• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA KONSEP

C. Ketentuan Pelaksanaan Dana Bantuan Opersaional Sekolah

1. Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Dana BOS

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan Departemn Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) Balai Pustaka (2000:711) dijelaskan “bahwa pemanfaatan terampil dari kata dasar manfaat yang artinya guna, faedah. Kemudian mendapatkan imbuhan pe-an yang berarti proses, cara, perbuatan

pemanfaatan. Dengan dimikian pemanfaatan dapat diartikan suatu cara atau proses dalam memanfaatkan suatu benda atau obyek”.

Pengertian pemanfaatan menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:711) yang menyebutkan bahwa “Pemanfaatan mengandung arti yaitu proses, cara, dan perbuatan memanfaatkan sesuatu untuk kepentingan sendiri”. Selain itu, menurut Seels and Richey (1994 : 14) menyatakan “pemanfaatan ialah aktivitas menggunakan proses dan sumber belajar.”

Dengan demikian pemanfaatan berdasarkan pengertiannya masing-masing adalah guna, proses, cara, dan perbuatan memanfaatkan sesuatu dalam hal ini adalah pemanfaatan yaitu efektivitas penggunaan/alokasi dana BOS terhadap kegiatan pembelajaran.

Penggunaan dana BOS di Sekolah harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara Tim Manajemen BOS sekolah, Dewan Guru dan Komite Sekolah. Dana BOS harus didaftar sebagai salah satu sumber penerimaan dalam RKAS/RAPBS, di samping dana yang diperoleh dari Pemda atau sumber lain yang sah.

Berdasarkan petunjuk teknis dana BOS Sekolah Menengah Pertama Tahun 2017 BOS SMP digunakan sekolah untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya operasional sebagai berikut :

a. Pengembangan Perpustakaan.

Sekolah wajib membeli/menyediakan buku teks pelajaran untuk peserta didik dan buku panduan guru sesuai dengan kurikulum yang digunakan oleh sekolah. Buku teks pelajaran yang dibeli mencakup pembelian buku teks pelajaran baru, mengganti buku yang rusak, dan/atau membeli kekurangan buku agar tercukupi rasio satu peserta didik satu buku untuk tiap mata pelajaran atau tema.

b. Penerimaan Peserta Didik Baru.

Semua jenis pengeluaran dalam rangka penerimaan peserta didik baru (termasuk pendaftaran ulang peserta didik lama), antara lain :

1) Penggandaan formulir pendaftaran.

2) Administrasi pendaftaran.

3) publikasi (pembuatan spanduk, brosur, dan lainnya) 4) Biaya kegiatan pengenalan lingkungan sekolah

5) Konsumsi penyelenggaraan kegiatan dan transportasi.

6) Pembuatan spanduk sekolah bebas pungutan.

c. Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler.

1) Mendukung penyelenggaraan pembelajaran kontekstual pada SMP.

2) Pengembangan pendidikan karakter, penumbuhan budi pekerti, dan kegiatan program pelibatan keluarga di sekolah.

3) Pembelajaran remedial dan pembelajaran pengayaan.

4) Pemantapan persiapan ujian.

5) Olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja, dan ekstrakurikuler yang sesuai dengan kebutuhan sekolah lainnya.

6) Pendidikan dan pengembangan sekolah sehat, aman, ramah anak, dan menyenangkan

7) Pembiayaan lomba yang tidak dibiayai dari dana Pemerintah Pusat/ pemerintah daerah, termasuk untuk biaya transportasi dan akomodasi peserta didik/guru dalam mengikuti lomba, dan biaya pendaftaran mengikuti lomba. Keterangan: Untuk pelaksanaan yang sifatnya kegiatan, maka biaya yang dapat dibayarkan dari BOS meliputi ATK atau penggandaan materi, biaya penyiapan tempat kegiatan, honor narasumber lokal sesuai standar biaya umum setempat, dan/atau transportasi/konsumsi panitia dan narasumber apabila diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

d. Kegiatan Evaluasi Pembelajaran

Kegiatan evaluasi pembelajaran yang dapat dibiayai meliputi kegiatan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan/atau ujian sekolah/nasional. Komponen pembiayaan dari kegiatan yang dapat dibayarkan terdiri atas :

1) Fotokopi/penggandaan soal.

2) Fotokopi laporan pelaksanaan hasil ujian untuk disampaikan oleh guru kepada kepala sekolah, serta dari kepala sekolah ke dinas pendidikan dan kepada orang tua/wali peserta didik.

3) Biaya transport pengawas ujian yang ditugaskan di luar sekolah tempat mengajar, yang tidak dibiayai oleh Pemerintah Pusat/pemerintah daerah.

e. Pengelolaan Sekolah.

1) Pembelian buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, bahan praktikum, buku induk peserta didik, dan/atau buku inventaris.

2) Pembelian alat tulis kantor (termasuk tinta printer, CD, dan/atau flash disk).

3) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), termasuk peralatan dan/atau obat-obatan.

4) Pembelian minuman dan/atau makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah bagi guru, tenaga kependidikan, petugas administrasi, dan/atau tamu.

5) Pengadaan suku cadang alat kantor.

6) embelian alat-alat kebersihan dan/atau alat listrik

7) Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan,dll

f. Pengembangan Manajemen Sekolah

1) Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG)/ Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS)/Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Bagi sekolah yang memperoleh hibah/block grant pengembangan KKG/MGMP atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama, hanya diperbolehkan menggunakan BOS untuk biaya transport kegiatan apabila tidak disediakan oleh hibah/block grant tersebut

2) Menghadiri seminar yang terkait langsung dengan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan, apabila ditugaskan oleh sekolah. Biaya yang dapat dibayarkan meliputi biaya pendaftaran, transportasi, dan/atau akomodasi apabila seminar diadakan di luar sekolah.

3) Mengadakan workshop/lokakarya untuk peningkatan mutu, seperti dalam rangka pemantapan penerapan

kurikulum/ silabus, pemantapan kapasitas guru dalam rangka penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengembangan dan/atau penerapan program penilaian kepada peserta didik. Biaya yang dapat dibayarkan meliputi fotokopi, konsumsi guru peserta workshop/lokakarya yang diadakan di sekolah, dan/atau biaya narasumber dari luar sekolah dengan mengikuti standar biaya umum daerah. BOS tidak boleh digunakan untuk membiayai kegiatan yang sama yang telah dibiayai oleh Pemerintah Pusat/pemerintah daerah.

g. Langganan Daya dan Jasa

1) Biaya langganan listrik, air, dan/atau telepon.

2) Pemasangan instalasi baru apabila sudah ada jaringan di sekitar sekolah dan/atau penambahan daya listrik.

3) Biaya langganan internet dengan cara pasca bayar atau prabayar, baik dengan fixed modem maupun mobile modem. Termasuk pula untuk pemasangan baru apabila sudah ada jaringan di sekitar sekolah. Khusus penggunaan internet dengan mobile modem, batas maksimal pembelian paket/voucher sebesar Rp.

250.000/bulan. Adapun biaya langganan internet melalui fixed modem disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

h. Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah

1) Pengecatan, perbaikan atap bocor, dan/atau perbaikan pintu dan/atau jendela.

2) Perbaikan mebeler, termasuk pembelian mebeler di kelas untuk peserta didik/guru jika mebeler yang ada di kelas sudah tidak berfungsi dan/atau jumlahnya kurang mencukupi kebutuhan.

3) Perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan/atau jamban/WC) untuk menjamin kamar mandi dan/atau jamban/WC peserta didik berfungsi dengan baik.

4) Perbaikan saluran pembuangan dan/atau saluran air hujan.

5) Perbaikan lantai dan/atau perawatan fasilitas sekolah lainnya.

i. Pembayaran Honor

1) Guru honorer (hanya untuk memenuhi SPM).

2) Tenaga administrasi (tenaga yang melaksanakan administrasi sekolah termasuk melakukan tugas sebagai petugas pendataan Dapodik),

3) Pegawai perpustakaan.

4) Penjaga sekolah.

5) Petugas satpam.Petugas kebersihan.

6) Batas maksimum penggunaan BOS untuk membayar honor bulanan guru/tenaga kependidikan dan non

kependidikan honorer di sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah sebesar 15% (lima belas persen) dari total BOS yang diterima, sementara di sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat maksimal 50% (lima puluh persen) dari total BOS yang diterima;

j. Pembelian/Perawatan Alat Multi Media Pembelajaran ( J ) 1) Membeli komputer desktop/work station berupa PC/All in

One Computer untuk digunakan dalam proses pembelajaran, dimana jumlah maksimal 5 unit/tahun.

Selain untuk membeli, BOS boleh digunakan untuk perbaikan dan/atau upgrade komputer desktop/work station milik sekolah.

2) Membeli printer atau printer plus scanner maksimal 1 unit/tahun. Selain untuk membeli, BOS boleh digunakan untuk perbaikan printer milik sekolah.

3) Membeli laptop maksimal 1 unit/tahun dengan harga maksimal Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Selain untuk membeli, BOS boleh digunakan untuk perbaikan atau upgrade laptop milik sekolah.

4) Membeli proyektor maksimal 5 unit/tahun dengan harga tiap unit maksimal Rp 7.000.000,- (tujuh juta rupiah).

Selain untuk membeli, BOS boleh digunakan untuk perbaikan proyektor milik sekolah.

k. Biaya Lainnya.

1) Apabila seluruh komponen sebagaimana dimaksud pada angka 1- 10 telah terpenuhi pembiayaannya dan masih terdapat kelebihan BOS, maka BOS dapat digunakan untuk keperluan lainnya, dimana penggunaan dana ini harus diputuskan melalui rapat bersama dengan dewan guru dan Komite Sekolah. Pembiayaan yang dapat dibiayai antara lain:

2) peralatan pendidikan yang mendukung kurikulum yang diberlakukan oleh Pemerintah Pusat;

3) mesin ketik untuk kebutuhan kantor

Sumber : Petunjuk Teknis Dana BOS Tahun 2017

Dokumen terkait