• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORITIS

2.3 Minat Baca

2.3.5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Baca

2.3.5.1 Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi minat baca

Menurut Mudjito (1994: 87) Faktor-faktor internal yang mempengaruhi pembinaan minat baca di dalam perpustakaan, antara lain meliputi:

a. Kurangnya tenaga pengelola perpustakaan b. Kurangnya dana pembinaan minat baca c. Terbatasnya bahan pustaka

d. Kurang bervariasinya jenis layanan perpustakaan e. Terbatasnya ruangan perpustakaan

f. Terbatasnya perabot dan peralatan perpustakaan g. Kurang sentralnya lokasi perpustakaan

h. Kurangnya promosi/pemasyarakatan perpustakaan

Dan faktor-faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berada di luar perpustakan, namun mempengaruhi pembinan minat baca yang menjadi salah satu tugas dan tanggung jawab perpustakaan. Faktor-faktor eksternal tersebut antara lain:

a. Kurangnya partisipasi pihak-pihak yang terkait dengan pembinaan minat baca.

b. Kurang terbinanya jaringan kerjasama pembinaan minat baca antar perpustakaan.

c. Sektor swasta belum banyak menunjang pembinaan minat baca. d. Belum semua penerbit berpartisipasi dalam pembinaan minat baca. e. Belum semua penulis berpartisipasi dalam pembinaan minat baca.

2.3.5.2 Faktor Pendukung Minat Baca

Menurut pendapat S. Sutarno (2006: 29) menyatakan faktor yang mampu mendorong bangkitnya minat membaca masyarakat adalah:

1. Rasa ingin tahu yang tinggi atas fakta, teori, prinsip, pengetahuan, dan informasi.

2. Keadaan lingkungan fisik yang memadai, dalam arti tersedianya bahan bacaan yang menarik, berkualitas, dan beragam.

3. Keadaan lingkungan sosial yang lebih kondusif, maksudnya adanya iklim yang selalu dimanfaatkan dalam waktu tertentu untuk membaca. 4. Rasa haus informasi, rasa ingin tahu, terutama yang aktual.

5. Berprinsip hidup bahwa membaca merupakan kebutuhan rohani.

Sedangkan menurut Mudjito (1994:99) Faktor pendukung minat baca adalah sebagai berikut:

a. Adanya lembaga-lembaga pendidikan dari tingkat dasar sampai dengan tingkat tinggi tempat membina dan mengembangkan minat baca anak didik secara berhasil guna.

b. Adanya berbagai jenis perpustakaan di setiap kota dan wilayah di Indonesia yang memiliki kemungkinan utnuk dikembangkan dalam hal jumalah dan mutu perpustakaan, koleksi, dan sistem pelayanannya. c. Adanya lembaga-lembaga media masa yang senantiasa ikut

mendorong minat baca dari berbagai lapisan masyarakat melalui penerbitan surat kabar dan majalah.

d. Adanya penerbitan yang memiliki semangat pengabdian dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan menerbitkan buku-buku yang bermutu baik dari segi isi, bahasa, maupun teknik penyajian. e. Adanya penulis atau pengarang yang memiliki daya cipta, idealisme,

dan kemampuan menyampaikan pengalaman atau gagasan ntuk kemajuan dan kesejahtraan masyarakat.

f. Adanya kebijaksanaan pemerintah yang secara langsung atau tidak langsung mendorong atau merangsang pertubuhan dan pengembangan minat baca masyarakat.

g. Adanya usaha-usaha perseorangan, organisasi, dan lembaga, baik pemerintah maupun swasta yang memiliki prakarsa untuk berperan serta melakukan kegiatan yang berkaitan dengan dengan minat baca masyarakat.

Faktor yang mempengaruhi berkembangnya minat baca di kalangan mahasiswa menurut Campbell (1996: 10) adalah sebagai berikut:

Pertama-tama (dan barangkali yang terpenting), terlihatnya

mahasiswa dan dosen dalam mengembangkan semangat “kecinta-huan ilmiah” (scientific curiosity), yaitu tertarik dan ingin mengetahui lebih banyak tentang bidang yang mereka pelajari. Kedua, untuk mahasiswa, mengembangkan kebiasaan membaca berarti mengenal sumber informasi yang tersedia di bidang Anda. Ketiga, apabila telah

mengetahui apa yang tersedia, Anda harus menggunakannya! Jadikan pembaca teratur. Keempat, adalah mengembangkan keterampilan belajar (study skills)yang baik yang berhubungan dengan membaca.

• Mengalokasikan waktu untuk membaca

• Cari tempat yang nyaman untuk membaca

• Membaca dengan selektif

• Mengumpulkan materi yang relevan dan menarik

• Menulis ringkasan bacaan penting

• Mendiskusikan bacaan denagan teman

Kelima, dalam hal mengembangkan kebiasaan membaca adalah

meningkatkan paling tidak keterampilan dasar untuk membaca satu atau lebih bacaan dalam bahasa asing. Hal-hal khusus untuk membaca bahasa asing:

• Cari materi dalam bidang yang Anda telah kenal

• Membaca dengan selektif

• Hindari penggunaan kamus yang berlebihan

• Gunakan peralatan audio visual

• Bacalah bacaan fiksi atau non fiksi ringan.

Faktor yang mempengaruhi berkembangnya minat baca di kalangan dosen menurut Campbell (1996: 18) adalah sebagai berikut:

Saya yakin bahwa peran dosen dalam hal mendukung mahasiswa untuk meningkatkan kebiasaan membaca sangat menentukan, dan apa yang dosen tugaskan pada mahasiswa dalam mata kuliah mereka dapat mengubah pendekatan mahasiswanya pada belajar dan membaca.

Pada awal semester, sebaiknya mereka dibagikan suatu daftar bacaan yang panjang, dengan bacaan baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Sistem yang paling efektif adalah dengan memberikan nilai untuk tugas- tugas yang dapat dikerjakan hanya dengan membaca. Mintalah perpustakaan membeli sejumlah buku lain dalam “reserve list” untuk masa peminjaman terbatas. Para dosen harus menyuruh mahasiswa mereka untuk mengunjungi perpustakaan secara teratur, dan cara terbaik adalah dengan memberikan teladan. Jadikanlah membaca sebagai kegiatan bersama pada waktu-waktu tertentu, misalnya dengan membaca keras- keras pada seluruh anggota keluarga.

Dari pernyataan di atas dapat terlihat dengan jelas bahwa rasa ingin tahu yang tinggi, keadaan lingkungan fisik yang memadai, keadaan lingkungan sosial yang lebih kondusif, perhatian pemerintah, dosen dan pustakawan akan kegiatan pembinaan minat baca dapat terpelihara melalui sikap, jika dalam diri tertanam komitmen membaca maka keuntungan yang diperoleh adalah menambah keuntungan ilmu pengetahuan, wawasan / pengalaman dan kearifan pembaca itu sendiri.

2.3.5.3 Faktor Penghambat Minat Baca

Masalah minat baca perlu dilihat secara menyeluruh. Masalah minat baca ini tidak dapat berdiri sendiri, banyak faktor yang mempengaruhinya. Pendapat tersebut dinyatakan oleh Bunata dalam Saleh (2006:45) yaitu sebagai berikut :

1. Faktor lingkungan keluarga dalam hal ini misalnya kebiasaan membaca keluarga di lingkungan rumah.

2. Faktor pendidikan dan kurikulum sekolah dan perguruan tinggi yang kurang kondusif.

3. Faktor infrastruktur dalam masyrakat yang kurang mendukung peningkatan minat baca masyarakat.

4. Serta faktor keberadaan dan keterjangkauan bahan bacaaan.

Campbell (1996: 2) menjelaskan alasan minat baca belum berkembang di Indonesia:

Pertama, budaya lisan berakar sangat kuat disisni. Cerita rakyat dan hikayat raja dituraunkan secara lisan oleh orang tua-tua dari suatu keluarga kepada anak-anak dan kemudian cerita ini diturunkan lagi kepada generasi muda berikutnya yang akhirnya kepada anak-ana mereka. Kedua, saat ini sedang populer kegiatan menonton televisi. Ketiga dan merupakan faktor yang berhubungan dengan minat baca diantara mahasiswa adalah kurangnya buku-buku, jurnal di perpustakaan universitas. Keempat, juga berhubungan dengan situasi di universitas dan sistem pendidikan.

Menurut Leonhardt dalam Saleh (2006: 46) menguraikan faktor-faktor yang menghambat peningkatan minat baca dalam masyarakat dewasa ini adalah:

1. Langkanya keberadaan buku-buku yang menarik terbitan dalam negeri. 2. Semakin jarangnya bimbingan orang tua yang suka mendongeng

sebelum tidur bagi anak-anak.

3. Pengaruh televisi yang bukannya mendorong anak-anak untuk membaca, tetapi lebih betah menonton acara-acara televisi.

4. Harga buku yang semakin tidak terjangkau oleh kebanyakan anggota masyarakat.

5. Kurang tersedianya taman-taman bacaan yang gratis dengan koleksi buku yang lengkap dan menarik.

Sedangkan menurut Purnomo (1999: 12) menyatakan:

“Rendahnya minat baca dikalangan siswa banyak disebabkan oleh kurang lengkapnya fasilitas perpustakaan, lemahnya sistem pengajaran tentang literatur atau bacaan, dan kurangnya waktu untuk membaca. Disamping itu, belajar membaca harus dibina sejak kanak-kanak hingga dewasa. Program pembinaan ini perlu dilakukan secara berkelanjutan, dari tingkat dasar sampai dengan tingkat lanjut”.

Pendapat lain dari Wahyanto (2008) penyebab budaya membaca kita rendah adalah sebagai berikut:

1. Akses masyarakat terhadap buku dan bahan bacaan masih sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh mahalnya buku dan bahan bacaan yang beredar di negara kita. Mahalnya harga buku ini salah satunya disebabkan oleh regulasi perbukuan di Indonesia yang kurang berpihak kepada masyarakat. Penerbit masih dibebani pajak kertas, pajak pertambahan nilai dan lain-lain yang menyebabkan harga jualnya semakin tinggi.

2. Minimnya sarana dan prasarana seperti perpustakaan yang layak dan memadai. Pada tingkat kabupaten sebenarnya terdapat perpustakaan daerah, tetapi pada umumnya keberpihakan pemerintah daerah di Indonesia terhadap pemberdayaan perpustakaan masih sangat rendah yang salah satunya disebabkan oleh minimnya dana atau anggaran. Sebagai akibatnya, koleksi perpustakaan sangat terbatas dan tidak menarik lagi. Untuk membudayakan budaya membaca sampai pelosok desapun kita terkendala kurangnya perpustakaan sampai tingkat desa. Kalaupun ada juga kurang layak dan tidak memadai.

3. Kurangnya motivasi membaca baik di kalangan keluarga maupun sekolah. Membaca menjadi alergi dan merupakan kegiatan yang membosankan dibanding dengan kegiatan menonton televisi. Kita kadang eneg duluan melihat buku atau koran yang sedemikian tebal. Kita merasa tidak mampu membaca buku tersebut secara keseluruhan. Terlalu berlebihan memvonis bahwa masyarakat Indonesia berbudaya baca rendah tanpa melihat realitas kehidupan masyarakat serta implementasi kebijakan pemerintah yang telah digariskan. Membaca merupakan keharusan untuk membentuk masyarakat belajar (learning society). Namun, seberapa besarkah niat dan kesungguhan pemerintah sebagai pemegang kebijakan untuk mewujudkan masyarakat pembaca? Kebijakan yang semu akan menyebabkan semakin merosotnya kualitas bangsa. Apalagi sikap apatis dari sebagian masyarakat terhadap budaya ke arah masyarakat pembaca ini, perlu dirombak secara bertahap dan berkesinambungan. Untuk itu, harus ada rencana dan strategi jelas, tegas dan matang yang harus dipersiapkan pemerintah dengan melibatkan segenap komponen.

Dari pendapat ahli di atas penulis menarik kesimpulan, banyak hal yang harus di benahi secara perlahan demi meningkatkan minat baca mahasiswa baik dari pihak keluarga, lingkungan, perguruan tinggi, staf pengajar, perpustakan, penerbit buku dan mahasiswa sendiri. Dengan demikian pihak-pihak tersebut

dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk meningkatkan minat baca mahasiswa.

2.3.5.4 Motivasi Membaca

Minat dapat menjadi daya pendorong atau motivasi bagai seseorang untuk melakukan sesuatu. Denagn demikain minat baca berarti dorngan atau meotivasi untuk membaca.

Menurut Mudjito (1994: 86) hal-hal yang dapat menimbulkan motivasi internal ini di antaranya yang penting adalah:

a. Adanya kebutuhan

Karena adanya kebutuhan maka seseorang didorong untuk membaca. b. Adanya pengetahuan tentang kemajuannya sendiri

Apabila seseorang mengetahui hasil-hasil atau prestasi sendiri dari membaca, maka ia akan terdorong untuk membaca lebih banyak lagi. c. Adanya aspirasi atau cita-cita

Cita-cita itu akan menjadi lebih banyak, ia akan dapat mencapai cita- citanya. Dengan kemauan belajar yang keras, ia akan terdorong untuk membaca lebih banyak pula.

Hal-hal yang dapat menimbulkan motivasi eksternal adalah: 1. Hadiah

Hadiah adalah alat yang representatif dan bersifat positif. Hadiah telah menjadikan seseorang terdorong untuk melakukan sesuatu lebih giat lagi.

2. Hukuman

Hukuman dapat juga menjadi alat motivasi memergiat seseorang untuk membaca.

3. Persaingan atau kompetensi

Persaingan merupakan dorongan untuk memperoleh kedudukan atau penghargaan.

Berdasarkan pendapat ahli diatas penulis mengambil kesimpulan bahwa motivasi internal yang berasal dari dalam diri seseorang dan motivasi eksternal atau tenaga pendorong yang berasal dari luar seseorang sangat mempengaruhi pembinaan minat baca dan hal ini harus terus diperhatikan dan dikembangkan.

Dokumen terkait