BAB 5 KELOMPOK SOSIAL DALAM
D. Faktor-faktor yang menyebabkan terbentuknya
a. Topografi dan Pluralitas Regional
Iklim, curah hujan, struktur, dan kesuburan tanah yang berbeda di wilayah Indonesia merupakan faktor yang menciptakan pluralitas re-gional atau kemajemukan daerah. Pluralitas regional dalam masyarakat Indonesia terwujud dalam dua macam lingkungan ekologis yang berbeda, yaitu sebagai berikut:
1) Daerah pertanian sawah, yang terutama banyak terdapat di Pulau Jawa dan Bali;
2) Daerah pertanian ladang, yang banyak terdapat di luar Pulau Jawa.
Topografi daerah turut menentukan terbentuknya multikultur. misalnya kultur masyarakat daerah pantai dengan masyarakat daerah pegunungan
Integrasi suku bangsa dalam kesatuan nasional menjadi bangsa Indonesia dalam kesatuan wilayah negara Indonesia paling tidak dipicu oleh empat peristiwa penting berikut ini:
Suplemen KUKM Media Indonesia Suplemen KUKM Media Indonesia
79
Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultuiral1) Selama periode pergerakan nasional, para pemuda Indonesia telah menolak menonjolkan isu kesukubangsaan dan melahirkan Sumpah Pemuda pada 1928. Bahkan, bahasa milik suku minoritas Melayu Riau telah ditetapkan sebagai bahasa nasional (bukan bahasa mayoritas Jawa).
2) Kekuasaan kolonial Belanda selama hampir tiga setengah abad telah menyatukan suku-suku bangsa di Indonesia dalam satu kesatuan nasib dan cita-cita.
3) Proklamasi Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945 yang mendapat dukungan dari semua suku bangsa di Indonesia yang mengalami nasib yang sama di bawah penjajahan Belanda.
4) Kerajaan sriwijaya (abad VII) dan Majapahit (abad XIII) telah mempersatukan suku-suku bangsa Indonesia dalam kesatuan politis ekonomi dan sosial.
b. Keadaan geografis dan pluralitas kesukuan
Indonesia terdiri atas kurang lebih 17.000 pulau yang tersebar di suatu daerah sepanjang kurang lebih 3.000 mil melintang dari barat ke timur dan sepanjang kurang lebih 1.000 mil melintang dari utara ke selatan. Wilayah ini sangat luas. Apalagi penduduk Indonesia tersebar hampir di seluruh pulau itu. Keadaan sarana dan prasarana transportasi darat, laut, menyebabkan sebagian penduduk yang menghuni pulau-pulau itu tumbuh menjadi kesatuan sosial yang sedikit banyak terisolasi dari kesatuan sosial yang lain. Dengan demikian, tumbuhlah kesatuan-kesatuan suku bangsa yang memiliki bahasa dan mewarisi adat kebudayaan yang berbeda-beda. Setiap kesatuan suku bangsa terdiri dari sejumlah warga yang dipersatukan oleh ikatan yang lebih bersifat emosional, dan memandang diri mereka masing-masing sebagai satu kesatuan.
Tentang berapa jumlah suku bangsa yang sebenarnya ada di Indonesia, ternyata terdapat ber-bagai pendapat yang tidak sama di antara para ahli ilmu kema-syarakatan. Menurut Clifford Geertz, terdapat lebih dari 300 suku bangsa di Indonesia, setiap suku memiliki bahasa dan iden-titas kultural yang berbeda-beda. Menurut Skinner, ada lebih dari 35 suku bangsa di Indonesia dengan bahasa dan adat yang tidak sama.
Kondisi geografis menentukan prilaku kehidupan masyarakat setempat
c. Letak dalam Hubungan Dengan Jalur Lalu Lintas Perdagang-an dPerdagang-an Pluralitas Agama
Indonesia terletak di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, yang merupakan jalur lalu lintas perdagangan. Melalui para pedagang asing yang pemah singgah dan melakukan transaksi dagang dengan masyarakat Indonesia , masyarakat Indonesia bersentuhan dengan penparuh kebudayaan asing, khususnya agama dari bangsa lain. Pluralitas agama berkembang dari kontak perdagangan melalui jalur lalu lintas samudra.
Pengaruh yang pertama kali menyentuh masyarakat Indonesia berupa pergaruh kebudayaan Hindu dan Buddha dari India sejak 400 tahun sesudah Masehi. Hinduisme dan Buddhisme pada waktu itu menyebar meliputi daerah yang cukup luas di Indonesia dan melebur dengan kebudayaan asli yang telah hidup lebih dahulu. Di Pulau Bali dan Pulau Jawa, pengaruh Buddha dan Hindu tertanam kuat sampai sekarang.
Pengaruh berbagai kebudayaan yang datang membonceng perdagangan ini, akhirnya terwujud dalam bentuk pluralitas atau kemajemukan agama dalam masyarakat Indonesia, yaitu sebagai berikut :
1) Hindu Dharma, terutama di Pulau Bali
2) Golongan Islam konservatif-tradisional, di pedalaman Jawa timur, Jawa Tengah, dan di luar Jawa.
Hubungan perdagangan dan antar agama sering membutuhkan fasilitas seperti pelabuhan
81
Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultuiral3) Golongan Islam Modernis, terutama di daerah-daerah strategis perdagangan internasional pada saat masuknya reformasi Islam, daerah pantai utara Jawa Timur dan Jawa Tengah serta sebagian besar daerah Jawa barat.
4) Golongan Islam terutama abangan, yaitu yang sering dijuluki golongan Islam nominal, terutama di daerah pedalaman Jawa tengah dan Jawa Timur.
5) Golongan Kristen, yaitu Katolik dan Protestan yang juga merupakan goliongan agama minoritas, terutama di daerah Maluku, NTTT, Sulawesi Utara, Tapanuli, Kalimantan Tengah, dan di Jawa tersebar hampir di setiap daerah perkotaan.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas Pierre. L. Van denberg mengemukakakan bahwa masyarakat majemuk Indonesia memiliki beberapa karakteristik sebagi berikut :
Walaupun integrasi secara nasional secara politis telah terbentuk, tetapi dalam kenyataan di sepanjangnya bangsa Indonesia selalu mengalami konflik-konflik secara internal. Hal ini menurut Pierre L. Van den berg karena adanaya kenyataan bahwa masyarakat majemuk Indonesia memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :
1) Terjadinya segmentasi kedalam bentuk kelompok-kelompk yang seringkali memiliki sub-kebudayaan yang berbeda satu sama lain. 2) Memiliki struktur sosial yang terbaig-bagi kedalam
lembaga-lembaga yang bersifat non – komplementer.
3) Kurang mengembangkan consensus di antara para anggotanya terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar.
4) Secara relatif sering mengalami konflik-konflik di anatara kelompok yang satu dan kelompok yang lain.
5) Secara relatif integgrasi sosial tumbuh di atas paksaan dan saling ketergantungan didalam bidang ekonomi.
6) Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok lainnya.
d. Keanekaragaman Suku Bangsa Di Indonesia Bagian Barat, Tengah dan Timur.
Kepulauan Indonesia didiami oleh bermacam-macam suku bangsa yang telah lebur menjadi sau bangsa, yaitu bangsa Indonesia, persamaan nasib, kepentingan, penderitaan dan kesadaran berbangsa telah mempercepat penggantiannya.
Disamping kemajemukan suku bangsa, terdapat pula kemajemukan ras, agama, kebudayaan, adat istiadat, tradisi– tradisi dan bahasa. Karena kemajemukan atau beranekaragamam itulah bangsa kita menganut system sosial budaya yang berdasarkan Bhineka Tunggal Ika artinya berbeda-beda tetapi satu jua atau kesatuan dalam kemajemukan atau kemajemukan dalam kesatuan.
Unsur warna daerah merupakan hal yang wajar dan justru memperkayasa warna kehidupan, bahkan menjadi sumber kelahiran warna baru yang lebih baik lagi. Yang penting warna diusahakan adalah bagaimana perbedaan itu dapat tetap mempersatukan bangsa kita dalam persatuan yang indah.
e. Kemajemukan Masyarakat Indonesia Berdasarkan Suku Bangsa
Setiap kali orang dapat berkata bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk, yang terdiri dari banyak suku bangsa dengan aneka ragam kebudayaannya. Bahkan, kebudayaan -kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di daerah-daerah itu diakui keberadaannya dan otonominya oleh UUD 1945 sebagai landasan pengembangan kebudayaan nasional. Namun, tidak banyak orang yang mampu menyatakan dengan tepat berapa banyak suku bangsa dan kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.
Masyarakat bangsa Indonesia yang terdiri dari banyak suku bangsa yang besar maupun yang kecil itu masing-masing mengembangkan kebudayaannya sebagai perwujudan tanggapan mereka terhadap tantangan yang harus mereka hadapi sesuai dengan lingkungan hidup masing-masing. Sesuai dengan kenyataan lingkungan alam dan letak geografisnya, penduduk Indonesia hidup dalam kesatuan-kesatuan yang terbatas besarannya dan tersebar di kepulauan Nusantara. Mereka mengembangkan pola-pola adaptasi setempat dan hanya sebagian dari kesatuan-kesatuan sosial itu berinteraksi secara intensif dengan sesamanya atau masyarakat dari luar kepulauan. Akhirnya, mereka berkembang sebagai masyarakat majemuk dengan aneka ragam kebudayaan di kepulauan Nusantara. Kebudayaan-kebudayaan yang dikembang-kan dijadikan pedoman hidup dan juga berfungsi sebagai ciri pengenal yang dapat membedakan mereka dari kelompok suku bangsa yang lain.
Jumlah suku bangsa di Indonesia tidak pernah diketahui dengan pasti, karena setiap kali sensus penduduk tidak disertakan komponen suku bangsa, sedangkan kehidupan masyarakat Indonesia nyata-nyata
83
Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultuiralselain berada dalam wilayah administratif negara, juga berada dalam wilayah budaya suatu suku-bangsa. Kehidupan masyarakat suku bangsa di Indonesia memperlihatkan banyak kesamaan di samping perbedaannya. Menurut kesatuan genealogis, suku bangsa adalah kekerabatan yang sudah meluas sehingga pertalian darahnya tidak dapat lagi ditunjukkan, namun para anggotanya berkeyakinan bahwa mereka berasal dari nenek moyang yang sama:
Berdasarkan Peta Suku bangsa yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, di Indonesia kurang lebih terdapat 250 bahasa daerah yang berkem-bang, di samping 440 bahasa yang berkembang di Irian Jaya (Papua). Meskipun bahasa bukan satu-satunya kriteria pembeda suku bangsa, namun dapat digambarkan betapa banyaknya suku bangsa di Indonesia. Jika kita lihat peta suku bangsa di Indonesia, akan terlihat jelas pengelompokan sebagai berikut.
a. Wilayah Sumatera dan sekitarnya, terdapat suku bangsa antara lain, Aceh, Simeulue, Gayo, Alas, Tamiang, Singkil, Melayu, Batak (dengan sub-sub suku bangsanya: Karo, Simalungun, Toba, Pakpak, Angkola dan Mandailing), Nias, Minangkabau, Sakai, Palembang, Musi, Ogan, Komering, Pasemah, Orang Laut, Kubu, Kerinci, Re-jang, Serawai, Lampung, dan sebagainya.
b. Wilayah Kalimantan dan sekitarnya, terdapat suku bangsa Pasir, Dayak dan berbagai macam sub-suku bangsanya, Kutai, Tagel, Benawas, Banjar, dan sebagainya.
c. Wilayah Sulawesi dan sekitarnya, terdapat suku bangsa Minahasa, Mongondow, Sangir, Gorontalo, Kaidipang, Talaud, Bantik, Bang-gai, Salua, Balantak, Pamona, Mori, Bungku, Kaili, Toli-toli, Buol, Wokatobi, Walio, Buton, Muna, Tolaki, Makassar, Bugis, Toraja, Mandar, dan sebagainya.
d. Wilayah Jawa dan Madura, terdapat suku bangsa Jawa, Sunda, Madura, Banten, Baduy, dan beberapa sub-suku bangsa Jawa dan Sunda lainnya.
e. Wilayah Nusa Tenggara terdapat suku bangsa Bali, Sasak, Samawa, Mata, Dompu, Mbojo, Tarlawi, Kore, Helong, Dawan, Sawu, Rote, Tetun, Alor, Lamaholot, Larantuka, Lio, Sikka, Ende, Bajawa, Riung, Nagekeo, Manggarai, dan sebagainya.
f. Wilayah Maluku terdapat suku bangsa Kisar, Tepa, Tanimbar, Kei, Aru, Morotai, Loda, Tidore, Togutil, Makian, Bacan, Gane, Galela, Patani, Maba, Guli, Ambon, Saparua, Nusalaut, Rana, Kayeli, dan
sebagainya.
g. Wilayah Irian Jaya (Papua Barat), terdapat ratusan suku bangsa yaitu, Waigeo, Batanta, Salawati, Misol, Yapen, Waroppen, Ka-pauku, Numfor, Biak, Mimika, Moni, Sentani, Dani, Marin-danim, Asmat, Midika, dan sebagainya.
Dalam interaksi antarsuku bangsa di Indonesia, terutama sejak berdirinya negara Republik Indonesia, terdapat gejala pembauran dan penggunaan kebudayaan nasional.
f. Konsekuensi Perubahan Sosial, Ekonomi, Politik, Budaya terhadap perkembangan kelompok sosial.
Perubahan sosial merupakan gejala umum yang terjadi pada setiap masyarakat. Perubahan sosial terjadi sepanjang masa, tidak ada masyarakat di dunia ini yang tidak mengalami perubahan.
Perubahan sosial selalu terjadi di setiap masyarakat. Perubahan terjadi sesuai hakikat dan sifat dasar manusia itu sendiri. Manusia selalu berubah dan mengingikan perubahan dalam hidupnya. Manusia merupakan makhluk yang selalu berubah, aktif, kreatif, inovatif, agresif, selalu berkembang dan responsive terhadap perubahan yang terjadi di sekitar atau lingkungan sosial mereka.
Didalam masayarakat, niali-nilai sosial tertentu yang lama dan sudah tidak memenuhi tuntutan yang lama dan sudah tidak memenuhi tuntutan zaman akan hilang dijauhi dengan nilai-nilai baru. Kemudian nilai-nilai baru itu diperbaharui lagi dan diganti dengan nalai-nilai yang lebih baru. Nilai tradisional diganti dengan niali modern, nilai modern diganti dan diperbaharui dengan yang lebih baru lagi yaitu nilai post modern atau pasca modern.
1) Perubahan relasi sosial
Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga kemasyarkatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pole perkelakuan diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. 2) Perubahan sosial ekonomi
Kecenderungan terjadinya perubahan sosial merupakan gejala yang wajar sebagai akibat dari interelasi sosial dalam pergaulan hidup antarmanusia. Perubahan sosial dapat pula terjadi karena adanya perubahan dalam unsure-unur yang mempertahankan keseim-bangan masyarakat seperti perubahan dalam unsure ekonomis.
85
Kelompok Sosial dalam Masyarakat MultikultuiralAda empat faktor penting di dalam interelasi sosial ekonomi yang memiliki pengaruh cukup dominan pada perubahan sosial ekonomi, yaitu:
1) Tanah ; 2) Tenaga kerja 3) Kapital, dan 4) Managemen.
3) Perubahan sosial politik
Perubahan sosial politik yang menyangkut organisasi kemasya-rakatan membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan:
a) Kontrol sosial oleh dan kepada ormas b) Proses sosial intern dan antar ormas
c) Gerakan atau aksi dan partisipasi yang dilakukan oleh ormas d) Perubahan interelasi dan mekanisme teknis organisasi
kemasyarakatan dan
e) Mobilitas atau gerak sosial dari organisasi kemasyarakatan. Perubahan tersebut dapat terjadi pada komunitas, stratifikasi sosial, kelembagaan ormas, komposisi ormas dalam suatu masyarkat, dan hubungan antara ormas dengan tenaga kerja, militer, lembaga-lembaga legislative, serta organisasi sosial politik.
4) Perubahan Sosial Budaya
Modernisasi dan mentalitas budaya setempat. Untuk memahami penggunaan istilah “ modernisasi” dalam pola tingkah laku masyarakat di Indonesia perlu ibedakan antara :
a) Modernisasi b) Westernisasi
c) Penggunaan unsur-unsur kebudayaan barat.
Modernisasi merupakan suatu istilah untuk menyebutkan suatu konsep yang sangt luas acuannya, namun secara singkat dapat dika-takan sebagai usaha untuk hidup sesuai dengan jaman dan konstelasi dunia sekarang. Hak itu berarti suatu usaha merubah berbagai sifat dalam mentalitasnya yang tidak cocok dengan kehidupan jaman sekarang.
Westernisasi merupakan usa-ha untuk meniru gaya hidup (life style) orang barat (Eropa dan Amerika) seperti cara bergaul, cara berbicara, adat sopapn santun, cara berpakaian, pola-pola berpesta, cara makan , bahkan sampai kehidupan jaman sekarang.
Westernisasi merupakan unsur-unsur kebudayaan barat adalah suatu usaha mengambil alih, beradaptasi, meniru, bahkan bila mungkin membeli unsur-unsur budaya, yang mula-mula berasal dari kebudayaan barat tanpa harus hidup dengan gaya hidup orang barat. Orang Indo-nesia yang berusaha mengadap-tasi suatu gaya hidup kebarat-baratan dapat disebut condong ke arah Westernisasi.
Mengungkapkan bahwa ke-lompok sosial merupakan him-punan atau kesatuan manusia yang hidup bersama. Hubungan tersebut menyangkut timbal balik yang saling mempengaruhi juga kesadaran saling menolong. Setelah mengatahui konsekuensi perubahan sosial ekonomi, politik, dan budaya akan membahas contoh kasus keanekaragaman kelompok sosial.
g. Contoh Kasus Keaneakaragaman Kelompok Sosial Dan Gagasan Dalam Penanganan Kasus Yang Diakibatkan Dari Keanekargaman Kelompok Sosial.
Dalam uraian terdahulu telah dibahas tentang pengertian kelompok sosial yang dikemukakan oleh Mac. Iver dan H. Page mengungkapkan bahwa kelompok sosila merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama. Hubungan tersebut antara lain menyangkut timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga kesadaran saling menolong.
Soedjono Soekanto menambahkan bahwa berdasarkan pendapat Mac. Iver dan Page, kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama, oleh karena adanya hubungan antara mereka.
Robert Biersteidmengemukakan, ada empat macam kelompok sosial yaitu sebagai berikut :
Rekreasi merupakan salah satu gaya hidup masyarakat modern.
87
Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultuiral1. Kelompok status, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis diantaranya : Contoh :
Kelompok pendududk usia 10 – 15 tahun di sebuah kecamatan. 2. Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompok yang memiliki
persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial diantara anggotanya.
Contoh : Kelompok masyarakat perkotaan
3. Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan lainnya, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi
Contoh : pertemuan, kerabat
4. Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi, maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggota– \anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak, dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal contoh: Negara, sekolah, pramuka Dalam kaitannya dari ke empat kelompok sosial tersebut akan dikemukakan contoh kasus keanekaragaman kelompok sosial sebagai berikut : sejak revolusi industri masyarakat cenderung berubah dari pola paguyuban yang tradisional ke pola patembangan. Ini berarti pengikisan keakraban dan rasa anman, yang pada akhirnya diimbangi dengan tumbuhnya kelompok-kelompok primer baruc dalam latar (setting) kelompok sekunder.
Contoh kasus di atas untuk mencari gagasan atau solusinya diantaranya yaitudengan adanya pola paguyuban yang tradsional ke pola perkembangan, yaitu terjadinya pengikisan keakraban dan rasa aman, sebagai akibat adanya revolusi industri, maka masyarakat harus diberikan arahan, bahwa walaupun telah terjadi perubahan agraris menjadi industrialis di negara kita. Kita harus tetap menjaga keutuhan persatuan bangsa, dengan cara saling menghormati, saling menolong, karena dengan demikian dapat mempertahankan jati diri bangsa Indonesia.
z
RANGKUMAN
1. Hakekat keberadaan suatu kelompok sosial, tidaklah terletak pada kedekatan jarak fisik, tetapi pada adanya satu kesa-daran untuk berinteraksi, kesakesa-daran untuk berinteraksi merupa-kan hal yang sangat prinsip bagi setiap anggota kumpulan manusia.
2. Masyarakat multikultural atau masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-sendiri tanpa ada pembauran satu sama lain. ciri-ciri masyarakat multikultural adalah adanya keanekaragaman tingkat perkembangan masyarakat dan kebudayaan suku-suku bangsa, daerah, ras dan pelapisan sosial.
3. Faktor-faktor yang menyebabkan terbentuknya masyarakat multikultural yaitu: topografi dan pluralitas regional, keadaan geografis dan pluraritas kesukuan dan letak hubungan dengan jalur lalu lintas.
4. Masyarakat Bangsa Indonesia yang terdiri dari banyak suku bangsa yang besar maupun yang kecil masing-masing mengembangkan kebudayaannya sebagai perwujudan tanggapan mereka terhadap tantangan yang harus mereka hadapi sesuai dengan lingkungan yang harus mereka hadapi sesuai dengan lingkungan hidup masing-masing. Kehidupan masyarakat suku bangsa Indonesia memperlihatkan banyak kesamaan di samping perbedaannya. Konsekunesi adanya perubahan sosial ekonomi, politik, budaya, tentu akan berpengaruh terhadap perkembangan kelompok sosial, karena dalam perubahan sosial terjadi perubahan pada lembaga kemasyarakatan, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Perubahan sosial dapat pula terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti perubahan dalam unsur ekonomi. Faktor penting dalam interealisasi sosial ekonomi yang memiliki pengaruh cukup dominan pada
perubahan-89
Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultuiralperubahan sosial politik yang menyangkut organisasi kemasyarakatan membica-rakan hal-hal yang berhubungan dengan:
a. Kontrak sosial oleh dan kepala ormas b. Proses sosial interen dan antar ormas
c. Gerakan atau aksi dan partisipasi yang dilakukan oleh ormas.
d. Perubahan interealisasi dan mekanisme teknis organisasi kemasyarakatan.
e. Mobilitas atau gerak sosial dari organisasi kemasyarakatan. Perubahan tersebut dapat terjadi pada komunitas, stratifikasi sosial, perkembangan sosial, kelembagaan ormas, komposisi ormas dalam suatu masyarakat, dan hubungan antar dengan tenaga kerja militer, lembaga-lembaga logistik, serta organisasi sosial politik. Begitu pula dalam perubahan budaya terjadi adanya usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan kontelasi dunia sekarang. Hal ini berarti suatu usaha merubah berbagai sifat dalam mentalitasnya yang tidak cocok dengan kebudayaan zaman sekarang.
Pilihlah salah satu jawaban yang benar!
1. Masyarakat multikultural atau masyarakat majemuk dapat diberi pengertian sebagai masyarakat yang ….
a. tinggal menetap pada daerah-daerah terpisah dari lainnya b. Terdiri atas penduduk dalam jumlah besar dan padat c. Memiliki keunikan ciri, baik sosial maupun kultural
d. Terdiri atas dua atau lebih kelompok atau golongan yang hidup sendiri-sendiri
e. Ditandai oleh adanya perbedaan antara lapisan-lapisan sosial yang tajam
2. Masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-sendiri tanpa adanya pembaruan satu sama lain di dalam suatu kesatuan politik definisi ini dikemukakan ….
a. A.L. Kroeber b. Cliffoerd Gertz
c. Hildred Gretz d. Furnivall
e. Horton dan Horton
3. Salah satu ciri yang melekat pada elemen-elemen masyarakat majemuk adalah primordialisme, yang maksudnya adalah …. a. Ikatan lahir batin diantara anggota-anggota kelompok
b. Loyalitas atau seninten terhadap hal-hal yang dibawa sejak lahir c. Pandangan yang didasarkan pada prasangka atau stereotype d. Penilaian kepada suatu hal yang didasarkan pada anggapan
umum
e. Bagian-bagian dari tradisi yang diterima keberadaannya 4. Istilah masyarakat majemuk pertama kali diperkenalkan oleh ….
a. J.S. Furnival b. J. Nasikun
c. Clifford Geertz d. Ernest Renan
e. Peter M. Blau
Latihan Soal
91
Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultuiral5. Beberapa faktor yang menyebabkan kemajemukan Indonesia adalah sebagai berikut, kecuali ….
a. Luas Indonesia yang kurang lebih terdiri atas 13.000 pulau b. Terdapat lebih dari satu macam lingkungan ekologis c. Terdapat pluralitas agama dalam masyarakat
d. Terdapat ratusan suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia
e. Kemampuan masyarakat Indonesia untuk berniaga ke luar negeri
6. Bentuk geografi wilayah Indonesia yang berupa kepulauan dengan kurang lebih 17 ribu pulau yang terbesar di equator utamanya menyebabkan kemajemukan dalam hal ….
a. Agama b. Suku bangsa
c. Ras d. Kelas sosial
e. Golongan sosial
7. Ciri yang cukup mencolok dalam kemajemukan masyarakat Indonesia yang merupakan salah satu sumber permasalahan kehidupan dalam masyarakat majemuk adalah dominasi dan penekanan pentingnya kesukubangsaan yang terwujud dalam satuan-satuan sosial-sosial yang berupa ….
a. Golongan sosial b. Kelompok sosial