• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

E. Instrumen dan Pengembangannya

Instrumen penelitan adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner/angket yaitu angket kreativitas dan angket konsep diri.

Dalam penelitian ini ada dua variabel, yaitu variabel kreativitas sebagai variabel bebas (X) dan variabel konsep diri sebagai variabel terikat (Y). Untuk mendapatkan data mengenai kreativitas dan konsep diri siswa dibuatlah dua angket. Angket kreativitas dan konsep diri siswa menggunakan skala Likert. Siregar (2013) menjelaskan skala likert adalah skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, persepsi, seseorang tentang suatu objek atau fenomena tertentu.

Penyusunan instrumen (angket) penelitian kreativitas dan konsep diri dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu:

a. Melakukan kajian literatur untuk mengkaji konsep-konsep atau variabel kreativitas dan konsep diri siswa.

b. Menyusun kisi-kisi instrumen berdasarkan kajian teori yang digunakan, mulai dari menjabarkan variabel sampai pada rumusan item-item pernyataan yang mengungkapkan gambaran mengenai kreativitas dan konsep diri siswa.

c. Menyusun item pernyataan berdasarkan sub variabel kreativitas dan konsep diri siswa.

d. Menyusun petunjuk pengisian instrumen penelitian. Hal ini bertujuan untuk memudahkan responden dalam memahami apa yang dikehendaki oleh instrumen dan menghindari kesalahan dalam mengumpulkan data yang dilakukan.

e. Menelaah kesesuaian antara pernyataan instrumen dengan kisi-kisi instrumen. Hal ini bertujuan mengetahui apakah item-item yang dikembangkan sudah mewakili setiap indikator yang dibutuhkan.

f. Melakukan judge (penimbangan) oleh dua orang dosen ahli yaitu Drs.

Asmidir Ilyas, M.Pd., Kons dan Verlanda Yuca S.Pd., M.Pd., Kons yang bertujuan untuk mengetahui apakah instrumen telah dapat mengungkapkan tekanan kreativitas dengan konsep diri siswa.

Berdasarkan hasil judge atau penimbangan instrumen terdapat hasil perubahan berupa penambahan dan pengurangan bahasa, isi, konstruk pada kalimat dari pernyataan dalam instrumen.

g. Angket kreativitas dan angket konsep diri siswa kemudian diperbaiki sesuai dengan saran dan masukan dari tiga orang dosen yang melakukan judge dan masukan dari dosen pembimbing.

h. Selanjutnya, dilakukan uji validitas terhadap 35 orang siswa yang berasal dari beberapa SMP di kota Padang. Uji validitas berkenaan dengan ketepatan alat ukur terhadap konsep yang diukur sehingga benar-benar mengukur apa yang seharuskan diukur.

i. Setelah dilakukan uji validitas, instrumen diperbaiki sesuai dengan hasil uji coba atas saran dosen pembimbing.

j. Mengadministrasikan instrumen kepada sampel penelitian.

Instrumen yang digunakan untuk mengetahui kreativitas dan konsep diri disusun berdasarkan indikator-indikator yang dikandung di dalam definisi operasional, variabel berdasarkan pengertian kreativitas dan konsep diri dapat dilihat pada kisi-kisi instrumen dalam tabel berikut ini:

Tabel 3. Kisi-kisi Instrumen

Variabel Sub Variabel Indikator

Konsep Diri

1. Pengetahuan diri

a. Pandangan dalam peran yang dipegang

b. Pandangan tentang watak dan kepribadian c. Pandangan tentang

karakteristik diri 2. Pengharapan

diri

a. Dambaan

b. Harapan dan Keinginan 3. Penilaian diri a. Kemampuan untuk

menerima keadaan diri b. Kemampuan untuk

menghargai diri sendiri

Kreativitas

1. Kelancaran berpikir (fluency of thinking)

a. Menemukan banyak kemungkinan alternatif

jawaban dan

penyelesaian masalah b. Menghasilkan banyak

ide secara cepat 2. Keluwesan

berpikir (flexibility)

a. Meninggalkan cara berpikir lama dan mengganti dengan cara berpikir yang baru b. Mengungkapkan

sejumlah ide, gagasan, jawaban, dan pertanyaan yang bervariasi

3. Elaborasi (elaboration)

a. Memecahkan masalah dengan langkah-langkah yang terperinci

b. Mengembangkan suatu gagasan

c. Memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap suatu masalah

4. Originalitas (originality)

a. Mempunyai kemauan yang keras untuk menyelesaikan tugas b. Mencetuskan gagasan

yang unik dan berbeda dengan yang lain

2. Validitas dan Reabilitas Instrumen a. Validitas

Validitas atau kesalahan adalah menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin kita ukur (Siregar, 2013). Adapun agar tercapai validitas instrumen (validitas isi dan validitas konstruk) menurut Grounlund (Nirwana, 2005) ada beberapa yang harus dilakukan, yaitu:

1) Mengidentifikasi topik pokok dan tingkah laku yang akan diukur.

2) Membuat tabel spesifikasi yang akan merinci setiap butir pernyataan yang akan digunakan.

3) Membuat instrumen yang sesuai tabel spesifikasi.

b. Reabilitas

Reabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila yang dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula.

Reabilitas alat ukur dalam penelitian ini dapat diuji dengan menganalisis konsisten butir-butir yang ada pada instrumen penelitian, yaitu dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus Alpha Crobach, yaitu sebagai berikut:

Keterangan:

= koefisien realibitas instrumen k = banyaknya butir pertanyaan

= jumlah varian butir

= varian total antara 0.08 sampai dengan 0,1 = sangat tinggi (Usman, 2003)

Menurut Siregar (2013) instrumen penelitian dikatakan reliable dengan menggunakan teknik ini, bila koefisien reabilitasnya ( ) > 0,6. Untuk mendapatkan hasil analisis yang tepat dan akurat serta menghindari kemungkinan resiko kesalahan yang tinggi dengan perhitungan manual, maka dalam hal ini pengolahan data ini peneliti menggunakan bantuan komputer.

Variabel kreativitas berbentuk lima pilihan jawaban yaitu: selalu (SL) dengan tingkat kesesuaian 81-100%, sering (SR) dengan tingkat kesesuaian 61-80%, kadang-kadang (KD) dengan tingkat kesesuaian 41-60%, jarang (JR) dengan tingkat kesesuaian 21-40%, dan tidak pernah (TP) dengan tingkat kesesuaian 0-20% (Riduwan, 2012). Setiap item instrumen mempunyai pernyataan favorable dan unfavorable.

Tabel 4. Penskoran Kreativitas

Alternatif Jawaban Pernyataan

Favorable (+) Unfavorable (-)

Selalu (SL) 5 1

Sering (SR) 4 2

Kadang-kadang (KD) 3 3

Jarang (J) 2 4

Tidak Pernah (TP) 1 5

Variabel konsep diri juga berbentuk lima pilihan jawaban yaitu:

sangat setuju (SS) dengan tingkat kesesuaian 81-100%, setuju (S) dengan tingkat kesesuaian 61-80%, cukup setuju (CS) dengan tingkat kesesuaian 41-60%, tidak setuju (TS) dengan tingkat kesesuaian 21-40%, dan sangat tidak setuju (STS) dengan tingkat kesesuaian 0-20% (Riduwan, 2012).

Setiap item instrumen mempunyai pernyataan favorable dan unfavorable.

Tabel 5. Penskoran Konsep Diri

Alternatif Jawaban Pernyataan

Favorable (+) Unfavorable (-)

Sangat Setuju (SS) 5 1

Setuju (S) 4 2

Cukup Setuju (CS) 3 3

Tidak Setuju (TS) 2 4

Sangat Tidak Setuju (STS) 1 5

3. Uji Normalitas dan Linearitas

Pengujian hipotesis pada penelitian ini direncanakan dengan menggunakan rumus statistik parametrik, yaitu teknik analisis data Pearson Product Moment Correlation. Oleh karena itu, uji normalitas dan uji linearitas perlu dilakukan pada penelitian ini.

a. Uji Normalitas

Tujuan pengujian normalitas adalah untuk mengetahui apakah data berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

Keadaan sampling yang normal penting karena merupakan persyaratan penggunaan statistik untuk pengujian hipotesis.

Uji normalitas data dalam penelitian ini menggunakan uji Smirnov yaitu membandingkan Sig. Sirnov dengan taraf signifikansi 0,05. Jika Sig. Kolmogorov-Sirnov ≥ 0,05, maka data berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

Tabel 6. Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 223

Normal Parametersa,b Mean 0E-7

Std. Deviation 12.11562292 Most Extreme Differences

Absolute .034

Positive .034

Negative -.029

Kolmogorov-Smirnov Z .510

Asymp. Sig. (2-tailed) .957

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Pada tabel tersebut dapat diketahui uji normalitas yang telah dilakukan memiliki nilai signifikansi 0,957, ini berarti bahwa nilai sig > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Data dalam penelitian ini memiliki varian yang sama, maka layak digunakan.

b. Uji Linearitas Data

Uji linearitas dilakukan untuk melihat apakah data variabel kreativitas (X) cenderung membentuk garis linier terhadap variabel konsep diri (Y). Uji linearitas ini menggunakan SPSS 20.0 dengan melihat nilai Deviation from Linearity. Jika nilai Deviation from Linearity lebih besar dari signifikansi 0,05, maka variabel berhubungan linear.

Berdasarkan hasil perhitungan uji linearitas variabel kreativitas (X) terhadap variabel konsep diri (Y), diperoleh nilai deviation from Linearity sebesar 0,184. Angka 0,184 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05, jadi dapat diartikan bahwa variabel berhubungan linear.

Dokumen terkait