Seperti telah dikatakan dalam subbab sebelumnya, kita tidak serta merta dapat mengatakan bahwa cukup dengan memahami ciri-ciri dan karakteristik perubahan sosial, kita dapat langsung menunjukkan besarnya pengaruh perubahan sosial terhadap kehidupan sosial dalam masyarakat. Tentunya ada beberapa faktor yang setidaknya dapat mendorong suatu perubahan sosial yang dapat memengaruhi kehidupan sosial.
Tugas Kelompok
Dari karakteristik perubahan sosial menurut John J. Macionis di atas, bagaimanakah karakteristik perubahan sosial di Indonesia? Apakah sudah sesuai dengan karakteristik tersebut? Coba diskusikanlah dengan teman sekelompokmu!
Tugas Individu
Amatilah lingkungan di sekitarmu! Bagaimana perubahan sosial yang ada di sekitarmu? Apakah sudah sesuai dengan ciri-ciri perubahan sosial yang dikemukakan oleh Soerjono Soekanto di atas? Jelaskan!
Margono Slamet dalam konsepsinya mengenai kekuatan- kekuatan yang memengaruhi perubahan sosial menyebutkan adanya motivational forces atau kekuatan-kekuatan pendorong perubahan sosial yang meliputi hal-hal berikut ini.
1. Ketidakpuasan terhadap situasi yang ada, sehingga ada keinginan akan situasi yang lain. Kita tahu bahwa setiap orang memiliki rasa tidak puas atas suatu hal atau dicapainya sebuah keinginan dari dalam dirinya sendiri. Hal inilah yang memacu seseorang untuk melakukan perubahan.
2. Adanya pengetahuan tentang perbedaan antara apa yang ada dengan yang seharusnya bisa ada. Perbedaan ini dipengaruhi juga oleh keadaan atau situasional, di mana setiap orang pasti menginginkan kondisi ideal atau yang diharapkan, tetapi kenyataan yang terjadi terkadang berbeda dengan keinginan atau kondisi ideal yang diharapkan. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya sebuah perubahan sosial.
3. Adanya tekanan-tekanan dari luar, seperti kompetisi dan keharusan-keharusan untuk menyesuaikan diri. Adanya tekanan-tekanan dari luar dapat memengaruhi kondisi kejiwaan seseorang yang kemudian dapat berimbas pada keinginan seseorang untuk melakukan sebuah perubahan sosial.
Gambar 2.2 Sedikitnya jumlah lapangan pekerjaan jika dibandingkan dengan jumlah
pencari kerja, mendorong seseorang untuk melakukan perubahan, yaitu dengan berwiraswasta.
Sumber: www.google.com:image
4. Kebutuhan-kebutuhan dari dalam untuk mencapai efisiensi dan peningkatan. Di samping tekanan dari luar atau kondisional yang memengaruhi seseorang untuk melakukan perubahan, keinginan untuk pencapaian kebutuhan dari dalam diri sendiri juga dapat mendorong terjadinya suatu perubahan.
Di samping Margono Slamet yang lebih berorientasi pada adanya suatu kekuatan dari dalam dan dari luar yang mendorong seseorang untuk berubah yang disebut dengan motivational forces, Soerjono Soekanto menyatakan bahwa
Tahukah Kamu?
Jika orang belum merasa butuh, maka orang akan tetap menolak perubahan. Hanya kebutuhan yang dianggap perlu oleh masyarakat yang memegang peran menentukan. Beberapa penemuan praktis terabai- kan hingga saat masyarakat mem- butuhkan kegunaan penemuan tersebut. Contohnya ritsleting yang ditemukan pada tahun 1891, tetapi diabaikan selama seperempat abad. Contoh lainnya adalah ban angin yang ditemukan dan dipatenkan oleh Thomson pada tahun 1845. Pene- muan tersebut juga tidak mendapat perhatian hingga saat kepopuleran sepeda menimbulkan kesadaran akan betapa pentingnya ban angin tersebut. Beberapa lama kemudian ban angin ditemukan kembali oleh Dunlop tahun 1888.
Sumber: Paul B. Horton dan Chester
faktor-faktor yang mendorong perubahan-perubahan dalam masyarakat antara lain sebagai berikut.
1. Sistem Pendidikan yang Maju
Dengan adanya sistem pendidikan yang maju, membuat seseorang memiliki wacana ilmu pengetahuan yang baru, yang dapat mengubah pola pikir seseorang untuk selalu menciptakan hal yang baru, tentunya yang dapat memajukan suatu kehidupan sosial dalam masyarakat.
2. Sikap Menghargai Hasil Karya Seseorang dan
Keinginan untuk Maju
Menghargai hasil karya orang lain merupakan suatu sikap yang patut dikembangkan dalam kehidupan sosial di masyarakat. Dengan sikap tersebut, setidaknya ada semacam penghargaan terhadap etos kerja seseorang untuk kemudian memacu jiwa seseorang untuk berpikiran maju dan menuju ke arah perkembangan.
3. Toleransi terhadap Perbuatan-Perbuatan yang
Menyimpang
Seperti yang telah dibahas di kelas X terdahulu, tidak setiap penyimpangan itu negatif. Penyimpangan juga ada yang memang diharapkan terjadi, karena adanya sistem yang memang harus dibenahi. Sebab jika tidak disimpangkan, justru upaya untuk mempertahankan sistem yang sudah rusak tersebut akan lebih berbahaya.
4. Sistem Pelapisan Sosial yang Terbuka
Sistem pelapisan sosial yang terbuka akan lebih mem- permudah terjadinya mobilitas sosial yang memungkinkan anggota masyarakat untuk pindah dari satu lapisan ke lapisan lainnya. Dengan melakukan usaha-usaha tertentu, anggota masyarakat dapat pindah dari lapisan rendah ke lapisan yang lebih tinggi, sehingga akan terjadi perubahan dalam status atau kedudukan. Dengan demikian kita ketahui bahwa dengan adanya mobilitas sosial, maka akan lebih mempercepat terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat.
Tugas Individu
Tunjukkan wujud sikap menghargai hasil karya orang lain, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun negara!
Gambar 2.3 Penggunaan laboratorium
bahasa seperti pada gambar di atas merupakan salah satu bentuk kemajuan sistem pendidikan yang ada.
Sumber: Tempo, 23 Oktober 2006
Tugas Kelompok
Diskusikan dengan teman sekelompokmu mengenai bentuk-bentuk penyimpangan positif yang dapat mendorong terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat!
5. Penduduk yang Heterogen
Heterogenitas dalam kependudukan akan menimbulkan keragaman dalam hal pemikiran dan juga kematangan dalam pengetahuan. Jika hal itu dianggap sebagai sebuah hal yang positif, perbedaan tersebut justru akan mendorong ke arah kemajuan. Namun sebaliknya, jika dilihat dari sisi negatif, hal itu dapat membawa ke arah keruntuhan dan perpecahan.
6. Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-Bidang
Kehidupan Tertentu
Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas terhadap apa yang telah dimilikinya. Rasa tidak puas tersebut mendorong manusia untuk melakukan perubahan-perubahan pada bidang- bidang kehidupan guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Misalnya ketidakpuasan manusia terhadap mesin ketik karena tidak bisa digunakan untuk menyimpan data-data, men- dorongnya melakukan perubahan, yaitu dengan menciptakan komputer.
7. Orientasi ke Masa Depan
Setiap manusia dan masyarakat pasti menginginkan suatu kemajuan dalam hidupnya. Oleh karena itu diperlukan adanya sikap yang berorientasi ke masa depan. Pandangan yang jauh ke depan merupakan suatu sikap yang memang diharapkan dapat mendorong perubahan sosial. Hal ini terutama harus dimiliki oleh generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa yang dapat dilakukan dengan belajar giat agar dapat mencapai prestasi yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, serta bangsa dan negara.
8. Sikap Mudah Menerima Hal-Hal Baru
Hal-hal yang baru seperti ilmu pengetahuan, penemuan- penemuan baru akan membawa pola pikir seseorang untuk selalu baru juga. Setiap orang yang memiliki sikap seperti itu akan mudah sekali terdorong untuk melakukan perubahan.