BAB II KAJIAN PUSTAKA
D. Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Sekolah
2. Faktor yang Mempengaruhi Minat Siswa dalam Memilih Jurusan
a. Faktor Internal dan Eksternal
Faktor yang mempengaruhi timbulnya minat dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu yang bersumber dari dalam diri individu yang bersangkutan (missal:
30
bobot, umur, jenis kelamin, pengalaman, perasaan mampu, kepribadian) dan yang berasal dari luar mencakup lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat (Slameto, 2010:263).
Sedangkan menurut Hurlock (2005:139), ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat siswa pada studi lanjut, sebagai berikut:
1) Pengalaman dini sekolah, yaitu anak yang secara fisik dan intelektual telah siap untuk sekolah mempunyai sikap yang lebih positif terhadap sekolah dibandingkan anak yang belum siap untuk sekolah.
2) Pengaruh orang tua, yaitu orang tua mempengaruhi sikap anak terhadap sekolah secara umum dan juga sikap mereka terhadap pentingnya pendidikan, belajar, terhadap berbagai mata pelajaran, dan terhadap para guru.
3) Sikap saudara kandung, yaitu sikap saudara kandung yang lebih besar mempunyai pengaruh yang sama pada sikap anak terhadap sekolah seperti orang tua, sebaliknya sikap saudara kandung yang lebih muda relatife tidak penting.
4) Sikap teman sebaya, yaitu minat dan sikap terhadap sekolah dan kegiatanya sangat dipengaruhi oleh teman sebaya, agar anak diterima oleh kelompok teman sebaya maka anak harus belajar bahwa ia harus menerima minat dan nilai kelompok.
5) Penerimaan oleh kelompok teman sebaya, yaitu kurangnya penerimaan oleh teman sebaya tidak dapat diimbangi dengan hubungan yang baik dengan guru dan nilai yang bagus.
6) Keberhasilan akademik, yaitu besarnya pengaruh keberhasilan akademik pada sikap anak terhadap sekolah akan bergantung pada besarnya nilai keberhasilan akademik dalam kelompok teman sebaya. Keberhasilan dapat dijadikan lambing status dalam kelompok teman sebaya.
7) Sikap terhadap pekerjaan, yaitu bila anak yang dibesarkan oleh orang tua yang berpendapat bahwa anak harus bebas dan bahagia akan mengembangkan sikap negatif tetapi dengan kenaikan kelas mengharuskan anak belajar mengerjakan pekerjaan rumah menimbulkan rasa tidak suka anak terhadap sekolah.
8) Hubungan guru dan murid, yaitu tingkat minat anak terhadap sekolah dipengaruhi sikapnya terhadap guru.
9) Suasana emosional sekolah, yaitu suasana emosional sekolah dipengaruhi sikap guru dan jenis disiplin yang digunakan.
31
Berdasarkan pendapat di atas dapat peneliti pahami bahwa minat anak terhadap sekolah dipengaruhi oleh faktor dalam diri anak dan faktor di luar diri anak seperti lingkungan sekolah, serta lingkungan keluarga.
Muhibbin Syah (2000: 132) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar sebagai berikut:
1) Faktor Internal (faktor dari dalam siswa), yakni keadaan/kondisijasmani dan rohani siswa. Faktor ini meliputi aspek, yakni:
a) Aspek fisiologis (yang bersifat jasmaniah) seperti: mata dan telinga.
b) Aspek psikologis (yang bersifat rohaniah) seperti: intelegensi, sikap, bakat, dan motivasi.
2)Faktor Eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan disekitar siswa. Faktor ini meliputi:
a) Lingkungan sosial, seperti: keluarga, guru dan staf, masyarakat, dan teman. b) Lingkungan non sosial, seperti: rumah, sekolah, peralatan, dan alam. 3) Faktor Pendekatan Belajar (approach to learning) yakni jenis upaya
belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran. Faktor ini meliputi:
a) Pendekatan tinggi, seperti: speculative, achieving b) Pendekatan sedang, seperti: analytical, deep c) Pendekatan rendah, seperti: reproductive, surface
Sedangkan menurut Muhammad Al-Mighwar (2011:104), faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa adalah sebagai berikut:
a. Siswa yang orang tuanya memiliki cita-cita tinggi yang tidak realistis terhadap prestasi akademik atau prestasi sosial yang terus menerus mendesak untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.
b. Siswa yang kurang diterima oleh teman-teman sekelas, yang tidak mengalami kegembiraan sebagaimana dialami teman-teman sekelas dalam berbagai kegiatan ekstrakulikuler.
c. Remaja yang matang lebih awal fisiknya jauh lebih besar dibandingkan teman-teman sekelasnya.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat dipahami bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi minat studi lanjut siswa. Faktor internal, yaitu terdiri dari perkembangan yang tidak seimbang antara perkembangan usia dengan
32
pertumbuhan fisik, sikap terhadap pekerjaan, jenis kelamin, dan berat badan. Faktor eksternal, yang terdiri dari: pengalaman waktu di sekolah, pengaruh dari sikap orang tua, pengaruh penerimaan dan sikap teman sebaya di sekolah.
Dari kedua faktor di atas yaitu faktor internal dan faktor eksternal sama-sama memberikan pengaruh dan saling terkait dalam pembentukan minat seseorang. Dari kedua faktor tersebut, yang paling berpengaruh besar adalah faktor eksternal karena seseorang biasanya mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar apabila individu tersebut tidak memiliki keyakinan atau komitmen diri yang kuat.
b. Prestasi Siswa
Ditinjau dari fungsinya, Zainal Arifin (1990: 3-4) mengemukakan sebagai berikut:
a. Prestasi belajar sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai anak didik.
b. Prestasi belajar sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu. c. Prestasi belajar sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan. d. Prestasi belajar sebagai indikator intern dan ekstern dari suatu institusi
pendidikan. Indikator intern adalah prestasi belajar dapat dijadikan indikator tingkat produktifitas suatu institusi pendidikan. Sedangkan indikator ekstern menunjukkan bahwa prestasi belajar dijadikan indikator kesuksesan anak didik di masyarakat.
e. Prestasi siswa dapat dijadikan indikator terhadap daya serap (kecerdasan) anak didik.
Cronbach(Zainal Arifin, 1990: 4), mengemukakan bahwa kegunaan prestasi belajar diantaranya:
a. Sebagai umpan balik bagi pendidik dalam mengajar. b. Untuk keperluan diagnostik.
c. Untuk keperluan bimbingan dan penyuluhan. d. Untuk keperluan seleksi.
e. Untuk keperluan penempatan atau penjurusan. f. Untuk menentukan isi kurikulum.
33
Berdasarkan beberapa kegunaan diatas dapat disimpulkan bahwa kegunaan dari prestasi belajar dalam lingkup pendidikan adalah sebagai berikut: Sebagai indikator kualitas dari seorang siswa dalam menangkap dan menerima segala materi yang telah diberikan oleh guru, Sebagai umpan balik kepada guru yang nantinya akan digunakan sebagai dasar dalam menentukan cara atau metode dalam mengajar, dan Sebagai bahan informasi lebih lanjut mengenai tindakan yang harus dilakukan kepada siswa dalam setiap bimbingan.
Prestasi belajar siswa kerap digunakan sebagai salah satu persyaratan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Maka dari itu prestasi belajar siswa merupakan salah satu penentu kedudukan siswa di masyarakat. Salah satu hasil belajar siswa yang sering digunakan sebagai syarat utama dalam melanjutkan studi adalah Nilai Ujian Nasional (NUN). Dalam hal memilih sekolah lanjutan biasanya hal yang paling dipertimbangkan adalah NUN yang dimiliki siswa. Siswa dengan NUN tinggi cenderung memilih sekolah yang tergolong favorit. Sedangkan, siswa dengan NUN rendah mau tidak mau harus memilih sekolah yang passing grade nya tidak terlalu tinggi sehingga dapat langsung diterima (tidak terlempar ke sekolah lain).
c. Aksesibilitas
Black (Ofzar Z. Tamin, 2000:32) mengemukakan bahwa aksesibilitas adalah konsep yang menggabungkan sistem pengaturan tata guna lahan secara geografis dengan sistem jaringan transportasi yang menghubungkannya. Dapat diartikan juga suatu ukuran kenyamanan atau kemudahan mengenai cara lokasi tata guna
34
lahan berinteraksi satu sama lain dan mudah atau susahnya lokasi tersebut dicapai melalui sistem jaringan transportasi.
Klasifikasi perjalanan berdasarkan maksud menurut Setijowarno & Frazila (Ofzar Z. Tamin, 2000:33) dapat dibagi ke dalam beberapa golongan sebagai berikut:
1) Perjalanan untuk bekerja (working trips)
2) Perjalanan untuk kegiatan pendidikan (educational trips) yaitu perjalanan dilakukan oleh pelajar dari semua strata pendidikan menuju sekolah, universitas, lembaga pendidikan lainnya tempat mereka belajar.
3) Perjalanan untuk berbelanja (shopping trips) 4) Perjalanan untuk kegiatan sosial (social trips) 5) Perjalanan untuk berekreasi (recreation trips) 6) Perjalanan untuk keperluan bisnis (business trips)
7) Perjalanan ke rumah (home trips) yaitu semua perjalanan kembali ke rumah.
Berdasarkan tujuannya, pergerakan orang di Kota mempunyai beberapa tujuan antara lain:
1) ke tempat kerja
2) ke tempat pendidikan (sekolah) 3) ke tempat belanja
4) untuk kepentingan sosial dan rekreasi dan lain-lain.
Pergerakan dengan tujuan ke tempat kerja dan ke tempat pendidikan disebut tujuan pergerakan utama yang merupakan keharusan untuk dilakukan oleh setiap orang setiap hari sedangkan lainnya bersifat pilihan yang tidak rutin dilakukan.Maka dari itu aksebilitas seringkali menjadi salah satu pertimbangan siswa dalam memilih sekolah. Karena jarak antara rumah dengan sekolah serta ketersediaan transportasi akan mempengaruhi keadaan siswa dalam proses
35
pembelajaran dan tentu saja mempengaruhi faktor ekonomi siswa. Semakin jauh jarak antara rumah dan sekolah semakin tinggi juga biaya transportasi yang yang harus dikeluarkan.
36