• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Faktor Internal dan Eksternal yang Dipersepsikan oleh Istri Pembudidaya yang Mempengaruhi dalam Pengelolaan Keuangan

1. Faktor Internal

Pengelolaan keuangan rumah tangga pembudidaya rumput laut di Pulau Tanakeke dapat ditentukan dengan tingkat kemampuan istri pembudidaya dalam menentukan keputusan - keputusan dalam mengelola keungan rumah tangga yang bersumber dari kapasitasnya sendiri. Konteks ini diasumsikan sebagai faktor internal yang dimiliki oleh istri - istri pembudidaya sebagai sampel penelitian. Adapun factor internal yang dianggap berpengaruh dalam pengambilan keputusan pengengelolaan keuangan rumah tangga mereka adalah sebagai berikut;

57

tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, dan gaya hidup yang dimiliki oleh istri pembudidaya rumput laut di Pulau Tanakeke.

a. Tingkat Pendidikan

Faktor tingkat pendidikan merupakan salah satu penentu utama seorang individu dalam melakukan pengambilan keputusan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin bijak dalam pengambilan keputusan dan sebaliknya. Berikut rata - rata tingkat pendidikan istri pembudidaya rumput laut di Pulau Tanakeke :

Tabel 12. Tingkat Pendidikan Istri Pembudidaya di Pulau Tanakeke

No Kategori Jumlah Persentase (%)

1 Rendah 17 56,7

2 Sedang 13 43,3

3 Tinggi - -

TOTAL 30 100

Sumber : data Primer Setelah Diolah, 2017

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa rata - rata tingkat pendidikan istri pembudidaya di Pulau Tanakeke adalah dalam kategori rendah yang mengenyam pendidikan hanya sampai tingkat SD atau tidak tamat SD saja sebesar 56,7%. Hal ini karena akses sekolah yang jauh dari Pulau Tanakeke menyebabkan para perempuan lebih fokus untuk tinggal di rumah saja dan menunggu lelaki yang datang untuk melamar tanpa berpikir untuk bersekolah setinggi - tingginya. Hal ini mempengaruhi cara berpikir para istri pembudidaya dalam pengambilan keputusan para istri pembudidaya rumput laut yang tidak lebih mengutamakan untuk melakukan proses menabung, tetapi lebih mengandalkan pendapatan yang didapatkan oleh para suaminya sehingga tingkat perekonomian

58

rumah tangga pembudidaya rumput laut di Pulau Tanakeke masih rendah.

Menurut Van den Ban & Hawkins, (1999) mengatakan dengan kurangnya pengalaman dan pendidikan seorang petani, tidak akan mempunyai pengetahuan serta wawasan yang memadai untuk dapat memahami permasalah mereka, memikirkan pemecahannya, atau memilih pemecahan masalah yang paling tepat untuk mencapai tujuan mereka.

Hal ini sejalan dengan penelitian Firdaus dan Sunarti (2009) yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan istri maka kemampuan mengelola keuangan keluarga semakin baik. Artinya pengeluaran yang dilakukan berdasarkan skala - skala kebutuhan berdasarkan pengkategorian mengenai kebutuhan primer, sekunder dan tersier.

b. Jumlah Tanggungan Keluarga

Jumlah tanggungan keluarga adalah jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan dari rumah tangga tesebut, baik itu saudara kandung maupun saudara bukan kandung yang tinggal satu rumah tapi belum bekerja. Berikut rata - rata jumlah tanggungan keluarga rumah tangga pembudidaya rumput laut di Pulau Tanakeke :

Tabel 13. Jumlah Tanggungan keluarga Rumah Tangga Pembudidaya Rumput Laut di Pulau Tanakeke

No Kategori Jumlah Persentase (%)

1 Rendah 2 7

2 Sedang 20 67

3 Tinggi 8 27

TOTAL 30 100

Sumber : data Primer Setelah Diolah, 2017

59

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa rata-rata jumlah tanggungan rumah tangga pembudidaya rumput laut di Pulau Tanakeke berada pada kategori sedang yang menggambarkan jumlah rata - rata tanggungan tiap rumah tangga adalah 3 sampai 4 orang dengan presentase 67%. Hal ini mempengaruhi cara istri dalam mengelola keuangan rumah tangga karena semakin banyak jumlah tanggungan keluarga, maka semakin banyak pengeluaran biaya yang diperlukan.

Kepintaran istri pembudidaya rumput laut dalam mengelola keuangan rumah tangga mereka lebih kepada mengeluarkan biaya yang merupakan dominan kebutuhan rumah tangga seperti biaya pendidikan dan kesehatan rumah tangga. Selain itu para istri di Pulau Tanakeke menyiasati pengelolaan keuangan dengan hanya membeli kebutuhan pokok sesuai dengan jumlah keluarga dalam 3 hari. orang yang memiliki julah tanggungan keluarga yang cukup banyak maka jumlah penghasilan yang dibutuhkan juga akan semakin besar, apabila penghasilan yang dbutuhkan tidak cukup maka akan terjadi kemiskinan, (Maulana, 2013).

c. Gaya Hidup Istri Pembudidaya

Gaya Hidup (Lifestyle) diartikan sebagai bagaimana seseorang hidup, termasuk bagaimana seseorang menggunakan uangnya, bagaimana ia mengalokasikan waktunya dan sebagainya. Menurut Kotler (2002, p. 192) dalam penelitian Susanto (2013: 1) gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya, dalam arti bahwa secara umum gaya hidup seseorang dapat

60

dilihat dari aktivitas rutin yang dia lakukan, apa yang mereka pikirkan terhadap segala hal disekitarnya dan seberapa jauh dia peduli dengan hal itu dan juga apa yang dia pikirkan tentang dirinya sendiri dan juga dunia luar. Keterangan yang diperoleh dilapangan menunjukkan bahwa gaya hidup istri pembudidaya di persepsikan oleh responden berpengaruh dalam mengalokasikan keuangan rumah tangga. Artinya, gaya hidup istri pembudidaya dalam mereplesikan dirinya di dalam lingkungan sosialnya menjadi salah satu factor dalam mendudukkan rumah tangganya dalam status social masyarakat. Membeli barang - barang sekunder atau perabotan rumah tangga yang modern diyakini akan memberikan gambaran akan derajat kesejahteraan mereka. Gambaran pentingnya gaya hidup istri pembudidaya dalam pengadaaan barang - barang konsumtif, secara kuantitatif tergambarkan sebagai berikut yang dipilah -pilah berdasaran parameter yang telah ditentukan sebelumnya :

Tabel 14. Persepsi Responden terhadap Barang Mewah dapat Meningkatkan Status Sosial Rumah Tangga

No Persepsi dalam gaya

hidup

Bobot (B)

Frekuensi (F)

Persentase (%)

B x F Hasil

1 Setuju 4 14 46,7 56

2 Cukup Setuju 3 11 36,7 33

3 Kurang Setuju 2 3 10 6

4 Tidak Setuju 1 2 6,7 2

Jumlah 30 100 97 Cukup

Setuju Sumber : Data Primer Diolah, 2017.

61

Tabel 15. Persepsi Responden terhadap Pembelian Barang Mewah dapat Menimbulkan Percaya Diri dalam Lingkungan Sosial Mereka No Persepsi

dalam gaya hidup

Bobot (B)

Frekuensi (F)

Persentase (%)

B x F Hasil

1 Setuju 4 23 76,7 92

2 Cukup Setuju 3 5 16,7 15

3 Kurang Setuju 2 0 0 0

4 Tidak Setuju 1 2 6,7 2

Jumlah 30 100 109 Setuju

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Tabel 16. Persepsi Responden terhadap Pembelian Barang Mengikuti Apa yang Ada pada Rumah Tangga Orang Lain

No Persepsi dalam gaya

hidup

Bobot (B)

Frekuensi (F)

Persentase (%)

B x F Hasil

1 Setuju 4 9 30 36

2 Cukup Setuju 3 12 40 36

3 Kurang Setuju 2 7 23,3 14

4 Tidak Setuju 1 2 6,7 2

Jumlah 30 100 88 Cukup

Setuju Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Tabel 17. Persepsi Responden terhadap Kepemilikan Perabotan Rumah Tangga yang Lengkap dapat Meningkatkan Status Sosial Rumah Tangga

No Persepsi dalam gaya

hidup

Bobot (B)

Frekuensi (F)

Persentase (%)

B x F Hasil

1 Setuju 4 26 86,7 104

2 Cukup Setuju 3 2 6,7 6

3 Kurang Setuju 2 0 0 0

4 Tidak Setuju 1 2 6,7 2

Jumlah 30 100 112 Setuju

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

62

Tabel 18. Persepsi Responden terhadap Gaya Hidup Istri Pembudidaya Rumput Laut yang Direfleksikan dalam Pengadaan Kebutuhan Konsumtif

No Indikator dalam gaya hidup Istri Pembudidaya Rumput Laut

B x F Hasil 1 Barang Mewah dapat Meningkatkan Status

Sosial Rumah Tangga

97 2 Pembelian Barang Mewah dapat Menimbulkan

Percaya Diri dalam Lingkungan Sosial

109 3 Pembelian Barang Mengikuti Apa yang Ada

pada Rumah Tangga Orang Lain

88 4 Kepemilikan Perabotan Rumah Tangga yang

Lengkap dapat Meningkatkan Status Sosial Rumah Tangga

112

Jumlah 406

Rata-Rata 101,5 Setuju/

Penting Sumber : Hasil Olahan Data Primer, 2017

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa indikator gaya hidup istri pembudidaya rumput laut di Pulau Tanakeke dengan Kepemilikan Perabotan Rumah Tangga yang Lengkap dapat Meningkatkan Status Sosial Rumah Tangga adalah item yang tertinggi dengan capaian skor adalah 112 dengan besaran persentase adalah 27,6 %. Hal ini menunjukkan bahwa pola hidup istri pembudidya rumput laut yang masih mementingkan gengsi dan tingkat status sosial dengan membeli barang yang lebih lengkap dan mewah dibandingkan dengan rumah tangga lainnya akan menyebabkan pengelolaan keuangan rumah tangga pembudidaya rumput laut tidak stabil (rentang). Gaya hidup istri pembudidaya rumput laut sangat mempengaruhi dalam pengelolaan keuangan rumah tangga mereka sehingga banyak keputusan pengelolaan

63

keuangan yang dilakukan oleh para istri pembudidaya rumput laut di Pulau Tanakeke Nampak sangat konsumtif.

Dokumen terkait