• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. KREATIFITAS

5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kreatifitas

Faktor inteligensia adalah faktor yang stabil, sulit dipengaruhi dari luar karena merupakan faktor bawaan (genetik). Sementara, kreatifitas dan motivasi merupakan faktor yang dapat dipengaruhi dari luar (lingkungan).

Kita tidak bisa menciptakan, mempercepat, maupun mengabaikan tahapan kesiapan anak di dalam proses tumbuh kembang. Karena semua itu merupakan suatu keunikan individu. Tentu boleh menetapkan harapan pada seorang anak, namun tetap harus melihat tahapan perkembangan berdasarkan range usia, kondisi anak, dan tahapan pertumbuhannya.

kita perlu selalu mempertimbangkan kepentingan anak, menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan anak, serta mengkaji dampak positif maupun negatif bagi kelangsungan hidup mereka di masa depan. Dengan demikian, anak pun dapat menikmati proses tumbuh kembangnya dengan baik, karena

41Munandar, Utami.Pengembangan Kreatifitas Anak berbakat (Jakarta: Rineka Cipta, 1999), hal 35

tak lagi merasa terbebani dengan "lomba balap" yang kerap diciptakan orang tua maupun lingkungannya.

b. Faktor Kognitif atau Kecerdasan Emosi

Bekerja dengan Kecerdasan Emosi, bekerja yang dilandasi cinta dan dapat memahami orang lain akan lebih produktif dibanding dengan bekerja mengejar produktivitas tanpa dilandasi cinta dan memahami orang lain.

Dengan demikian keberhasilan kerja seseorang tidak ditunjang oleh kemampuan intelektualnya semata, melainkan juga didukung oleh kemampuan penyesuaian emosi dalam berhubungan dengan orang lain.

Kecerdasan kognitif dianggap sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan seseorang dalam segala bidang. Namun, setelah beberapa saat, terbukti bahwa kecerdasan kognitif semata kurang mengembangkan kualitas kehidupan.

Kecerdasan Kognitif setiap manusia memiliki potensi untuk berkembang. Salah satunya berkembang dalam hal intelektualnya.

Kecerdasan kognitif seseorang bisa dipengaruhi oleh faktor genetika, yang dapat diwariskan. Dalam perkembangannya kecerdasan kognitif seseorang dapat diukur melalui serangkaian alat-alat tes psikologi yang telah teruji keakuratannya. Penggunaan tes psikologi secara benar dan akurat akan menghasilkan skor mentah. Kemudian skor tersebut dikonversikan ke dalam tabel skor standar. Hasil akhir itulah yang kemudian disebut sebagai Intelligence Quotient (IQ), sehingga dapat dikatakan bahwa ada angka

kriteria tertentu yang menggolongkan seseorang masuk ke golongan cerdas, rata-rata, atau di bawah rata-rata.

Bahwasanya individu yang memiliki kecerdasan emosional biasa-nya memiliki motivasi intrinsik yang baik karena ia mampu mengatur sendiri kegiatannya, mengenal tujuan dan manfaat apa yang dikerjakannya.

Sehingga dalam bekerja tidak perlu disuruh karena ia sudah dapat menetapkan jadwalnya dan menciptakan kesenangan dalam bekerja. Selain itu, ia juga memiliki konsentrasi yang baik, adanya minat dalam mengerjakan sesuatu serta kreatif dan bisa memanfaatkan prestasinya dengan baik karena didukung oleh motivasi yang baik dari dalam diri.

Sehingga akan tercipta kreatifitas yang baik

Umumnya kecerdasan kognitif seseorang akan bertambah sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan dari lingkungan.

Berbeda dengan kecerdasan kognitif, kecerdasan emosional dipengaruhi oleh faktor pola asuh yang diterapkan dalam keluarga.42

Dengan keterangan diatas bahwasannya kreatifitas seseorang sangat berpengaruh pada kecerdasan emosi, begitu juga dengan kecerdasan kognitif, yang mana keinginan seseorang untuk mencapai kesuksesan akan terwujud bila pola asuh orang tua itu dapat mengembangkan potensi dengan baik dan adanya motivasi baik keluarga maupun lingkungan.

42 Suharnan. Pengaruh Pelatihan Imajeri Dan Penalaran Terhadap Kreatifitas. (Jombang:

Indonesian Psychological Journal, 2000) hal 4-9

c. Faktor Kepribadian

Sering kita mendengar istilah kepribadian dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu merupakan kualitas atau fakta dari keadaan diri serta watak seseorang 43. Perkembangan kepribadian mencakup semua aspek seseorang.

Seperti aspek perkembangan fisik, mental, moral, sosial, dan juga motorik seseorang. Maka kepribadian merupakan kesatuan dalam aspek-aspek jiwa dan badaniah, yang menyebabkan adanya kesatuan tingkah laku dan tindakan seseorang.

Proses perkembangan kepribadian anak itu dipengaruhi beberapa faktor, ialah faktor yang terdapat dalam diri anak itu sendiri dan pengaruh yang berasal dari lingkungan.

Peranan keluarga terutama seorang ibu di dalam rumah tangga untuk membentuk kepribadian anak tidak dapat dibantah lagi, sebab ibu adalah orang yang pertama dan mempunyai banyak untuk berhubungan dengan seorang anak, juga ikatan batin itu dan anak sudah ada sebelum anak itu lahir.44

Secara umum menurut Guilford faktor-faktor yang mempengaruhi kreatifitas, diantaranya : 45

a. Kepekan problem (Problem Sensitivity) yaitu kemampuan untuk mengetahui adanya sesuatu problem.

43 Siahaan, Henry N, Peran Ibu Bapak Mendidik Anak.( Bandung: Angkasa, 1986) hal 10

44 Ibid, hal 11

45 Winardi, Kreatifitas dan Teknik-teknik Pemikiran Kreatif dalam Bidang Manajemen (Bandung::

PT. Citra Aditya Bakti, 1991), Hlm. 93-94

b. Kelancaran ide (Ide Fluency) yaitu kemampuan untuk menghasilkan ide-ide atau pilihan-pilihan alternatif dalam jumlah besar.

c. Fleksibilitas (Flexibility) merupakan faktor-faktor penting pula.

Orang-orang yang kreatif cendrung luar biasa adaptif (mampu menyesuaikan diri mereka) dalam pendekatan mereka terhadap preblem tertentu.

d. Orisinalitas (Originalityt). Seseorang yang kreatif, tidak saja menghasilkan sejumlah besar ide atau pilihan-pilihan alternatif tetapi ia juga mampu menghasilkan ide-ide yang baru.

Berkembangnya kreatifitas dipengaruhi oleh pola asuh orang tua serta lingkungan tempat tinggalnya dan pengalaman yang diperoleh sepanjang hidupnya. Dengan demikian Bakat kreatif dimiliki oleh setiap individu walaupun dalam porsi yang berbeda. Dalam penulisan ini akan dibahas tiga faktor yang dianggap sangat berpengaruh terhadap Tingkat Kreatifitas, yaitu jenis kelamin, inteligensi serta lingkungan yang memungkinkan Tingkat Kreatifitas.

a. Jenis Kelamin

Anak laki-laki menunjukkan kreatifitas yang lebih besar dari anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak. Hal ini di sebabkan oleh perbedaan perlakuan terhadap anak laki-laki dan anak perempuan. Anak laki-laki lebih diberi kesempatan untuk mandiri, juga didesak oleh teman sebayanya untuk lebih mengambil

resiko. Dan di dorong oleh para orang tua dan guru untuk lebih menunjukkan inisiatif dan orisinalitas.

Dari uraian diatas terlihat belum adanya kesesuian pendapat mengenai hubungan antara jenis kelamin dengan kreatifitas. Oleh karena itu dalam penelitian ini tidak dibahas perbedaan kreatifitas pada siswa laki atau perempuan. Kreatifitas yang ada pada siswa laki-laki dan perempuan dianggap sama.

b. Inteligensi

Hakekat inteligensi adalah kemampuan dan kecakapan dalam memecahkan masalah serta penyesuian diri dengan lingkungan.

Menurut Meuman (dalam Wyatt dikutip Sudarmanto (1968)) intelgensi adalah kemampuan untuk berpikir bebas dan kreatif.46

c. Lingkungan

Belajar kreatif dapat dilakukan dengan mengubah cara berpikir dan berperasaan serta mengerjakan sesuatu melalui proses banyak bertanya (inquiry) dan penjelajahan (eksplorasi). Hal ini membuat orang mencari hubungan-hubungan dan implikasi-implikasi serta meningkatkan daya imajinasi sampai kepada penilaian sesuatu.

Mulyono Gandadiputra (1982). Proses seperti ini dapat dilakukan dengan cara melakukan interaksi yang terus menerus antara individu dengan lingkungan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi kreatif tidak akan dapat muncul secara optimal tanpa bantuan yang

46 Ibid., Hlm. 28

diberikan oleh lingkungan uyang memacu anak sejak awal. Pendidikan serta sikap yang tepat dapat dipakai oleh guru untuk lebih mengenal;

perasaan siswa. Guru dan orang tua sangat berpengaruh terhadap Tingkat Kreatifitas siswa (Munandar, 1977).47

Sedangkan menurut Charles S. Whaiting menyatakan bahwa masih ada faktor-faktor lain yang perlu pula ditekankan disini yaitu:

a. Ketidakpuasan konstruktif (Constructive Discontent)

b. Observasi, maksudnya kewaspadan terhadap lingkungan juga merupakan ciri yang banyak ditonjolkan orang.

c. Kemampuan untuk melakukan kombinasi (Facility Atcombination) yaitu kemampuan untuk mengkombinasikan dan merekombinasi Informasi dengan aneka macam cara.

Berkembangnya kreatifitas dipengaruhi oleh interaksi antara individu dengan lingkungan tempat tinggalnya serta pengalaman yang diperoleh sepanjang hidupnya. Bakat kreatif dimiliki oleh setiap individu walaupun dalam porsi yang berbeda. Dalam penulisan ini akan dibahas tiga faktor yang dianggap sangat berpengaruh terhadap Tingkat Kreatifitas, yaitu jenis kelamin, inteligensi serta lingkungan yang memungkinkan Tingkat Kreatifitas.

Adapun menurut Sulaiman, faktor-faktor yang menghambat kreatifitas siswa adalah :48

47 Ibid.,Hlm. 30

48 Sulaiman Sahlan, Multi Dimensi Sumber Kreatifitas Manusia (Bandung: Sinar Baru, 1988), Hlm. 52-55

a. Rasa putus asa;

b. Keinginan untuk menyesuaikan diri sulit;

c. Rasa malu dapat mematikan ide-ide yang ada;

d. Ketakutan dan kelihatan tolol;

e. Kebiasaan yang menghambat pemecahan masalah yang tidak pernah dipadukan.

Dokumen terkait