4. Break Even Point
4.4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas
Produktivitas dapat diartikan sebagai campuran (compound) dari produksi dan aktivitas, dimana daya produksi menjadi penyebabnya dan produktivitas mengukur hasil dari daya tersebut (Ravianto 1986). Aktivitas yang dilakukan di KJA adalah penyebab dari tingginya produktivitas di KJA. Produktivitas di KJA dipengaruhi oleh beberapa faktor dari dua dimensi yang berbeda. Dimensi pertama yang dilihat adalah dari dimensi luas (Kg/Th/m3). Produktivitas persatuan luas didefinisikan sebagai kumpulan jumlah pengeluaran dan masukkan yang dinyatakan dalam satuan unit. Faktor yang diduga berpengaruh terhadap produktivitas usaha perikanan budidaya ikan di KJA Waduk Cirata adalah sebagai berikut : Benih (x1) Pakan (x2) Pengalaman pembudidaya (x3) Pendidikan (x4) Umur (x5) Tenaga kerja (x6)
A. Produktivitas per Satuan Luas
Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas lalu di analisis dengan persamaan Regresi Linear Berganda, dengan hasil sebagai berikut :
1. Produktivitas per satuan Luas Ikan Mas Hasil regresinya :
Produktivitas = 69.3 + 2.42 x1 + 4.90 x2 – 1.70 x3– 1.01 x4 – 3.85 x5 + 1.32 x6
Table 20. Hasil Regresi Produktivitas Ikan Mas per Satuan Luas
Variabel Koefisien p-Value Keterangan
X1 2.4192 0.003* Benih X2 4.901 0.003* Pakan X3 -1.6986 0.001* Pengalaman X4 -1.0082 0.145 Pendidikan X5 -3.849 0.069 Umur X6 1.3247 0.139 Tenaga Kerja R-Square 44.6% R-Square (adj) 36.8%
Ket : * Nyata pada taraf 5%
Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2013
Berdasarkan Tabel 20 dapat dilihat bahwa variabel yang signifikan mempengaruhi produktivitas per satuan luas adalah faktor dari benih, pakan dan pengalaman budidaya. Hasil regresi ini memiliki nilai R-Square (adj) sebesar 36,8%, yang berarti bahwa faktor yang mempengaruhi produktivitas hanya sebesar 36,8%, sedangkan sisanya adalah faktor lain yang mempengaruhi produktivitas. Faktor lain tersebut dapat berupa hal lain diluar dari faktor fisik kegiatan budidaya di KJA. Beberapa kemungkinan faktor lain bisa saja berasal dari keadaann lingkungan yang mulai menurun seperti kualitas air dan perubahan cuaca yang ekstrim yang menyebabkan timbulnya penyakit atau virus yang membuat produksi dan produktivitas menurun. Faktor lain lainnya dapat berupa skill atau kemampuan individu pembudidaya dalam kegiatan budidaya di KJA.
Faktor pendidikan,umur dan tenaga kerja sama sekali tidak berpengaruh secara signifikan pada kegiatan budidaya yang dilakukan di KJA. Ini terjadi karena dalam melakukan kegiatan budidaya di KJA pendidikan yang tinggi, umur yang matang dan jumlah tenaga kerja tidak mempengaruhi tingginya produksi dan produktivitas di KJA. Kemampuan individu (skill) dalam melakukan kegiatan budidaya lebih terlihat mempengaruhi hasil produksi dan produktivitas.
2. Produktivitas Per Satuan Luas Ikan Nila Hasil regresinya:
Produktivitas = 37.1+1.09 x1+2.33 x2–0.277 x3+0.178 x4–2.48 x5+0.109 x6
Tabel 21. Hasil Regresi Produktivitas Ikan Nila per Satuan Luas
Variabel Koefisien p-Value Keterangan
X1 1.0911 0.012* Benih X2 2.3258 0.000* Pakan X3 -0.2766 0.353 Pengalaman X4 0.1778 0.701 Pendidikan X5 -2.483 0.050* Umur X6 0.1091 0.847 Tenaga Kerja R-Square 64.1% R-Square (adj) 59.0%
Ket : * Nyata pada taraf 5%
Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2013
Berdasarkan Tabel 21, dapat dilihat bahwa faktor yang mempengaruhi produktivitas ikan nila pada satuan luas adalah faktor benih, pakan dan umur pekerja, dengan nilai R-Square (adj) sebesar 59,0%. Nilai ini berarti pada kegiatan budidaya ikan nila faktor produktivas yang berpengaruh hanya sebesar 59,0%. Terlihat variabel benih lebih signifikan memberikan pengaruh pada produktivitas karena pada budidaya ikan nila tidak menggunakan pakan (hanya menggunakan pakan sisa dari jaring lapis atas). Faktor umur pembudidaya mempengaruhi produktivitas ikan nila dikarenakan semakin matang usia pembudidaya akan semakin bisa menghadapi masalah-masalah dalam kegiatan budidaya ikan nila.
Variabel pengalaman pembudiaya, pendidikan dan jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas. R-Square bernilai 64,1% artinya terdapat 64,1% faktor lain yang mempengaruhi produktivitas. Pada kegiatan budidaya ikan nila ini faktor lain yang tidak mempengaruhi produktivitas kemungkinan berasal dari penyakit yang sering menyerang benih dan ikan nila. Penyakit ini biasanya berasal dari kualitas air yang mulai jelek, perubahan cuaca yang ekstrim dan juga dari limbah disekitaran KJA.
3. Produktivitas Per Satuan Luas Ikan Mas dan Ikan Nila (Gabungan) Hasil Regresinya :
Produktivitas = 119 + 7.23 x1 + 7.34 x2 - 1.77 x3 – 0.087 x4 - 6.30 x5 + 1.50 x6
Tabel 22. Hasil Regresi Produktivitas Ikan Mas dan Ikan Nila per Satuan Luas
Variabel Koefisien p-Value Keterangan
X1 7.231 0.000* Benih X2 7.338 0.000* Pakan X3 -1.7703 0.001* Pengalaman X4 -0.0872 0.913 Pendidikan X5 -6.305 0.007* Umur X6 1.4958 0.135 Tenaga Kerja R-Square 65.3% R-Square (adj) 60.5%
Ket : * Nyata pada taraf 5%
Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2013
Berdasarkan Tabel 22, dapat dilihat bahwa yang mempengaruhi produktivitas dari kedua komoditi di KJA Cirata Jangari adalah faktor benih, pakan, pengalaman dan umur, dengan nilai R-Square (adj) sebesar 60,5%. Nilai ini berarti sebanyak 60,5% variabel benih, pakan, pengalaman dan umur pembudidaya mempengaruhi produktivitas di KJA. Nilai 65,3% memiliki arti bahwa ada faktor lain yang mempengaruhi produktivitas diluar dari faktor fisik kegiatan budidaya di KJA.
Faktor yang mempengaruhi produktivitas dari dimensi luas dapat dilihat dalam Tabel 23.
Tabel 23. Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Dimensi Luas Budidaya di KJA
No. Komoditas
Ikan Mas Ikan Nila Gabungan
1. Benih Benih Benih
2. Pakan Pakan Pakan
3. Pengalaman Budidaya Umur Pekerja Pengalaman Budidaya
4. - - Umur Pekerja
Sumber : Data Primer (diolah) 2013
Berdasarkan tabel diatas, produktivitas dipengaruhi oleh empat variabel, yaitu benih, pakan, pengalaman pembudidaya dan umur. Variabel yang pertama adalah benih. Benih merupakan sarana produksi yang sangat penting bagi
kelanjutan dan keberhasilan usaha budidaya perikanan (Khairuman 2008). Benih menjadi faktor utama yang mempengaruhi produktivitas di KJA. Kualitas benih yang baik menurut para responden adalah benih yang berasal dari Subang, Sukabumi dan terakhir Bandung. Pemilihan kualitas benih yang baik dilakukan oleh pembudidaya agar mendapatkan hasil produksi yang tinggi. Benih yang berasal dari dari Subang pembenihannya dilakukan dengan cara intensif, sehingga benih yang dihasilkan baik. Benih yang berasal dari Sukabumi dan Bandung adalah benih yang pada umumnya gampang terserang penyakit. Subang menghasilkan benih yang memiliki kualitas baik karena bibit yang digunakan adalah bibit unggul, menejemen indukan baik dan biasanya indukan yang digunakan hanya melakukan pemijahan sebanyak empat kali (maksimum).
Pakan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhann ikan, pemberian pakan yang kurang baik (jumlah dan mutunya) akan menimbulkan penyakit nutrisi pada ikan (Cahyono 2000). Ikan memerlukan pakan yang cukup untuk pertumbuhan, perkembangbiakan, serta kelangsungan hidupnya. Pakan yang bermutu baik salah satunya ditentukan oleh kandungan nutrisi (protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral) dalam komposisi yang tepat dan seimbang (Sucipto dan Prihartono 2005). Jenis pakan yang digunakan pada budidaya KJA adalah pakan komersil yang didapat dari gudang pakan yang ada disekitaran Waduk Cirata. Banyaknya produksi dalam KJA adalah selain tergantung pada kualitas benih, juga tergantung pada banyaknya pakan yang digunakan per satuan unitnya. Untuk ukuran KJA 7x7 m dengan ikan mas sebagai komoditas yang dibudidayakan dikolam lapis pertama umumnya menggunakan pakan sebanyak 1500 Kg per musim tanam. Jumlah ini tentu saja berbeda apabila pembudidaya membudidayakan ikan mas dikolam ukuran 7x14 m maupun 14x14 m.
Pengalaman pembudidaya di KJA menjadi faktor yang berpengaruh nomor tiga setelah kualitas benih dan pakan. Pengalaman pembudidayan dalam melakukan kegiatan budidaya berkisar antara 1-20 tahun. Lamanya pengalaman pembudidaya menjadi faktor yang mempengaruhi produktivitas ini disebabkan karena semakin lamanya para pembudidaya melakukan kegiatan budidaya
semakin banyak pula pengalaman yang didapatkan. Mulai dari pengalaman memilih benih yang berkualitas, pakan yang memiliki kandungan protein dan kandungan nutrisi yang cukup sampai pengalaman mengatasi masalah penyakit dan virus yang menyerang benih maupun ikan-ikan yang sudah tumbuh besar. Pengetahuan ini mereka dapatkan dari kegiatan budidaya yang mereka lakukan sehari-harinya di KJA.
Umur pekerja atau pelu budidaya di KJA menjadi faktor yang mempengaruhi produktivitas. Rata-rata pekerja atau pelaku usaha budidaya di KJA merupakan orang-orang yang memiliki usia produktif untuk bekerja, yaitu berkisar antara 15-64 tahun (Soerjani 1987). Umur pekerja dan pengalaman bekerja memiliki keterkaitan satu sama lainnya, semakin berumur seorang pekerja atau pembudidaya semakin banyak pula pengalaman yang dimiliki.
B. Produktivitas per Satuan Biaya
Biaya adalah salah satu variabel yang dilihat dalam melihat perkembangan produktivitas perikanan di KJA. Biaya yang didapat merupakan hasil yang didapat maupun yang dikeluarkan oleh pemilik dan pembudidaya di KJA.
Faktor-faktor biaya yang mempengaruhi produktivitas kemudian dianalisis dengan regresi sehingga didapatkan rumus regresi sebagai berikut :
1. Produktivitas Per Satuan Biaya Ikan Mas Rumus regresinya :
Produktivitas = 27103 – 2510 x1 + 1501 x2 – 747 x3 – 321 x4 – 163 x5 – 1923 x6
Table 24. Hasil Regresi Produktivitas Ikan Mas per Satuan Biaya
Variabel Koefisien p-Value Keterangan
X1 -2510 0.024* Benih X2 1501 0.213 Pakan X3 -747 0.189 Pengalaman X4 -321 0.676 Pendidikan X5 -163 0.942 Umur X6 -1923 0.164 Tenaga Kerja R-Square 29,7% R-Square (adj) 19,9%
Ket : * Nyata pada taraf 5%
Berdasarkan Tabel 24 variabel yang mempengaruhi produktivitas adalah benih, dengan nilai R-Square (adj) 19,9%. Nilai ini memiliki arti bahwa yang mempengaruhi produktivitas hanya benih sebesar 19,9%, sedangkan sisanya sebesar adalah faktor lain yang berasal dari luar faktor fisik kegiatan budidaya di KJA Waduk Cirata. Faktor lain tersebut adalah keadaan lingkungan KJA yang mulai menurun kualitasnya, terutama kualitas air dan banyaknya limbah disekitaran perairan. Cuaca yang tidak menentu juga menyebabkan ikan-ikan terkena penyakit dan virus.
Variabel pakan, pengalaman, pendidikan dan tenaga kerja tidak mempengaruhi produktivitas di KJA Cirata. Ini berarti bahwa kegiatan budidaya dapat dilakukan oleh pembudidaya-pembudidaya yang minim pengalaman dan berpendidikan rendah. Banyaknya jumlah pekerja tidak terlalu berpengaruh dengan tingginya produktivitas. Jumlah pekerja yang banyak dipekerjakan di KJA baiasanya berjumlah 3-4 orang untuk setiap KJA yang beroperasi.
2. Produktivitas per Satuan Biaya Ikan Nila Rumus regresinya :
Produktivitas = -32351 + 3187 x1 + 5492 x2 – 580 x3 –2339 x4 – 8913 x5 – 16420 x6
Table 25. Hasil Regresi Produktivitas Ikan Nila per Satuan Biaya
Variabel Koefisien p-Value Keterangan
X1 3187 0.380 Benih X2 5492 0.423 Pakan X3 -580 0.833 Pengalaman X4 -2339 0.566 Pendidikan X5 -8913 0.396 Umur X6 -16420 0.009* Tenaga Kerja R-Square 19,2% R-Square (adj) 7,9%
Ket : * Nyata pada taraf 5%
Berdasarkan Tabel 25 variabel yang mempengaruhi produktivitas adalah tenaga kerja dengan nilai R-Square (adj) sebesar 7,9% yang berarti bahawa produktivitas ikan nila hanya dipengaruhi sebesar 7,9% dari faktor tenaga kerja, sedangkan sisanya nya di pengaruhi faktor lain. Variabel benih, pakan,pengalaman, pendidikan, dan umur tidak secara signifikan berpengaruh terhadap produktivitas biaya ikan nila.
3. Produktivitas Per Satuan Biaya Ikan Mas dan Ikan Nila Rumus regresinya :
Produktivitas = 5.719 + 4.575 x1 + 6.831 x2 – 1.657 x3 – 1.151 x4 + 282 x5 - 1.161 x6
Table 26. Hasil Regresi Produktivitas Ikan Mas dan Nila per Satuan Biaya
Variabel Koefisien p-Value Keterangan
X1 4.575 0.012* Benih X2 6.831 0.000* Pakan X3 -1.657 0.047* Pengalaman X4 -1.151 0.370 Pendidikan X5 282 0.935 Umur X6 -1161 0.505 Tenaga Kerja R-Square 76,0% R-Square (adj) 72,6%
Ket : * Nyata pada taraf 5%
Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2013
Berdasarkan Tabel 26 variabel yang mempengaruhi produktivitas adalah variabel benih, pakan dan pengalaman dengan nilai R-Square (adj) 72,6%. Ini berarti hanya 72,6% dari variabel yang mempengaruhi produktivitas, sedangkan sisanya 27,4% dipengaruhi oleh faktor lain diluar faktor fisik kegiatan di KJA. Variabel pendidikan, umur dan tenaga kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas. Faktor yang mempengaruhi dimensi biaya dapat dilihat pada Tabel 27.
Tabel 27. Faktor yang Mempengaruhi Dimensi Biaya Budidaya di KJA
No. Komoditas
Ikan Mas Ikan Nila Gabungan
1. Benih Pengalaman Benih
2. - - Pakan
3. - - Pengalaman
4. - - -
Sumber : Data Primer (diolah) 2013
Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa faktor yang mempengaruhi produktivitas dari dimensi biaya adalah kualitas benih,pakan dan pengalaman. Kualitas benih menjadi faktor utama yang mempengaruhi produktivitas per satuan luas. Kualitas benih yang digunakan berasal dari Subang. Harga benih ikan mas ini berkisar antara Rp.18.000–Rp. 20.000, sedangkan untuk ikan nila harga benih berkisar antara Rp.10.000–Rp.12.000. Harga benih ini tergantung dari jumlah ketersediaan di tempat benih. Semakin besar permintaan benih, semakin besar pula harga yang ditawarkan perkilogramnya. Produktivitas persatuan biaya tinggi karena daging ikan yang dihasilkan atau diproduksi tinggi dengan kisaran harga jual daging berkisar antara Rp.29.000–Rp.32.000 untuk ikan mas per kg, sedangkan untuk ikan nila berkisar antara Rp.18.000–Rp.20.000. Harga akan terus naik apabila permintaan meningkat dipasaran dan begitu juga sebaliknya. Pendapatan menjadi tinggi karena biaya penerimaan yang besar yang didapatkan pembudidaya dari setiap panen yang dilakukan per unitnya per siklus dan pertahun.
Biasanya benih ikan mas berasal dari daerah Subang. Pemilihan benih yang berasal dari subang, dikarenakan kualitas benih yang memang bagus. Harga bukanlah suatu kendala bagi pembudidaya untuk mendapatkan benih yang bagus. Para pembudidaya rela mengeluarkan uang lebih untuk harga benih yang tinggi sebab pembudidaya ingin hasil yang maksimal pada saat panen berlangsung sehingga produksi dan produktivitas besar.
Pakan adalah faktor yang mempengaruhi produktivitas per satuan biaya. Pakan yang digunakan adalah pakan komersil dengan kisaran harga pakan antara Rp.6.000 – Rp.6.720 dengan penggunaan pakan berkisar 1500 kg per unit dengan ukuran unit 7x7 m. Pengeluaran biaya yang dilakukan untuk pakan memang lebih
besar dari pengeluaran yang dilakukan untuk membeli atau menyediakan benih yang berkualitas. Pengguanaan pakan hanya untuk memenuhi kebutuhan ikan mas, sedangkan pada ikan nila hanya memanfaatkan sisa-sisa pakan yang jatuh dari jaring lapis pertama, jadi tidak mengeluarkan banyak biaya karena pakannya memanfaatkan pakan sisa dari layer atas. Roti yang sudah kadarluarsa kadang juga digunakan sebagai pakan tambahan untuk mengefisiensikan pakan agar tidak banyak tebuang. Pakan ini juga sangat disukai oleh ikan di KJA. Biasanya petani mendapatkan pakan ini dari penadah makanan kadarluarsa yang makanan tersebut berasal dari Jakarta.
Pengalaman pembudidaya menjadi variabel yang mempengaruhi produktivitas biaya ikan mas dan ikan nila. Pengalaman pembudidaya yang yang berkisar antara 1-20 tahun membuat para pembudidaya kaya akan pengalaman dalam budidaya di KJA, sehingga pembudidaya bisa lebih mengetahui cara menghadapi masalah yang dihadapinya (Rusli 1988).