KAJIAN PUSTAKA
B. Hasil Belajar
3. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Setiap proses belajar yang dilakukan oleh siswa akan menghasilkan hasil belajar. Di dalam proses pembelajaran, guru sebagai pengajar sekaligus pendidik memegang peranan dan tanggung jawab yang besar dalam rangka membantu meningkatkan keberhasilan siswa. Di dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah sudah pasti setiap siswa mengharapkan mendapatkan hasil yang baik, sebab hasil yang baik dapat membantu siswa dalam mencapai
23 Asep, Herry Hernawan, dkk, Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: UT, 2008), h.10.21-10.22
tujuannya. Hasil belajar yang baik hanya dapat dicapai melalui proses belajar yang baik pula. Jika proses belajar tidak optimal maka sangat sulit terjadinya hasil belajar yang baik.
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.24
Factor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa terdiri dari:
kecerdasan, bakat, minat, dan perhatian, motif, kesehatan, cara belajar, lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan, sekilah dan sarana pendukung belajar.
a. Faktor Kecerdasan
Biasanya, kecerdasan hanya dianggap sebagai kemampuan rasional matematis. Rumusan diatas menunjukan kecerdasan menyangkut kemampuan yang luas, tidak hanya kemampuan rasional , memahami, mengerti, memecahkan problem, tetapi termasuk kemampuan mengatur prilaku berhadapan dengan lingkungan berubah dan kemampuan belajar dari kemampuannya.
b. Faktor Bakat
Bakat adalah kemampuan yang ada pada seseorang yang dibawanya sejak lahir, yang diterima sebagai warisnnya dari orang tua. Bagi seorang siswa , bakat bisa berbeda dengan siswa lain. Bakat-bakat yang dimiliki siswa tersebut apabila diberi kesempatan dikembangkan dalam pembelajaran akan mendapat mencapai hasil yang tinngi.
c. Faktor Minat dan Perhatian
Minat adalah kecendrungan yang besar terhadap sesuatu. Perhatian adalah melihat dan mendengar dengan baik dan teliti terhadap sesuatu.
Minat dan perhatian biasanya berkaitan erat. Apabila seorang siswa menaruh minat pada suatu pelajaran tertentu, biasanya cenderung untuk memperhatiakannya dengan baik. Minat dan perhatian yang tinggi pada mata pelajaran akan memberikan dampak yang baik bagi hasil belajar siswa.
d. Faktor Motif
Motif adalah dorongan yang membuat seseorang berbuat sesuatu.
Motif selalu mendasari dan mempengaruhi setiap usaha serta keinginan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
e. Faktor Cara Belajar
24 Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), h. 22.
Keberhasilan studi siswa juga dipengaruhi oleh cara belajar siswa.
Cara belajar yang efisien memungkinkan mencapai hasil lebih tinggi dibandingkan dengan cara belajar yang tidak efisien.
f. Faktor Lingkungan Keluarga
Keluarga merupakan salah satu potensi yang besar dan positif memberi pengaruh pada hasil siswa. Maka orang tua sudah sepatutnya mendorong, memberikan semangat,membimbing dan member keteladanan yang baik kepada anaknya.
g. Faktor Sekolah
Selain keluarga sekolah adalah lingkungan kedua yang berperan besar member pengaruh pada hasil belajar siswa. Oleh karena itu, sekolah merupakan lingkungan pendidikan yang sudah terstruktur, memiliki system dan organisasi yang baik bagi penanaman nilai-nilai etika, moral, mental, spiritual,disiplin dan ilmu pengetahuan. Apalagi bila sekolah berhasil menciptakan suasana kondusif bagi pembelajaran, hubungan dan komunikasi per orang disekolah berjalan baik, metode pembelajaran aktif interaktif, sarana penunjang cukup memadai, siswa tertib disiplin.25
Keberhasilan siswa mencapai hasil belajar yang baik dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Faktor itu terdiri dari tingkat kecerdasan yang baik, pembelajaran sesuai bakat yang dimiliki, ada minat dan perhatian yang tinggi dalam pembelajaran, motivasi yang baik dalam belajar, cara belajar yang baik dan strategi pembelajaran yang variatif yang dikembangkan guru. Suasana keluarga yang memberi dorongan anak untuk maju. Selain itu, lingkungan sekolah yang tertib, teratur, disiplin, yang kondusif bagi kegiatan kopetensi siswa dalam pembelajaran.
Pencapaian hasil pembelajaran yang optimal dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu
a. Kesiapan Belajar
Kesiapan belajar merupakan kondisi awal suatu kegiatan belajar baik kesiapan fisik maupun psikologis.
b. Motivasi
25 Slameto. Belajar dan factor ,h.10.
Motivasi merupakan motif yang sudah menjadi aktif saat orang melakukan suatu aktivitas. Motif adalah kekuatan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorong orang tersebut melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan.
c. Keaktifan siswa
Yang melakukan belajar dalah siswa sehingga siswa harus aktif dan tidak boleh pasif. Dengan bantuan guru siswa harus mampu mencari, menemukan, dan menggunakan pengetahuan yang dimilikinya.
d. Mengalami sendiri
Siswa hendaknya tidak hanya tahu secara teoritis, tetapi juga secara praktis sehingga akan diperoleh pemahaman yang mendalam.
e. Pergaulan
Agar materi semakin mudah diingat perlu diadakan latihan berate siswa mengulang materi yang dipelajari.
f. Balikan dan penguatan
Balikan adalah masukan yang sangat penting bagi siswa maupun guru.
Peguatan adalah tindakan yang menyenangkan dari guru terhadap siswa yang telah berhasil untuk melakukan sesuatu perubahan dalam belajar.26
Setiap proses belajar yang dilakukan oleh siswa akan menghasilkan hasil belajar. Di dalam proses pembelajaran, guru sebagai pengajar sekaligus pendidik memegang peranan dan tanggung jawab yang besar dalam rangka membantu meningkatkan keberhasilan siswa. Hasil belajar yang baik hanya dapat dicapai melalui proses belajar yang baik pula. Jika proses belajar tidak optimal maka sangat sulit terjadinya hasil belajar yang baik.
Menurut Benyamin S. Bloom tiga ranah (domain) hasil belajar, yaitu kognitif,efektif, aktif, dan psikomotor. Pendapat lain tentang hasil belajar dikemukakan oleh Briggs yang mengatakan bahwa hasil belajar adalah seluruh kecakapan dan hasil belajar yang dicapai melaluai proses belajar
26 Darsono, Max. Belajar dan Pembelajaran. Semarang : IKIP Semarang Press. 2000, h. 26-29
mengajar disekolah yang dinyatakan dengan angka-angka atau nilai-nilai berdasarkan Tes hasil belajar.27
Dengan demikian hasil belajar siswa dapat diperoleh guru dengan terlebih dahulu memberikan seperangkat tes kepada siswa untuk menjawabnya.
Setiap proses belajar yang dilakukan oleh siswa akan menghasilkan hasil belajar. Di dalam proses pembelajaran, guru sebagai pengajar sekaligus pendidik memegang peranan dan tanggung jawab yang besar dalam rangka membantu meningkatkan keberhasilan siswa. Hasil belajar yang baik hanya dapat dicapai melalui proses belajar yang baik pula. Jika proses belajar tidak optimal maka sangat sulit terjadinya hasil belajar yang baik.
Nana Sudjana menyatakan bahwa hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku dan sebagai umpan balik dalam upaya memperbaiki proses belajar mengajar28.
Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian luas mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik.29
Menurut Dimyati dan Mudjiono, hasil belajar merupakan proses menentukan nilai hasil belajar siswa melalui kegiatan penilaian dan / atau
27 Buchari Alma, Guru Profesional(Menguasai Metode dan Terampil Mengajar), (Bandung :Alfa Beta, 2009), h.29.
28Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Sinar Baru Algesindo, Bandung 2005, hal: 154
29 Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), h.
87.
pengukuran hasil 30 belajar dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai setelah mengikuti suatu mata pelajaran.
Berdasarkan teori Taksonomi Blomm, hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga katagori ranah yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah kognitif, yang berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan dan ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Ranah afektif, berkenaan dengan sikap dan nilai.
Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima (receiving/ attending), menjawab atau mereaksi (responding), menilai (valuing), organisasi internalisasi nilai atau pembentukan pola hidup. Ranah pisikomotorik, meliputi gerak reflek, keterampilan pada gerakan-gerakan terbimbing, kemampuan perseptual (termasuk di dalamnya membedakan visual, auditif, motoris) dan gerakan skill. Menurut Benjamin S. Bloom, dkk yang dikutip “hasil belajar dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori aspek, yaitu: aspek kognitif (kemampuan berfikir) mencakup tujuan yang berhubungan dengan ingatan, dan pengetahuan. Aspek afektif (minat) berhubungan dengan perubahan sikap nilai dan minat. Aspek psikomotorik (Keterampilan) berhubungan dengan kemampuan gerak.31
Berdasarkan pernyataan Benjamin, pada aspek koginitif diharapkan peserta didik mampu menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki untuk menyelesaikan masalah. Aspek afektif diharapkan peserta didik memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan nilai-nilai baik yang direspon dalam proses belajar mengajar. Aspek prikomotorik diharapkan peserta didik memiliki kemampuan yang diinginkan dari proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar dikatakan berhasil jika hasil belajar mencapai indicator keberhasilan kualitas pembelajaran yaitu: dari segi kognitif pembelajaran dikatakan berhasil apabila nilai hasil evaluasi belajar
30 Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009. hlm 20
31 Buchari Alma, GURU PROFESIONAL, h.31
mampu mencapai target yang telah ditetapkan,pada segi afektif pembelajaran dikatakan berhasil atau berkualitas apabila peserta didik mampu mencerminkan prilaku-prilaku tertentu sesuai hasil yang diharapkan dari proses belajar mengaja.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan hasil dari perubahan tingkah laku yang diperoleh oleh individu sebagai tujuan dari perubahan belajar yang dilakukannya. Hasil belajar meliputi semua aspek yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.