat diasumsikan sebesar Rp. 175.000,- /Ha/tahun.

Perhitungan biaya OP jaringan dapat diformulasikan sebagai berikut:

OPJI = ( 4% - 8%).BJI….. (13)

Dimana:

BJI = biaya pembangunan Jaringan Irigasi [Rp]

Sedangkan untuk biaya perbaikan darurat atau berat, dihitung berdasarkan kebutuhan upah pekerja dan bahan yang biasa sering terjadi kerusakan di lapangan.

13 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian

Pelaksanaan penelitian berada sumur pompa TW 017 R Desa Banaran Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen dengan tipe pompa turbin vertikal dan juga sumur pompa PWS 231 Desa Jetis Karangpung Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen dengan tipe pompa submersible pada tanggal 5 Oktober 2017 sampai dengan 6 Oktober 2017.

Gambar 3.1 Peta Wilayah Jawa Tengah

BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

Lokasi penelitian di Kabupaten

Sragen

3.2 Prosedur Pengambilan Sampel 3.2.1 Materi Penelitian

1. Data Primer

Merupakan data yang didapat dengan cara pelaksanaan langsung kelapangan. Dari pelaksanaan yang dilakukan dapat diperoleh hasil penelitian yang sesuai dengan yang ada dilapangan yaitu biaya bahan bakar, biaya pelumas, biaya bengkel, biaya perbaikan, upah operator, upah pembantu operator.

2. Data Sekunder

Pengambilan data sekunder ini dilakukan dengan cara bekerja sama dengan instansi-instansi terkait. Adapun data-data yang dibutuhkan dalam penyelesaian tugas akhir ini adalah :

a. Peta Jaringan Irigasi TW 017 R b. Peta Jaringan Irigasi pws 231

c. Permen PU. No. 11/PRT/M/2013 tentang Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum.

d. Data aset dan kerusakan fisik diperoleh dari instansi terkait yaitu Balai Besar Sungai Bengawan Solo dan PAT Madiun.

3.2.2 Plotting Titik Pengambilan Sampel

Pemilihan dan pengambilan sampel sumur pompa ini dengan cara membedakan tipe pompa yang digunakan oleh masing-masing sumur. Dengan tujuan agar diketahui besaran biaya O&P dalam kurun waktu satu tahun.

3.2.3 Peralatan Peneitian

Peralatan yang digunakan untuk penelitian ini adalah : a) Alat tulis

b) GPS (Global Positioning System)

c) Digunakan untuk membaca koordinat letak lokasi pengambilan sampel sumur pompa

d) Kamera handphone dan kamera DSLR untuk dokumentasi inventaris sumur pompa.

3.2.4 Langkah Penelitian

Dalam Penelitian ini terdapat beberapa langkah yang dilakukan untuk mendapatkan hasil penelitian yang sesuai dengan kondisi lapangan.

a) Menentukan subjek penelitian

Subjek penelitian pada tugas akhir ini adalah sumur pompa JIAT TW 017 R dan PWS 231 di kecamatan Kalijambe kabupaten Sragen .

b) Menentukan permasalahan yang akan ditinjau

Permasalahan yang akan ditinjau adalah menghitung angka kebutuhan nyata operasi dan pemeliharaan pada sumur pompa JIAT TW 017 R dan PWS 231.

c) Melakukan observasi

Pengamatan dilakukan langsung di lapangan dengan melibatkan operator sumur pompa sehingga dapat diperoleh data-data lebih akurat untuk melakukan peneltitian selanjutnya.

d) Penelusuran pendataan.

Penelusuran pendataan dilakukan pada tanggal 5 sampai dengan 6 oktober 2017 pada sumur pompa JIAT TW 017 R dan PWS 231.

e) Pengumpulan data

Setelah melakukan pengambilan sampel pada dua sumur pompa tersebut, kemudian mengumpulkan data yang diperoleh kemudian melakukan pengolahan data.

f) Pengolahan data

Data yang diperoleh kemudian diolah agar kemudian dianalisis dengan menggunakan perhitungan.

g) Menganalisis data yang didapat

Setelah melakukan olah data kemudian menghitung data-data yang diperoleh pada untuk membuat kesimpulan.

h) Membuat kesimpulan

Kesimpulan dibuat setelah semua langkah penelitian telah dilakukan.

3.3 Metode dan Teknik Pengumpulan Data

Metode dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara :

3.3.1 Metode Pengumpulan Data 1. Metode Dokumentasi

Menurut Suharsimi, metode dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, notulen rapat, dan sebagainya. Metode dokumentasi dipergunakan untuk mendapatkan data tentang pengaruh tipe sumur pompa terhadap biaya O&P yang diperlukan untuk penelitian selanjutnya.

2. Metode Wawancara

Metode ini menggunakan proses tanya jawab yang dilakukan kepada Operator dan Pengurus sumur pompa untuk mengetahui informasi secara lisan. Dari data-data hasil wawancara ini akan dikomparasikan dengan hasil penelitian untuk menguatkan hasil penelitian yang didapat dilapangan.

3. Metode Kepustakan

Metode kepustakan adalah mencari sumber referensi-referensi yang relevan dengan penelitian yang digunakan sebagai penguat dan pendukung data penelitian. Sumber referensi didapatkan baik dari buku, jurnal, internet, dan lain sebagainya.

3.3.2 Teknik Pengumpulan Data

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Metode Analisis

a. Persiapan

Mempersiapkan data-data yang digunakan untuk melakukan wawancara pada Operator dan Pengurus Sumur Pompa.

b. Diagram Alur (Flowchart)

Flowchart adalah bagan-bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Flowchart merupakan cara penyajian dari suatu algoritma. Alur data yang terjadi dalam penulisan penelitian ini terdapat pada gambar berikut :

Gambar 3.2 Flowchart Penelitian Mulai

Lokasi

Pembahasan

Selesai

Penelusuran Pendataan

Perhitungan Biaya Pemeliharaan Sumur

Pompa Perhitungan Biaya

Operasi Sumur VTP dan

Submersible

Menghitung Seluruh Biaya operasi dan pemeliharaan sumur JIAT di kabupaten Sragen

Kesimpulan

18 4.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di wilayah sungai Bengawan Solo Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bengawan Solo, daerah survei adalah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Kabupaten Sragen terletak pada posisi : 110ΒΊ 45' - 111ΒΊ 10' BT dan 71ΒΊ 5' - 7ΒΊ 30' LS Wilayah Kabupaten Sragen berada di dataran dengan ketinggian rata rata 109 M diatas permukaa laut.Sragen menpunyai iklim tropis dengan suhu harian yang berkisar antara 19-31 C. Curah hujan rata-rata di bawah 3000 mm per tahun dengan hari hujan di bawah 150 hari per tahun. Jumlah penduduk sebanyak 865.417 jiwa; mempunyai luas wilayah 94.115 Ha terbagi dalam 20 kecamatan.

Lokasi penilitian di Kabupaten Sragen terdapat 157 titik dari 14 kecamatan yang terdapat infrastruktur JIAT, yaitu : Kec. Plupuh, Kec. Banaran, Kec. Masaran, Kec. Kalijambe, Kec. Mondokan, Kec. Sukodono, Kec. Karangmalang, Kec.

Sumberlawang, Kec. Tanon, Kec. Sambungmacan, Kec. Kedawung, Kec. Miri, Kec, Sidoharjo, Kec. Gemolong. Penelitian untuk contoh perhitungan dilakukan pada sumur pompa JIAT TW 017 R di desa Banaran kecamatan Kalijambe dan pada sumur pompa JIAT PWS 231 di desa Jetiskarangpung kecamatan Kalijambe.

4.2 Hasil Penelusuran dan Pengamatan Sumur JIAT

Kondisi Sumur Pompa Jaringan Irigasi Air Tanah yang diamati antara lain: sumur, mesin, pompa, rumah pompa, pipa saluran, dan box pembagi. Penelusuran Jaringan Irigasi Air Tanah berdasarkan pengamatan secara visual dan wawancara dengan operator sumur pompa di lapangan.

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Data Sekunder

Data sekunder ini didapatkan dengan melakukan penelusuran langsung pada Sumur Pompa JIAT TW 017 R dan PWS 231 untuk menunjang analisis peneliti dalam upaya mendapatkan biaya operasi dan pemeliharaan, data sekunder ini disajikan pada pada Gambar 4.1 dan Gambar 4.2 berikut :

Gambar 4.1 Data sekunder pada Sumur Pompa JIAT TW 017 R

Gambar 4.2 Data sekunder pada Sumur Pompa PWS 231

4.4 Harga Satuan Pekerjaan Operasi dan Pemeliharaan 4.4.1 Upah dan Bahan

Penyusunan analisis harga satuan menggunakan estimasi upah tukang dan pekerja dan bahan yang di rata-rata dari beberapa kabupaten di lokasi bagunan untuk kebutuhan kegiatan analisis biaya Operasi dan Pemeliharaan Sumur Pompa JIAT.

Upah dan bahan yang digunakan adalah estimasi harga rata-rata di wilayah lokasi bangunan yang diteliti. Besarnya upah yang digunakan adalah diperkirakan rata-rata secara umum di wilayah Jawa Tengah. Besarnya upah dan bahan untuk perhitungan Operasi dan Pemeliharaan disajikan pada Tabel 4.1 berikut :

Tabel 4.1 Daftar Harga Upah Kerja dan Bahan

NO. URAIAN SAT. HARGA

4.5 Analisa Harga Satuan Pekerjaan

Besarnya biaya operasi dan pemeliharaan didasarkan pada estimasi harga satuan pekerjaan dengan berdasar pada Standar Nasional Indonesia analisa harga satuan pekerjaan serta Peratuaran Menteri Pekerjaan Umum Nomor 28/Prt/M/2016 Tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum.

Analisa Harga Satuan yang digunakan disajikan pada Tabel 4.2 berikut :

NO. URAIAN SAT. HARGA

Tabel 4.2 Analisis Harga Satuan Pekerjaan

AHSP

4.6 Biaya Operasi

Biaya Operasi setiap jaringan irigasi air tanah masing-masing berbeda, tergantung dari tipe pompa yang dipakai, yaitu pompa turbin vertikal atau pompa submersibel. Pada penelitian kali ini TW 017 R memakai pompa dengan tipe turbin vertikal, sedangkan PWS 231 memakai tipe pompa submersible. Hasil perhitungan biaya operasi masing-masing tipe pompa sebagai berikut:

Menurut Permen PU. NO. 11/PRT/M/2013 tentang Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum, biaya pencucian sumur bor air tanah dalam terdiri dari : (i) biaya pasti per jam kerja, dan (ii) biaya operasi per jam

A. Sumur Pompa TW 017 R

Menurut Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP JIAT dan Tata Cara OP JIAT 2015, berikut ini adalah perhitungan biaya operasi rutin per jam dan biaya pemeliharaan rutin per tahun yang ditanggung oleh petani pemakai air tanah dan pemerintah pada sumur pompa turbin vertikal TW 017 R.

1. Biaya Pasti per Jam

Biaya Pasti per Jam : G=E+F, dimana:

i= suku bunga [%];

B= harga alat [Rp];

A= umur ekonomis alat [tahun];

p= biaya asuransi [p=0.2%];

w= jam operasi/tahun.

Dari rumus diatas dapat dihitung biaya pasti :

i= 11%; B= Rp 500.000.000,- ; A= 50 tahun; p= 0.2%

w= 2000 jam

Perhitungan nilai sisa alat = 0,11 x Rp 500.000.000,00 = Rp 55.000.000,00 Perhitungan Faktor Angsuran Modal = 0,11 (1+0,11)50

(1+0,11)50βˆ’1 = 20,302

183,565

=

0,1106

Perhitungan Biaya Pengembalian Modal = (500.000.000βˆ’55.000.000) 0,1106 2000

Total Biaya Pasti : G = E+F = Rp 24.608,00 + Rp 500,00 W : Jam operasi dalam setahun [Jam] 2000 jam.

Biaya Operasi/Jam : P = H + I + J + K + L + M Biaya Operasi Alat/Jam : S = G + P

Dari rumus diatas dapat dihitung biaya operasi alat :

Perhitungan bahan bakar = 0,135 x 27 x Rp 5.500,- = Rp 20.047,50 Perhitungan pelumas = 0,025 x 27 x Rp 30.000,- = Rp 20.250,00 Perhitungan biaya bengkel = 0,07 x 500.000.000

2000 = Rp 17.500,00 Perhitungan biaya perbaikan = 0,15 x 500.000.000

2000 = Rp 37.500,00

Perhitungan operator = 1 orang/jam x U1 = Rp 3.000,00 Perhitungan pembantu operator = 1 orang/jam x U2

= 1 orang x Rp 3.000,00 = Rp 3.000,00

Biaya operasi per jam : P = H + I + J + K + L + M

3. Biaya Pemeliharaan Mesin Penggerak 𝐡𝑃 = 𝛼(𝐡)

π‘Š (11)

Dimana :

BP : Biaya pemeliharaan [Rp/jam];

Ξ± : Koefisien [%], untuk rumah pompa dan mesin penggeraknya = 12,55;

B : Harga alat [Rp] = Rp 500.000.000,00 ;

W : Kapasitas jam operasi per tahun [jam] = 2000 jam.

Dari rumus diatas dapat dihitung biaya pemeliharaan mesin penggerak Perhitungan pemeliharaan = 0,125 π‘₯ 500.000.000

f : Frekuensi/tahun = 3 kali pada awal masa tanam.

Dari rumus diatas dapat dihitung biaya pemeliharaan rumah pompa Perhitungan pemeliharaan = (Rp 200.000 + 2 x Rp 50.000) x 3

= Rp 300.000 x 3 = Rp 900.000/tahun

5. Biaya OP jaringan irigasi

𝑂𝑃𝐽𝐼 = (4% - 8%). BJI ... (13) Dimana :

BJI : Biaya pembangunan jaringan irigasi [Rp] = Rp 36.000.000/Ha Luas Layanan Sumur TW 017 R = 30 Ha

Dari rumus diatas dapat dihitung biaya OP jaringan irigasi Perhitungan OP jaringan irigasi = 5% x Rp 36.000.000 x 30

= Rp 1.800.000/Ha/tahun x 30 Ha = Rp 54.000.000/tahun

B. Sumur Pompa PWS 231

Menurut Pedoman Tata Cara Penyusunan AKNOP JIAT dan Tata Cara OP JIAT 2015, berikut ini adalah perhitungan biaya operasi rutin per jam dan biaya pemeliharaan rutin per tahun yang ditanggung oleh petani pemakai air tanah dan pemerintah pada sumur pompa turbin vertikal PWS 231.

1. Biaya Pasti per Jam

Biaya Pasti per Jam : G=E+F, dimana:

i= suku bunga [%];

B= harga alat [Rp];

A= umur ekonomis alat [tahun];

p= biaya asuransi [p=0.2%];

w= jam operasi/tahun.

Dari rumus diatas dapat dihitung biaya pasti :

i= 11%; B= Rp 500.000.000,- ; A= 50 tahun; p= 0.2%

w= 2000 jam

Perhitungan nilai sisa alat = 0,11 x Rp 500.000.000,00 = Rp 55.000.000,00

Perhitungan Faktor Angsuran Modal = 0,11 (1+0,11)50

(1+0,11)50βˆ’1 = 20,302

183,565= 0,1106 Perhitungan Biaya Pengembalian Modal = (500.000.000βˆ’55.000.000) 0,1106

2000 W : Jam operasi dalam setahun [Jam] 2000 jam.

Biaya Operasi/Tahun : P = H + I + J + K + L + M Biaya Operasi Alat/Tahun : S = G + P

Dari rumus diatas dapat dihitung biaya operasi alat :

Perhitungan bahan bakar = 0,135 x 42 x Rp 5.500,- = Rp 31.185,00 Perhitungan pelumas = 0,025 x 42 x Rp 30.000,- = Rp 31.500,00 Perhitungan biaya bengkel = 0,07 x 500.000.000

2000 = Rp 17.500,00

Perhitungan biaya perbaikan = 0,15 x 500.000.000

2000 = Rp 37.500,00 Perhitungan operator = 1 orang/jam x U1 = Rp 3.000,00

Perhitungan pembantu operator = 1 orang/jam x U2

= 1 orang x Rp 3.000,00 = Rp 3.000,00

3. Biaya Pemeliharaan Mesin Penggerak 𝐡𝑃 = 𝛼(𝐡)

π‘Š (11)

Dimana :

BP : Biaya pemeliharaan [Rp/jam];

Ξ± : Koefisien [%], untuk rumah pompa dan mesin penggeraknya = 12,55%;

B : Harga alat [Rp] = Rp 500.000.000,00 ;

W : Kapasitas jam operasi per tahun [jam] = 2000 jam.

Dari rumus diatas dapat dihitung biaya pemeliharaan mesin penggerak Perhitungan pemeliharaan = 0,125 π‘₯ 500.000.000

f : Frekuensi/tahun = 3 kali pada awal masa tanam.

Dari rumus diatas dapat dihitung biaya pemeliharaan rumah pompa

Perhitungan pemeliharaan = (Rp 200.000 + 2 x Rp 50.000) x 3

BJI : Biaya pembangunan jaringan irigasi [Rp] = Rp 36.000.000/Ha Luas Layanan Sumur PWS 231 = 20 Ha

Dari rumus diatas dapat dihitung biaya OP jaringan irigasi Perhitungan OP jaringan irigasi = 5% x Rp 36.000.000 x 20

= Rp 1.800.000/Ha/tahun x 20 Ha = Rp 36.000.000/tahun

4.7 Biaya Pemeliharaan

Biaya pemeliharaan merupakan biaya yang dikeluarkan untuk perawatan sarana dan prasarana agar dapat berfungsi baik. Biaya pemeliharaan terdiri dari pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala dan pemeliharaan khusus/rehabilitasi.

Pemeliharaan rutin dan perbaikan ringan seperti: penggantian oli, penggantian aki, penggantian perpack mesin, pengecatan bangunan rumah pompa, perbaikan rumah pompa, dan perbaikan pagar. Umumnya biaya pemeliharaan terbesar adalah biaya pemeliharaan diesel. Hal tersebut dikarenakan bayak jaringan irigasi air tanah yang memerlukan perawatan rutin dan perawatan ringan. Pemeliharaan berkala merupakan kegiatan perawatan dan perbaikan yang dilaksanakan secara berkala yang direncanakan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan perencanaan yang memadai dan biasanya diperlukan observasi lapngan, justifikasi perbaikan, analisis kegiatan dan pembiayaan, serta dilengkapi dengan proposal detail kegiatan.

Pemeliharaan berkala ini dibagi menjadi tiga, yaitu pemeliharaan bersifat perawatan, pemeliharaan yang bersifat perbaikan dan pemeliharaan yang bersifat penggantian. Besarnya kegiatan pemeliharaan di sumur pompa TW 017 R dan PWS 231 disajikan pada Tabel 4.3 berikut :

HARGA

Tabel 4.3 Perhitungan Biaya Pemeliharaan Sumur Pompa TW 017 R

HARGA

NO. BIAYA ( Rp. ) TW 17R JUMLAH BEBAN BIAYA PEMELIHARAAN YANG DITANGGUNG PEMERINTAH PER TAHUN Rp 58.207.981

Tabel 4.4 Jumlah Total Seluruh Biaya Operasi dan Pemeliharaan Sumur Pompa TW 017 R

Tabel 4.5 Perhitungan Biaya Pemeliharaan Sumur Pompa PWS 231

NO. BIAYA ( Rp. ) PWS 231 JUMLAH BEBAN BIAYA PEMELIHARAAN YANG DITANGGUNG PEMERINTAH PER TAHUN Rp 40.152.856

Tabel 4.6 Jumlah Total Seluruh Biaya Operasi dan Pemeliharaan Sumur Pompa PWS 231

4.8 Pembahasan

4.8.1 Kondisi JIAT di Sub DAS Bengawan Solo Sragen Jawa Tengah

4.8.1 Kondisi JIAT di Sub DAS Bengawan Solo Sragen Jawa Tengah

Dokumen terkait