2.1 Kajian Pustaka .1 Lingkungan Kerja
2.1.2.3 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Stress Kerja
Menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2008:157) berpendapat bahwa penyebab stress kerja, antara lain :
1. Beban kerja yang dirasakan terlalu berat 2. Waktu kerja yang mendesak
3. Kualitas pengawasan kerja yang rendah 4. Iklim kerja yang tidak sehat
5. Otoritas kerja yang tidak memadai yang berhubungan dengan tanggung jawab
6. Konflik kerja
7. Perbedaan nilai antara karyawan dengan pemimpin yang frustasi dalam kerja.
Penyebab stress kerja terdiri atas hal utama, yaitu kondisi dan situasi pekerjaan, pekerjaan itu sendiri, job requirement seperti status pekerjaan dan karir yang tidak jelas, dan juga hubungan interpersonal para karyawan. Stress ialah tekanan yang didapatkan secara tidak sengaja, pembebanan yang diperoleh dengan sengaja, diadakan untuk suatu tujuan. Ada dua macam stress :
1. Eustres, yaitu stress, pembebanan, yang membawa kebaikan. Manusia hidup pasti mendapat stress semacam ini, sebab hanya dengan stress
ataupun pembebanan, orang menjadi makin kuat, tahan banting, dan makin matang. Disebut eustress sebab ini adalah stress yang baik, stress yang memang sengaja diadakan untuk memberikan kebaikan.
2. Distres, yaitu stress atau tekanan yang didapatkan tidak dengan sengaja, yang menimbulkan kerusakan, umumnya karena respon yang tidak benar, tidak wajar, tidak sesuai atas suatu penimbul tekanan.
Ivancevich dan Matteson, menyatakan bahwa stress kerja terjadi pada diri karyawan sebetulnya bukan hanya karena konflik saja tetapi factor-faktor lain yang mempengaruhi, diantaranya :
1. Kekaburan peran dan konflik peran 2. Kelebihan beban kerja
3. Tanggung jawab atas orang lain 4. Perkembangan karir
5. Kurangnya kohesi kelompok
6. Dukungan kelompok yang tidak memadai 7. Karakteristik tugas
8. Pengaruh kepemimpinan
T. Hani Handoko (2001:193) mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah kondisi kerja yang sering menyebabkan stress bagi para karyawan, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Beban kerja yang berlebihan 2. Tekanan atau desakan waktu 3. Kualitas supervise yang jelek
4. Iklim politis yang tidak aman
5. Umpan balik tentang pelaksanaan kerja yang tidak memadai 6. Kemenduaan peranan
7. Frustasi
8. Konflik antar pribadi dan antar kelompok
9. Perbedaan antara nilai-nilai perusahaan dan karyawan 10. Berbagai bentuk perusahaan
Menurut John Suprihanto (2003:65) penyebab stres kerja adalah : 1. Penyebab fisik
Penyebab fisik meliputi : a. Kebisingan
Kebisingan yang terus menerus dapat menjadi sumber stres bagi banyak orang. Namun perlu diketahui bahwa terlalu tegang juga menyebabkan hal yang sama.
b. Kelelahan
Masalah kelelahan dapat menyebabkan stres karena kemampuan untuk bekerja menurun. Kemampuan bekerja menurun menyebabkan prestasi menurun dan tanpa disadari menimbulkan stres.
c. Penggeseran kera
Mengubah pola kerja yang terus menerus dapat menimbulkan stres. Hal ini disebabkan karena seorang karyawan sudah terbiasa dengan pola kerja yang lama dan sudah terbiasa dengan kebiasaan-kebiasaan lama.
d. Jetlag
Jetlag adalah jenis kelelahan khusus yang disebabkan oleh perubahan waktu sehingga mempengaruhi irama tubuh seseorang. Untuk itu disarankan bagi mereka yang baru menempuh perjalanan jauh dimana terdapat perbedaan waktu, agar beristirahat minimal 24 jam sebelum melakukan sesuatu aktivitas.
e. Suhu dan kelembapan
Bekerja dalam suatu ruangan yang suhunya terlalu tinggi dapat mempengaruhi tingkat prestasi karyawan. Suhu yang tinggi harus dapat ditoleransi dengan kelembapan yang rendah.
2. Beban kerja
Beban kerja yang terlalu banyak dapat menyebabkan ketegangan dalam diri seorang sehingga menimbulkan stres. Hal ini bisa disebabkan oleh tingkat keahlian yang dituntut terlalu tinggi, kecepatan kerja mungkin terlalu tinggi, volume kerja mungkin terlalu banyak dan sebagainya. 3. Sifat pekerjaan
a. Situasi baru dan asing
Menghadapi situasi baru dan asing dalam pekerjaan atau organisasi, seseorang akan terasa sangat tertekan sehingga dapat menimbulkan stres.
b. Ancaman pribadi
Suatu tingkat kontrol (pengawasan) yang terlalu ketat dari atasan menyebabkan seseorang terasa terancam kebebasannya.
c. Percepatan
Stres bisa terjadi jika ketidakmampuan seseorang untuk memacu pekerjaan.
d. Ambiguitas
Kurangnya kejelasan terhadap apa yang harus dikerjakan akan menimbulkan kebingungan dan keraguan bagi seseorang untuk melaksanakan suatu pekerjaan.
e. Umpan balik
Standar kerja yang tidak jelas dapat membuat karyawan tidak puas karena mereka tidak pernah tahu prestasi mereka. Di samping itu, standar kerja yang tidak jelas juga dapat dipergunakan untuk menekan karyawan.
4. Kebebasan
Kebebasan yang diberikan kepada karyawan belum tentu merupakan hal yang menyenangkan. Ada sebagian karyawan justru dengan adanya kebebasan membuat mereka merasa ketidakpastian dan ketidakmampuan dalam bertindak. Hal itu dapat merupakan sumber stres bagi seseorang. 5. Kesulitan
Kesulitan-kesulitan yang dialami dirumah, seperti ketidakcocokan suami-istri. Masalah keuangan, perceraian dapat mempengaruhi prestasi seseorang. Hal-hal seperti ini dapat merupakan sumber stres bagi seseorang.
1. Faktor Lingkungan (Ketidakpastian ini meliputi ketidakpastian ekonomi, ketidakpastian politis, dan ketidakpastian teknologis).
2. Faktor Organisasi (tuntutan tugas, tuntutan peran, dan tuntutan antar pribadi, struktur organisasi, kepemimpinan organisasi dan tingkat hidup organisasi).
3. Factor Individual (Isu keluarga, masalah ekonomi pribadi dan karakteristik kepribadian yang intern).
Table 2.2 Ukuran Tingkat Stress
Ukuran tingkat stress dilihat dari:
Lekas marah
Kesulitan dalam pengambilan keputusan
Kurangnya selera humor Adanya perasaan tertindas Kesulitan dalam berkonsentrasi Ketidakmampuan dalam menyelesaikan
satu pekerjaan sebelum terburu-buru menyelesaikan tugas berikutnya Merasa jadi target dari kebencian orang
lain
Merasa tidak sanggup dalam menangani suatu maslah Ingin menangis ketika menghadapi
masalah yang sekecil apapun Tidak terlalu tertarik dalam melakukan
suatu hal setelah pulang kerja Bangun di pagi hari dan merasa lelah
saat menjelang malam Terus menerus merasa salah
Sumber: http://www.bnet.com 2008 2.1.2.4 Penyebab Stres Kerja
Menurut Philip L (dikutip Jacinta L, 2002), menyatakan bahwa seseorang dapat dikategorikan mengalami stres kerja jika:
1. Urusan stres yang dialami melibatkan juga pihak oraganisasi atau perusahaan tempat individu bekerja. Namun penyebabnya tidak hanya di dalam perusahaan, karena masalah rumah tangga yang terbawa ke pekerjaan dan masalah pekerjaan yang terbawa ke rumah dapat juga menjadi penyebab stress kerja.
2. Mengakibatkan dampak negatif bagi perusahaan dan juga individu.
3. Oleh karenanya diperlukan kerjasama antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan stres tersebut.
Menurut Carry Cooper (dikutip dari Jacinta F, 2002) menyatakan bahwa sumber stress kerja ada empat yaitu sebagai berikut:
1. Kondisi pekerjaan
a. Kondisi kerja yang buruk berpotensi menjadi penyebab karyawan mudah jatuh sakit, jika ruangan tidak nyaman, panas, sirkulasi udara kurang memadai, ruangan kerja terlalu padat, lingkungan kerja kurang bersih, tentu besar pengaruhnya pada kenyamanan kerja karyawan. b. Overload. Overload dapat dibedakan secara kuatitatif dan kualitatif.
Dikatakan overload secara kuantitatif jika banyaknya pekerjaan yang ditargetkan melebihi kapasitas karyawan tersebut. Akibatnya karyawan tersebut mudah lelah dan berada dalam tegangan tinggi. Overload secara kualitatif bila pekerjaan tersebut sangat kompleks dan sulit sehingga menyita kemampuan karyawan.
c. Deprivational stress. Kondisi pekerjaan tidak lagi menantang, atau tidak lagi menarik bagi karyawan. Biasanya keluhan yang muncul
adalah kebosanan, ketidakpuasan, atau pekerjaan tersebut kurang mengandung unsur social (kurangnya komunikasi social).
d. Pekerjaan beresiko tinggi. Pekerjaan yang beresiko tinggi atau berbahaya bagi keselamatan, seperti pekerjaan di pertambangan minyak lepas pantai, tentara dan sebagainya
2. Konflik Peran Stres karena ketidakjelasan peran dalam bekerja dan tidak tahu yang diharapkan oleh manajemen. Akibatnya sering muncul ketidakpuasan kerja, ketegangan, menurunnya prestasi hingga ahirnya timbul keinginan untuk meninggalkan pekerjaan. Para wanita yang bekerja mengalami stres lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Masalahnya wanita bekerja ini menghadapi konflik peran sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga.
3. Pengembangan Karir Setiap orang pasti punya harapan ketika mulai bekerja di suatu perusahaan atau organisasi. Namun cita- cita dan perkembangan karir banyak sekali yang tidak terlaksana.
4. Struktur Organisasi Gambaran perusahaan yang diwarnai dengan struktur organisasi yang tidak jelas, kurangnya kejelasan mengenai jabatan, peran, wewenang dan tanggung jawab, aturan main yang terlalu kaku atau tidak jelas, iklim politik perusahaan yang tidak jelas serta minimnya keterlibatan atasan membuat karyawan menjadi stres.
Menurut Sarafino (dikutip dari Bart Smet, 1994) membagi penyebab stres kerja menjadi 4 yaitu sebagai berikut:
1. Lingkungan fisik yang terlalu menekan seperti kebisingan, temperatur atau panas yang terlalu tinggi, udara yang lembab, penerangan di kantor yang kurang terang.
2. Kurangnya control yang dirasakan. 3. Kurangnya hubungan interpersonal.
4. Kurangnya pengakuan terhadap kemajuan kerja. Para pekerja akanmerasa stres bila mereka tidak mendapatkan promosi yang selayaknya mereka terima.
Sedangkan menurut Igor S (1997:248), menyatakan bahwa stress kerja dapat disebabkan oleh:
1. Intimidasi dan tekanan dari rekan sekerja, pimpinan perusahaan dank lien. 2. Perbedaan antara tuntutan dan sumber daya yang ada untuk melaksanakan
tugas dan kewajiban.
3. Ketidakcocokan dengan pekerjaan.
4. Pekerjaan yang berbahaya, membuat frustasi, membosankan atau berulang-ulang.
5. Beban lebih.
6. Factor-faktor yang diterapkan oleh diri sendiri seperti target dan harapan yang tidak realistis, kritik dan dukungan terhadap diri sendiri.
Menurut Igor S (1997:249) menyatakan bahwa ada beberapa gejala-gejala dari stress kerja, yaitu sebagai berikut:
1. Menolak perubahan.
3. Kehilangan motivasi, ingatan, perhatian, tenggang rasa dan pengendalian. 4. Kurang tidur, kehilangan nafsu makan dan menurunnya nafsu seks.
5. Tidak memakai tempat bekerja dan orang-orang yang bekerja bersama anda.