• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN LOKAS

Dalam dokumen Kontribusi Manajemen Operasi Terhadap Pe (Halaman 47-49)

PEMILIHAN LOKASI YANG STRATEGIS

B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN LOKAS

Memilih lokasi fasilitas menjadi semakin rumit dengan adanya globalisasi tempat kerja. Globalisasi terjadi karena perkembangan (1) ekonomi pasar dan juga: (2) komunikasi internasional yang lebih baik; (3) perjalanan (udara, laut, darat) dan pengangkutan barang yang tebih cepat serta lebih dapat diandalkan; (4) semakin mudahnya arus kas antar negara dan (5) perbedaan biaya tenaga kerja yang tinggi. Banyak perusahaan yang kini mempertimbangkan akan membuka kantor, pabrik, toko, atau bank baru di luar negara sendiri. Keputusan lokasi sudah melewati batas negara.

Perusahaan memutuskan negara mana yang dipilih menjadi lokasi terbaik, selanjutnya perusahaan tersebut memfokuskan pada satu wilayah dari negara itu beserta komunitasnya. Tahap akhir dalam proses keputusan lokasi adalah memilih lokasi spesifik dalam suatu komunitas. Perusahaan harus memilih satu lokasi yang paling cocok untuk pengangkutan dan penerimaan, penetapan zona, peralatan, ukuran, dan biaya. Sekali lagi, Gambar 25 merangkum serangkaian keputusan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Selain globalisasi, masih ada sejumlah faktor lain mempengaruhi keputusan lokasi. Di antaranya, produktivitas tenaga kerja, valuta asing, dan perubahan sikap terhadap industri, serikat kerja, kedekatan dengan pasar, pemasok dan pesaing.

Gambar 25. Pertimbangan Dan Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Lokasi

1. Resiko politik, peraturan, sikap, stabilitas dan rangsangan pemerintah

2. Isu-Isu budaya dan ekonomi 3. Lokasi Pasar

4. Ketersediaan tenaga kerja, sikap, produktifitas dan biaya

5. Ketersediaan pasokan, komunikasi dan energi 6. Tingkat kurs valuta asing dan resiko mata asing 1. Keinginan perusahaan

2. Segi-segi yang menarik dari wilayah itu

3. Ketersediaan tenaga kerja, biaya, sikap terhadap serikat kerja

4. Biaya dan ketersediaan utiliti (keperluan listrik,air dst)

5. Peraturan lingkungan hidup daerah dan nasional 6. Rangsangan dari pemerintah

7. Jarak relatif antara bahan baku dengan konsumen 8. Biaya tanah/ pembangunan fasilitas

1. Ukuran dan biaya lokasi

2. Sistem informasi udara, kereta, laut dan jalan Tol

3. Pembatasan penatapan zona

4. Dekat tidaknya jasa/ pasokan yang dibutuhkan 5. Isu-isu dampak lingkungan

Produktivitas Tenaga Kerja

Berkaitan dengan keputusan lokasi, pertimbangan manajemen mungkin dirangsang oleh rendahnya tingkat upah tenaga kerja di wilayah itu. Meskipun demikian, tidak hanya tingkat upah yang perlu dipertimbangkan, sebagaimana yang diketahui Quality Coils, ketika mereka membuka pabrik di Meksiko. Produktivitas pun harus menjadi bahan pertimbangan.

Sebagaimana telah dibahas di Bab 1, perbedaan produktivitas timbul di berbagai negara. Yang benar-benar menarik manajemen adalah perpaduan antara produktivitas dan tingkat upah. Misalnya, bila Quality Coils mengeluarkan biaya $70 per hari dengan produksi per hari 60 unit, di Connecticut, maka biaya tenaga kerja yang dibayarkan itu lebih sedikit dibandingkan yang dikeluarkan pabrik mereka di Meksiko, di mana biaya tenaga kerjanya adalah $25 per hari dengan produktivitas sebesar 20 unit per hari.

Biaya tenaga kerja per hari

--- = biaya per hari Produktifitas (unit per hari)

Kasus 1 : Pabrik di Connecticut $ 70 biaya upah per hari

--- = $ 1,17 per unit 60 unit diproduksi per hari

Kasus 2 : Pabrik Juarez, Meksiko $ 25 biaya upah per hari

--- = $ 1,25 per unit 20 unit diproduksi per hari

Karyawan yang kurang terlatih, berpendidikan rendah, atau dengan kebiasan bekerja yang buruk bukan merupakan hal yang baik bagi perusahaan, walaupun upah tenaga kerjanya rendah. Demikian pula, karyawan yang tidak dapat atau sering mangkir di tempat kerjanya tidak akan menjadi keputusan yang baik, walaupun upahnya rendah. biaya tenaga kerja per unit terkadang disebut kandungan tenaga kerja dari produk.

Kurs Valuta Asing

Walaupun tingkat suku bunga dan produktivitas mungkin membuat berbagai negara terlihat ekonomis, tingkat kurs valuta asing yang tidak diinginkan dapat menghilangkan penghematan yang telah terjadi. Meskipun demikian, kadangkala perusahaan dapat mengambil keuntungan dari tingkat kurs tertentu yang dianggap baik dengan merelokasi atau mengekspor ke negara asing. Namun, nilai dari mata uang asing di berbagai negara terus-menerus berfluktuasi.

Biaya (Cost)

Biaya lokasi yang dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu biaya yang terlihat dan biaya yang tidak terlihat. Biaya terlihat adalah biaya-biaya yang langsung dapat diidentifikasi dan secara tepat ditentukan jumlahnya. Biaya-biaya ini mencakup biaya tenaga kerja, biaya utiliti, bahan baku, pajak, penyusutan, dan biaya-biaya lain yang dapat diidentifikasi aleh manajemen dan bagian akuntansi. Selain itu, biaya-biaya seperti transportasi bahan baku, transportasi barang jadi, dan pembangunan pabrik merupakan unsur-unsur biaya lokasi keseluruhan.

Biaya tidak terlihat adalah biaya-biaya yang tidak mudah ditentukan angkanya. Biaya-biaya ini mencakup kualitas pendidikan, fasilitas angkutan umum, sikap masyarakat terhadap industri dan terhadap perusahaan itu sendiri, mutu dan sikap karyawan yang akan

dipekerjakan. Termasuk juga, mutu variabel hidup, seperti iklim dan kelompokkelompok olahraga, yang mungkin mempengaruhi proses rekrutmen yang dilakukan oleh bagian personalia.

Sikap

Sikap dari pemerintah pusat, daerah, dan lokal terhadap kepemilikan oleh swasta, penetapan zona, dan polusi serta stabilitas karyawan mungkin akan terus berubah. Sikap pemerintah pada saat keputusan lokasi dibuat mungkin tidak bertahan lama. Terlebih lagi, manajemen mungkin akan menemukan bahwa sikap-sikap demikian ini dapat dipengaruhi oleh kepemimpinan.

Kedekatan dengan pasar, Pemasok dan Pesaing (Clustering)

Bagi banyak perusahaan sangat penting untuk menetapkan lokasi yang dekat dengan konsumen. Khususnya untuk perusahaan jasa seperti toko obat, restoran, kantor pos atau pangkas rambut, kedekatan dengan pesar adalah faktor penetapan lokasi yang utama. Sedangkan perusahaan manufaktur merasa kedekatan lokasi dengan konsumen sangat berguna jika pengiriman produk akhir membutuhkan biaya yang besar.

Perusahaan-perusahaan berlokasi dekat dengan pemasok bahan baku mereka karena beberapa alasan :

1. Bahannya bersifat tak tahan lama 2. Biaya transportasi tinggi

3. Ukuran yang sangat besar dari bahan tersebut.

Sehingga keputusan memilih lokasi yang dekat dengan pemasok adalah sangat tepat. Perusahaan-perusahaan juga suka untuk memilih lokasi yang dekat dengan pesaing. Kecenderungan ini disebut “Clustering” dan sering terjadi manakala ditemuka adanya sumber daya pada suatu negara, misalnya sumber daya alam, sumber daya informasi, SD modal ventura dan SD talenta (keahlian).

Dalam dokumen Kontribusi Manajemen Operasi Terhadap Pe (Halaman 47-49)