KAJIAN TEORI A. Deskripsi Teoritik
1) Faktor internal
Faktor ini berasal dari dalam diri siswa sendiri yang meliputi dua aspek, yaitu: aspek fisiologis (yang bersifat jasmani), dan aspek psikologis (yang bersifat rohaniah).39
a) Aspek fisiologi
Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhui semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Kondisi organ tubuh yang lemah, apalagi jika di sertai pusing-pusing kepala misalnya, dapat menurunkan kualitas ranah cipta kongnitif sehingga materi pelajaran yang di pelajarin tidak akan bisa maksimal di serap.
39
b) Aspek psikologis
Banyak factor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhui kuantitas dan kualitas perolehan pembelajaran siswa.Namun, diantara faktor-faktor rohaniah siswa pada umumnya dapat dirangkum sebagai berikut.40
c) Intelegensi siswa
Intelegensi ialah kemampuan yang dibawa sejak lahir, yang memungkinkan seseorang berbuat sesuatu dengan cara yang tertentu.41
Menurut Desmita, Intelegensi adalah salah satu kemampuan mental, pikiran atau intelektual dan merupakan bagian dari proses-proses kongnitif pada tingkatan yang lebih tinggi.42 Dengan demikian Intelegensi siswa pada umumnya dapat diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan likungan dengan cara yang tepat.
Tingkat kecerdasan atau Intelegensi (IQ) siswa tak dapat diragukan lagi, sangat menentukan tingkat kenberhasilan siswa dalam mencapai prestasi belajarnya.Namun seebaliknya jika Intelegensinya rendah maka tingkat keberhasilan dalam meraih prestasi belajar tidak akan dapat terrcapai.
d) sikap siswa
sikap adalah gejala internal yang berdemensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatife tetap terhadap objek orang, barang dan sebagainya, baik secara positif atau negatife.
Sikap siswa positif dapat menjadi pertanda awal yang baik dalam kelangsungan proses belajar dan mengajar,
40
Ngalim Purwanto, Op. Cit. h. 52
41
Desmita, Psikologi Perkembangan Peserta didik (Bandung : PT. Rosda Karya, Cet. III, 2011) h. 53
42
tetapi sebaliknya sikap siswa yang negatife dapat menjadi penghambat dalam kegiatan belajar. Untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya sikap negatife siswa, guru dituntut untuk terlebih dahulu menujukan sikap positif terhadap dirinya sendiri dan terhadap mata pelajaran yang menjadi bidangnya. e) Bakat siswa
Secara umum, bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Dengan demikian, sebetulnya setiap orang pasti memiliki bakat ,dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi sampai ketingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing-masing. Jadi secara gelobal bakat itu mirip dengan intelegensi.
f) Minat siswa
secara sederhana, minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.
Menurut Reber, minat tidak termasuk istilah popular dalam psikologi karena ketergantungannya yang banyak pada faktor-faktor internal lainnya seperti: pemusatan perhatian, keingintahuan, motivasi,dan kebutuhan.
g) Motivasi siswa
Pengertian dasar motivasi adalah keadaan internal organisme baik manusia atau hewan yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dalam pengertian ini, motivasi berarti pemasok daya untuk bertingkah laku secara terarah. Dalam perkembangaannya, motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu motivasi intrinsik, dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar. Adapun motivasi ekstrinsik adalah hal dan
keadaan yang berasal dari luar individu siswayang mendorongnya untuk melakukan tindakan belajar.
b. Faktor Eksternal
Faktor ini berasal dari luar diri siswa. Secara garis besar fackor ekstrnal dapat di bagi menjadi dua, yaitu:43
a) Lingkungan sosial
Lingkungan sosial siswa di mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan seluruh perangkatnya, serta lingkungan sosial masyrakat memiliki pengaruh bagi siswa yang sangat signifikan dalam semangat belajar siswa. Terlebih lagi lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang sangat penting dalam mempengaruhui semangat belajar. Perhatian, kasih sayang dan dorongan kedua orang tua adalah semangat bagi siswa dalam meningkatkan prestasi belajar, di samping lingkungan sekolah dan lingkungan masyrakatyang juga cukup berpengaruh.
b) Lingkungan non social
Faktor yang termasuk lingkungan non sosial ialah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tingal siswa dan letakknya,alat-alat belajar, keadaan cuaca dann waktu belajar yang digunakan siswa. Faktor-faktor ini dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa.
c. Faktor Pendekatan Belajar.
Pendekatan belajar dapat dipahami sebagai cara atau strategi yang digunakan siswa untuk menunjang keefektifan dan efeseinsi dalam proses pembelajaran materi tertentu. Strategi dalam hal ini berarti seperangkat langkah operasional yang direkayasa sedemikian rupa untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan
43
belajar tertentu. Disamping faktor internal dan eksternal, Pendekatan belajar juga berpengaruh terhadap taraf keberhasilan proses belajar siswa.
Diantara pendekatan belajar yang harus diperhatikan adalah pengorganisasian siswa, diantaranya adalah:
a) Pembelajaran secara individual, yaitu kegiatan mengajar guru yang menitik beratkan pada bantuan dan bimbingan belajar kepada masing-masing individu.
b) Pembelajaran secara kelompok, yaitu pembelajaran dengan cara membentuk kelompok kecil.
c) Pembelajaran secara klasikal, yaitu pembelajaran yang merupakan kemampuan guru yang utama, karena pengajaran kasikal merupakan kegiatan mengajar yang tergolong efesien.
3. Belajar
Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan.44
Belajar bisa mengasikan dan bisa juga menjenuhkan ,tergantung guru menyikapinya dalam peroses belajar. dan pembelajaran di kelas Di. dalam peroses pembelajaranlah seorang guru harus dapat menciptakan suasana yang menyenangkan , Dalam hal ini guru diharapkan mengunakan metode-metode belajar, agar siswa mendapatkan prestasi belajar di dalam kelas dengan baik.
a. Faktor-faktor Belajar
Secara global, faktor-faktor yang mempengaruhui belajar anak didk dapat di bedakan menjadi tiga macam,yakni:
44
1) Faktor internal (faktor dari dalam diri anak didik), yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani anak didik.
2) Faktor eksternal (faktor dari luar anak didik), yakni kondisi lingkungan di sekitar anak didik.
3) Faktor pendekatan belajar, yakni jenis upaya belajar anak didik yang meliputi strategi dan metode yang digunakan anak didik untuk melakukan kegiatan mempelajari materi-materi pembelajaran.45
Faktor-faktor diatas satu sama lain saling berkaitan dalam menujang kegiatan belajar anak didik yang semuanya sangat membantu sekali dalam meningkatkan prestasi belajar.
b. Faktor- faktor kesulitan belajar
Secara garis besar, faktor-faktor penyebab timbulnya kesulitan belajar terdiri dari dua macam.
1) Faktor intern anak didik, yakni hal-hal atau keadaan-keadaan yang muncul dalam diri siswa.Faktor ini meliputi:
a) Yang bersifat kongnitif (ranah cipta) seperti rendahnya kapasitas intelektual/inteligensi ank didik.
b) Yang bersifat afektif (rana raas) seperti labilnya emosi dan sikap.
c) Yang bersifat psikomotor (rana karsa) seperti tergangunya alat-alat indera penglihat dan pendengar (mata dan telinga). 2) Faktor ekstern, yakni hal-hal atau keadaan-keadan yang datang
dari luar diri siswa.Faktor ini meliputi:
a) Lingkungan keluarga,(ketidak harmonisan hubungan antara ayah dengan ibu
b)Dan rendahnya kehidupan keluarga)
c) Lingkungan perkampungan/masyarakat,(kumuh dan teman sepermainan yang nakal)
45
d) Lingkungan sekolah,(kondisi dan letak sekolah yang buruk seperti dekat
e) Pasar,kondisi guru serta alat-alat belajar yang berkualitas rendah 46
Dalam hal ini berbagai faktor -faktor di atas sangat berpengaruh besar terhadap proses belajar anak didik ,yang nantinya berakibat terhadap rendahnya prestasi belajar anak didik.
c. Jenis-jenis belajar
1) Belajar abstrak, belajar yang mengguunakan cara-cara berfikir abstrak. Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman dan pemecahan masala-masalah yang tidak nyata.
2) Belajar keterampilan, adalah belajar dengan menggunakan gerakan-gerakan motorik yakni yang berhubungan dengan urat-urat syaraf dan otot-otot. Tujuannya untuk memperoleh dan menguasai keterampilan jasmaniah tertentu.
3) Belajar sosial, adalah belajar memahami masalah-masalah dan teknik-teknik untuk memecahkan masalah tersebut. Tujuannya untuk menguasai pemahaman dan kecakapan dalam memecahkan masalah-masalah sosial seperti maslah keluarga, masalah persahabatan, masalah kelompok, dan masalah-masalah lain yang bersifat kemasyrakatan.47
4) Belajar pemecahan masalah, adalah belajar mengunakan metode-metode ilmiah atau berfikir secara sistematis, logis, teratur, dan teliti. Tujuanya untuk memperoleh kemampuan dan kecakapan kongnitif untuk memecahkan masalah secara rasional, lugas, dan tuntas.
46
Ibid., h.170
47
5) Belajar rasional, adalah belajar dengan menggunakan kemampuan berfikir secara logis dan rasional (sesuai dengan akal sehat). Tujuanya untuk memperoleh aneka ragam kecakapan menggunakan prinsip-prinsip dan konsep-konsep. 6) Belajar kebiasaan, adalah belajar menggunakan kebiasaan,
perintah, suri teladan dan pengalaman khusus,juga menggunakan hukuman dan ganjaran. Tujuannya untuk memperoleh sikap-sikap dan kebiasan-kebiasan perbuatan baru yang lebih tepat dan positif.48
7) Belajar apresiasi, adalah belajar mempertimbangkan arti penting atau nilai sustu objek. Tujuanya agar anak didik memperoleh dan mengembangkan ranah rasa yang dalam hal ini kemampuan menghargai secara tepat terhadap nilai objek tertentu misalnya apresiasi sastra, musik, dan sebagainya.
8) Belajar pengetahuan, adalah belajar dengan cara melakukan penyelidikan mendalam terhadap objek pengetahuan tertentu. Tujuannya agar anak didik memperoleh atau menambah informasi dan pemahaman terhadap pengetahuan tertentu yang biasannya lebih rumit dan memerlukan kiat khusus dalam mempelajarinya, misalnya dengan menggunakan ala- alat, laboratorium dan penelitian lapangan.49