METODE PENELITIAN
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesepian
Pada pertanyaan penelitian ketiga mengenai
faktor-faktor yang mempengaruhi kesepian. Menurut Middlebrook (dalam Turnip, 1997) faktor yang mempengaruhi timbulnya kesepian di bagi dua, yaitu faktor psikologis dan faktor situasional dari dua faktor
tersebut dua-duanya mempengaruhi subjek di hasil
penelitian ini. Pada faktor psikologis terdapat adanya kurangnya dukungan dari lingkungan, kurangnya percaya diri, kepribadian yang tidak sesuai dengan lingkungan dan ketakutan menanggung resiko sosial. Pada faktor situasional
terdapat adanya takut dikenal orang lain dan kehidupan di dalam rumah. Jika dilihat dari kedua faktor antara faktor psikologis dan faktor situasional, faktor psikologis yang cukup mendukung mempengaruhi kesepian subjek akan tetapi faktor situasional juga
mendukung untuk mempengaruhi kesepian sehingga subjek merasa kesepian.
Dari faktor psikologis, subfaktor yang pertama kurang adanya dukungan dari lingkungan. Subjek merasa tidak nyaman dan bosan karena terlalu sering di tanya oleh orang sekitar kapan ingin menikah. Menurut Middlebrook (dalam Turnip, 1997) Seseorang bisa mengalami kesepian bila merasa tidak sesuai dengan lingkungannya, sehingga orang tersebut menganggap dirinya diabaikan dan ditolak oleh lingkungan.
Subfaktor yang kedua adalah kurangnya percaya diri. Subjek merasa canggung dalam
situasi ramai dan juga apabila berhadapan dengan orang-orang yang lebih dari subjek sehingga terkadang subjek merasa minder karena takut salah berbicara dengan mereka dan karena subjek merasa sudah tua dan belum menikah Menurut Middlebrook (dalam Turnip, 1997) Kesepian dapat terjadi bila seseorang kurang dapat mengungkapkan diri sepenuhnya dan hanya mampu berhubungan secara formil saja. Kalaupun bisa berhubungan sosial dengan cukup baik, tetap saja merasa kurang dilibatkan.
Subfaktor yang ketiga yaitu kepribadian yang tidak sesuai dengan lingkungan. Subjek merasa dirinya bisa bersosialisasi dengan orang yang lebih tinggi status sosialnya dan juga subjek merasa malu karena dirinya sudah tua tetapi sampai saat ini belum memiliki pekerjaan dan belum menikah. Menurut Middlebrook (dalam Turnip, 1997) Orang-orang yang temperamen tertentu seperti pemalu dan yang tidak mampu
berhubungan sosial akan menarik diri dari lingkungan.
Subfaktor yang keempat yaitu ketakutan menanggung resiko sosial. Subjek merasa takut untuk dekat dengan perempuan karena subjek merasa dirinya tidak muda lagi. Oleh karena itu subjek merasa takut di tolak oleh perempuan. Menurut Middlebrook (dalam Turnip, 1997) Seseorang merasa takut untuk terlalu dekat dengan orang lain, karena khawatir akan ditolak. Kedekatan sosial dilihat sebagai sesuatu yang berbahaya dan penuh resiko
Dari faktor situasional, sub faktor yang pertama yaitu takut di kenal orang lain. Subjek pernah berkenalan dengan perempuan tetapi subjek tidak berani di bawa ke rumah karena subjek takut jika perempuan yang baru di kenalnya mengetahui keadaan subjek yang sebenarnya yang pengangguran dan sudah tua Menurut Middlebrook (dalam Turnip, 1997) Seseorang yang takut dikenal secara mendalam oleh
orang lain akan cenderung menghilangkan kesempatan untuk berhubungan dekat dengan orang lain, sehingga orang tersebut tidak punya teman berbagi rasa.
Subfaktor yang kedua yaitu kehidupan di dalam rumah. Subjek mengatakan jika merasa bosan di rumah biasanya subjek keluar rumah. Karena kesibukan subjek hanya membantu ibunya di rumah seperti membersihkan rumah. Menurut Middlebrook (dalam Turnip, 1997) rutinitas di rumah seperti adanya jam makan, tidur, makan, mandi akan menyebabkan kejenuhan pada pelakunya. Menurut Weiss (dalam Latifa, 2007) kesepian terjadi dimana individu merasa bosan dengan aktivitas sama dan juga jika kurangnya kerabat, teman atau orang-orang dari lingkup yang yang sama.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai kesepian pria usia lanjut yang melajang bahwa :
1. Mengapa subjek melajang yaitu :
Penyebab yang pertama yaitu subjek dalam menjalin hubungan dengan wanita selalu tidak disetujui oleh ibunya dengan alasan perilakunya kurang bagus. Penyebab yang kedua yaitu subjek tidak mempunyai pekerjaan, dalam hal ini subjek mengatakan bahwa dirinya putus dengan pacarnya karena menyerah pada keadaan karena dirinya sampai saat ini belum memiliki pekerjaan. Penyebab yang ketiga yaitu masalah kesehatan, menurut subjek penyebab dirinya tidak bekerja karena subjek sakit selama sepuluh tahun.
2. Bagaimana gambaran kesepian subjek yang melajang yaitu :
Berdasarkan hasil penelitian kesepian subjek terdapat beberapa gambaran yang menggambarkan kesepian subjek.
Gambaran-gambaran ini memperlihatkan bahwa sikap dan
perilaku subjek menunjukkan kesepian.
Gambaran yang pertama kesepian perilaku, terdapat dua subtema yang muncul yaitu, pertama tidak memiliki teman dekat atau sahabat, di mana dulunya subjek memiliki teman dekat atau sahabat, namun sekarang mereka sudah pindah karena mereka sudah memiliki keluarga. Subtema yang kedua merasa sendiri, subjek saat ini belum memiliki pasangan yang bisa subjek berkeluh kesah atau apapun sebagai pengganti sahabat subjek. Walaupun di lingkungan rumah, subjek memiliki teman atau keluarga
Gambaran yang kedua kesepian kognitif, terdapat dua subtema yang muncul yaitu, pertama tidak ada teman untuk berbagi cerita, di mana subjek hanya sesekali saja bercerita atau jika bertemu antara subjek dengan sahabat subjek. Di samping itu subjek merasa malu jika ingin bercerita
dengan ibu subjek dengan saudara-saudara subjek. Subtema yang kedua yaitu merasa tidak cocok untuk bergaul dengan orang lain, di mana subjek terkadang tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh orang yang usianya lebih muda dari subjek, karena subjek merasa dirinya sudah tua dan berbeda jaman.
Gambaran ketiga kesepian emosional, terdapat dua subtema yang muncul yaitu, pertama merasa sedih tidak memiliki pasangan, di mana subjek merasa sedih karena sampai saat ini belum menemukan pasangan yang seharusnya seusia subjek sudahmenikah. Subtema yang kedua yaitu merasa tidak ada satu pun orang yang memahaminya, di mana subjek merasa tidak ada yang mengerti dirinya dan subjek merasa capek jika ditanya kapan mau menikah.
3. Faktor-faktor yang
mempengaruhi kesepian subjek yang melajang yaitu :
Dari hasil penelitian terdapat dua faktor yang mempengaruhi kesepian subjek diantaranya faktor psikologis dan faktor situasional. Pada faktor psikologis terdapat empat subfaktor yang muncul yaitu yang pertama kurang adanya dukungan dari lingkungan, di mana Subjek mengatakan pada awalnya dirinya biasa saja dengan apa yang dikatakan oleh orang-orang sekitar tentang kapan subjek menikah. Namun, karena terlalu sering ditanya subjek merasa bosan dan tidak nyaman ketika ditanya oleh orang di sekitar. Sehingga subjek berpikir tidak ada yang mengerti dirinya .
Subfaktor yang kedua yaitu kurangnya percaya diri, di mana subjek merasa canggung dalam situasi ramai dan juga apabila berhadapan dengan orang yang lebih dari subjek sehingga terkadang subjek merasa minder karena takut salah berbicara
dengan mereka dan karena subjek merasa sudah tua dan belum menikah. Subfaktor yang ketiga yaitu kepribadian yang tidak sesuai dengan lingkungan, di mana subjek merasa dirinya tidak bisa bersosialisasi dengan orang yang lebih tinggi status sosialnya dan juga merasa malu karena dirinya sudah tua tetapi sampai saat ini belum menikah dan tidak mempunyai pekerjaan. Subfaktor yang keempat yaitu ketakutan menanggung resiko sosial, di mana subjek merasa takut untuk dekat dengan perempuan karena subjek merasa dirinya tidak muda lagi. Oleh karena itu subjek merasa takut di tolak oleh perempuan.
Pada faktor situasional terdapat dua subfaktor yang muncul yaitu yang pertama takut di kenal orang lain, di mana subjek pernah berkenalan dengan perempuan tetapi subjek tidak berani ke rumah karena subjek takut perempuan yang baru di kenalnya mengetahui keadaan subjek yang sebenarnya.
Subfaktor yang kedua yaitu kehidupan di dalam rumah, di mana subjek biasanya keluar rumah jika merasa bosan, karena kesibukan subjek sehari-hari hanya membantu ibunya di rumah seperti membersihkan rumah.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut :
1. Untuk Subjek
a. Subjek disarankan untuk lebih membuka diri dalam bergaul dengan orang lain dengan melibatkan diri pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan keterampilan subjek. b. Subjek juga disarankan agar
berpikir secara positif sehingga tidak menutup diri dalam bergaul dengan orang lain dan bertindak dengan langkah-langkah positif agar dapat bangkit dari rasa kesepian.
2. Untuk keluarga diharapkan dapat memberikan dukungan sosial kepada subjek agar subjek dapat
membangun dirinya agar bertindak dengan langkah-langkah positif.
3. Untuk peneliti selanjutnya
Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan melihat faktor-faktor lain yang mempengaruhi kesepian pada usia lanjut dan lebih mendalam lagi. Selain itu juga dapat meneliti dari sudut pandang yang berbeda misalnya dengan melihat dukungan sosial pada usia lanjut khususnya pada pria serta penyebab lain yang menyebabkan kesepian pada usia lanjut. Sehingga dapat dilihat perbedaan kesepian yang dialami dari sudut pandang yang berbeda.